The Love Besty

The Love Besty
Keputusan Terberat


__ADS_3

Billy tidak bisa tenang dia tidak bisa menutupi bagaimana kekhawatirannya dengan keadaan Iren dan anak kembar dalam kandungan Iren.


"Sabar, Bil" Ucap Jerome dan mengelus punggung Billy agar sahabatnya itu lebih tenang. Bagaimana pun Billy itu sahabatnya, dia tau bagaimana perasaan Billy saat ini.


"Gue gak bisa tenang, Jer. Didalam istri gue sama anak gue sedang mempertahan hidup mereka" Ucap Billy dan lelaki itu menunduk menangis dalam diam. Dia sangat mengkhawatirkan keadaan Iren.


Jerome memeluk istrinya yang sudah menangis. Devi sudah menangis dari tadi membuat mata wanita itu bengkak karna terus mengeluarkan air mata.


Pintu IGD terbuka membuat Billy langsung berdiri mendekati dokter.


"Keluarga Bu Irena?"


"Saya suaminya, gimana istri sama anak saya dok?" Tanya Billy khawatir, dia berharap dokter ini membawa berita baik untuknya jika keadaan Iren dan kedua anaknya baik-baik saja.


Sang dokter menghela nafasnya kasar,  dia menjadi bingung ketika melihat wajah Billy, dia tau laki-laki itu habis menangis.


"Mungkin ini keputusan berat untuk bapak sebagai suami dan sebagai seoarang ayah, tapi bapak harus memutuskannya dengan bijak dan cepat" Ucap sang dokter membuat Billy semakin tidak tenang, dari ucapan dokter tadi Billy yakin ini pasti kabar buruk yang akan dia dengar.


"Maksud dokter?" Tanya Billy bingung, dia tidak mau terjadi apa-apa dengan istrinya dan juga anak-anaknya.


"Bapak harus memilih untuk mempertahankan istri bapak atau anak kembar bapak, hanya ada satu kemungkinan diantara mereka" Ucap sang dokter membuat Billy langsung terdiam kaku. Wajahnya seketika berubah menjadi sendu.


"Saya harap bapak segera mengambil keputusan yang tepat" Ucap sang dokter dan berjalan pergi meninggalkan Billy yang masih terdiam.


Billy menangis, apa maksud dari ini semua? Apa dunia ini sedang mempermainkannya? Ya Tuhan kenapa engkau memberikan cobaan sebesar ini untuknya. Kenapa Billy harus memilih antara Iren dan anaknya, ini adalah pilihan terberat dalam hidupnya.


Disatu sisi dia tidak mau kehilangan Iren, dia teramat mencintai wanita itu. Iren mengajarkan banyak hal kepadanya, mulai dari bagaimana caranya bersyukur meskipun hidup sedang tidak berpihak kepada kita.


Dan disisi lain dia juga tidak ingin kehilangan kedua anak kembarnya, Billy dan Iren sudah menantikan itu dari tujuh bulan lamanya, dia tidak ingin kehilangannya.

__ADS_1


BILLY TERAMAT MENCINTAI IREN DAN JUGA KEDUA ANAK KEMBARNYA.


Jerome mengelus punggung Billy.


"Tentuin keputusan yang tepat, Bil. Pilih Iren atau anak kembar lo? Mereka nungguin lo didalam sana, gue yakin Iren pasti bakal setuju atas keputusan lo yang bakal lo ambil ini" Ucap Jerome dan pergi untuk menenangkan Devi yang sudah menangis kejer.


Billy kembali terduduk, dia bingung apa yang harus dia pilih. Jika waktu bisa diputar maka dia tidak akan membentak dan mengucapkan kata cerai untuk Iren, dia menyesal, teramat menyesal.


"Ren, Mas cinta sama kamu, maafin Mas, Ren. Ini keputusan yang tepat buat kita, maafin Mas. Mas gak bisa kehilangan kamu" Ucap Billy dan memejamkan matanya mencoba menenangkan fikirannya.


"Mas Billy" Mendengar suara lembut yang dia rindukan itu Billy kaget dan menatap kearah sumber suara.


"Irena" Billy berdiri dan memeluk tubuh Iren membuat istrinya itu tersenyum dan membalas pelukan Billy.


"Mas Billy kenapa nangis?" Tanya Iren dan menghapus air mata suaminya itu dengan lembut.


"Jangan nangis, Mas. Iren kesini cuma mau bilang ke Mas Billy, Mas harus pilih anak kembar kita, jangan fikirin Iren, Iren bakal seneng kalau Mas milih anak kembar kita" Ucap Iren dan membuat Billy menangis sambil menggelengkan kepalanya.


"Iren percaya, Mas. Dan Iren juga percaya Mas Billy bisa merawat kedua anak kembar kita, jaga mereka ya, Mas" Ucap Iren dan wanita itu menghapus air mata Billy lagi.


"Iren udah maafin Mas Billy dan maafin Iren yang udah kekanakan ya, Mas, Iren gak sadar kalau Mas gak suka sama sifat Iren yang begitu, Iren terlalu kekanakan dan cemburuan" Ucap Iren dan Billy menggelengkan kepalanya, saat Billy ingin berucap Iren langsung menggelengkan kepalanya sambil menyimpan telunjuknya dibibir suaminya.


"Jangan, Mas. Kamu harus pilih mereka, mereka anak kita, mereka yang bakal bahagiain kamu, aku yakin kamu bisa rawat mereka dengan baik meskipun tanpa aku" Ucap Iren sambil tersenyum.


"Aku gak bisa kehilangan kamu, Ren" Ucap Billy membuat Iren tersenyum dan meletakkan kedua tangan Billy dikedua pipinya.


"Mas, Iren yakin Mas bisa rawat Ken sama Anjali, Mas adalah Ayah terhebat. Jangan kecewakan Iren ya, Mas. Pilih mereka, Mas jangan fikirin Iren. InsyaAllah Iren bakal bahagia disurga bersama Allah" Ucap Iren dan tersenyum membuat Billy menarik kepala Iren dan menempelkan kedua dahi mereka.


"Mas Cinta sama kamu, Ren" Ucap Billy dan Iren tersenyum.

__ADS_1


"Iren tau, Mas. Iren juga cinta banget sama Mas Billy" Ucap Iren kemudian dia memajukan bibirnya dan mengecup singkat bibir Billy.


"Waktu Iren gak banyak, Mas. Pilih anak kita ya" Ucap Iren sambil tersenyum.


"Aku pamit Mas" Ucap Iren dan mencium pipi kanan Billy membuat lelaki itu meneteskan air matanya.


"Bil, Bil bangun" Billy terbangun kaget saat Jerome mengguncang badannya, dia kaget dan menoleh kekanan kekiri mencari seseorang.


"Kenapa lo, Bil?" Tanya Jerome.


"Iren mana? Tadi Iren disini kan?" Tanya Billy dan menatap Jerome. Jerome menatap Billy sangat prihatin.


"Iren didalem, Kak, sekarang Kak Billy harus menentukan keputusan Kak Billy" Ucap Devi dan membuat Billy menghela nafasnya kasar.


Jadi tadi itu hanya mimpi? Kenapa seperti sebuah kenyataan saja.


Dokter kembali keluar dari IGD dan membuat Billy berdiri.


"Bagaimana Pak Billy? Anda sudah memutuskannya?" Tanya sang dokter menatap Billy.


"Saya... saya pilih istri saya, selamatkan istri saya dok" Ucap Billy menatap sang dokter dengan tatapan berharap.


Maafin Mas, Ren. Mas gak bisa hidup tanpa kamu, kalau masalah anak kita bisa buat lagi atau adopsi juga boleh, tapi kalau kamu yang Mas relain Mas gak kuat, maafin Mas, sayang.


"Mas Billy Iren cinta banget sama Mas Billy" Entah kenapa kenangan saat Iren bilang cinta padanya muncul dan membuatnya semakin sedih saja.


"Baiklah, Pak. Saya akan berusaha yang terbaik untuk menyelamatkan Ibu Irena" Ucap sang dokter dan kembali masuk kedalam ruang IGD.


Iren dibawa menuju ruang oprasi membuat Billy terus berdoa, dia memohon semoga Iren selamat.

__ADS_1


Billy berharap sebuah niscaya dari Tuhan muncul.


Tbc


__ADS_2