
Entah ada angin atau apa tapi rumor Billy dan Iren yang katanya pacaran menyebar begitu cepat, tersebarnya video saat Billy bilang jika Iren adalah pacarnya dan itu membuat Iren bingung sendiri.
"Video dari mana itu?" Tanyanya didalam fikirannya, apa ada orang lain yang kebetulan ada disekitar danau kemarin? Kenapa rumor ini malah tersebar? Kan Billy bilangnya cuma gak sengaja.
"Kamu beneran pacaran sama Kak Billy? Kok bisa sih?" Tanya Devi bingung dia penasaran dengan rumor yang dia dengar tadi.
Iren menghela nafasnya kasar, gadis itu menggelengkan kepalanya.
"Nggak, Bun, kemarin yang aku jelasin ke kamu, Kak Billy cuma mau nyelametin aku udah itu doang, dia bilang kaya gitu gak sengaja, katanya kelepasan biar Naga gak ganggu aku" jelas Iren dan Devi hanya mengangguk mengerti.
"Terus itu video dari mana ya?" Tanya Devi bingung dan ternyata sahabatnya ini satu pemikiran dengan Iren, kenapa rumor itu cepat sekali menyebarnya.
"Nah itu yang buat aku bingung, aku kira yang kemarin didanau cuma aku, Kak Billy sama Naga gak taunya ada orang lain" ucap Iren yang bingung sendiri dengan permasalahan hidupnya membuat Devi hanya bisa mengangguk dan mengelus punggung Iren lembut.
"Terus gimana? Kak Billy tau?" Tanya Devi dan Iren menaikkan kedua bahunya tanda dia gak tau, yang jelas fikiran Iren hanya tertuju pada pertanya-pertanyaan siapa yang sudah menyebarkan rumor gak benar itu.
"Mau ke tendanya Kak Billy? Aku takutnya dia marah karna rumor ini dan mereka gak mau dateng ke kampus kita lagi nanti, kan nanti yang kena kita juga" ucap Devi dan Iren hanya mengangguk, benar juga apa yang Devi ucapkan.
Ini masalah pribadi dan Iren gak mau masalah ini berimbas dengan kampus tempatnya menimba ilmu.
Mereka berjalan kearah tenda Billy, saat ditengah jalan Iren dan Devi menghentikan langkah mereka karna tiba-tiba dihadang oleh geng Gisell membuat Iren dan Devi saling menatap dengan kening mengkerut.
"Lo... lo udah bikin gue marah!" ucap Gisell membuat Iren takut, dia sedikit menjaga jarak dengan Gisell. Dia sama sekali gak mau bermasalah sama ini grup atau geng gak danta.
Entah kenapa Iren memang merasa takut jika ada seseorang yang membentaknya, dia tiba-tiba gemetar sendiri jika ada seseorang yang membentak dirinya, Iren gak pernah dibentak, bukannya manja tapi dari kecil Iren memang tidak suka dengan orang yang suka membentak dan akan menjadi penakut jika bertemu dengan orang yang suka membentak.
__ADS_1
Devi menggengagam tangan Iren memberikan dukungan untuk sahabatnya, Devi tau jika Iren sedang menahan takut saat ini. Dia sangat mengerti sahabatnya itu.
"Ke... kenapa?" Tanya Iren gemetar membuat Gisell tertawa meremehkan, ketua geng itu berkacak pinggang kemudian menatap tajam kearah Iren membuat gadis itu menunduk.
"Kenapa? Lo tanya kenapa? Lo ****** atau pura-pura ******? Hah!" Tanya Wina teman satu gengnya Gisell. Bahkan tangan Wina sudah noyor-noyor kepala Iren, membuat Iren kaget. Devi yang melihat itu geram sendiri, ini namanya pembullyan.
"Lo udah rebut Kak Billy dari Gisell, dan sekarang lo harus dapet hukuman" ucap Caca, dia ini orangnya alay dan agak lola kalau diajak ngomong, sukanya bawa permen lolipop seperti anak kecil gitu.
Gisell tersenyum miring, senyum yang terkesan meremehkan. Dia tidak rela jika cowok gebetannya tiba-tiba diumumkan berpacaran dengan cewek cupu dan nora seperti Iren.
"Itu hanya rumor, aku sama Kak Billy gak pacaran, beneran deh" ucap Iren membuat kemarahan Gisell memuncak dan langsung menjambak rambut Iren membuat gadis itu kaget bukan main, matanya berkaca-kaca mendapatkan perlakuan seperti ini.
Devi yang melihat itu terpekik kaget dia panik, apa yang harus dia lakukan sekarang? Melawan Gisell? Bisa ikut dihabisin dia.
"Lo pikir gue percaya?" Tanya Gisell dengan nada marahnya, tangannya semakin kencang menjambak rambut Iren membuat kepala gadis itu menengadah.
Iren mencoba melepaskan tangan Gisell tetapi tangan ketua geng itu malah semakin kencang menjambak rambutnya membuat Iren meringis, matanya semakin berkaca-kaca dan kakinya berjinjit.
"Kamu harus percaya, a... Aku gak pacaran sama Kak Billy, aaa" ucap Iren lagi dan Gisell tersenyum miring tangannya semakin kencang menjambak rambut Iren kemudian dia berdecak sebal, tangan Gisell menepuk pipi Iren pelan.
"Apa buktinya? Udah jelaskan video itu, bahkan Kak Billy sendiri yang bilang kalau lo itu pacarnya" ucap Gisell dan mengencangkan jambakannya membuat Iren sedikit berjinjit dan meringis sakit, air matanya mengalir membuat Gisell merasa menang.
Baru saja Iren ingin bicara sebuah suara membuat mereka semua terdiam, Iren menahan tangisannya.
"Iya, Iren emang pacar saya" Mendengar itu Iren hanya bisa menahan tangisnya, kenapa masalah semakin datang dan semakin banyak saja.
__ADS_1
Billy menatap Gisell dengan tatapan sulit diartikan, tangan laki-laki itu melepaskan tangan Gisell dari rambut Iren membuat Iren menghela nafas lega, dia menghapus jejak air matanya, Devi segera memeluk sahabatnya itu.
"Jangan pernah ganggu Iren, kalau kamu ganggu dia saya yang akan turun tangan" ucap Billy tegas dan tajam, Gisell serta gengnya hanya mengangguk patuh. Entah kenapa ketika Billy sedang marah laki-laki itu menyeramkan.
"Pergi atau saya laporkan kalian kedosen kalian" ucap Jerome mengancam dan geng Gisell memilih pergi. Masih ada saja kasus pembullyan seperti ini disini membuatnya geram sendiri.
Iren menangis dipelukkan sahabatnya dan membuat Devi ikut sedih, Devi mengelus punggung Iren lembut, dia tau apa yang sedang Iren rasakan.
"Udah gak papa, Ren, jangan nangis. Aku bakal ada disamping kamu" ucap Devi lembut, Iren hanya mengangguk. Gadis itu melepaskan pelukannya dan menatap Devi masih dengan air matanya.
"Ak... aku mau ketenda" ucap Iren dengan sesengukan. Rasanya rambut Iren seperti ingin copot abis ditarik-tarik sama Gisell.
Devi mengangguk dan menuntun Iren kearah tenda mereka.
Billy dan Jerome serta yang lainnya hanya bisa diam melihatnya.
Billy memasukkan kedua tangannya didalam saku celananya, matanya mengikuti kemana gadis itu berjalan. Sungguh rumor itu mengacaukan semuanya.
Entah kenapa ada perasaan aneh saat rumor itu tersebar, Billy segera menyadarkan dirinya dia tidak boleh seperti ini.
Masa iya gue naksir cewek cupu itu, hih nggak. Nggak boleh pokoknya gak boleh. - batin Billy.
Jerome menepuk punggung Billy membuat laki-laki itu menatap Jerome.
"Gue gak tau permasalahannya tapi kayanya lo harus selesaikan permasalah ini sebelum semuanya terlambat" Ucap Jerome kemudian berjalan meninggalkan Billy yang masih dengan posisi yang sama.
__ADS_1
To Be Continue