
Entah apa yang ada difikiran Devi ketika keluarga Billy pulang malah ganti keluarga Jerome yang nginep dirumah Iren.
Sebenarnya Jerome sangat tidak ingin nginep dirumah Billy tapi bagaimana lagi istri tersayangnya yang meminta katanya kalau gak diturutin Jerome suruh tidur sendiri selama sebulan.
Dari pada kena hukuman kan ye, Jerome ngalah, tidur sendiri sehari tanpa Devi aja udah dipastikan Jerome udah kaya ikan asin digoreng yang guling sana guling sini.
"Bunda tidur disini ya, ini kamar tamunya" Ucap Iren membuat Jerome dan Devi mengangguk.
"Ah buat Jevi sama Wildan tidur dikamar Anjali sama Ken ya" ucap Iren lembut ke Jevi dan wildan.
"Siyap tante" Ucap Jevi membuat Iren senyum.
"Siyap tante cantiknya Wildan" Ucap Wildan membuat Iren tertawa mendengarnya.
"Heh, siapa yang ngajarin kamu? Kok godain tante-tante" Ucap Jerome yang kaget dengan ucapan anaknya yang masih umur tiga tahun itu sedangkan Wildan hanya tertawa.
"Ya gak papalah, Pa, lagi pula tante Ilen emang cantik kok, kalau gede nanti Wildan mau nyali istli kaya tante Ilen" Ucap Wildan membuat Jerome hanya mengelus dada, kenapa anaknya jadi narsisme gini ya.
"Wildan sayang jangan gitu ya, kamu masih kecil gak baik tau" Ucap Devi dan Wildan hanya bisa cemberut.
"Hehehe... gak papa, Wildan mau temenan sama tante? Atau sahabatan?" Tanya Iren lembut membuat Wildan tersenyum senang.
"Wildan maunya jadi cuami tante, boleh?" Tanya Wildan polos membuat Iren tertawa dan mengacak rambut Wildan dengan gemas.
"Kalau Wildan jadi suami tante berarti tante punya suami dua dong" Ucap Iren dan Wildan cemberut kemudian dia tersenym senang sedetik kemudian.
"Ndak papa tante, tante bobo ama Wildan aja bialin Om Billy bobo sendilian" Ucap Wildan membuat Iren dan Devi tertawa.
"Ajaran siapa ini, sayang?" Tanya Devi dan mengacak rambut Wildan.
"Ajaran Papa ya?" Tanya Devi lagi dan dengan semangat Wildan mengangguk.
Jerome sudah masang muka tidak mau disalahkan ketika Devi menatap tajam Jerome.
"Udah ya kalian istirahat aja, Wildan sana kekamar Bang Ken" Ucap Billy kemudian menarik tangan Iren pergi membuat Iren yang tadinya jongkok langsung berdiri kaget, ini semacam dia sedang diseret paksa.
Iren melepaskan tangannya saat Billy menariknya kekamar dan menatap Billy bingung.
__ADS_1
"Mas kenapa sih?" Tanya Iren heran. Kenapa suaminya ini aneh sekali.
"Adanya Mas yang tanya kamu, Ren, kamu kenapa diemin Mas lagi? Mas jadi bingung, emang apasih salah Mas sampe kamu gak mau natap Mas jangankan natap lirik aja kayanya kamu enggan deh" Ucap Billy.
Tadi siang istrinya itu udah baikan kenapa pas dia bangun kumat lagi diemnya.
Diemnya Iren itu membuat Billy frustasi banget.
Iren menunduk membuat Billy menjenggut rambutnya frustasi.
"Mas Billy"
"Hmm... "
"Iren mau punya dede bayi lagi"
Mendengar itu Billy langsung menatap Iren kaget, gak ada angin gak ada hujan kenapa istrinya bilang begonoh? Padahal dua hari yang lalu Billy mengajak istrinya itu program anak ketiga tapi Iren selalu beralasan dan kenapa sekarang bilang begonoh.
"Kenapa?" Tanya Billy heran.
"Biar Mas Billy perhatian sama Iren" Ucap Iren pelan membuat Billy menghela nafasnya dan berjalan mendekati Iren yang sedang menunduk.
"Kalau kamu mau aku perhatiin gak harus gitu, Ren. Emangnya aku kurang perhatian sama kamu? Aku kan udah pernah bilang aku bakal perhatian sama kamu tapi jangan diumbar, sayang" Ucap Billy dan menatap Iren dengan tangan yang masih melingkar dibadan Iren.
"Hemm... gak tau" Ucap Iren membuat Billy tersenyum dan menangkup kedua pipi Iren.
"Kamu mau aku romantis? Tapi maaf, Ren, aku memang gak pernah romantis tapi aku bakal berusaha bersikap yang kamu inginkan dengan cara ku sendiri, kamu mau aku panggil sayang? Boleh aku panggil kamu sayang" Ucap Billy membuat Iren menundukkan kepalanya.
"Maafin Iren ya Mas, kayanya Iren banyak maunya ya?" Tanya Iren dan mendongak menatap Billy.
Cup
Iren kaget dan memegangi pipinya yang memanas karna tiba-tiba saja Billy menciumnya.
"Nggak, kamu gak banyak mau, kamu itu cuma pengen ngerasain hal yang belum kamu rasain, makanya kamu pengen dan mau" Ucap Billy kemudian memelukĀ Iren kembali.
"Kamu disana ngapain aja, Ren? Kok tambah cantik gini sih? Aku jadi was-was sama kamu" Ucap Billy membuat Iren mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"Was-was kenapa? Aku gak ngapa-ngapain, disana aku kerja" Jawab Iren membuat Billy mengelus lembut rambut Iren.
"Was-was soalnya takut banyak yang suka sama" Ucap Billy membuat Iren terkekeh.
"Mas Billy ihh, Iren gak bakal ninggalin Mas Billy sama anak-anak kita" Ucap Iren.
"Dulu kamu suka aku karna apa?" Tanya Billy membuat Iren berdehem panjang seperti sedang berfikir.
"Soalnya Mas Billy itu baik terus bertanggung jawab" Jawab Iren membuat Billy mengecup lembut kepala Iren.
"Kalau Mas Billy sendiri kenapa?" Tanya Iren.
"Karna kamu itu unik, gak semua perempuan itu seperti kamu" Jawab Billy dan Iren mendongak menatap Billy membuat laki-laki itu menunduk menatap Iren.
"Unik gimana?" Tanya Iren heran.
"Sebelumnya gak ada loh yang manggil aku Om, tapi kamu dengan seenaknya manggil aku Om, padahal aku kan gak tua-tua banget waktu itu" Ucap Billy membuat Iren terkekeh mendengarnya.
"Hampir mirip, Om. Apalagi waktu pertama kita ketemu Om itu sedikit ada kumisnya, terus garang lagi" Ucap Iren yang masih terkekeh mengingat saat pertama kali mereka bertemu.
"Mas Billy kenapa sih waktu pertama kali kita ketemu Mas Billy galak banget sama Iren? Kayanya tuh Iren selalu salah dimana Mas Billy" Ucap Iren membuat Billy menghela nafasnya kasar.
"Aku juga gak tau, Ren. Tapi intinya aku tuh selalu dapet masalah setelah ketemu kamu makanya aku stress sendiri dan bisa galak sama kamu. Waktu itu kamu marah gak sama Mas?" Tanya Billy dan Iren langsung menggeleng.
"Nggak kok, tapi cuma penasaran aja. Semenjak kejadian aku numpahin kopi ke baju Mas Billy kayanya kita sering banget ketemu terus Mas Billy bilang selalu siap deket Iren" Ucap Iren dan Billy hanya mengelus lembut kepala Iren.
"Jadi bikin dedek bayinya?" Tanya Billy dan membuat Iren memukul Billy pelan membuat Billy menatap Iren.
"Jadi gak? Harus jadi ya" Ucap Billy terkesan maksa.
"Mas Billy, ishh.. " Ucap Iren yang sudah malu membuat Billy gemas dan mencubit kedua pipi Iren.
"Imutnya, istri siapa sih ini?" Tanya Billy membuat Iren yang malu langsung memeluk Billy.
"Jadi" Jawab Iren pelan membuat Billy menatap Iren kaget dan tersenyum.
"Hayuk mulai" ucap Billy membuat Iren tersenyum malu.
__ADS_1
Tbc