The Love Besty

The Love Besty
Lily of The Valley


__ADS_3

Seminggu Berlalu.


Sudah seminggu Billy selalu mengunjungi Iren yang sedang dirawat dan sudah seminggu juga Billy selalu diusir oleh Iren dengan alasan Iren tidak suka melihat Billy terus-terusan menemuinya.


Iren berkata seperti itu karna dokter mengatakan jika Iren kehilangan ingatan karna benturan yang cukup keras dikepalanya, wanita itu tidak bisa mengingat masa 8 bulan yang lalu itu tandanya Iren tidak mengingat jika Billy adalah suaminya dan mereka sudah punya anak yang Iren tau Billy itu Om-Om yang dia tabrak waktu seminar dan Om-Om yang galaknya minta ampun.


Billy masuk kedalam ruang rawat Iren dengan membawa sebuket bunga Lily of the valley.


Iren yang sedang membaca sebuah novel menatap Billy dengan tatapan tidak suka.


"Om ngapain sih kesini lagi? Mau nagih utang? Perasaan saya tuh gak punya utang loh sama Om" Ucap Iren dan menatap Billy yang meletakkan bunga itu diatas nakas samping bangsal Iren.


"Om ngapain bawa bunga segala sih?" Tanya Iren bingung, lama-lama Billy itu agak aneh baginya.


"Ini buat kamu" Ucap Billy dan mengambil bunga yang dia letakkan diatas nakas kemudian memberikannya kepada Iren, Iren mengambilnya dengan hati ragu dan menatap Billy.


"Aku senang kamu udah baikan, Ren" Ucap Billy membuat Iren mengerutkan dahinya.


Sejak kapan si Om galak jadi care sama dia? Hayo sejak kapan.


"Kamu tau gak arti dari bunga itu apa?" Tanya Billy dan membuat Iren menatap sebut bunga yang sedang dipegang.


"Nggak, Aku aja gak tau bunga ini namanya apaan, tapi bentuknya lucu" Ucap Iren kemudian kembali menatap Billy membuat laki-laki itu tersenyum.


"Itu namanya bunga lily of the valley, pernah denger gak?" Tanya Billy lagi dan Iren menggelengkan kepalanya.


"Dirumah banyak loh bunga itu, kamu yang nanam" Ucap Billy membuat Iren menatap Billy.


"Siapa? Aku nanam bunga dirumah Om Billy? Kurang kerjaan kali ah" Ucap Iren membuat Billy hanya bisa tersenyum kecut.


"Emang artinya apa, Om?" Tanya Iren membuat Billy tersenyum.


"Dulu saya juga gak tau artinya apaan tapi istri saya pernah bilang dia suka bunga lily of the valley itu karna bentuknya cantik kaya lonceng kecil" Ucap Billy dan Iren mengangguk, dia satu pendapat dengan istrinya Billy.


"Pasti istri Om penggemar bunga ya?" Tanya Iren dan Billy mengangguk.


"Semenjak nikah, dia suka sekali sama bunga dan meminta saya membuatkan sebuah taman khusus untuk menyimpan bunga-bunga itu" Ucap Billy membuat Iren mengangguk sambil mengatakan.


"Oh"


"Arti dari bunga lily of the valley itu adalah lambang kesederhanaan, pesona keindahan, pesona kerendahan hati, kemurnian dan kata orang bunga ini membawa keberuntungan dalam dunia percintaan. Makanya bunga Lily of the valley ini sering ada di penataan pesta-pesta pernikahan" Jelas Billy membuat Iren mengangguk.


"Waktu Om nikah itu juga ada bunga ini dong?" Tanya Iren dan Billy mengangguk.


"Ada"

__ADS_1


Iren menatap lekat bunga lily of the valley yang Billy berikan untuknya, memang bunga ini sangat indah dan bentuknya unik.


"Tapi bunga itu beracun" Ucap Billy membuat Iren menatap laki-laki itu kaget.


"Kalau dimakan satu atau dua kelopak bunga gak papa tapi kalau dikonsumsi dalam jumlah banyak bunga ini sangat beracun dan mematikan" Jelas Billy dan Iren mengangguk.


"Lagian siapa juga yang mau makan bunga lily of the valley ini" Ucap Iren membuat Billy tersenyum.


"Kamu suka bunganya?" Tanya Billy dan Iren mengangguk.


"Iren sayang"


Wanita itu langsung menatap kearah sumber suara dan tersenyum senang saat melihat Devi yang duduk dikursi roda dan Jerome yang mendorong kursi roda Devi.


"Bunda" Iren tersenyum senang dan dia tambah senang melihat bayi perempuan yang ada digendongan Devi.


"Ihh Bunda lucu banget sih anaknya, selamat ya atas lahirannya" Ucap Iren senang dan memberikan selamat untuk Devi dan Jerome.


Jerome yang mengerti menepuk pundak Billy pelan dan lelaki itu hanya melirik Jerome sekilas.


"Aww... " Iren meringis membuat Billy khawatir.


"Kamu kenapa, Ren?" Tanya Billy khawatir dan Iren hanya menggelengkan kepalanya, dia merasakan sangat sakit dibagian payudaranya, kenapa ya?


Iren yang mendengar itu entah kenapa dia merasakan sesuatu dan bagian payudaranya semakin berdenyut nyeri.


"Kamu gak papa, Ren?" Tanya Devi khawatir karna Iren hanya diam.


"Bun, Om Billy udah punya anak?" Tanya Iren membuat Devi mendongak kearah Jerome.


"Iya, anaknya juga baru dilahirkan" jawab Jerome dan Iren mengangguk.


"Berarti istrinya juga ada dirumah sakit ini dong?" Tanya Iren dan Devi mengangguk.


"Ada" Jawab Devi membuat Iren hanya mengangguk.


∆∆∆


Billy bingung dia sedang menggendong anak perempuannya yang sedang nangis kejer sedangkan anak laki-lakinya digendong sang suster.


Billy menimang anaknya sayang berusaha membuat putrinya itu untuk diam.


"Sayang... Ayah disini jangan nangis lagi ya" Ucap Billy lembut dan mengelus putri kecilnya itu.


"Bil"

__ADS_1


Billy membalikkan badanya dan terdiam saat melihat Jerome, Devi dan Iren disini.


Entah kenapa ada keinginan Iren untuk menggendonga salah satu dari bayi kembar tersebut.


Sang suster bertanya. "Ibu ingin menggendong bayi ini?"


Iren yang ditanya tersebut menatap sang suster dengan berbinar dan suster langsung memberikan bayi laki-laki tersebut kepada Iren.


Dengan sekejap bayi laki-laki tersebut langsung terdiam digendongan Iren dan bayi perempuan digendongan Billy pun langsung terdiam. Iren tersenyum dan nyeri dipayudaranya mulai menghilang.


Devi mendongak dan memegang tangan Jerome yang baru saja menaruh anaknya dibangkar bayi.


"Kekuatan dari seorang Ibu" Ucap Devi pelan dan dia tersenyum membuat Jerome juga tersenyum.


"Bayinya ganteng Om" Ucap Iren dan menatap Billy membuat Billy hanya berdehem, matanya masih tetap menatap Iren kemudian dia tersenyum.


Ini pertama kalinya Iren menggendong anak mereka.


"Namanya siapa Om?" Tanya Iren dan menatap Billy membuat lelaki itu bingung.


"Dia belum aku kasih nama, kamu mau ngasih nama buat dia?" Tanya Billy membuat Iren menatap Billy dengan berbinar.


"Beneran boleh?" Tanya Iren dan Billy mengangguk sambil tersenyum. "Emang istri Om kemana?" Tanya Iren membuat mereka terdiam.


Mau jawab apa coba? Orang istri gue itu lo, mau bilang gitu tapi gue keinget nasehat dokter katanya jangan mencoba memaksa memory Iren yang sudah terlupakan itu.


"Ada" Ucap Billy hanya itu yang bisa dia jawab.


"Gak dimarahin istri Om kan kalau aku ngasih nama anak Om?" Tanya Iren lagi.


Siapa yang bakal marah orang lo Ibunya.


"Nggak bakal" Ucap Billy lagi membuat Iren tersenyum senang.


"Hemm... namanya Kenzie sama Anjali" Ucap Iren dan tersenyum menatap Billy.


Billy tersenyum dan mengangguk.


Billy seperti pernah dengar Iren mengatakan Ken dan Anjali tapi dimana ya?


"Kenzie Bilviano Rafardhan dan Anjali Renatha Rafardhan" Ucap Billy membuat Iren tersenyum.


"Nama yang bagus" Ucap Iren.


Tbc

__ADS_1


__ADS_2