The Dream Of Destiny

The Dream Of Destiny
Eps 36


__ADS_3

Shila menyalakan tv, ia menonton drama kesukaannya. Tentu ditemani oleh Reisa.


"Kak lihat lah, ini adalah acara kesukaanku" ucap shila sambil memakan cemilan.


"Ya kurasa cukup bagus" balas Reisa sambil menonton tv. Ini pertama kalinya dia menonton dan bersantai seperti ini karena biasanya dia sibuk bekerja dan bekerja.


"Shila apa tidak ada yang perlu aku lakukan dirumah ini" tanya reisa pada shila.


"Apa kakak bosan?" tanya balik shila. Reisa mendengus kesal, bagaimana tidak dia bertanya malah dijawab dengan pertanyaan.


"Tidak, aku hanya tidak terbiasa" jawab nya dengan nada sesikit kesal. Ia melipat tangan di dada dan mengalihkan pandangannya.


Shila tertawa kecil melihat reisa ngambek seperti anak kecil.


"Kenapa kamu malah tertawa" gerutunya tambah kesal, bisa-bisa nya calon adik iparnya mentertawakan nya.


"Ah tidak, kau tau kak..."


"tidak"potong reisa masih kesal, Shila hanya menghela nafas akan perilaku kekanakan kakak iparnya.


"Dengar dulu" ucap Shila dengan suara imut dan mata cuby. Reisa gemas melihat nya, akhirnya diapun menyerah.


"Iya kudengar" ucap reisa pasrah.


"Jadi... kita tadi membahas apa ya?" tanya shila dengan wajah bingung, namun itu terlihat menggemaskan bagi reisa.


"Tentang apa ada yang bisa aku lakukan di rumah ini" ucapnya dengan nada sedikit kesal, dia merasa dipermainkan.


"Ehem... jadi kak, kalau kamu bosan kamu bisa memasak atau pergi berbelanja. Namun jika untuk pekerjaan yang cukup berat jangan! itu tidak baik untuk bayi mu" jelas Shila panjang lebar.


"Kudengar selama ini kakak selalu bekerja dan bekerja. namun sekarang jangan lakukan lagi karena kakak sedang hamil" nasihat Shila dengan nada seperti ahlinya.


"Kamu bicara seperti ibu-ibu saja" ucapnya seraya terkekeh pelan.


"Hmph... aku memang akan segera menjadi ibu" balas Shila dengan nada kesal. dia melipat tangannya di dada dan mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Baiklah-baiklah... maaf" ucap reisa dengan lembut.


"Ya sudah, aku ingin ke kamar dulu" lanjutnya lagi kemudian berdiri dan menuju kamarnya.


"Dasar" gerutu Shila masih kesal. Sebab karena bertengkar dengan reisa dia jadi tidak tau jalan cerita drama yang dia tonton.


_______________________


Disisi Leon seperti biasa dia disibukkan akan pekerjaan nya yang menumpuk.


"Ha..ah... kapan ini akan berakhir" gumamnya sambil menyandarkan punggungnya di kursi.


"Hari yang sangat melelahkan" gerutunya kesal, namun apa daya ini adalah kewajibannya. Di saat sedang istirahat karena kelelahan, Leon harus dibuat kesal oleh joan yang mendobrak pintu.


"Brak"


"Leon, lihat ini" ucapnya seraya menyodorkan laptop nya pada Leon.


"Masuk yang benar" ucap Leon dengan nada datar, ia memijit pelipisnya, jujur ia pusing memikirkan keisengan Joan setiap saat.


'Jika tau dia akan sangat menyebalkan, lebih baik aku membawa Jun saja' batinnya sedikit menyesal telah membawa joan si tukang buat onar.


Leon menghela nafas sebelum mengambil laptop joan dan melihatnya.


Senyum terlukis di bibir indahnya. Namun orang yang mengenal Leon pasti paham jika itu adalah senyum yang mematikan.


"Hmph... bersiaplah kita akan membasmi hama" ucap Leon dingin.


Dia beranjak dari duduknya dan pergi menuju kamarnya. Sementara joan juga pergi kekamarnya. Karena hari ini mereka akan membasmi hama pengganggu.


Selesai bersiap mereka melakukan mobilnya menuju lokasi.


...


Crit.. mobil Leon berhenti di sebuah bangunan terbengkalai. Joan dan Leon turun dari mobil, kedatangan mereka disambut oleh anggota MRD(Mafia Red Devil).

__ADS_1


"Selamat datang king" ucap mereka serempak seraya membungkukkan badannya.


"Bagaimana" ucap Leon dingin.


"Persiapan telah siap king" jawab salah satu dari mereka.


"Jalankan" titah joan datar. Setelah semua anak buahnya pergi joan memasang senyum cerah di wajah nya.


"Kenapa?" tanya Leon datar, dia sedikit penasaran kenapa joan tiba-tiba memasang senyum cerah.


"Ah bukan apa-apa.. hehehehe" ucapnya seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Leon tidak merespon, dia terlalu malas untuk beebicara dengan joan yang menyebalkan.


Tak lama kemudian salah satu anggota MRD melaporkan situasi pada mereka berdua.


"Semua aman king" ucapnya seraya membungkukkan badannya.


"Ayo masuk" ucap Leon dengan nada datar.


Mereka pun masuk dengan aman dan lancar karena penjaga nya telah di ringkus oleh anak buah Leon jadi dia bisa masuk dengan santai.


Setibanya di depan pintu yang merupakan tempat pemimpin nya mereka berhenti sejenak karena mendengar sura aneh dari dalam.


"Memang pria b*j*ng*n" gumam joan kesal.


...


Thanks for readers


Maaf jika ada Typo atau kesalahan pemilihan kata.


Untuk karya ini aku putuskan buat update Seminggu sekali atau dua kali, ya tergantung mood. Karena aku seorang terkena penyakit malas. Maaf ya lagi gak ada ide.


Namun tetap nantikan selalu kelanjutannya ya

__ADS_1


See you


Next eps...


__ADS_2