The Love Besty

The Love Besty
Jerome Nembak Devi


__ADS_3

Malam harinya Devi sedang duduk sendiri didepan tenda, Iren entahlah dia kemana dia hanya ijin sebentar katanya ingin mengajak Aulia bicara tentang masalah minimarket eh tapi sampai sekarang orangnya gak nongol-nongol.


"Ijinnya pergi sebentar tapi udah satu jam gak balik" gumamnya sebal ininih kelakuan si Irena, pergi ijin sebentar sampai satu jam lamanya ditungguin tapi gak balik-balik.


"Ngapain?" Devi terlonjat kaget dan mendongak, Jerome tersenyum dan duduk disamping Devi. Kirain siapa.


Jantung Devi sudah diskoan didalam sana.


Kenapa setiap bersama Jerome jantungnya menjadi tak sehat seperti ini. Apakah ini yang dinamakan cinta membuat mu tidak sehat? Oh My God.


"Kak Jerome" gumam Devi pelan sambil tersenyum canggung, entah kenapa keadaan menjadi canggung bahkan sangat canggung seperti ini membuat Devi sedikit tidak nyaman dengan keadaan yang seperti ini.


"Iren kemana?" Tanya Jerome berbasa-basi, dia menatap kearah Devi membuat gadis itu membalas tatapannya.


"Gak tau, tadi pamitnya sebentar tapi batang hidungnya gak keliatan sampai sekarang" ucap Devi kesal dengan kelakuan sahabatnya yang satu itu membuat Jerome terkekeh sambil mengangguk.


"Dingin gak?" Tanya Jerome membuat Devi menatap Jerome dengan wajah datar. Apa tadi? Kak Jerome nanyain Devi dingin atau nggak? Boleh gak tolong cubit Devi apakah ini mimpi atau nyata? Kalau mimpi Devi gak mau bangun lagi, dia rela gak bangun lagi. Mimpi ini terlalu indah untuknya.


"Kita ke api unggun yuk" ajak Jerome dan membuat Devi mengangguk menyetujuinya.


Mereka duduk lebih dekat dengan api unggun.


Mata Devi menatap seseorang, dia memicingkan matanya agar lebih jelas melihat kearah sana dan ya itu orang yang sudah satu jam lalu dia tunggu dan gak taunya malah berduaan dengan seseorang.


"Aku tau dimana dia" ucap Devi membuat Jerome menatap Devi heran.


"Dia? Siapa?" Tanya Jerome.


Devi menunjuk kearah depan dan membuat Jerome mengikuti arah yang Devi tunjuk itu.


Jerome ber'oh' sambil mengangguk.


"Terus?" Tanya Jerome.


"Aku mau samperin dia dulu, Kak" ucap Devi ketika dia ingin beranjak tetapi tangan Jerome segera menahan tangannya membuat Devi menatap heran kearah Jerome.

__ADS_1


"Disini aja... " ucap Jerome yang tiba-tiba salah tingkah sendiri membuat Devi mengerutkan dahinya.


"Temenin saya" ucap Jerome malu-malu.


Devi mengangguk dia kembali duduk disamping Jerome membuat laki-laki itu tersenyum senang.


Tatapan Devi masih mengarah kearah depan dimana dia melihat Iren yang sedang tersenyum sambil menatap Billy, banyak pertanyaan yang ada di benaknya. Apakah tadi Iren berbohong untuk bertemu dengan Aulia tapi malah bertemu dengan Billy.


"Jangan diliatin nanti pengen loh" ucap Jerome membuat Devi menatap Jerome kaget.


"Hah?" Devi tidak begitu mendengar apa yang Jerome katakan tadi.


Jerome tersenyum dan menatap Devi.


"Mau gak kaya Billy sama Iren?" Tanya Jerome membuat Devi mengerutkan dahinya, tidak mengerti.


"Maksudnya gimana?" Tanya Devi yang menatap Jerome sambil mengerutkan dahinya.


"Kita pacaran"


Seperti ada pancaran kilat yang menghantarkan listrik membuat Devi terdiam menegang seketika, ucapan Jerome barusan mempu membuat Devi terhipnotis, gadis itu bengong, jantungnya sudah tak karuan. Jerome beneran itu? Laki-laki itu nembak dia?


"Kok bengong?" Tanya Jerome membuat Devi berdehem menetralkan rasa kagetnya.


"Kenapa?" Tanya Devi yang tersadar.


"Maksudnya kenapa Kak Jerome mau kita pacaran? Kak Jerome suka sama aku atau gimana?" Tanya Devi membuat Jerome terdiam kemudian laki-laki itu menghela nafasnya.


"Hemm... belum sih, tapi saya bakal belajar mencintai kamu, karna cinta datangnya karna terbiasa" ucap Jerome membuat Devi bimbang seketika. Kalau Jerome tidak menyukainya lalu dengan alasan apa laki-laki itu mengajaknya berhubungan mengganti status jomblo menjadi pacaran?


"Alasan utama Kak Jerome mau kita pacaran apa?" Tanya Devi lagi kemudian menatap Jerome serius.


"Karna kamu anak baik, saya suka cara kamu merawat Iren bagaikan anak kamu" ucap Jerome membuat Devi mengerutkan dahinya. Apakah ini pantas untuk dijadikan sebuah alasan?


"Aku bisa nebak kak, jangan bohong sama aku, Kak Jerome minta aku pacaran karna Kak Billy punya pacar kan? Kak Jerome gak mau kalau jomblo sendiri, karna Kak Jerome gengsi kan?" Setelah mengatakan itu Devi langsung beranjak dan pergi meninggalkan Jerome.

__ADS_1


Jerome yang melihat itu menggaruk rambutnya yang tak gatal. Dia salah ya?


"Kok dia tau maksud gue ya?" gumam Jerome pelan.


Jerome menghela nafasnya kasar dan mengacak rambutnya frustasi.


"Iya gue yang salah" ucap Jerome, laki-laki itu mengakuinya jika dia bersalah dan mungkin saja jika Devi mengiyakan laki-laki itu pasti bakal mempermainkan perasaan gadis itu. Jerome bingung.


🌐🌐🌐


"Bunda kenapa?" Tanya Iren heran, gadis itu baru saja masuk kedalam tenda dan melihat Bundanya yang terdiam sambil bengong. Apa yang telah terjadi dengan Devi?


"Kak Jerome nembak aku" ucapan Devi barusan membuat Iren menganga kaget.


"Serius? Pasti Bunda terima kan?" Tebak Iren yakin mengingat betapa sukanya Devi dengan Jerome, Devi menggelengkan kepalanya membuat Iren mengerutkan dahinya bingung.


"Kenapa? Bukannya Bunda suka sama Kak Jerome?" Tanya Iren, dia heran ada apa dengan Devi yang menolak Jerome?


"Aku suka dia, aku seneng dia ngajak aku pacaran tapi dia ngajak aku pacaran karna lihat Kak Billy pacaran sama kamu, Ren. Dia gengsi karna jomblo sedangkan sahabatnya udah punya pacar, makanya aku tolak kak Jerome, aku gak mau kalau nantinya aku tersakiti soalnya Kak Jerome cuma main-main sama aku" ucap Devi membuat Iren kaget seketika, itu alasannya?


"Bunda tau dari mana? Kok gitu ya?" Tanya Iren bingung kenapa Jerome bisa-bisanya seperti itu.


"Aku kenal Kak Jerome, Ren, udah tiga tahun aku selalu stalking dia dan mencari tau sikapnya, aku tau semua tentang dia meskipun aku baru ketemu dia akhir-akhir ini" ucap Devi hatinya bersedih, hatinya bergerimis membuatnya tak bisa membendung rasa kesedihannya ini membuat air matanya mengalir secara perlahan.


Melihat itu Iren segera memeluk Devi dan mengelus punggung Devi lembut, menenangkan sahabatnya itu. Ini jalan yang sulit untuk Devi.


"Sabar Bun, Allah sedang merancang kisah bahagia untuk mu nanti" ucap Iren dan Devi hanya mengangguk.


Karna Allah maha tau yang terbaik untuk hambanya, Devi tau itu.


Devi menatap Iren. "Makasih ya kamu udah ada disamping aku disaat aku lagi dalam keadaan bimbang kaya gini" Iren mengangguk dan tersenyum.


"Kamu sahabat aku, kita udah kenal cukup lama. Waktu itu juga Bunda selalu ada buat aku, waktu masalah aku sama Kak Billy kemarin lusa" Ucap Iren membuat Devi tersenyum kemudian memeluk kembali Devi membuat Devi tersenyum dan membalas pelukkan yang Iren berikan.


To Be Continue

__ADS_1


__ADS_2