
Dalam ruangan khusus hotel FM.
"Jadi ini akhir dari pembicaraan"ucap Qelly menyudahi. Ia bangkit bersama Seigh.
" Kami akan menyerah kan sisanya kepada mu presedir Leon"ucap Qelly mengulurkan tangannya, namun Jun yang menjabat tangan Qelly.
'Mungkin rumor itu benar'batin Qelly melihat sikap acuh Leon. Ia tersenyum ramah.
"Kalau begitu kami akan pulang semoga lancar presedir Seigh"ucap Jun. Mereka pergi keluar dari ruangan itu.
Setelah kepergian Jun dan Leon, Seigh langsung mendudukkan dirinya di sofa. "Qelly, apa Mariel dan keluarga nya sudah diamankan"tanya Seigh dingin.
"Tentu presedir, apa anda ingin eksekusi langsung"tanya Qelly tersenyum ramah. Seigh tidak menanggapi ia hanya pergi keluar ruangan, Qelly juga tidak bertanya kenapa? mereka sudah tahu apa yang akan terjadi. Dengan patuh dia mengikuti Seigh keluar dari hotel. Mereka menuju mobilnya dan menjalankan nya menuju lokasi.
Setibanya di sebuah bangunan rusak yang tertinggal, ia menghentikan mobilnya, berjalan memasuki bangunan itu. Mereka tiba di sebuah ruangan, disanalah terdapat Mariel dan keluarganya.
"Kalian mau apa?"tanya Mariel takut pada segerombolan pria asing, ini karena saat ia sedang melarikan diri, tiba-tiba ia di culik oleh segerombolan orang tidak dikenal.
Saat Mariel melihat Seigh dan Qelly, entah dia merasa sangat senang.
'Mereka datang untuk menyelamatkan ku'batin Mariel narsis.
" Presedir Seigh untung anda ada disini, tolong saya" Ucap mariel menangis tersedu-sedu.
'Cih... dasar ular'batin qelly. Seigh berjalan mendekati Mariel. Mariel tersenyum cerah melihat seigh mendekatinya.
"Bruk" sebuah tendangan melayang di perut Mariel. Seigh menjambak rambutnya dan menatapnya dingin.
"Hari ini adalah akhir dari hidupmu!! Aku tidak ingin meninggalkan bibit penyakit" bisik seigh dingin. Dia melambaikan tangannya, qelly yang mengerti arti lambaian tangan itu mengambilkan kursi. Seigh mendudukkan dirinya dengan nyaman.
"Kalian bersenang-senaglah"ucap seigh dingin pada anak buahnya.
__ADS_1
Dengan tatapan lapar pria-pria itu menjamah Mariel secara bergantian, Mariel hanya bisa menangis dirinya diperlakukan seperti itu.
" Tuan tolong lepaskan anak kami"mohon ayah Mariel. Dia tidak tega melihat anak satu-satunya diperlakukan seperti itu.
Seigh tidak menggubris ucapan itu, dengan wajah datar dia menyaksikan pertunjukan didepannya.
1 Jam kemudian, Mariel sudah tidak bersuara lagi dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya. Merasa tak ada respon dari mariel salah satu pria itu memeriksa denyut nadinya.
"Tuan, dia sudah meninggal" ucapnya.
Seigh bangkit dari duduknya kemudian melihat mariel dan keluarganya dengan dingin.
"Aku bosan, kalian urus sisanya! lakukan dengan bersih" ucap seigh jenuh.
Tak ingin berlama-lama Seigh dan qelly pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Kita pulang!" ucapnya singkat. Mendengar ucapan seigh, qelly langsung memesan tiket kenegara S untuk hari ini.
Note: Orang-orang yang menculik Mariel dan keluarganya itu adalah anggota MDR(Mafia Demon Rose). MDR memiliki markas di negara M yah meski hanya cabang. MDR selalu merekayasa kematian dari korbannya, hal ini untuk mencegah tumbuhnya bibit penyakit(dendam).
....
"Ceklek" Seorang pria memasuki rungan itu. Dia menatap sendu pada wanita di tempat tidur. Dia duduk disanpingnya dan menggenggam tangan nya.
"Cepatlah bangun shila, kakak mengkhawatirkanmu" lirih pria itu. Memandang wajah damai shila, sudah tiga hari ini dia belum bangun dari komanya.
"Seharusnya aku bisa melindungimu, padahal aku juga ada bersama denganmu saat itu" lirihnya yang tidak lain adalah Luxius, Ya! dia sudah sembuh, cideranya tidak parah hingga dia pulih dalam beberapa hari.
Ia mengelus wajahnya,"apa mimpimu sangat indah? sehingga kamu tidak ingin kembali?" lirih Luxius. Saat ini dia benar-benar terpukul, ia selalu menyalahkan dirinya sendiri akan kondisi shika sekarang.
"Bangunlah!! bukankah kamu sedang hamil, apa kamu tidak kasihan dengan anakmu yang tidak mendapat asupan energi" ucapnya datar. Ia sudah mulai berbicara dan mengeluh sendiri berharap shila akab segera bangun.
__ADS_1
Namun Shila masih belum ada tanda membuka matanya.
....
Di sisi shila.
Saat ini dia sedang bersantai di bawah pohon beringin dia sedang menikmati hembusan angin.
"Sangat damai" gumamnya sambil memejamkan matanya.
'Cepatlah bangun shila, kakak mengkhawatirkanmu' suara pria yang menggema di telinga. Shila membuka matanya. Ia memandang sekeliling nya namun dia tidak menemukan apapun.
"kak luxius? dimana?!" teriak Shila.
Tak menemukan apapun dia kembali membaringkan tubuhnya di atas rerumputan hijau.
'Entah sampai kapan aku bisa mengingat kalain'batin Shila sedih bagaimana pun semakin lama dia disini dia akan kehilangan ingatannya.
'maaf membuat kalian khawatir'batinnya kemudian menutup matanya.
...
Thanks for readers.
Maaf jika ada Typo๐.
Maaf ya ๐minggu depan tuh aku mau menghadapi ujian akhir semester. Jadi kalau sempat mungkin malam barumu bisa. Jadi minggu ini akan sulit juga buat update.
Kalau ada waktu bakalan aku sepetin update. Minggu ini tuh banyak banget tugas numpuk, aku gak bisa konsentrasi saat buat novel. So... mohon pengertiannya.
Nantikan kelanjutannya ya!!๐๐
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote.
Next eps..