
Setelah mendapat alamat rumah orang tua Iren dari kakaknya Iren yang memang Devi simpan nomer wa-nya. Mereka memang sengaja tidak menghubungi Iren, ingin memberikan hadiah untuk gadis itu.
Mereka bertiga berniat menyusul Iren, Devi yang diperbolehkan karna ada Jerome dan ayahnya sudah percaya kepada Jerome karna dulu Devi sering tertawa sendiri melihat Jerome dichannel youtubenya.
Mereka sudah diperjalanan menuju kearah Bekasi.
"Udah ah galau mulu tuh muka" ucap Jerome membuat Billy mendengus, sebenarnya dia ogah mendengar celoteh gak penting dari Jerome tapi harus bagaimana lagi? Tanpa Jerome dan Devi mungkin dia tidak bisa bertemu dengan Iren secara Billy tidak mungkin menyetir mobil sendiri, harus ada orang yang menggantikannya disaat dia lelah dan harus ada orang membuatkannya kopi karna rasa kantuk.
Setelah menempuh perjalan sepuluh jam akhirnya mereka sampai dirumah Iren, rumah kedua orang tua Iren yang ada di Bekasi.
Rumah yang sederhana dengan halaman yang kecil bahkan terlihat jelas dari rumah tembok rumah itu sudah lusuh dan bisa dibilang akan ambruk kalau dihantam gempa kekuatan dasyat.
Mereka keluar dari mobil dan berniat untuk mengentuk pintu tetapi sebelum diketuk sang empunya rumah membuka pintu.
Mereka melihat seorang wanita yang wajahnya mirip dengan Iren.
"Siapa ya?" Tanya wanita paruh baya itu kelihatan bingung saat melihat mereka.
"Saya Devi tante, temennya Iren. Iren nya dirumah?" Tanya Devi sopan, mereka bertiga menyalami tangan Mama Iren membuat Mama Iren tersenyum.
"Oh Iren baru aja pergi dijemput Gina, sepupunya" Jawab Mama Iren membuat mereka mendesah kasar, mereka terlambat.
"Ini saya sama keluarga mau kesana, ketempat Iren, kalian mau ikut? Kayanya ada sesuatu hal yang penting ya?" Tanya Mama Iren membuat mereka senang dan langsung mengangguk. Ah mamer baik banget.
Akhirnya mereka pergi kerumah sepupu Iren yang akan menikah.
"Noh bener kan, Iren gak mungkin nikah, kalau dia nikah tanpa sepengtahuan ku udah aku cincang dia kalau nikah gak ngundang aku" Ucap Devi membuat Jerome terkekeh mendengarnya apalagi melihat tingkah Devi saat mengucapkan kalimat itu.
"Ah kamu ada-ada aja" Ucap Jerome dan mengacak rambut Devi dari kursi penumpang didepan. Devi hanya menyengir.
Billy akhirnya bisa bernafas lega mendengar bukan Iren yang akan menikah.
__ADS_1
Setelah semalam chatan dengan Iren tiba-tiba saja bar distatus Iren menunjukkan jika gadis itu sudah keluar dari WA dan pesannya belum dibalas, jangankan dibalas dibaca saja belum, padahal terakhir dilihat dua jam yang lalu.
Sesampainya dirumah sepupu Iren mereka bertiga keluar dari dalam mobil membuat orang-orang yang disana menatap kearah mereka lebih tepatnya kearah Jerome, secara diakan sudah terkenal.
"Teh Iren dimana bang?" Tanya Mama Iren kearah lelaki yang mereka perkirakan masih SMA itu soalnya dia menggunakan celana abu-abu seperti seragam SMA.
"Iren tadi sama Icha, Ma. Ketempat Om Rio" Ucap pria yang mereka perkirakan seumuran Billy dan Jerome dengan kumis tipisnya.
"Ini siapa, Ma?" Tanyanya saat melihat ada Jerome, dia tau siapa Jerome dan ada keperluan apa laki-laki itu datang kesini.
"Oh saya Devi, temennya Iren" Devi langsung memperkenalkan diri.
"Fajar" Mereka saling mengulurkan tangan untuk berkenalan dan tersenyum tipis agar terlihat lebih sopan.
"Saya Jerome"
"Fajar"
"Billy"
"Fajar"
"Jar coba telpon Icha" Ucap Mama Iren yang tidak enak saja menyuruh ketiga orang itu untuk menunggu anak bungsunya yang terkadang nakal itu.
"Icha gak bawa hp, Ma. Itu hpnya dicharger" Jawab Fajar membuat Mama Iren hanya tersenyum kemereka bertiga dan mereka membalas senyuman Mama Iren.
"Nunggu sebentar gak papa kan?" Tanya Mama Iren yang merasa tidak enak dan mereka mengangguk.
"Iya tante"
Setelah lima menit menunggu seorang pria paruh baya duduk dihadapan mereka.
__ADS_1
"Kalian jauh-jauh dari sana ada apa ya kok sampai kesini nyari anak saya? Apa dia punya utang sampai ditagih kesini?" Tanya lelaki paruh baya itu membuat Devi tertawa dalam hati, pasti ini Ayahnya Iren soalnya Iren pernah bercerita jika kegilaannya itu keturunan dari Ayahnya.
Benar yang Iren bilang keluarganya kocak.
"Nggak, Om, kami kesini hanya ingin bertemu dengan Iren" Jawab Devi dan lelaki paruh baya itu hanya memgangguk.
"Saya mau tanya, Ini diantara kalian berdua ada yang pacarnya Iren gak?" Tanya lelaki paruh baya itu atau yang lebih tepatnya Ayahnya Iren. Niatnya cuma menggoda, anak gadisnya itu gak tau memperkenalkan pacarnya kepada keluarga. Yang dikenalin malah suami dua dimensinya yang dari Korea.
"Eh iya Om, ada pacarnya Iren" Jawab Jerome membuat Ayahnya Iren langsung melotot kaget, jadi anaknya itu benar-benar sudah punya pacar ternyata.
"Kalau boleh tau yang mana?kamu atau kamu?" Tanya Ayah Iren dan menatap Billy serta Jerome bergantian.
"Ini Om, kalau saya tunangannya Devi" Jawab Jerome menunjuk Billy membuat laki-laki itu menatap Jerome tajam, dia saja belum nembak Iren dan Jerome dengan seenak udelnya main bilang dia dan Iren berpacaran.
"Oh kamu, ganteng kok. Saya boleh berpesan sama kamu?" Tanya Ayah Iren dan Billy langsung mengangguk.
"Iya Om, boleh" Jawab Billy membuat Ayahnya Iren menghela nafasnya kasar.
"Tolong selalu jagain Iren ya, dia itu anak kesayangan saya, meskipun dia tingkahnya begitu tapi saya sangat menyanyanginya dan saya selalu berusaha membuatnya bahagia" Ucap Ayahnya Iren membuat Billy tersenyum.
"Iya Om, saya akan menjaga Iren" Ucap Billy membuat Ayahnya Iren tersenyum dan mengangguk.
Sempat berfikir jika anak gadisnya itu gak suka sama laki-laki yan dia suka cuma laki-laki model Idol k-pop membuat Ayah Iren terkadang ingin memotong otak Iren yang tidak jauh dari dunia halu.
"Yaudah dimakan ya kue nya, Om tinggal dulu. Palingan bentar lagi Iren pulang" Ucap Ayah Iren sambil berdiri.
"Makasih Om" Ucap Devi dan diangguki oleh Ayahnya Iren, beliau segera berjalan keluar dari rumah.
"Ciee yang habis ketemu sama calon mertua, gimana rasanya, Bil?" Tanya Jerome membuat Devi menatap Billy, dia juga ingin mendengarkan apa yang sedang Billy rasakan tadi ketika Ayahnya Iren ada bersama mereka.
"Deg-degan gue, rasanya jantung gue mau copot aja" Ucap Billy membuat Jerome terkekeh, ternyata Billy juga merasakan apa yang dia rasakan kemarin waktu bertemu dengan kedua orang tua Devi.
__ADS_1
"Semangat bro, cinta harus diperjuangkan" Ucap Jerome dan Billy hanya mengangguk.
Tbc.