The Love Besty

The Love Besty
Arti Cinta dalam Sebuah Bunga


__ADS_3

Hari sudah agak siang dan matahari perlahan naik keatas biasanya jika begini kedaan cuaca akan panas tapi entah kenapa cuacanya sangat mendukung untuk mereka melanjutkan bertamasya.


"Ren" Billy memanggil istrinya itu.


Iren yang sedang sibuk melihat hp Devi akhirnya menengok kearah Billy.


"Kenapa Mas?" Tanya Iren dan Billy memberi isyarat agar ikut dengannya.


Iren menugangguk dan memberikan handphone Devi kepada sang pemiliknya kemudian berjalan mendekati Billy.


Billy langsung menarik tangan Iren untuk pergi ke suatu tempat dan mereka berhenti disebuah taman bunga berbagai warna membuat Iren tersenyum.


"Bunganya bagus, Mas" Ucap Iren dan menatap lebih dekat bunga tersebut.


Iren menatap Billy yang juga menatapnya, jarak mereka hanya satu jengkal tangan Iren.


"Tau nggak itu bunga apa?" Tanya Billy dan memeluk Iren dari belakang.


"Tau dong, aku pernah nanam ini sebelumnya, ini tuh namanya bunga Anyelir merah" Ucap Iren sambil menyentuh bunga yang dia maksud.


"Artinya apa? Kok kayanya aku baru denger deh nama bunga itu" Ucap Billy membuat Iren tersenyum.


"Anyelir merah menyimbolkan rasa kagum dan persahabatan. Tapi bunga Anyelir merah terang bisa menandakan rasa cinta yang terdalam dan kasih sayang. Dan kalau Anyelir ungu melambangkan ketidakteraturan" Jelas Iren kemudian menatap Billy dengan susah payah karna laki-laki itu menyandarkan kepalanya dibahu kanan Iren.


Billy mengangguk mengerti.


"Kalau itu bunga apa?" Tanya Billy sambil menunjuk kearah bunga yang terlihat cantik dengan berbagai warna.


"Itu namanya bunga tulip, Mas" Ucap Iren kemudian dia berjalan perlahan mendekati bunga tulip itu.


"Mau tau artinya apa?" Tanya Iren dan Billy mengangguk.


"Bunga tulip merah kerap dikaitkan dengan cinta sejati dan digunakan untuk menyatakan rasa cinta yang tiada duanya.


Bunga tulip ungu melambangkan kebangsawanan.


Bunga tulip kuning adalah ekpresi keceriaan dan sinar matahari. Dan kalau, Bunga tulip putih digunakan untuk menunjukkan pengakuan atau untuk mengekspresikan pemberian pengampunan atau penerimaan kata maaf" Jelas Iren.


Billy hanya mengangguk. "Kamu sukanya bunga apa, sayang?" Tanya Billy lembut.


"Lily of The Valley" Jawab Iren dan tersenyum saat mengingat bunga itu.


"Bagi Iren bunga itu unik, Mas. Bentuknya kecil dan cantik, dulu pas aku liat di sosial media pertama kali lihat udah buat aku jatuh cinta sama bunga itu" Jelas Iren dan Billy mengangguk.


"I Love You" Ucap Billy membuat Iren tersenyum geli mendengarnya.


"Too" Ucap Iren dan mereka tersenyum.


Billy membalikkan badan Iren membuat istrinya itu sekarang berhadapan dengannya, tangan Billy menangkup kedua pipi Iren dan semakin mendekat kewajah Iren membuat wanita itu sedah menutup kedua matanya menunggu apa yang akan Billy lakukan.


"Ayah Bunda"

__ADS_1


Billy menggeram sebal dan Iren membuka kedua matanya kemudian menatap kearah sumber suara disana dia melihat Ken dan Wildan.


Billy dengan sebal menatap kearah sumber suara.


"Hei sayang, habis dari mana?" Tanya Iren lembut dan mendekati kedua anaknya itu.


"Tante makin hali makin cantik ya" Ucap Wildan membuat Iren tertawa geli mendengarnya.


"Anak kecil gak boleh gombal" Ucap Billy membuat Wildan menatap Om nya.


"Emang cenapa, Om? Kok ndak boleh?" Tanya Wildan polos membuat anak kecil itu semakin imut saja.


"Belum waktunya, dan anak kecil gak boleh jadi orang ketiga dalam hubungan orang" Ucap Billy membuat Iren mencubit pinggang Billy. Bisa-bisanya Billy berucap seperti itu.


"Mas ihh, jangan ngomong gitu" Ucap Iren dan Billy hanya diam sambil terus memperhatikan istrinya itu.


"Masa iye gue sama anaknya si Jerome cemburu? Lagian si Wildan dapet kata-kata kaya gitu dari mana coba jauh banget sama umur dia, belum pantes tau, masa iye istri gue dijadiin bahan gombalan dia terus, gak terima dong, Iren hanya boleh denger gombalan dari gue seorang meskipun gue gak bisa ngegombal"


"Udah ya kalian main lagi gih, kalau laper atau haus ke Mama Devi aja, oke" Ucap Iren dan mereka berdua mengangguk kemudian berlari membuat Iren tersenyum menatapya.


"Mas Billy" Iren menatap Billy dan laki-laki itu hanya tersenyum sambil menatapnya.


Billy hanya berdeham.


"Pengen digendong" Ucap Iren membuat Billy menatap Iren kaget, ada apa ini kenapa istrinya jadi manjah yang membuat Billy senang.


"Digendong?" Tanya Billy dan dengan malu Iren mengangguk membuat Billy gemas sendiri.


"Yaudah naik mau yang dimana?" Tanya Billy membuat Iren tersenyum senang.


"Kok milih disini?" Tanya Billy heran soalnya gak biasanya istrinya seperti ini.


"Biar Iren terus natap muka Om kesayangan" Ucap Iren dan tertawa membuat Billy tersenyum.


Billy semakin mengencangkan gendongannya, Iren memilih digendong didepan Billy jadi ini tuh Billy semacam gendong anak balita.


"Makin hari Om kesayangannya Iren makin ganteng aja" Ucap Iren dan mengelus lembut wajah Billy.


Billy menaikkan sebelah alisnya.


"Emang iya?" Tanya Billy dan Iren mengangguk.


"Bikin Iren jatuh cinta mulu setiap harinya" Ucap Iren membuat Billy tertawa.


"Sejak kapan kamu pinter gombal, hmm?" Tanya Billy dan Iren malah menyembunyikan wajahnya dirambut Billy.


"Iren sayang Mas Billy" Ucap wanita sambil meniup-niup rambut Billy membuat laki-laki itu sedikit geli.


"Apalagi aku. Aku sayang banget malah sama kamu" Ucap Billy dan semakin mempererat gendongannya.


∆∆∆

__ADS_1


"Mas jangan dong ya masa Devi mau lahiran Mas malah mau pergi sih" Cegah Devi kepada suaminya yang ingin pergi membuat Jerome mengelus rambut Devi sayang.


"Aku gak pergi, sayang. Aku cuma mau kedapur doang loh" Ucap Jerome membuat Devi menyengir iklan pepsodent.


Terkadang istrinya ini lucu sekali, masa ditinggal kedapur aja dilarang udah kaya mau ditinggal kemana aja.


"Yaudah sana" Usir Devi malu.


"Ihh ngusir tadi aja nahan-nahan" Ledek Jerome membuat Devi melemparkannya dengan bantal yang sedang Devi pangku tadi.


"Udah ah Devi mau telponan sama Iren" Ucap Devi dan Jerome menaikkan kedua bahunya kemudian dengan santuynya berjalan kearah dapur.


Nada sambung terdengar saat Devi memencet nomer Iren.


"Assalamu'alaikum Bun?"


"Waalaikumsalam, Ren"


"Kenapa?"


"Pengen telpon aja, kamu lagi sibuk gak?"


"Nggak, aku lagi nonton TV sama Mas Billy"


"Oh gitu ya"


"Hmm"


"Kamu udah makan, Ren? Kok aku jadi pengen tanya-tanya kamu ya"


"Udah Bun. Gak papa nanya aja"


"Ken sama Anjali udah tidur?"


"Udah Bun, baru aja"


"Maaf ya aku nanya yang gak ada faedahnya, kayanya aku ngidam nanya-nanya kekamu deh"


"Hehehe gak papa, Bun. Santai aja"


"Masak apa, Ren?"


"Yang masak Mas Billy Bun, soalnya tadi aku lagi gak enak badan"


"Kamu sakit?"


"Nggak parah, kayanya cuma masuk angin doang deh"


"Kalau sakit bilang aku ya, entar aku tengokin kamu"


"Iya Bunda ku sayang"

__ADS_1


"Hehehe"


Tbc


__ADS_2