The Love Besty

The Love Besty
Meluruskan


__ADS_3

Jerome terus saja menatap Billy membuat laki-laki itu menoleh kearah Jerome dengan wajah datarnya.


"Apa?" Tanya Billy gak selow, dia sangat risih ditatap seperti itu oleh Jerome.


Jerome berjalan duduk disamping Billy membuat laki-laki itu menatap Jerome masih dengan wajah datarnya.


"Lo beneran pacaran sama Iren?" Tanya Jerome sebenarnya dia juga penasaran akan hal ini, apalagi Billy pernah bilang kepadanya jika Billy bertemu dengan Iren pasti dia akan sial nah sekarang apa? Mereka dirumorkan memiliki status pacaran.


Billy menaikkan sebelah alisnya.


"Emang kenapa?" Tanya Billy membuat Jerome hanya diam.


"Gak boleh? Ada yang aneh?" Tanya Billy lagi dan Jerome menggelengkan kepalanya kemudian menatap kearah depan tidak lagi menatap Billy, dia menyandarkan badannya disandaran yang ada dibelakangnya.


"Gak salah sih, tapi gue penasaran aja lo kan baru kenal sama Iren terus tiba-tiba ada rumor lo pacaran sama dia dan lo ngaku kalau emang lo sama dia itu pacaran, gue rasa itu aneh apalagi lo sendiri bilang kalau si Iren itu bikin sial hidup lo" ucap Jerome dan pada kalimat terakhir dia menatap Billy. Laki-laki itu hanya diam dan menatap kearah depan dengan pandangan kosong.


Billy tersenyum miring.


"Iya" ucap Billy membuat Jerome menatap lelaki itu bingung. Jawaban apa itu? 'Iya' untuk jawaban yang mana?


"Gue gak pacaran sama Iren" ucap Billy dan melirik Jerome membuat Jerome menatap Billy kaget.


"Terus... kenapa lo tadi bilang... " ucap Jerome bingung dia menatap lekat kearah Billy yang masih enggan menatapnya.


"Karna gue gak mau gengnya Gisell deketin gue lagi, risih gue" ucap Billy membuat Jerome hanya mengangguk sambil ber'oh' ria. Meskipun dalam hatinya ada rasa keanehan atas hal ini.


Billy berdiri dari duduknya membuat Jerome bingung.


"Mau kemana lo?" Tanya Jerome cepat saat Billy ingin berjalan pergi.


"Kepo lo kaya dora" ucap Billy sambil melirik Jerome dan lelaki itu berjalan meninggalkan Jerome membuat Jerome mendengus sebal. Ingin rasanya berkata kasar.


Billy berjalan mendekati tenda Iren, dan dia melihat Devi yang baru keluar dari tenda, laki-laki itu langsung mendekati Devi. Dia tidak bisa berbohong dalam hatinya dia merasa khawatir dengan keadaan Iren saat ini.


"Iren gimana?" Tanya Billy mencoba menetralisir rasa khawatirnya agar tida jelas terlihat oleh orang lain. Devi segera melirik kearah tenda dan menghela nafasnya kasar kemudian dia kembali menatap kearah Billy.

__ADS_1


"Kita ngobrol disana aja, Kak. Iren baru tidur kasian dia dari tadi nangis terus" ucap Devi dan membuat Billy mengangguk mengiyakan.


Mereka duduk dibawah pohon, Billy segera menatap Devi. Dia ingin mendengar keadaan Iren dari gadis itu.


"Dari kejadian satu jam yang lalu Iren nangis mulu, dia emang gak biasa ditindas, dia itu orangnya memang harus dilembutin meskipun kelihatannya dia itu begitu tapi hatinya itu lembut, sekali ada yang bentak dia, Iren pasti takut ngomong sama orang itu, dia marah sama orang itu tapi gak bisa mengungkapkannya. Kelihatannya emang Iren itu seperti cewek yang kuat tapi gak dengan hatinya, hatinya itu lembut, dia itu memang cepet kesinggung" jelas Devi dan Billy hanya mengangguk. Dia baru tau fakta ini.


"Dia juga terus bilang kalau dia bukan pacar Kak Billy dan aku percaya terus dia berhenti nangis, kemudian dia tidur" ucap Devi kemudian menatap Billy. Laki-laki itu hanya mengangguk.


"Boleh saya ketemu Iren?" Tanya Billy membuat Devi menatap Billy kaget. Mau apalagi laki-laki itu menemui sahabatnya.


"Iren lagi tidur, Kak" ucap Devi mengingatkan dan Billy menatap Devi. Sebenarnya Devi tidak ingin Billy bertemu dengan Iren lagi, kayanya semenjak Iren bertemu Billy hidup sahabatnya itu semakin banyak masalah saja.


"Saya gak bakal bangunin Iren, kamu percaya sama saya kan?" Ucap Billy, membuat Devi menghela nafasnya kasar kemudian mengangguk mengijinkan Billy untuk bertemu dengan Iren.


🌐🌐🌐


Billy duduk disamping Iren yang sedang tertidur meringkuk.


Entah kenapa tangan Billy seperti terbang sendiri mengelus rambut Iren lembut dan mengelus lembut pipi gadis itu.


Dia tersenyum saat melihat wajah Iren yang masih tenang dalam tidurnya, Billy semakin lekat menatap wajah Iren. Tangannya mengelus lembut rambut Iren, Pipi Iren, serta hidung gadis itu membuat Iren yang tidurnya merasa diganggu dia hanya bergerak pelan.


Iren membuka matanya saat melihat itu bukan Devi,  Iren langsung terbangun kaget saat melihat Billy.


"Kak Billy?" Iren menjauh membuat Billy hanya mengela nafasnya.


"Tidur lagi, saya gak bakal ngapa-ngapain kamu kok" ucap Billy dan Iren menurut, gadis itu tertidur dengan membelakangi Billy. Sebenarnya dia sedang dalam fase mengantuk makanya nurut.


"Maaf saya gak tau kalau kamu gak suka sama rumor itu" ucap Billy membuat Iren hanya diam masih dengan posisinya.


"Pasti kamu marahkan sama saya?" Tanya Billy. Iren masih terdiam.


"Kalau gitu saya bakal umumkan lagi kalau kita gak pacaran dan kita gak punya hubungan apa-apa" ucap Billy dan Iren hanya diam tidak menjawabnya.


Laki-laki itu menghela nafasnya kasar kemudian saat Billy ingin beranjak tiba-tiba tangannya ditahan seseorang membuat Billy menatap orang tersebut, ternyata dia Iren yang sudah terduduk.

__ADS_1


"Jangan!" ucap Iren membuat Billy menaikkan sebelah alisnya.


"Aku gak mau Naga berulah lagi, aku gak papa kok" ucap Iren membuat Billy mengangguk mengerti.


"Sorry ya" ucap Billy dan Iren mengangguk sambil tersenyum.


"Boleh saya peluk kamu?" Tanya Billy dan membuat Iren mentap Billy kaget. Ah nih mulut apadah pake bilang gituan.


"Hah?"


Billy segera memeluk gadis itu membuat Iren hanya bisa diam karna kaget.


"Kak Billy belum minta maaf sama aku" ucap Iren membuat Billy melepaskan pelukkannya dan menatap Iren heran.


"Maaf?" Tanya Billy dan Iren mengangguk.


"Untuk?" Tanya Billy lagi.


"Kak Billy udah bentak aku waktu pertama kali kita ketemu, terus Kak Billy bentak aku pas habis dari klinik dan Kak Billy bilang kalau ketemu aku pasti sial" ucap Iren dan membuang wajahnya sebal membuat Billy ingin tertawa tetapi dia harus jaga image.


"Emang iya ya kalau Kak Billy ketemu aku pasti bakalan sial?" Tanya Iren kemudian menatap Billy membuat laki-laki itu menggeleng.


"Nggak. Saya cuma asal ngomong aja waktu itu" Ucap Billy dan Iren hanya ber'oh' singkat.


"Emang harus minta maaf ya karna masalah itu?" Tanya Billy membuat Iren menatap Billy sebal.


"Tuh kan" ucap Iren sebal dan memukul Billy tetapi laki-laki itu langsung memegang kedua tangan Iren agar tangan gadis itu tidak jadi memukulnya.


Iren mencoba menarik tangannya tetapi tidak bisa, dia mencoba sekali lagi dengan tenaga yang lebih, bukannya terlepas malah dia dan Billy terjatuh bersama kebelakang.


Billy langsung meletakkan tangannya dibawah kepala Iren agar kepala gadis itu tidak terbentur dan selama beberapa detik mereka saling menatap hingga suara siulan terdengar dari luar tenda.


"Uuu, yang pura-pura pacaran, nanti saling suka beneran loh" ucap Jerome menggoda kedua orang yang masih dengan posisi itu.


Billy membantu Iren untuk duduk dan dia menatap Jerome.

__ADS_1


"Sirik aja lo" ucap Billy dan Jerome hanya mengadikkan kedua bahunya.


To Be Continue


__ADS_2