The Love Besty

The Love Besty
Jalan sama Om Billy


__ADS_3

Iren terbangun dia kaget saat melihat Billy yang sedang memejamkan matanya sambil menyenderkan kepalanya dikepala Iren.


Ingin sekali Iren membangunkan Billy tetapi gadis itu tidak tega sepertinya laki-laki itu sedang tidur lelap, Iren kembali menyenderkan kepalanya dipundak Billy menunggu laki-laki itu sampai terbangun.


Billy membuka lipatan matanya dan tersenyum tipis kemudian dia menutup kembali matanya.


Sesampainya dikampus mereka turun dari bus.


Iren cemburu dia merasa diduakan karna dari tadi Devi hanya sibuk dengan Jerome dan melupakannya.


Iren hanya bisa berjalan dibelakang Devi dan Jerome yang sedang bercanda gurau.


Iren hanya bisa terdiam sambil matanya menatap kearah samping kanan dan kiri untuk sekedar melihat-lihat.


"Kok diem, biasanya aja cerewet kaya burung beo" ucap Billy membuat Iren hanya melirik laki-laki itu


"Gak mood" Jawab Iren singkat.


Billy menahan tangan Iren membuat gadis itu menatap Billy heran dan bingung. Mau apa dia?


"Mau ikut saya gak? Saya jamin deh mood kamu langsung kembali setelahnya" Ucap Billy membuat Iren mengerutkan dahinya. Iren tergoda karna ucapan Billy yang seakan-akan memang akan membuat moodnya bagus


"Kemana?" Tanya gadis itu.


"Ikut aja, tapi jangan banyak tanya" ucap Billy dan menggandeng tangan Iren membuat gadis itu merasakan hal aneh dalam dirinya. Gelenyar aneh yang muncul secara tiba-tiba.


"Jer, gue pergi dulu pake aja tuh mobilnya" ucap Billy saat melewati Jerome dan Devi.


"Asiyap" ucap Jerome.


"Mau kemana mereka?" Tanya Devi heran, bahkan saat melewatinya Iren tidak menatap kearahnya membuat Devi jadi gak enak.


"Gak tau, udah gak usah dipikirin ayok aku ajak jalan-jalan" Ucapan Jerome dan Devi hanya mengangguk sambil tersenyum.


Billy berjalan cepat membuat Iren mau tidak mau mengikuti langkah kaki laki-laki itu.


🌐🌐🌐


Iren sangat ingin tertawa melihat Billy yang tak nyaman naik angkutan umum seperti ini.


Apalagi disebelah kiri Billy ada seorang kakek yang membawa ayam dan kepala ayam itu nongol pas dipaha Billy membuat laki-laki itu takut sendiri, Iren benar-benar ingin tertawa melihatnya. Jarang-jarang kan liat Billy kaya gini.


"Ketawa aja, seneng liat orang susah ya" Ucap Billy sebal saat menyadari raut wajah Iren yang menahan tertawanya.


Iren langsung diam dan menggelengkan kepalanya, gadis itu membuang muka tidak ingin menatap kearah Billy.

__ADS_1


Angkot berhenti untuk mengambil penumpang membuat tempat yang sudah sesak bertambah sesak.


Iren semakin terjepit dipojokan dan membuat jarak antara Iren dan Billy semakin dekat.


Mereka saling menatap untuk beberapa detik, jantung Iren berdetak kencang membuat gadis itu seakan-akan jika jantungnya bisa saja copot dan berpindah keusus halus, tidak berapa lama kemudian mereka saling membuang muka untuk menyembunyikan kegugupan mereka.


"Mba sama Mas nya ini pacaran ya?" Mendengar itu Iren dan Billy saling menatap kemudian menatap kearah ibu-ibu yang duduk dihadapan Iren.


"Bukan Bu" Jawab Iren membuat sangat Ibu kaget.


"Emangnya bukan? Saya kira kalian pacaran, aduh maaf ya" Ucap sang Ibu lagi membuat Iren hanya tersenyum sambil mengangguk sopan.


"Malah kirain saya mereka ini pengantin baru" Waduh makin ngawur aja si Ibu, ini yang ngomong Ibu yang duduk dihadapan Billy.


"Eh iya, kelihatan pengantin baru ya. Masih malu-malu gitu" Ucap Ibu yang duduk dihadapan Iren menimpali.


Iren hanya tersenyum tipis, makin aneh saja dengan apa yang Ibu-ibu itu katakan.


"Doain saja Bu, biar saya bisa bawa dia ke pelaminan" Iren membulatkan matanya menatap Billy kaget.


Kedua ibu-ibu itu mengangguk. "Siyap Mas kita doakan"


"Iya Mas, semoga Mas sama Mbaknya beneran nikah ya soalnya cocok banget"


Iren memijat pelipisnya, ada-ada saja deh ibu-ibu itu.


🔵🔵🔵


Iren tak menyangka jika Billy tau tempat sebagus ini dan benar saja kata laki-laki itu moodnya tiba-tiba kembali.


Billy mengajak Iren kedanau dan menaiki perahu, banyak pasangan yang naik perahu membuat Iren tersenyum senang.


Mereka berhenti mendayung, Iren menghirup dalam-dalam udara didanau dan tersenyum menatap Billy yang sedang menatapnya, laki-laki itu kemudian tersenyum tipis.


"Suka?" Tanya Billy dan membuat Iren mengangguk cepat.


"Kak Billy tau dari mana tempat ini? Selama tiga tahun setengah aku disini belum tau danau ini" Ucap Iren dan membuat Billy hanya menaikkan kedua bahunya.


"Yang aku denger tempat ini bagus loh buat pasangan"


Mendengar itu Billy dan Iren menatap kesamping kanan disana ada sepasang kekasih yang juga naik perahu saling menatap dengan senyum mereka yang merekah.


"Iya, katanya hubungannya bakal langgeng sampai nanti"


Mendengar itu, lagi Iren menatap Billy dan lelaki itu menggelengkan kepalanya agar gadis itu tidak mempercayai kata-kata mereka.

__ADS_1


"Semoga hubungan kita langgeng ya" Ucap sepasang kekasih itu bahkan mereka tidak malu berciuman ditempat umum seperti ini membuat Iren kaget.


Karena saking kagetnya Iren tak menyadari jija perahunya bergoyang karna dirinya membuat dirinya kaget senduru kemudian menatap Billy, lelaki itu juga sama kagetnya dia menatap Iren.


"Ren, Ren pegangan" ucap Billy panik karna gadis itu ingin berdiri dan tiba-tiba.


Byurrr


"Aaa... " terlambat Iren terjatuh didanau membuat Billy kaget bahkan yang ada disekitar danau juga kaget melihatnya.


Billy berdiri dan langsung menyebur ke air dia berenang kedalam air mencari Iren. Nih cewek emang suka nyusahin tapi entah kenapa gue seneng disusahin dia.


🌐🌐🌐


Billy berhasil membawa Iren kedaratan, gadis itu pingsan membuat Billy semakin khawatir saja.


Billy mencoba mengeluarkan air dari dalam tubuh Iren dengan memompa jantung Iren, gadis itu masih pingsan.


"Gak ada cara lain" Ucapnya dia menunduk dan memberikan Iren nafas buatan. Bukan ingin modus tapi inilah cara terakhir dan terbaik.


Selang beberapa detik selesai Billy memberikan nafas buatan gadis itu terbatuk dan mengeluarkan seluruh air danau dalam tubuhnya. Billy menghela nafasnya lega.


Iren terduduk dan Billy segera membantu hadis itu, tangannya mengelus lembut punggung Iren.


"Kak Billy?"


Iren menatap Billy merasa bersalah dan lelaki itu hanya mengangguk.


"Kita pulang" Ucap Billy dan Iren mengangguk mengiyakan.


Billy membantu Iren untuk berdiri.


Sebelum keluar dari kawasan wisata danau Billy menahan tangan Iren membuat gadis itu menatap Billy keheranan.


Billy melepaskan kemeja kotak-kotaknya membuat Iren kaget.


Ternyata Billy masih memakai kaos berwarna putih didalamnya, laki-laki itu memakaikan kemejanya kepada Iren.


"Daleman kamu keliatan" bisik Billy dikuping Iren membuat gadis itu kaget dan mengeratkan kemeja Billy.


Billy tersenyum dan berjalan duluan meninggalkan Iren.


Gadis itu segera menyusul Billy yang sudah berjalan lumayan jauh.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2