The Love Besty

The Love Besty
Kehilangan Keperawanan?


__ADS_3

Iren mengerutkan dahinya saat Naga menariknya kepinggir  danau.


Naga tersenyum menatap Iren.


"Aku mau tau jawaban kamu, Ren" ucap Naga membuat Iren bingung sendiri. Bahkan dia tidak memikirkan itu, dia belum memikirkan jawaban untuk Naga.


"Ehm... ma... maaf Ga, tapi kayanya aku gak bisa jadi pacar kamu.... aku gak suka sama kamu" ucap Iren hati-hati karna dia takut menyakiti perasaan Naga.


Senyum Naga luntur seketika lalu menatap kecewa kepada Iren.


"Kenapa kamu gak suka sama aku, Ren?" Tanya Naga dan berjalan mendekati Iren membuat gadis itu mundur. Ini Nagabonar ngapain deketin aku sih.


"Jawab, Iren!" bentak Naga membuat Iren tepenjat kaget, dia semakin takut dengan apa yang Naga lakukan, apalagi Naga yang terus berjalan mendekati Iren membuat Iren mundur sampai punggungnya menabrak sebuah pohon membuat Naga tersenyum miring.


"Apa yang gak kamu suka dari aku, Iren?" Tanya Naga dan menaruh tangannya diantara kepala Iren membuat gadis itu gemetar sendiri, dia berharap ada pahlawan yang menolongnya dari Naga.


"A... aku... " Iren langsung membuang muka saat Naga ingin menciumnya, seketika air mata gadis itu menetes. Ini ceritanya Naga mau perkosa aku kah? Kok dia mau pake cium aku segala sih.


"Kenapa Naga jadi serem? Dan dia mau nyium aku?" Batin Iren tak percaya, ingin rasanya Iren pergi dari sini, apalagi disini sangat sepi membuatnya semakin takut.


Iren semakin kaget saat Naga menarik rambut membuatnya mendongak dan menatap Naga yang sedang tersenyum miring, air mata Iren menetes lagi. Naga menjambak rambutnya, ini sakit.


"Gak bisa jawab? Aku sayang sama kamu, Ren, pokoknya kamu harus jadi milik aku meskipun dengan cara kotor ini" ucap Naga membuat air mata Iren semakin mengalir. Tuh kan bener apa yang ada diotak aku.


"Gak gitu, Ga, maaf aku gak bisa... jangan Ga" ucap Iren dia terus menggerakkan kepalanya kenan dan kekiri saat sang Nagabonar ini mau berbuat yang aneh-aneh padanya dan itu membuat Naga tertawa.


"Kenapa? Apa yang kurang dari aku?" Tanya Naga membuat Iren semakin menangis. Jajal kamu diposisi Iren takut gak tuh.


Tangan Naga bergerak untuk mengelus pipi Iren lembut.

__ADS_1


"Aku cuma mau cium kamu, Ren. Jadi kamu diem aja ya" Ucap Naga lembut membuat Iren malah semakin takut saja, apalagi tangan Naga yang mengelus pipi Iren.


"Lepasin, Ga!" ucap Iren dia mencoba melepaskan tangan Naga.


Naga ingin mencoba mencium leher Iren lagi membuat gadis itu hanya bisa merem dengan air mata mengalir. Masa iya pulang dari kemping dia udah gak perawan. Siapapun tolong Iren sekarang juga.


Iren membuka matanya saat merasakan tarikan Naga melonggar, dia terpekik kaget saat Naga tersungkur dan disudut bibirnya mengeluarkan darah segar. Iren menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


"Mau ngapain lo?" Tanya seseorang dengan nada tegas tapi dingin, terdengar dari suaranya laki-laki itu tidak suka dengan apa yang Naga perbuat barusan.


Iren dan Naga menatap kearah sumber suara, mata Iren membulat seketika melihat siapa yang menjadi penolongnya itu.


"Kak Billy?"


"Mau ngapain lo? Mau perkosa dia?" Tanya Billy, laki-laki itu mengangkat kerah baju Naga membuat Naga menatap Billy dengan wajah yang sedikit babak belur itu.


Naga kaget dia merasa takut melihat kemarahan Billy.


"Dia... lo tau siapa perempuan yang mau lo perkosa itu?" Tanya Billy tegas. Naga hanya bisa menatap Billy membuat laki-laki itu semakin marah dengan Naga.


"Tau gak?!" Tanya Billy marah dan mendorong Naga membuat lelaki itu terjatuh dan membuat Iren khawatir.


"Dia pacar gue dan calon istri gue, dia calon ibu dari anak-anak gue, faham?"  Mendengar itu seketika Iren menatap Billy kaget dan membesarkan matanya. Apaan sih Om Billy ngomong kok gak disaring dulu kalau kejadian beneran gimana? hih.


"Awas kalau lo macem-macem lagi sama pacar gue. Gue abisin lo langsung" ucap Billy kemudian laki-laki itu menarik tangan Iren membuat gadis itu kaget dan mau tidak mau ikut dengan Billy.


Billy menghentikan langkahnya dan melepaskan tangan Iren membuat gadis itu menatap Billy bingung.


"Kak Billy?" Ada perasaan ingin bertanya kepada laki-laki itu kenapa bisa Billy mengatakan hal itu didepan Naga tadi.

__ADS_1


"Sorry, saya kelepasan" ucap Billy dan Iren mengangguk hanya mengerti. Hiyah tapi kalau mau kelepasan tuh mulut jangan asal ngelantur ngomongnya. Tapi kok aku deg-degan ya? Kalau kejadian beneran gimana?


"Makasih Kak" ucap Iren membuat Billy menatap Iren dengan menaikkan sebelah alisnya.


"Tadi Kak Billy udah nyelametin aku" ucap Iren kemudian tersenyum membuat Billy hanya menganggukan kepalanya.


"Tapi kamu gak papa? Tadi dia udah pegang-pegang bagian mana aja?" Tanya Billy memutar-mutar badan gadis itu membuat Iren tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.


"Nggak" ucap Iren membuat Billy mengerutkan dahinya.


"Kok Kak Billy bisa disini sih?" Tanya Iren penasaran kenapa Billy bisa tiba-tiba datang? Tapi dia juga alhamdulillah karna Billy datang tepat pada waktunya.


"Gak sengaja lewat tadi" ucap Billy sambil menutupi kegugupan dia dan Iren hanya ber'oh' saja. Billy menghela nafasnya lega.


"Kita balik ketenda" ucap Billy dan Iren mengangguk, Billy menggenggam tangan Iren membuat gadis itu hanya tersenyum.


🌐🌐🌐


Devi khawatir saat mendengar cerita dari sahabatnya itu dengan cepat dia memeluk Iren membuat Iren tersenyum dan membalas pelukkan dari Devi.


"Aku gak papa, Bun" ucap Iren menenangkan Devi.


"Kenapa kamu gak bilang sama aku? Kok Naga jahat banget sih? Mesti dibunuh spesies kaya gitu" ucap Devi kesal, dia marah, Iren rasanya kaya pengen ngakak denger itu dari Devi kan secara sahabatnya itu kan anggun gak banyak ngomong kalau ngomong difilter dulu nah tadi dia gak salah denger tuh? Devi kelihatan marah banget.


Iren tersenyum. "Udah lupain ya, aku bisa ngertiin Naga, kamu taukan cinta itu bisa membutakan seseorang" ucap Iren dan Devi mengangguk. Tapi dia masih saja tidak tau kenapa Naga bisa berbuat seperti itu, untung saja Billy segera datang.


"Tapi ya nggak gitu juga, masa kamu mau diperkosa, hih jijay tau. Pikiran dia itu picik banget" ucap Devi sebal dan Iren tersenyum malah pengen ngakak dengernya baru kali ini nih Devi bilang jijay.


"Udah jangan ngomel mulu nanti kalau Kak Jerome liat dikatain jelek terus ilfil sama kamu gimana?" Tanya Iren membuat Devi mendengus sebal.

__ADS_1


"Kamu mah" ucap Devi dan membuat Iren tertawa kemudian memeluk Devi dengan sayang begitu juga dengan sebaliknya.


To Be Continue


__ADS_2