The Love Besty

The Love Besty
Arti Sebuah Kebahagiaan


__ADS_3

Billy, Jerome, Devi serta kedua orang Billy dan kedua orang Iren menunggu dengan penuh harap sampai tiba-tiba Devi mengeluh sakit membuat semuanya menatap wanita itu kaget.


"Sa... sakit Mas" Devi memegangi perutnya sambil meringis sakit, wanita hamil itu mencengkram erat pinggiran bangku.


"Kamu mau lahiran, Dev?" Tanya Billy membuat Jerome menatap Devi panik.


"Kandungan ku baru 7 bulan, Mas" Ucap Devi dia sudah tidak tahan dan mengalirlah air berwarna putih bening dari ************ Devi.


"Dev... kamu beneran mau lahiran, cepat Jerome bawa istri kamu keruangan bersalin kayanya Devi terlalu banyak beban fikiran dan berakibat kepada janinnya" Ucap Mama Iren dan Jerome langsung menurut, dengan dibantu Ayah Iren dan Mama Iren.


Kedua orang tua Billy mengelus pundak anaknya lembut memberikan kekuatan untuk sang anak.


"Berdoa yang terbaik buat Iren, Bil" Ucap sang Mama dan Billy hanya menganguk, dia selalu memanjatkan doa untuk istri dan anak kembar mereka.


"Ihh Mas Billy gombal mulu sampek sakit perut nih aku dengernya" Suara Iren terdengar lagi membuat Billy semakin menundukkan kepalanya, dia sangat ingin bertemu dengan Iren dan memeluk wanitanya itu.


"Tapi kamu suka kan?" Tanya Billy membuat Iren tersenyum dan mengangguk.


Sungguh ingatan-ingatan tentang Iren selalu mengalir begitu saja membuat Billy sedih sendiri, dia tidak peduli jika dirinya dicap sebagai laki-laki cengeng karna memang hatinya yang sedang bergerimis didalam sana dan Billy tidak bisa menahannya.


Pintu ruangan oprasi terbuka membuat mereka bertiga langsung berdiri.


"Gimana dok keadaan Istri saya?" Tanya Billy langsung, dia mulai lemas dan bergetar dia berharap Iren selamat dan keadaannya baik-baik saja.


Sang dokter tersenyum dan menurunkan kacamata yang dia pakai.


"Alhamdullilah Pak, inilah yang dinamakan kebesaran dari gusti Allah. Istri bapak selamat" Ucap sang dokter membuat Billy menghela nafasnya lega.


Bibir Billy tersenyum tipis mendengarnya, istrinya selamat. Terimakasih Tuhan.


"Kalau keadaan cucu saya bagaimana dok?" Tanya Mama Billy dan membuat sang dokter tersenyum.


"Kedua anak kembar Pak Billy juga selamat, ini kuasa Allah saya sudah menangani masalah seperti ini dan baru kali ini saya percaya dengan kuasa Allah, karna kuasa Allah sungguh benar-benar hebat dan ajaib. Alhamdullilah, jika Pak Billy ingin masuk silahkan tapi saya menyarankan hanya Pak Billy saja karna Pak Billy sebagai suami dari Bu Irena" Ucap sang dokter senang kemudian pamit untuk pergi.


∆∆∆


Setelah Iren dipindahkan ke ruang ICU akhirnya Billy bisa menemui istrinya itu.

__ADS_1


Billy tersenyum dan masuk kedalam ruangan dengan senyum bergetar karna bahagia.


Dia menatap Iren yang tertidur dibangsal rumah sakit dengan infus tertancap ditangannya, mata wanita itu masih menutup dan hidupnya juga terpasang selang untuk membantu Iren bernafas.


Billy berjalan mendekati Iren kemudian dia berbelok saat mendengar salah satu bayi menangis.


Itu anaknya.


Billy berjalan mendekati si kembar yang sedang digendong oleh suster.


"Bapak ingin menggendongnya?" Tanya sang suster yang menggendong bayi baru beberapa jam itu dan Billy langsung mengangguk.


Billy menggendong anaknya yang laki-laki dengan senyum mengembang.


Dia sudah menjadi seorang Ayah.


Billy mengumandangkan adzan untuk kedua anak kembarnya.


Billy masih tidak percaya jika Iren dan kedua anaknya selamat.


Setelah mengumandangkan adzan Billy memberikan kembali kedua anak kembarnya kepada suster, kedua anak kembarnya akan dimasukkan kedalam ruang inkubator mengingat usianya yang masih kecil.


"Makasih sayang, makasih udah ngasih kebahagiaan terindah untuk ku. Aku sangat mencintai mu dan kedua anak kita" Ucap Billy dan air matanya kembali menetes membasahi tangan Iren.


"Aku janji, aku akan merawat mereka. Mereka buah cinta kita" Ucap Billy kemudian mengecup lembut tangan Iren.


"Aku berharap kamu cepat bangun dan menggendong anak kita, mereka pasti akan senang sekali jika kamu menggendongnya dan memberikan ASI" Ucap Billy kemudian tangannya mengelus lembut rambut Iren.


"Kamu adalah wanita terhebat, Ren. Maafin Mas udah buat kamu nangis dan membuat mu sampai seperti ini, Mas sungguh menyesal. Maafin Mas, Ren" Ucap Billy dan menangis dengan tangan Iren yang masih berada di pipinya.


"Aku sayang kamu, aku cinta kamu" Ucapnya dan mengecup kening Iren lembut. Tanpa Billy sadari keluarlah air dari sudut mata Iren.


"Cepet sadar, Ren. Aku kangen banget sama kami" Ucap Billy dan mengelap lembut kening Iren yang sedikit berkeringat.


"Kita jaga dan rawat kedua anak kembar kita berdua" Ucapnya lagi.


Meskipun semua perkataannya tidak dijawab oleh Iren bahkan Billy juga tidak tau apakah Iren mendengarnya atau tidak.

__ADS_1


Billy ingin keluarganya kembali harmonis seperti dulu, melihat senyum Iren itu bagaikan vitamin semangat untuknya.


Membangunkan Iren untuk berolahraga, jika wanita itu malas bangun pasti manjanya minta ampun membuat Billy gemas sendiri.


Kekamar mandi minta digendong, sikat gigi minta disikatin dan makan minta disuapin.


"Aku kangen sifat manja kamu, Ren. Cepet bangun ya" Ucap Billy dan tersenyum menatap wajah tidur siang istri.


∆∆∆


Jerome terus saja menemani istrinya yang sedang lahiran, dia selalu memegang tangan Devi dengan erat.


Ini alasan mengapa Jerome tidak suka ada wanita menangis atau dibentak karna proses melahirkan seorang anak itu sungguh berat bahkan sampai mempertaruhkan nyawanya sendiri untuk melahirkan seorang anak.


Jerome berjanji akan selalu mecintai Devi meskipun mereka sudah tua dan rambut mereka sudah berganti warna menjadi putih.


Tidak lama akhirnya suara tangisan bayi terdengar membuat Jerome menatap Devi dan mereka berdua saling tersenyum.


Devi mengatur ritme nafasnya yang ngos-ngosan, dia bernafas lega akhirnya buah cintanya dengan Jerome lahir kedunia.


"Makasih sayang" Ucap Jerome dan mencium kening Devi lembut. Devi tersenyum dan mengelus tangan Jerome yang menggenggam erat tangannya.


Setelah anaknya dimandikan Jerome tak lupa mengadzankan putri kecilnya itu, Devi yang melihat itu tersenyum bahagia, sekarang keluarga kecil mereka sudah lengkap dengan kedatangan purti kecil mereka.


Setelah mengadzankan putri kecilnya Jerome menidurkannya disamping Devi membuat Devi tersenyum dan mengelus pipi bayi merah itu dengan lembut.


"Cantik ya, Mas" Ucap Devi dan Jerome mengangguk.


"Kaya kamu, dia persis banget kamu, Dev" Ucap Jerome membuat Devi tersenyum.


Benar yang dibilang suaminya putri kecilnya sangat mirip dengannya yang hanya Jerome turunkan adalah mata dan bibirnya saja yang lainnya mirip Devi semua.


"Mau dikasih nama siapa, sayang?" Tanya Jerome lembut, Devi berfikir.


"Jevira Putri Amalia" Ucap Devi membuat Jerome tersenyum dan mengelus rambut Devi lembut.


"Nama yang bagus" Ucap Jerome membuat Devi tersenyum.

__ADS_1


Tbc


__ADS_2