The Love Besty

The Love Besty
Menceritakan Selama Amnesia


__ADS_3

Billy menatap Iren dari jauh, wanita cantik itu sedang menyuapi Ken dan Anjali puding.


Billy berjalan mendekati Iren dan duduk disamping Iren membuat istrinya itu hanya melirik sekilas kearah Billy.


"Mau lagi?" Tanya Iren kepada kedua anaknya.


"Ndak ah, Ken kenyang" Ucap Ken dan Anjali mengangguk menyetujuinya dan mereka kembali bermain dengan Jevi dan Wildan.


"Aku mau juga dong pudingnya" Ucap Billy membuat Iren melirik Billy.


"Ambil sendiri aja bukanya tadi habis lewat dapur ya? Kan taman bunga ngelewatin dapur" Ucap Iren membuat Billy mengatur nafasnya sabar.


"Pengennya disuapin juga" Ucap Billy manja membuat Iren menatap suaminya aneh.


"Kenapa gak makan sendiri? Kan Mas Billy punya tangan masih bisa gerak kok" Ucap Iren yang suaranya lebih judes dari biasanya.


Wasem banget emang, gue udah rela alay kaya gini cuma buat dia biar dia agak luluh eh malah begini endingnya gue ditinggalin lagi sama dia.


Billy segera berjalan kearah Iren, pasti istrinya itu ada didapur. Dia harus buat Iren kembali ceria kaya biasanya.


Benar saja istrinya itu sedang mencuci piring di dapur, Billy melangkah dengan langkah yang kecil-kecil agar suara langkah kakinya tidak terdengar.


Setelah Iren mencuci tangannya dan wanita itu ingin berbalik tiba-tiba sebuah tangan memeluk pinggangnya dari belakang membuat Iren tersentak kaget.


"Marah kenapa sih? Bilang dong, jangan bikin aku bingung sendiri" Ucap Billy dan mengecup lembut leher Iren.


"Nggak marah" Ucap wanita itu dan mencoba melepaskan tangan Billy dari pinggangnya.


"Lepas Mas!"


Bukannya melepas tangan Billy malah semakin erat memeluk Iren.


"Jawab dulu, kamu marah kenapa?" Tanya Billy lagi.


"Nggak marah, Mas" Ucap Iren mencoba melepaskan tangan Billy.


"Emang aku kurang jelas ya, Ren? Aku ini sayang sama kamu, aku cinta sama kamu" Ucap Billy membuat Iren terdiam.


"Tanpa harus umbar kemesraan seharusnya kamu tau betapa cintanya aku sama kamu, aku perhatian sama kamu tapi gak harus diumbar-umbar, Ren. Kita jaga keharmonisan rumah tangga ini dengan cara diam-diam saja" Ucap Billy kemudian melepaskan tangannya dari pinggang Iren.


"Aku mau tidur" Ucap Billy dan berbalik berniat untuk pergi dari dapur, Iren segera berbalik badan dan memeluk Billy dari belakang.


Wanita itu menangis membuat Billy hanya bisa terdiam.

__ADS_1


"Maaf" Ucap Iren lirih.


Billy tersenyum dan membalikkan badannya memeluk Iren.


"Gak usah minta maaf, jangan marah kaya tadi. Kamu bikin aku bingung setengah mati, Ren" Ucap Billy dan mengelus rambut Iren.


Iren mengangguk dan semakin erat memeluk Billy.


"Mau ikut tidur sama aku gak?" Tanya Billy membuat Iren mendongak.


"Tidur siang?" Tanya Iren dan Billy mengangguk.


"Emang maunya tidur apa?" Tanya Billy membuat Iren langsung menggelengkan kepalanya malu dan menyembunyikan wajahnya didada bidang Billy.


Billy terkekeh dan semakin memeluk erat Iren.


"Aku kangen banget sama kamu, Ren. Disana kamu kepincut sama laki-laki lain gak?" Tanya Billy dan dijawab oleh gelengan kepala Iren.


"Pernah deket sama laki-laki lain tapi gak sampai jadian" Jawab Iren membuat Billy menaikkan sebelah alisnya.


"Kenapa?" Tanya Billy.


"Gak tau kenapa tapi hati Iren bilang jangan, makanya Iren ragu. Bahkan pernah ada yang ngajak Iren ta'aruf" Ucap Iren membuat Billy hanya mengangguk.


"Awalnya mau aku terima tapi sama Ayah langsung ditolak, katanya Iren udah ada calonnya" Jawab Iren membuat Billy tersenyum.


"Pernah ngerasa udah punya anak?" Tanya Billy dan Iren mengangguk.


"Kalau liat anak kecil tuh rasanya kaya ada yang aneh, terus pernah Iren stalking instagram Mas Billy, disana Iren ngeliat photo Mas Billy sama Anjali sama Ken"


"Terus?"


"Kaya ada yang ganjal, hati aku tuh kaya pengen ikutan ada diphoto itu" Ucap Iren dan Billy hanya mengangguk.


"Kamu pernah kangen aku?" Tanya Billy membuat Iren terkekeh sendiri.


"Kalau liat photo Mas Billy kayanya tuh dada Iren dag-dig-dug gak jelas, rasanya pengen ketemu Mas Billy tapi gak tau rumah Mas Billy" Jawab Iren membuat Billy terkekeh mendengarnya.


"Aku malah tiap hari stalking instagram kamu, Ren. Kadang Mama juga ngirimin photo kamu biar aku gak terlalu kangen sama kamu" Ucap Billy.


"Mas Billy gak ada niatan buat nyusulin Iren lagi ke Bekasi?" Tanya Iren dan Billy hanya menghela nafasnya kasar.


"Pengen, Ren. Malah pengen banget Mas nyusulin kamu, peluk kamu kaya gini, tapi Mas gak mau kamu tambah terluka. Mas harus ikutin apa yang dokter bilang, jangan memasak kamu untuk inget Mas, yaudah Mas pasrah" Ucap Billy membuat Iren meringis pelan mendengarnya.

__ADS_1


"Kaya sinetron banget ya cerita kita, Mas" Ucap Iren membuat Billy terkekeh dan mengangguk.


"Banget" Ucap Billy.


"Mas Billy selama lima tahun deket sama siapa?" Tanya Iren membuat Billy berdehem panjang.


"Sama Ken sama Anjali" Jawab Billy membuat Iren mendengus sebal.


"Bukan itu yang Iren maksud. Maksudnya deket sama perempuan mana selama Mas Billy gak sama Iren?" Tanya Iren membuat Billy mengecup singkat puncak rambut Iren.


"Mas gak deket sama siapa-siapa, Mas percaya kamu pasti bakal pulang karna rumah kamu itu kami, aku, Anjali dan Ken" Ucap Billy membuat Iren tersenyum.


"Awalnya aku datang kesini tuh mau liburan soalnya dapet libur dari kantor eh gak taunya ternyata aku kesini pulang kerumah ku yang seharusnya" Ucap Iren membuat Billy ikut tersenyum.


"Kemana pun kamu pergi pasti bakal balik lagi kerumah mu, karena rumah itu adalah tempat paling nyaman dan aman" Ucap Billy dan diangguki oleh Iren.


"Teros!... Teros aja pelukan sampai upin ipin lulus tadika mesra"


Mendengar suara yang seperti sedang mengejek mereka akhirnya Billy dan Iren melepaskan pelukan mereka dan menatap Jerome yang sedang memeluk toples keripik pisang.


"Sukses pelukannya?" Tanya Jerome membuat Billy berdecak sebal.


"Ganggu lo" Ucap Billy membuat Jerome hanya biasa saja seakan-akan dia tidak berbuat masalah.


"Ayok" Billy menarik lembut tangan Iren, pergi dari dapur membuat Jerome mendengus sebal melihatnya.


"Gue biarin, kasian aja yang lima tahun pisah dan baru bersatu kembali" Ucap Jerome kemudian berjalan kearah Devi yang sedang menonton TV.


Iren mengerutkan dahinya saat Billy menarik tangannya masuk kedalam kamar.


"Mau ngapain, Mas?" Tanya Iren heran.


Billy menidurkan badannya diatas kasur kemudian menarik tangan Iren agar ikut tiduran disampingnya.


"Kelonin, Mas" Ucap Billy manja dan dia sudah mendusel-dusel kearah Iren membuat wanita itu tersenyum geli.


"Inget umur napa, Mas" Ucap Iren membuat Billy menatap istrinya itu.


"Kalau sama kamu mah aku males inget umur" Jawab Billy dan memeluk erat badan Iren membuat wanita itu menepuk-nepuk pelan pantat Billy agar tertidur.


"Aku cinta kamu" Bisik Iren.


"Love you too Bunda"

__ADS_1


Tbc


__ADS_2