
Billy berjalan mencari kedua anak kembarnya yang entah kemana.
"Ken... Anjali" Teriak Billy mencari kedua anaknya itu.
"Ini anak pada kemana sih, ditinggal berak aja kok pada ilang" Ucap Billy sebal dan dia terus mencari anaknya.
Heran banget padahal cuma ninggal sebentar udah gak tau kemana perginya.
"Ayah!"
Nonggol juga kan.
Ken berlari kearah Billy dan Ayahnya itu sudah memasang wajah garang siap untuk menerkam Ken.
"Habis dari kamu? Dimana Anjali?" Tanya Billy garang membuat Ken menatap Billy sedikit takut.
"Bunda Ayah" Mendengar itu Billy kaget.
Bunda? Bunda siapa yang dimaksud Ken?
"Bunda Ayah, Bunda pingsan" Ucap Ken lagi dan menarik-narik ujung kemeja Billy agar Ayahnya itu segera menyelamatkan Bundanya.
"Bunda siapa?" Tanya Billy yang bingung sendiri.
"Bundanya Ken lah Ayah, Bunda... Bunda Ken cama Anjali" Ucap Ken lagi membuat Billy ambigu.
Bunda siapa? Bundanya Ken? Bundanya Anjali? Siapa? Gak mungkin.
"Dimana Bunda?" Tanya Billy dan Ken segera menarik tangan Ayahnya membawa Ayahnya bertemu dengan Bundanya.
Billy terdiam saat melihat wanita cantik yang pingsan di hadapan putri kecilnya.
Seperti ditimpah durian runtuh benar, dia Bundanya Ken.
Billy langsung berjongkok dan mengangkat kepala Iren, tangannya mengelus lembut pipi Iren.
"Bunda kenapa, Ken?" Tanya Billy dan menatap Ken.
"Ken ndak tau, Yah, tadi Ken pas balik kecini si Anjali nangis dan ndak taunya ada Bunda dicini" Ucap Ken dan Billy mengangguk mengerti.
"Ayah, Antenya kenapa?" Tanya Anjali, anak perempuan itu masih menangis membuat Billy mengelap jejak air mata putri kesayangannya.
"Bunda gak papa sayang, ayo bawa Bunda pulang" Ucap Billy dan menggendong Iren kemudian Billy menatap Ken.
"Ken bisa tolong Ayah bawa koper Bunda?" Tanya Billy dan Ken mengangguk mengiyakan.
∆∆∆
Iren mengerjapkan matanya sampai matanya itu terbuka sempurna, kepalanya masih sedikit pening.
__ADS_1
Iren duduk dan menatap sekitar kamar, ini bukan kamarnya maupun kamarnya dirumah Devi, ini kamar siapa?
Saat Iren akan beranjak dari kasur dia melihat selempar photo, photo sepasang pengantin, dengan pelan Iren mengambil photo tersebut.
Deg
Inikan dia? Dia sudah menikah? Menikah dengan Om Billy?
"Udah bangun?" Mendengar suara membuat Iren menaruh kembali photo tersebut dan berdiri kemudian menatap kearah sumber suara.
Dilihatnya Billy dan kedua anaknya yang berdiri disamping kanan kiri Billy.
"Hemm.. maaf, tapi kenapa saya bisa disini ya?" Tanya Iren bingung, dia masih sedikit agak tidak yakin dengan ingatannya ini.
Sebenarnya sudah dari dua tahun yang lalu dia merasakan hal yang janggal, dia pernah tidak sengaja stalking instagram Billy dan dipostingan terakhir Billy, laki-laki itu memposting photo Billy bersama dengan kedua anak kembarnya.
Disitu Iren tersadar dan ingatan akan masa lalunya mulai muncul, dia melihat semua isi postingan Billy sampai dia melihat photo dirinya dan Billy yang sedang duduk di sebuah taman sambil tersenyum.
"Ante tadi ante pingcan teyus sebelum pingcan ante teliak-teliak kaya olang kecakitan" Ucap Anjali membuat Iren mengingat semua.
Iren menatap Billy, laki-laki itu hanya diam sambil menatapnya.
"Bunda" Mendengar itu Iren menunduk menatap Ken membuatnya bingung.
"Bunda?" Tanya Iren bingung, jadi benar mereka anaknya dengan Billy?
Billy berjongkok dihadapan kedua anaknya.
Billy berdiri dan menatap Iren membuat wanita itu menatap Billy dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Mas Billy udah gak sayang ya sama Iren? Mas Billy pengen balikan lagi sama mantan Mas Billy?"
"Aaa... " Iren memegangi kepalanya yang merasa sangat pusing membuat Billy langsung mendekat kearah Iren.
"Kamu kenapa?" Tanya Billy khawatir, Iren menjauh dari Billy.
"Mas Billy jahat" Ucap Iren membuat Billy hanya diam tidak bisa berkata.
"Mas Billy jahat, Mas Billy tinggalin Iren, Mas Billy mau cerain Iren, MAS BILLY JAHAT" Ucap Iren dan teriak diakhir kalimatnya, wanita itu sudah melempar bantal yang ada disofa kepada Billy untung saja laki-laki itu langsung menghindar.
"Aku bisa jelasin, Ren" Ucap Billy dan mencoba membuat Iren tenang.
"Nggak, Mas Billy pergi ninggalin Iren, Mas Billy jahat" Ucap Iren dan memekul dada bidang Billy saat lelaki itu memeluknya.
"Mas Billy jahat, hiks" Iren menangis dan berhenti memukul Billy tapi tidak juga membalas pelukkan Billy.
Billy menunggu Iren tenang, dia meneteskan air matanya. Billy menangis lagi setelah lima tahun yang lalu.
Setelah dirasa Iren tenang Billy berucap.
__ADS_1
"Mas sayang sama kamu, Ren. Maafin Mas yang udah bikin kamu sakit hati" Ucap Billy lirih.
"Maafin Mas, Ren" Ucap Billy lagi.
Billy ingin melepaskan pelukkan mereka tapi Iren menahannya dengan memeluk pinggang Billy dengan kuat membuat Billy tersenyum lega dan membalas pelukkan Iren.
"Maafin Iren, Mas. Iren gak tau kalau Mas Billy gak suka sama sikap Iren yang begitu" Ucap Iren, Billy merasa de javu dengan ucapan Iren barusan, kemudian Billy mengangguk.
"Mas yang seharusnya minta maaf, Ren" Ucap Billy.
Iren melepaskan pelukkan mereka dan mereka saling menatap.
"Maafin Iren yang udah ngelupain Mas Billy sama anak-anak" Ucap Iren sedih dan air matanya menetes.
Billy tersenyum kemudian menghapus jejak air mata Iren.
"Jangan nangis ya, ini hukuman buat Mas yang udah nyakitin kamu, Mas seneng kamu udah iget semuanya, Ren" Ucap Billy dan mencium kening Iren lembut membuat wanita itu tersenyum.
"Iren sayang Mas Billy" Ucap Iren dan berjinjit mencium pipi kiri Billy.
"Ayah Ante" Mendengar suara Anjali mereka berdua langsung menjauh dengan salah tingkah.
"Eh anak Ayah, kenapa?" Tanya Billy dan duduk disofa kemudian menarik tangan Anjali lembut dan mendudukan Anjali dipangkuannya.
"Tadi Ken biyang ama Anjali kalau ante ini Bunnda ya? Bundanya Anjali?" Tanya Anjali polos membuat Iren tersenyum dan duduk disamping Billy.
"Anjali kangen Bunda gak?" Tanya Iren dan Anjali mengangguk.
"Kalau kangen peluk Bunda dong" Ucap Iren lagi membuat Anjali langsung memeluk Iren.
Iren memindahkan Anjali menjadi duduk dipangkuannya dan Billy beralih menggendong Ken mendudukannya dipangkuannya.
"Ken ceneng Bunda puyang" Ucap Ken membuat Iren tersenyum dan mengelus rambut Ken lembut kemudian mencium rambut Ken.
"Maafin Bunda ya karna Bunda baru pulang" Ucap Iren dan kedua anaknya mengangguk.
"Ndak apa Bunda, kita berldua ngelti kok" Ucap Ken dan Iren tersenyum.
Iren menatap Billy yang sedang menatapnya juga.
Billy memeluk Iren membuat mereka menjadi berhimpitan.
"Ihh Ayah cempit tau" Ucap Anjali dan mendorong Billy membuat Ayahnya itu tertawa dan menarik pelan hidung Anjali.
"Bawel banget ya kamu kaya beo peliharaan Ayah" Ucap Billy membuat Iren memukul Billy pelan.
"Mas!" Ucap Iren dan Billy tertawa.
Dia ngerasa kah?
__ADS_1
Tbc