
Sepuluh hari dirawat akhirnya Iren sudah diperbolehkan pulang dan Devi sudah pulang dari dua hari yang lalu.
"Kamu mau pulang kemana, Ren?" Tanya Mamanya membuat Iren menatap Mamanya bingung.
"Maksud Mama? Ya atuh pulang kerumah Mama lah emang kemana lagi? Orang Iren gak punya rumah selain rumah Mama sama Ayah" Ucap Iren dan terkekeh dengan pertanya Mamanya yang bagi Iren gak berfaedah itu.
"Ma" Ayah Iren memberi kode agar sang istri tidak berbicara lagi karna mengingat keadaan Iren yang belum stabil.
"Ma, Yah, bentar ya Iren mau pergi sebentar tunggu disini aja" Ucap Iren dan dia langsung berlari pelan kearah ruangan bayi.
Iren berjalan pelan dan tersenyum saat melihat Billy dan seorang gadis yang Iren rasa itu adalah istrinya Billy.
Iren berhenti saat tersadar, jangan dia tidak boleh mengganggu Billy dan keluarganya, meskipun dia sangat ingin menggendong Kenzie dan Anjali tapi dia harus tau diri.
"Mbak Iren"
Merasa dipanggil Iren kaget dan mendongak menatap wanita disamping Billy tersebut yang sedang menggendong Anjali.
Iren tersenyum canggung, dia melirik Billy yang juga menatapnya.
"Mau gendong mereka ya?" Tanya Chika dan Iren terseyum sambil mengangguk pelan, dia tidak enak saja masa dateng-dateng pengen gendong bayi kembar itu.
"Boleh?" Tanya Iren dan Chika mengangguk sambil tersenyum.
Iren berjalan mendekat dan langsung menggendong Anjali dengan lembut.
Iren tersenyum dan mencium kedua pipi gembul Anjali.
Mungkin ini adalah pertemuan terakhir antaranya dan Anjali serta Kenzie karna dia harus kembali kerumah orang tuanya yang ada di Jawa Barat.
"Anjali-nya cantik" Ucap Iren dan mencium hidung Anjali pelan. Iren sangat suka wangi bayi seperti ini.
Iren menatap Chika dan memberikan Anjali kepada gadis itu.
"Mbak Iren kok pake baju ini? Mau kemana?" Tanya Chika dan Iren tersenyum.
"Aku udah boleh pulang makanya aku kesini mau pamit sama Ken sama Anjali" Ucap Iren membuat Chika melirik kakaknya yang sedang menatap Iren.
"Kamu gak mau gendong Ken?" Tanya Billy membuat Iren menatap Billy dan tersenyum kemudian mengangguk, wanita itu menggendong Ken dengan kasih sayang.
"Ken mirip Om Billy banget ya" Ucap Iren saat menatap Ken dan dia baru menyadarinya.
Chika yang mendengar panggilan untuk kakaknya langsung terkekeh tapi ditahan membuat Billy melotot kearah adiknya itu.
__ADS_1
"Anjali mirip Mbak Iren ya" Ucap Chika membuat Iren menatap Chika sambil tersenyum.
"Ya nggak atuh, Anjali mirip Ibunya, kamu" Ucap Iren membuat Chika kaget dan gadis itu melirik Kakaknya yang sedang tertawa pelan.
Tapi yang dia bilang iya juga ya kenapa Anjali malah jadi mirip aku ya?
Iren menggeleng pelan dan mencium Ken kemudian memberikan bayi laki-laki itu kepada Billy.
Saat dia ingin memberikan Ken kepada Billy tiba-tiba bayi laki-laki itu menangis dan membuat saudara kembarnya juga ikut menangis.
Iren langsung kembali menggendong Ken dan mencoba menenangkan Ken.
"Hey sayang jangan nangis ya, Ken anak laki-laki yang kuat jangan nangis ya, adik kamu jadi takut denger tangisan kamu" Ucap Iren mencoba menenangkan Ken.
Oek... Oek... Oek
"Ken sayang" Ucap Billy lembut dan mengelus kepala Ken lembut.
"Bunda gak bakal kemana-mana, Bunda bakal tetep sama Ken sama Anjali, jangan nangis ya. Biarin Bunda pergi dulu, Ayah yakin Bunda pasti bakal balik lagi" Bisik Billy kemudian mengecup kening Ken dan menatap Iren.
Iren terdiam, wajahnya dan Billy sungguh sangat dekat bahkan deru nafas Billy sungguh sangat terasa.
"O... Om Billy bisa jauhan?" Tanya Iren gugup dan Billy tersenyum kemudian menjauh dari Iren.
"Kayanya aku udah ditungguin sama Mama sama Ayah deh. Makasih ya, aku doain Ken sama Anjali tumbuh menjadi anak yang sholeh dan sholehah" Ucap Iren kemudian memberikan Ken kepada Billy dan pergi dari ruangan tersebut.
Sebelum pergi Iren mengecup lembut pipi Ken dan Anjali.
"Tante pergi dulu ya" Ucap Iren dan tersenyum.
"Aku duluan ya Om, Mbak" Ucap Iren dan diangguki oleh Chika.
Ada rasa ingin mencegah Iren pergi tapi Billy tidak bisa berbuat apa-apa, dia tidak mau membuat Iren merasa sakit lagi sudah cukup rasa sakit yang dia berikan untuk Iren kemarin.
∆∆∆
Semenjak Iren pergi kerumah orang tuanya Billy menjadi single parents untuk kedua anak kembarnya. Apa ini yang benar-benar dinamakan karma? Kenapa semuanya harus begini.
Tapi Billy merasa sangat senang meskipun Iren tidak mengingatnya dan mengingat kedua anak mereka yang terpenting adalah Iren sehat, dia bisa melihat senyum Iren dari jarak jauh.
Mama mertuanya sungguh sangat rajin memberikan dokumentasi Iren yang sedang berada di rumahnya, wanita itu semakin cantik saja.
Billy sudah mewanti-wanti Jerome jika Iren datang mengunjungi Devi pokoknya sahabatnya itu harus bilang ke Billy.
__ADS_1
Billy menghela nafasnya lega akhirnya Ken dan Anjali sudah tertidur, dia menidurkan badannya dikasur sambil menatap langit-langit kamar.
Billy merindukan Iren.
Billy sangat ingin merubah semuanya jika saja Billy tidak meninggalkan Iren semua ini mungkin tidak akan pernah terjadi, Billy menyesal.
Lelaki itu menutup matanya lelah, ternyata mengurus anak itu melelahkan dan kudu ekstra sabar.
"Mas Billy"
Mendengar namanya dipanggil Billy terbangun dan menatap Iren yang menggunakan dress berwarna putih dengan rambut digerai.
"Mas Billy semangat" Ucap Iren sambil mengepal kedua tangannya yang terangkat memberikan Billy dukungan membuat Billy tersenyum.
"Aku kangen kamu, Ren" Ucap Billy dan Iren berjalan mendekati Billy kemudian duduk disamping lelaki itu.
"Iren juga kangen sama, Mas Billy" ucap Iren dan Billy langsung memeluk Iren erat.
"Aku Cinta sama kamu, Ren" ucap Billy dan semakin erat memeluk Iren membuat wanita itu membalas pelukkan Billy dan mengelus pundak Billy lembut.
"Aku sehat kok, Mas. Tambah cantik kan aku?" Tanya Iren dan Billy mengangguk.
"Dari dulu bagi aku kamu itu cantik, Ren. Wanita tercantik selain Mama aku" Ucap Billy membuat Iren terkekeh pelan.
"I love you Mas Billy"
"Heh Ayah bangun, ngorok mulu kerjaan lo" Billy terlonjak kaget dan langsung bangun, dia berdecak sebal saat melihat Jerome.
"Lo tidur mulu anak lo nangis noh" Ucap Jerome membuat Billy langsung berjalan kearah kedua anak kembarnya.
"Dari pada berdiri kaya patung sudirman lebih baik lo bantuin gue gendong si Ken biar lo disini ada manfaatnya" Ucap Billy membuat Jerome mendengus sebal.
"Ternyata salah ya gue mampir kesini" Ucap Jerome kemudian menggendong Ken sedangkan Billy hanya terkekeh mendengarnya.
"Dimana Devi?" Tanya Billy.
"Ada dia lagi didapur" Ucap Jerome dan Billy hanya ber'oh' saja.
"Kalau Jevi?" Tanya Billy lagi.
"Sama Bang Ian" Jawab Jerome.
Tbc
__ADS_1