The Love Besty

The Love Besty
Kembali


__ADS_3

5 Tahun Kemudian.


Kebayang gak Billy jadi single parents untuk kedua anaknya selama lima tahun, lima tahun itu gak sebentar loh ya.


Selama lima tahun laki-laki itu juga tidak bertatap muka dengan Iren, laki-laki itu hanya bisa terus menatap album pernikahannya.


Rindu.


Ya jelaslah, Billy sangat merindukan Iren, dia masih bisa membayangkan bagaimana sifat Iren yang manja tapi membuatnya senang dan sifat kekanakan Iren yang terkadang membuatnya malas juga.


"Ren, maafin saya ya coba aja waktu itu saya bisa mikir jernih dikit pasti ini semua gak bakal begini" Ucap Billy sambil mengelus photo pernikahannya dan Iren.


Wanita itu tersenyum lebar seakan-akan dia adalah orang paling bahagia didunia, tangan Iren memeluk erat tangan Billy.


Billy tersenyum tipis, dia sangat merindukan Iren.


"Ayah"


Billy tersenyum saat Ken datang dan anak laki-lakinya itu duduk disampingnya.


"Dia sapa, Yah?" Tanya Ken yang melihat Ayahnya memasang selembar photo.


"Dia Bunda sayang" Jawab Billy dan memberikan photo yang dia pegang kepada Ken.


"Bunda?" Tanya Ken dan mendongak menatap Ayahnya, Billy mengangguk sambil tersenyum, tangannya terangkat untuk mengelus rambut Ken.


Sudah waktunya kedua anaknya harus tau siapa Bundanya.


"Jadi Ken ama Anjali punya Bunda?" Tanya Ken tak percaya dan Billy mengangguk, dia mengelus lembut rambut anaknya.


"Bunda cantik, Yah, mirip anget sama Anjali" Ucap Ken dan Billy tersenyum, memang semakin lama putrinya itu semakin mirip dengan Iren, dari wajahnya sampai sikapnya yang manja-manja gitu membuat Billy menjadi mengingat Iren dan tidak bisa melupakan wanita itu.


"Cekayang Bunda dimana, Yah?" Tanya Ken dan mendongak menatap Ayahnya, Billy mencium puncak rambut Ken lembut yang harum shampo kodomo.


"Bunda lagi kerja sayang, Ken berdoa aja ya supaya Bunda bisa pulang dan kumpul bareng sama kita" Ucap Billy dan Ken langsung mengangguk.


"Pasti, Ken bakal doain Bunda, bial kita bica cama-cama teyus" Ucap Ken membuat Billy tersenyum senang, setidaknya kedua anaknya tidak begitu rewel.


∆∆∆


Seorang wanita berjalan sambil tersenyum, sudah lima tahun lamanya dia tidak menginjakkan kaki dikota ini, dikota tempat pendidikannya.


Iren, wanita itu merapihkan rambutnya yang sedikit berantakan dan tersenyum saat seseorang melewatinya.


Iren berjalan dengan menarik kopernya, dia datang kesini untuk liburan, mumpung dia sedang dapat cuti dari tempatnya bekerja.


Langkahnya terhenti saat melihat seorang anak perempuan yang sedang menangis.

__ADS_1


Iren langsung berlari kearah anak kecil itu, Iren berjongkok membuat tingginya dan anak perempuan itu sejajar.


"Hey, kenapa nangis?" Tanya Iren lembut dan mengelus lembut rambut anak perempuan tersebut.


Deg


Saat anak perempuan tersebut menatap Iren, wanita itu merasakan perasaan yang ganjal. Kenapa wajahnya mirip sama aku pas kecil?


"Ken, adi Ken ninggalin Anjali" Ucap anak perempuan itu yang ngomongnya masih belepotan plush dengan suara cemprengnya.


Iren tersenyum dan mengelus rambutnya lembut.


"Jangan nangis ya, tante temenin aku sampai Ken datang" Ucap Iren lembut sambil terus tersenyum.


"Ante capa ya? Kok ante cantik banget sih?" Tanya Anjali membuat Iren semakin tersenyum.


"Tante Iren, kamu panggil aja Tante Iren ya" Ucap Iren dan Anjali langsung mengangguk.


"Kenayin nama aku Anjali" Ucap Anjali dan mengulurkan tangannya. Ramah banget sih, anaknya manis lagi.


"Kamu manis banget sih" Ucap Iren membuat Anjali tersenyum.


Iren dengan senang mengambil tangan Anjali yang kecil, dan masih dengan senyumannya.


Seketika Iren merasakan sebuah memory yang tidak pernah dia ingat.


"Kamu mau gak jadi ibu dari anak-anak saya?" Tanya lelaki yang sedang memeluk tubuhnya.


"Berarti kamu udah siap kan jadi ibu dari anak-anak saya?" Tanya lelaki yang sama membuat dirinya blushing.


"Aww... " Iren langsung memegangi kepalanya membuat Anjali yang melihat itu kaget dan langsung menangis.


"Ante, Ante cenapa?" Tanya Anjali, anak itu sudah menangis sambil memegangi baju Iren erat.


"Mas Billy makin lama makin ganteng ya" Ucapnya membuat Billy tersenyum kemudian memeluknya dari belakang.


"*Masa sih? Berarti aku awet muda ya" Ucap Billy membuat Iren mendengus sebal.


"Kan narsisnya kambuh" Ucap Iren membuat Billy tertawa kemudian mencium pelipis Iren dengan lembut*.


Iren semakin lama semakin gak kuat rasanya kepalanya ini ingin meledak saking tidak kuatnya.


"*Anaknya sehat? Tadi kata dokter apa?" Tanya Billy dan menarik pelan tangan Iren membuat wanita itu terduduk disampingnya.


"Alhamdulillah sehat, Mas. Tadi rapatnya gimana?" Tanya Iren tangannya mengelus lembut tangan Billy.


"Alhamdulillah berjalan dengan lancar, maaf ya tadi gak bisa nemenin chek up" Ucap Billy dan mengelus lembut rambut Iren.

__ADS_1


"Gak papa" Jawab Iren membuat Billy tersenyum.


"Mau dicium dong" Ucap Billy dan memanyunkan bibirnya membuat Iren terkekeh geli.


"Kaya anak kecil" Ucap Iren membuat Billy cemberut.


Iren mengelus lembut kedua pipi Billy kemudian mengecup singkat pipi laki-laki itu.


"Udah" Ucap Iren membuat Billy tersenyum.


"Makasih" Ucap Billy sambil tersenyum membuat Iren ikutan tersenyum.


"Sama-sama" Jawab wanita itu.


Mereka berdua terdiam tapi matanya saling menatap dengan senyuman yang tidak hilang diwajah mereka.


"Hidungnya tambah gede aja, Ren" Ucap Billy dan mencubit pelan hidung Iren membuat wanita itu cemberut.


"Gak papa yang penting masih cantik" Ucap Iren dan berhasil membuat Billy tertawa.


"Iya kamu cantik, soalnya gak ada lagi" Ucap Billy menggoda Iren.


"Mas ih pasti gitu" Ucap Iren sebal, dia menyandarkan kepalanya didada bidang Billy.


Billy mengelus lembut rambut Iren.


"Kamu udah gak ngidam lagi, Ren?" Tanya Billy membuat Iren menggeleng pelan.


"Belum mau, Mas" Jawab Iren.


"Kalau mau ngidam itu pas siang atau sore aja, Ren. Jangan malem-malem, aku kan jadi bingung mau beliin kemana yang kamu mau" Ucap Billy dan Iren terkekeh.


"Gak janji ya, Mas. Soalnya kalau ngidam itu tiba-tiba dan pengen langsung diturutin" Jawab Iren dan Billy hanya diam.


"Kalau ngidam ketemu sama Lee Min Ho boleh gak?" Tanya Iren dan menatap Billy.


"Gak boleh!" Jawab Billy langsung membuat Iren memanyunkan bibirnya.


"Kenapa?" Tanya Iren heran.


"Aku cemburu, sayang. Aku gak mau kamu suka sama laki-laki lain selain aku, Ayah mu dan Nabi Muhammad" Jawab Billy membuat Iren tersenyum dan mengangguk.


"Mas Billy Iren cinta banget sama Mas Billy" Ucap Iren sambil mengalungkan tangannya dileher Billy membuat laki-laki itu tersenyum.


"Love you too, sayang" Ucap Billy dan mencium kening Iren lama membuat Iren tersenyum.


"Aaaa... " Iren pingsan membuat Anjali semakin nangis kejer saja dan terus berteriak.

__ADS_1


"Ante bangun ante" Teriak Anjali sambil mengguncang tubuh Iren yang pingsan di hadapannya.


Tbc


__ADS_2