The Love Besty

The Love Besty
Iren Mau Nikah?


__ADS_3

Iren keluar dari minimarket setelah pamitan dengan Aulia, jam kerjanya sudah selesai dan akhirnya dia bisa pulang juga.


Langkahnya terhenti saat melihat Billy yang tersenyum kearahnya. Kaya gak pernah terjadi apa-apa.


Iren menghela nafasnya dan berjalan tanpa bersuara ketika bersampingan dengan Billy bahkan meliriknya juga tidak, membuat hati Billy seakan mencelos melihatnya.


"Mau pulang?" Tanya Billy dan Iren hanya berdehem sebagai jawabannya, entah kenapa Iren sangat tidak ingin bertemu dengan Billy.


"Mau saya antar?" Tanya Billy lagi membuat Iren menggeleng.


"Gak usah" ucap Iren jutek.


Iren berdecak sebal saat merasakan Billy mengikutinya sedari tadi, gadis itu berbalik dan menatap sebal kearah Billy yang berdiri dihadapannya saat ini.


"Kak Billy jangan deketin aku lagi deh, lagi pula pacaran pura-pura kita udah selesai, Kak Billy udah punya  pacar kan aku cuma takut pacar Kak Billy salah sangka" ucap Iren membuat Billy hanya diam. Jadi Iren benar-benar salah faham dengan Chika?


Iren berbalik dan melanjutkan jalannya bahkan dia membuat jalannya semakin cepat agar segera jauh dari Billy.


Entah kenapa aku kesel banget ngeliat Om Billy, apa aku mulai suka sama dia ya? Haduh lebih baik jangan deh Ren, dia udah punya tunangan tau bahkan tadi Om Billy cium tunangannya didepan mata kamu loh.


Billy tersenyum menatap punggung Iren yang menjauh. Tangannya ia masukkan kedalam saku celananya.


"Jadi bener yang dibilang Chika kalau dia salah paham? Apa dia cemburu?" gumam Billy senyumnya semakin mengembang. Kok gue seneng ya ngeliat si norak marah kaya gini, dia cemburu sama gue.


🌐🌐🌐


"Iya Ma" Mendengar itu Devi menaruh buku motivasinya dan sedetik kemudian pintu kosan terbuka.


Dia melihat Iren yang berjalan menuju lemari dan mengeluarkan tas bahkan memasukkan baju-bajunya kedalam tas tersebut membuat Devi heran sendiri.


Devi berjalan mendekati Iren.


"Mau kemana kamu?" Tanya Devi membuat Iren menghela nafasnya sebentar kemudian tanpa menatap Devi gadis itu menjawab.

__ADS_1


"Aku mau pulang, ada urusan mendesak" Jawab Iren membuat Devi mengerutkan dahinya.


"Terus kuliah kamu gimana?" Tanya Devi lagi.


Setelah menaikkan reslesting tasnya Iren menatap Devi.


"Sekarangkan lagi masa bikin skripsi jadi gak papa dan kalau masuk juga gak diabsen" Ucap Iren dan Devi hanya ber'oh' ria.


"Malam-malam begini kamu mau pulang?" Tanya Devi lagi dan diangguki oleh Iren.


"Iya soalnya sangat mendesak, lagi pula belum terlalu malam ini kok" Jawab Iren membuat Devi hanya mengangguk.


"Yaudah aku berangkat ya, keburu malam banget" Ucap Iren dan Devi mengangguk, tidak lupa Iren menyalami tangan Devi membuat kedua gadis itu tertawa.


"Hati-hati" Ucap Devi dan Iren hanya mengangguk.


∆∆∆


Setelah Iren pergi, Devi kembali ketempatnya semula dan membuka hpnya.


Pagi harinya Devi sudah siap untuk pulang, gadis itu keluar dari kosan dan tidak lupa mengunci pintu kosannya.


Saat ingin berjalan langkahnya terhenti ketika matanya melihat mobil Jerome dan mobil tersebut berhenti didepannya.


"Mau kemana?" Tanya Jerome setelah menurunkan kaca mobilnya.


"Mau pulang, soalnya mumpung ada waktu" ucap Devi dan Jerome ber'oh'.


"Iren mana?" Tanya Billy dan celingukan mencari seseorang, dari semalam dia sudah menahan diri tidak bertemu gadis itu. Ingin menelpon tapi keinget dia gak punya nomer telpon gadis yang telah mencuri hatinya itu.


"Iren udah pulang duluan tadi malam, katanya ada urusan mendesak" ucap Devi dan Billy mengangguk, laki-laki itu sedikit kecewa mendengarnya. Padahal dia sangat ingin bertemu dengan gadisnya itu.


"Hei yu" Mereka bertiga menatap kearah Arif saat laki-laki lenong itu datang dengan tas belanjaan ditangannya.

__ADS_1


"Kenapa Mbak Fira?" Tanya Devi yang selalu mengingat nama samaran Arif. Heran aja tumben amat si lenong nyapa pagi-pagi gini.


"Eke denger si cerewet mau nikah ya?" Tanya Arif membuat Devi mengerutkan dahinya, yang dimaksud Arif itu siapa? Cerewet?


Iren?


"Nikah?" Tanya Devi dan Arif langsung mengangguk.


"Tadi eke vidcall sengaja sepik dia soalnya semalam dia nolongin eke angkat galon, eh terus mak-nye ngomong dia harus beli gaun buat pernikahan" ucap Arif membuat Devi terdiam kaget, kemudian gadis itu tertawa membuat Arif, Billy dan Jerome menatapnya dengan tatapan heran.


"Gak mungkin lah, Mbak, kok kalau Iren nikah gak ngabarin aku" Ucap Devi membuat Billy dan Jerome menatap Devi kaget, jadi yang dimaksud Arif itu Iren.


"Yeuh beneran, coba deh tanya sama si beo alias sicerewet itu, siapa ya laki-laki yang beruntung dapetin dia, secara si cerewet itu kan baik gue aja langsung be like sama dia pas dia pertama ngekos ditempat eke" Ucap Arif dan berjalan pergi meninggalkan mereka, membuat Devi bingung sendiri.


Benarkah Iren akan menikah?


"Iren mau nikah?" Tanya Jerome yang masih mencerna semua kalimat yang keluar dari bibir Arif dan Devi tadi.


"Gak tau, kok kalau Iren mau nikah gak bilang aku ya? Semalam dia tuh pulang kaya buru-buru gitu, masa iya mau dijodohin kaya di novel-novel yang pernah aku baca " Ucap Devi yang agak bingung sendiri dengan semua ini.


"Kamu masuk deh, aku anter" Ucap Jerome dan Devi mengangguk, gadis itu duduk dibelakang sendiri.


"Kamu mau pulang?" Tanya Billy dan Devi mengangguk.


"Rumah kamu deket sama rumah Iren kan?" Tanya Billy lagi dan Devi mengangguk lagi sebagai jawabannya.


"Ayo kita anter Devi pulang" Ucap Billy membuat Jerome dan Devi menatap Billy heran. Kenapa nih anak jadi pengen nganter calon bini gue pulang?


Billy yang ditatap membuat alasan. Jangan sampe gue ketahuan kalau gue pengen ketemu Iren.


"Lo tega calon istri lo pulang sendiri? terus naik bis sendiri? Tega lo? Kalau ada yang ngapa-ngapain Devi gimana?" Perkataan Billy barudan berhasil membuat Jerome menggeleng beberapa kali. Serem amat sisomplak ngomongnya.


"Nggak lah! yaudah ayo kita ke rumah Devi buat nganter dia sekalian silahturahmi sama calon mertua" Ucap Jerome membuat Devi langsung menolak tidak enak, tetapi Jerome tak mau dibantah dan pada akhirnya Devi hanya bisa menurut. Itung itung irit ongkos lah.

__ADS_1


Sebelum mengatar Devi mereka mampir keapartement Jerome dan Billy untuk mengambil pakaian  untuk kedua laki-laki itu.


Tbc.


__ADS_2