The Love Besty

The Love Besty
Epilog


__ADS_3

"Mas ampun deh jangan deket-deket napah ganggu tau" Ucap Iren yang terus saja mendorong-dorong wajah plush badan besar Billy yang udah ngedusel-dusel terus di badannya.


"Lama sih telponannya" Ucap Billy dengan nada merajuk, eh sejak kapan suami Iren suka merajuk?


"Atuh ya yang sabar dong, gak baik tau orang lagi telponan diganggu" Ucap Iren membuat Billy menatap Iren.


"Masa? Yang biasanya ganggu Mas nelpon siapa ya? Apalagi gangguinnya pake gelitikin lagi" Ledek Billy membuat Iren malu sendiri mendengarnya


"Ihh Mas Billy" Iren mendorong Billy agar laki-laki itu sedikit menjauh.


"Yaampun, Ren, diajak telponan sibuk sendiri udah ya aku mau bocan, bye"


Iren kaget saat sambungan diputus dari sana dan menaruh hpnya diatas nakas.


"Mas kan, dimatiin kan sama Bunda" Ucap Iren sebal dan membuat Billy tertawa, apa yang lucu? Apa hayo.


"Bagus dong biar kamu sekarang gentian fokus ke aku" Ucap Billy dan tiduran menyamping menghadap Iren sambil menaikkan kedua alisnya.


"Tau ah" Iren tidur dengan membelakangi Billy.


"Ngambek nih ye" Ucap Billy lebih tepatnya meledek.


"Tau ah udah malem" Ucap Iren dan mematikan lampu.


"Gelap-gelap gini enaknya apa ya, Ren?" Tanya Billy sambil memeluk Iren dari belakang.


"Boker... udah ah Mas Billy ngapain sih deket-deket mulu bikin tensi Iren naik mulu" Ucap Iren sebal.


Nah lho, kenapa istrinya galak gini, ini tuh bikin Billy jadi inget dengan sikap Iren yang mirip waktu Iren hamil dulu yang senengnya marah dan selalu bilang kalau dideket Billy pasti kesel.


"Iya iya maafin Mas ya" Ucap Billy dan mengecup pipi Iren.


"Tidur Mas, kalau gak tidur Iren tiduran Mas Billy sama marmutnya Anjali, mau?" Ancam Iren dan Billy langsung nolak.


"Ya jangan, dari pada tidurin marmut lebih baik tidurin kamu, Mas redho ikhlas lagi" Ucap Billy membuat Iren memukul Billy pelan.


"Itu mah maunya Mas Billy" Ucap Iren membuat Billy tertawa dan tidur sambil memeluk Iren dari belakang.


∆∆∆


Ini mimpi atau bukan Billy kok denger orang yang muntah ya? Billy membuka matanya dan tidak mendapatkan Iren disampingnya.


Billy melihat kearah kamar mandi dan disana istrinya sedang muntah muntah.


Billy menatap jam didinding.


04.00

__ADS_1


Masih dini hari loh ini, Billy melihat Iren yang berjalan kearah kasur.


"Kamu kenapa?" Tanya Billy dari nadanya sudah dipastikan jika orang ini sedang kwatir.


"Gak tau Mas, Iren mual apalagi dekat Mas Billy bawaannya gak enak mulu, Mas jauh-jauh dulu ya dari Iren" Ucap Iren dan sudah tiduran dikasurnya.


"Loh gak bisa gitu dong, Mas gak bisa jauh dari kamu masalahnya" Ucap Billy membuat Iren menatap suaminya yang udah dalam mode lebay.


"Mas maksud Iren Mas Billy jauh dulu dari Iren itu jangan ganggu Iren, rasanya kadang denger Mas ngomong Iren bawaannya emosi" Ucap Iren membuat Billy mengerutkan dahinya.


"Lah kok bisa gitu?" Tanya Billy heran.


"Tau ah" Iren kembali tidur badannya sudah lemas dia tidak mau buang-buang tenaga lagi buat nyautin Billy.


"Kamu kenapa lagi sih?" Tanya Billy yang bingung sendiri dengan sikap Iren yang cepet banget berubah-ubahnya.


"Gak papa, Mas" Ucap Iren dan menjauh dari Billy.


"Aku cuma lagi gak mau deket sama kamu" Ucap Iren lagi membuat Billy menarik Iren kedalam pelukannya.


"Tapi aku gak bisa jauh dari kamu" Ucap Billy membuat Iren memutar bola matanya malas.


"Lebaynya nanti aja deh, Mas" Ucap Iren dan mendorong badan Billy.


"Aku mual kalau deket sama Mas Billy" Ucap Iren lagi dan segera berlari kearah kamar mandi untuk memuntahkan apa yang ada di perutnya.


Billy yang melihat itu langsung berjalan mendekati Iren, dia mengumpulkan rambut Iren menjadi satu agar wanita itu bisa lebih mudah untuk muntah.


Tangan Billy memijat leher belakang Iren dan mengelus punggung Iren.


"Mual banget ya?" Tanya Billy dan Iren mengangguk.


"Jauhin aku sebentar ya, Mas. Sampai mualnya mereda" Ucap Iren yang sudah lemas banget.


"Sampai kapan?" Tanya Billy membuat Iren menggeleng gak tau.


Iren membersihkan mulutnya dan mencuci mukanya kemudian menatap Billy.


"Gendong" Ucap Iren manja sambil merentangkan tangannya seperti seorang anak kecil yang minta digendong oleh Ayahnya.


"Bunda minta Ayah gendong Bunda lagi?" Tanya Billy dan Iren mengangguk sambil tersenyum.


"Sini" Billy dengan senang hati mengangkat badan Iren dan memeluknya.


"Mau digendong sampai mana?" Tanya Billy dan mendudukan Iren diatas wastafel kemudian tangannya merapihkan rambut Iren.


"Entar kalau udah ada matahari beliin aku bibit bunga tulip merah ya, Mas. Mau aku tanam ditaman" Ucap Iren dan Billy mengangguk.

__ADS_1


"Apasih yang nggak buat nyonya Billy" Ucap Billy membuat Iren tersenyum dengan kedua pipi memerah.


"Mau bobo, gendong ke kasur" Ucap Iren dan tangannya sudah memeluk erat leher Billy.


Billy langsung menggendong istrinya yang manja itu kearah kasur dan menidurkan nya.


"Sekalian beli bunga lily of the valley buat aku pajang diruang TV, ahh bunga lavender juga, Mas. Biar harum, aku suka sama wanginya" Ucap Iren dan Billy mengangguk.


"Iya sayang entar aku beliin, bahkan sama toko-tokonya dan kalau bisa sama penjualnya sekalian aku beliin buat kamu" Ucap Billy membuat Iren terkekeh mendengarnya.


"Yang banyak duit mah beda ya" Ucap Iren.


"Ya jelas dong" Jawab Billy membuat Iren hanya terkekeh sambil menggeleng pelan.


∆∆∆∆


"Beneran, Ren? Kamu hamil lagi?" Tanya Billy kelewat bahagia dan Iren mengangguk.


"Iya tadi Iren habis ke dokter sama temen Iren soalnya badan Iren gak enak banget eh kata dokternya Iren hamil lagi" Ucap Iren dan Billy memeluk istrinya itu dengan erat.


"Makasih sayang, Mas sayang banget sama kamu" Ucap Billy kemudian mengecup semua wajah Iren membuat wanita itu terkekeh.


"Mas ihh aku bukan anak kecil" Ucap Iren dan Billy terkekeh.


"Ken sama Anjali mau punya dedek bayi, Ayah?" Tanya Ken dan Billy mengangguk.


"Iya, Ken sama Anjali bakalan punya adik lagi" Jawab Billy membuat kedua anak kembar itu terpekik senang dan lompat-lompat.


Billy memeluk pinggang Iren dan mengecup singkat pipi Iren.


"Jangan tinggalin aku lagi ya, Mas" Ucap Iren dan Billy mengangguk.


"Aku bakal janji sama kamu, aku akan selalu ada buat kamu dan tidak meninggalkan kamu lagi" Ucap Billy membuat Iren tersenyum senang.


Hp Billy berdering membuat lelaki itu langsung mengangkat panggilan telpon dari seberang sana.


Setelah menerima informasi dari sang penelpon Billy segera mengajak Iren serta anak-anaknya pergi.


"Loh Mas mau kemana?" Tanya Iren yang masih bingung padahal mereka sudah dimobil.


"Devi lahiran" Ucap Billy membuat Iren kaget dan langsung mengatakan jika Billy harus cepat sampai rumah sakit.


***End


Terima kasih teman-teman yang mau baca.


Tunggu cerita ku yang lain ya.

__ADS_1


Xolovelyena... ❤***


__ADS_2