
"Iren gak pulang kesini nduk, mungkin dia pulang kerumah orang tuanya di Bekasi" Ucap nenek Iren ketika Devi datang dan menanyai Iren dimana, mendengar itu Devi tersenyum kemudian mengangguk lalu pamit dengan sopan kepada neneknya Iren.
Mendengar itu Billy meng-lap wajahnya dengan gusar membuat Jerome menatap sahabatnya heran. Kenapa keliatannya si somplak frustasi banget ya?
"Lo kenapa sih, Bil?" Tanya Jerome mereka sudah mereka didalam mobil dan akan pergi kerumah Devi yang tak jauh dari rumah Iren.
"Gak papa" Jawab Billy yang terdengar jelas laki-laki itu sedang dalam keadaan yang tidak baik-baik saja membuat Jerome berdecak sebal.
"Udah ya Bil, gue tau lo, sekarang lo cerita dah sama gue, gue ladenin curcol lo" Ucap Jerome yang gemas dari tadi pagi sepertinya Billy aneh sekali, Billy hanya ersenyum kecut.
"Thanks, Jer" Ucap Billy dan memijat pelipisnya.
"Gue cuma gak mau Iren salah faham" umucap Billy membuat Jerome dan Devi menatap Billy, salah faham apa.
"Salah faham kenapa, Kak?" Tanya Devi dan Jerome juga sesekali melirik Billy menunggu penjelasan yang akan dijelaskan sahabatnya itu.
"Semalem Iren gak sengaja liat gue sama Chika pas adek gue itu lagi ngunjungin gue, nah dia liat gue pas lagi nyium Chika, dia salah faham ngiranya si Chika pacar gue padahal dia adek gue, kan lo tau dia adek kesayangan gue" Jelas Billy menceritakan apa yang sedang ada difikiran nya saat ini membuat Jerome mengerutkan dahinya.
"Lah emang kenapa? Lo sama Iren cuma pacaran pura-pura kan? Lo kok kayanya gak mau banget si Iren salah paham sama lo" Ucap Jerome membuat Billy diam, dia seakan tersinggung atas perkataan Jerome barusan.
Bener, kenapa sama gue? Gak mungkin kan gue suka sama si beo. Batin laki-laki itu.
"Apa Kak Billy udah sayang sama Iren?" Tanya Devi membuat Billy tersedak air liurnya sendiri, laki-laki itu bahkan batuk-batuk gitu.
Jerome tertawa.
"Udah ngaku aja lo, Bil. Gue udah lumayan kenal lama sama lo" Ucap Jerome membuat Billy hanya diam dia masih bingung dengan perasaannya kepada Iren.
๐๐๐
Malam harinya Billy dan Jerome menginap dirumah Devi, mereka juga tidak sudah bilang keketua RT. Tamu wajib lapor dua puluh empat jam.
Jerome sedang berbincang kecil dengan calon mertuanya sedangkan Billy memilih duduk diteras rumah dengan ditemani cahaya rembulan, hatinya sedang dalam keadaan gegana (gelisah, galau, merana) Billy sangat ingin bertemu dengan Iren dan memeluk gadis itu.
Fikirannya masih memikirkan tentang Iren entah kenapa sehari tidak melihat gadis itu membuatnya kangen? Entahlah tapi Billy sangat ingin melihat wajah Iren, senyum Iren, celoteh Iren dan semua dari dalam gadisnya. Apa gadisnya? Hahahaha.
"Kak Billy"
Billy mendongak dan hanya tersenyum tipis, Devi duduk disamping Billy, sahabat calon suaminya itu.
"Masih mikirin Iren?" Tanya Devi sedangkan Billy hanya diam, dia bingung sendiri.
"Iren beneran mau nikah ya?" Tanya Billy tanpa menatap Devi membuat gadis itu hanya tersenyum.
"Kalau menurut insting ku sih nggak, buktinya dia gak ngabarin aku kan, aku Bundanya, kita sahabat udah lumayan lama. Kalau Iren nikah dia pasti kirim WA sama aku" Ucap Devi dan Billy menatap Devi kemudian mereka tersenyum tipis.
Benar juga apa yang dibilang Devi, dia yang notabennya sahabat dekat Iren saja tidak dikabarin.
"Udah Kak Billy tenang aja, Iren gak bakal nikah kok kalau gak sama Kak Billy" ucap Devi membuat Billy menatap Devi bingung.
"Maksud kamu?" Tanya Billy membuat Devi tersenyum.
"Meskipun Iren gak pernah bilang dia suka sama Kak Billy, tapi aku tau dia itu beneran suka sama Kak Billy, aku kenal dia udah lama, tujuh tahun aku kenal dia dan aku tau banget sifat dia" Devi memegang bahu Billy membuat laki-laki itu menatap Devi.
__ADS_1
"Dia suka sama Kak Billy, dia bahkan ngejaga dress yang Kak Billy kasih buat dia, bahkan nih ya aku gak boleh tuh nyentuh dress itu padahal cuma mau lihat, hih emangnya orang yang kerasukan bucin itu begitu" Ucap Devi dan terkekeh mengingat kejadian yang Iren ngomel gak jelas hanya dengan masalah dress dari Billy.
"Makasih ya udah mau ngasih tau" Ucap Billy dan Devi mengangguk.
"Aku masuk dulu ya, Kak" Ucap Devi dan Billy mengangguk, Devi berdiri dan saat masuk dia berpapasan dengan Jerome kemudian Devi mengajak Jerome masuk.
"Gak masuk lo, Bil? Awas aje ya kalau kena angin duduk gue ogah ngerokin lo" Ucap Jerome membuat Billy derdecak sebal dan melemparkan batu kecil kearah Jerome sedangkan Jerome sudah ngakak didepan pintu.
Billy menatap rembulan malam, benarkah dirinya sudah menyukai gadis itu?
Iren.
Satu nama itu selalu berkeliaran didalam fikiran dan hatinya.
"Jika yang dibilang Devi benar kenapa gue gak peka banget ya sebagai cowok?" Tanyanya kepada dirinya sendiri.
"Gue pinter banget sih, kok gue nyesel ya gak ngomong sebenarnya kedia" Gumamnya lagi, dia sungguh sangat ingin bertemu dengan Iren.
"Gak masuk gue konciin lo" Suara Jerome membuat Billy berdecak sebal, dengan terpaksa Billy berdiri dan masuk kedalam rumah membuat Jerome tersenyum lebih tepatnya tersenyum menang membuat Billy rasanya ingin membunuh Jerome jika membunuh orang itu tidak dosa.
โโโ
Billy mendekati Devi membuat Jerome yang sedang nonton TV memperhatikan mereka.
"Boleh minta nomernya Iren gak?" Tanya Billy pelan membuat Devi mengangguk dan mengirimkan nomer Iren ke handphone Billy.
"Makasih ya" Ucap Billy dan diangguki oleh Devi.
Billy segera berjaga jarak dengan Devi dan memainkan handphonenya.
Iren
Belum ada jawaban, gadis itu hanya ceklis dua padahal dibar statusnya menunjukkan jika gadis itu sedang online.
Iya?
Siapa ya?
Billy tersenyum ketika Iren membalas pesannya.
Om kesayangan kamu
Om? Siapa?
Om telolet?
Lagi ngelawak?๐ฒ
Nggak
Emang ini siapa? Kok gak ada photo profilnya
Nomernya disave dulu nanti keluar photo profilnya
__ADS_1
Ya gimana mau save orang saya sendiri gak tau ini siapa
Billy
Kak Billy?
Hum
Seriusan ini Kak Billy?
Iya
Dapet nomer aku dari mana?
Gak penting
Dasar om-om pedofil๐
Lagi ngapain?
Nulis undangan sambil pegang HP
Undangan?
Iya undangan pernikahan
Billy terdiam, benarkah Iren akan menikah? Terus bagaimana dengan nasib cintanya? Apakah bertepuk sebelah tangan?
Kak Billy sendiri lagi ngapain?
WA kamu
Masa aku doang?
Hu'um, sekarang kamu bisa dikatakan masuk kedalam prioritas saya
Gak jelas
Dikasih tau ngeyel
Masa? Terus pacar kak Billy?
Dia bukan pacar saya
Tunangan?
Bukan
Istri?
Bukan
Dia siapa? Kok kalau bukan semua Kak Billy pake cium-cium dia
__ADS_1
Adik saya
Tbc.