
Malam ini keluarga Billy menginap dirumah Jerome karna Devi yang minta jika tidak dituruti katanya dia gak bakal mau ngelahirin anaknya Jerome yang ketiga, bisa gitu ya. Dan pada akhirnya dengan besar kepala eh besar hati kedua belah pihak Billy dan Jerome menyetujuinya.
22.00
Billy berdecak sebal, dimana istrinya kenapa belum kekamar juga?
Dari pagi sampai malam begini ngapain aja sih sama Devi mulu sampe suami yang kece tiada tara ini dilupakan.
Billy keluar dari kamarnya eh maksudnya kamar tamu dirumah Jerome.
Anjali tidur dengan Jevi sedangkan Ken dengan Wildan.
Dilihatnya Iren dan Devi yang masih tertawa sambil melihat album photo entah album photo apa itu.
"Betah amat dah tuh istri gue ampe lupa suami" Ucap Billy dan mendengus sebal.
"Huh, inilah kenapa gue dengan besar hati menyetujuinya pasti acara kangen-kangenan mereka masih panjang macam kek kereta" Ucap Jerome dan mendesah pelan.
Akhirnya Billy dan Jerome balik kekamar masing-masing meratapi nasib yang harus tidur duluan tanpa dikelonin.
Ceklek
Sebenarnya Billy belum tidur tetapi lampu kamar sudah dia matikan, Billy merasa kasur yang dia tiduri bergerak.
"Udah kangen-kangenannya?" Tanya Billy dan memperhatikan Iren meskipun gelap dan hanya cahaya yang mengintip lewat hordeng tetapi Billy tau jika itu istrinya.
"Loh, Mas Billy belum tidur?" Tanya Iren kaget dia kira suaminya itu udah nyenyak dan membuat pulau untuk cucunya nanti.
Iren menidurkan badannya dan menatap Billy.
"Gimana mau tidur kamunya aja gak ada" Ucap Billy dengan nada yang terdengar sebal.
"Lah? Kok harus nungguin Iren sih? Emang kenapa?" Tanya Iren yang gak ngerti.
"Aku gak bisa tidur tanpa kamu, Ren" Ucap Billy kemudian memeluk Iren membuat Iren semakin mendekat kearah Billy.
"Kok gak bisa? Lima tahun jauh dari Iren Mas Billy masih hidup tuh" Ucap Iren dengan watadosnya.
Eh buju buset kenapa istri gue jadi begitu ngomongnya? Kalau gue mata nanti siapa yang ngejagain dua tuyul kesayangan gue kalau bukan gue.
"Udah tidur Mas ngantuk" Ucap Billy dan mempererat pelukkanya pada Iren dengan wajah yang mendusel dileher Iren membuat Iren sedikit geli.
"Mas"
__ADS_1
"..."
"Mas Billy udah tidur ya?"
"..."
Iren menatap Billy yang sudah tidur nyenyak membuat Iren mendesah pelan.
"Padahal Iren mau bilang ke Mas Billy kalau Iren pengen juga dipanggil sayang kaya pasangan-pasangan yang lain, kaya Bunda sama Kak Jerome" Ucap Iren pelan kemudian wanita itu mengikuti suaminya yang sudah membangun negeri dongeng.
∆∆∆
Paginya Iren menatap Billy yang masih ngebo diatas kasur.
Dia membangunkan Billy karna sekarang sudah jam delapan pagi.
"Mas bangun udah siang loh" Ucap Iren sambil mengguncang tubuh Billy.
"Unghh... " Billy hanya mengeliat membuat Iren menggelengkan kepalanya, wanita itu membuka hordeng membuat cahaya matahari masuk kedalam kamar.
"Kenapa sih, Ren? Mas masih ngantuk loh" Ucap Billy yang dengan berat hati bangun dan duduk dengan bersandar dikepala ranjang sambil mengucek matanya persis seperti anak kecil membuat Iren tersenyum gemas.
"Bangun Mas, udah siang tau malu atuh sama ayam yang udah berkokok" Ucap Iren membuat Billy hanya santuy doang.
"Biarin, lagian ayamnya banyak kerjaan kali makanya bangun pagi" Ucap Billy membuat Iren mendengus sebal.
Setelah Billy mandi akhirnga pasangan suami istri tersebut keluar dari kamar.
Didepan pintu ruang makan yang terhubunh dengan dapur Iren berhenti membuat Billy bingung dong ada apa genangan eh gerangan istrinya tiba-tiba parkir disini.
"Kamu kenapa berhenti?" Tanya Billy dan Iren hanya menggelengkan kepalanya kemudian berjalan masuk membuat Billy yang masih heran dan bingung hanya bisa menaikkan kedua bahunya.
Entah kenapa melihat Devi dan Jerome, Iren menjadi iri bukanya Iren cemburu tapi Iren juga pengen digituin tapi digituin sama Mas Billy loh ya bukan yang lain.
Tadi pas mau masuk keruang makan Iren melihat Jerome yang mencuri ciuman pagi kepada Devi karna banyak anak-anak dan menurur Iren itu sangat romantis, andai aja Billy bisa romantis sedikit juga gak papalah Iren udah seneng kok.
Saat makan saja Devi dan Jerome saling bercanda nah apa kabar dengan dia dan Billy yang hanya sibuk makan.
Entahlah Iren jadi sebal sendiri, wanita itu berdiri membuat semuanya menatapnya bingung.
"Unda udahan maemnya?" Tanya Ken dan Iren mengangguk kemudian berjalan pergi kearah taman bunga buatan Devi.
"Istri lu kenapa, Bil?" Tanya Jerome dan Billy hanya menaikkan kedua bahunya tak acuh.
__ADS_1
"Biarin aja" ucap Billy.
∆∆∆
Iren duduk di gazebo yang ada ditaman bunga milik Devi, dia melipat kakinya dan menyembunyikan wajahnya diantara lipatan kakinya.
Entah antara Billy yang gak pake atau Iren hanya banyak maunya, rap wanita itu sedang sangat bingung sekali.
"Irena"
Iren mendongak dan menatap Billy yang sudah berdiri dihadapannya, laki-laki itu memegang kedua bahu Iren.
"Kamu marah sama, Mas?" Tanya Billy dan menatap lekat wajah Iren sedangkan wanita itu hanya diam tanpa ada niatan menatap balik Billy.
"Ren?"
"Nggak" Jawab Iren dan menurunkan tangan Billy dari bahunya.
"Jujur deh, Ren. Kamu kenapa?" Tanya Billy lagi dan kembali memegang kedua bahu Iren.
"Mas Billy ngapain sih kesini? Kurang kerjaan banget nyusul Iren kesini" Ucap Iren dan mundur membuat tangan Billy terlepas dari bahunya.
Billy menghela nafasnya kasar, laki-laki itu naik keatas gazebo dan duduk dihadapan Iren.
"Emang salah kalau aku mau nyusulin istri aku kesini?" Billy malah berbalik nanya membuat Iren mendesis pelan dan bergeser menjauhi Billy.
"Kamu kenapa sih?" Tanya Billy lagi dia bingung banget dengan perubahan sikap Iren ini.
"Gak papa, Iren mau pergi" Ucap Iren dan berniat turun dari gazebo tapi Billy segera menahan tubuh Iren dan merapatkan tubuh Iren di kayu gazebo.
"Mas masih mau ngomong loh sama kamu" Ucap Billy menatap lekat wajah Iren.
"Liat Mas, Ren" Ucap Billy dan menarik wajah Iren agar wanitanya itu menatap kearahnya.
"Jawab jujur, kamu kenapa? Mas gak bisa terus-terusan kamu diemin kaya gini" Ucap Billy membuat Iren hanya diem.
"Mas Billy kenapa sih gak peka sama Iren?" Tanya Iren membuat Billy menaikkan satu alisnya.
"Mas Billy tuh gak pernah romantis sama Iren, Mas Billy cuma gombalin Iren mulu tapi cuma pas kita berdua doang, Iren tuh juga pengen Mas Billy perhatian sama Iren pas ada banyak orang" Ucap Iren kemudian mendorong tubuh Iren membuat laki-laki itu menjauh.
"Iren mau nyari Ken sama Anjali" Ucap Iren dan turun dari gazebo membuat Billy hanya bisa menatap punggung istrinya yang mulai menjauh itu.
Billy tersenyum.
__ADS_1
Jadi itu alasannya?
Tbc