The Love Besty

The Love Besty
Ngefans? NGGAK


__ADS_3

Penjelajahan secara berpasangan telah dimulai lima belas menit yang lalu dan setiap pasangan juga sudah masuk kedalam hutan.


Iren berjalan dibelakang Billy dengan hati-hati.


Iren kaget saat tiba-tiba Billy berhenti dan membuatnya menabrak punggung lebar Billy. Pake berhenti dikira nubruk punggungnya kagak sakit, itu punggung isinya apasih keras bener.


"Kamu denger suara gak?" Tanya Billy dan menatap Iren.


Gadis itu langsung mendekat kearah Billy dengan perasaan takut.


"Suara apa?" Tanya Iren takut dan mengedarkan pandangannya. Tangannya mencengkram lengan baju laki-laki itu dengan kencang membuat Billy tersenyum miring.


"Aku gak denger apa-apa kok" ucap Iren kemudian mendongak melihat Billy yang terkekeh membuat Iren memukul tangan Billy sebal.


"Om bohongin aku ya?" Tanya Iren sebal. Bisa-bisanya si om malah bercanda dalam suasana seperti ini.


Billy menatap Iren tajam membuat Iren kaget dan takut, Billy memegang pergelangan tangan Iren membuat Iren tambah takut.


Iren menatap kearah Billy dengan kening mengkerut dan tatapan takut.


"Umur saya masih 25 tahun" ucap Billy dan Iren mengangguk, alias dia takut sama si om-om pedofil ini.


"Kenapa kamu panggil saya Om?" Tanya Billy tegas membuat Iren tak bisa menjawab karna takut. Mau jawab apa nih sekarang? Masa iya aku jawab kalau aku udah biasa manggil dia dengan sebutan Om bahkan sebelum aku ketemu sama dia.


"Ka... Karna Om eh Mas Billy eh Kak Billy kaya udah tua" ucap Iren asal ceplos dan memejamkan matanya, dia takut Billy akan marah, bisa digorok dia.


"Saya gak suka dipanggil Om karna saya emang gak setua itu" ucap Billy dan Iren hanya mengangguk, gadis itu membuka matanya. Iyain dari pada hidup dia berakhir disini.


"Iya, aku panggil Kak Billy kaya yang lain aja" ucap Iren dan Billy mengangguk, tangannya mengacak rambut Iren membuat gadis itu terdiam.


"Itu lebih baik" ucap Billy dan melepaskan tangan Iren kemudian berjalan meninggalkan Iren.

__ADS_1


"Kak Billy... tunggu" ucap Iren takut dan langsung berlari kearah Billy. Udah tau aku ini parnoan kok malah mau ninggalin aku sih.


Iren dari tadi memegangi jaket Billy karna gadis itu memang seorang yang parnoan dan dia takut Billy meninggalkannya lagi. Kan Billy sukanya gitu bentar-bentar berhenti terus bentar-bentar jalan ninggalin Iren.


"Jangan tarik jaket saya nanti bisa melar" ucap Billy kemudian menyingkirkan tangan gadis itu membuat Iren menurut dia melepaskan tangannya dari jaket Billy.


Tangan Billy bergerak untuk menggenggam tangan Iren membuat gadis itu terdiam.


Iren kaget saat merasakan tangannya digenggam seseorang, dia mendongak menatap Billy, laki-laki itu seperti sedang salah tingkah.


"Dari pada narik jaket saya lebih baik kamu pegang tangan saya aja" ucap Billy dan membuat jantung Iren langsung berkerja tidak seperti biasanya, Iren terdiam kemudian dia mengangguk. Modus lo bisa aja Bil.


"Ayo, Kak, biar cepet sampe" ucap Iren dan menarik Billy, laki-laki itu hanya mengikuti Iren saja, entah kenapa jantungnya jadi jedak-jeduk didalam sana, apa karna dia yang menggenggam tangan Iren?


🌐🌐🌐


Devi seperti orang gila baru yang dari tadi senyam-senyum sendiri, karna gak taunya dia menjadi pasangan dengan Jerome. Mimpi apa dia semalam.


"Devi"


"I... Iya Kak?" Tanya Devi dia melangkah mendekat kearah Jerome.


"Kamu sakit ya?" Tanya Jerome dan meletakkan tangannya didahi Devi membuat jantung Devi tambah tak karuan. Rasa-rasanya Devi sangat ingin senam zumba saat ini juga, perutnya seperti dihinggapi oleh banyak kupu-kupu.


"Ng... nggak" ucap Devi gugup sambil menggeleng.


"Kok kayanya saya liat dari tadi kamu senyum-senyum sendiri deh" ucap Jerome yang bingung karna gadis itu dari mereka berangkat sampai setengah perjalanan senyam-senyum. Devi hanya tersenyum canggung.


"Gak papa, Kak, aku seneng bisa jadi pasangan Kak Jerome" ucap Devi membuat Jerome mengerutkan dahinya.


Apalagi jadi pasangan hidup Kak Jerome, iklas bin redho dah. - Batin Devi.

__ADS_1


Jerome tersenyum dan mengelus rambut Devi membuat gadis itu terdiam dan didalam hatinya dia langsung berteriak hiteris, kenapa Jerome mengelus rambutnya seperti itu? Devi beneran jadi pengen senam zumba.


"Pokoknya aku harus pamer ke Iren" batin Devi yang tidak bisa senang sendiri, dia harus membagi cerita ini dengan sahabatnya itu.


"Jadi pasangan gini aja kamu kesenangan kaya gitu gimana kalau jadi pasangan saya seumur hidup, kamu senengnya seberapa ya?" Tanya Jerome membuat Devi kaget, gadis itu terdiam dan menatap Jerome.


"Hah?"


Melihat wajah Devi yang terkejut Jerome terkekeh dan mengelus puncak rambut Devi membuat gadis itu serasa ingin terbang kelangit ketujuh, ada apa dengan Jerome yaampun.


"Saya becanda, ayok lanjut lagi, mulai malam" ucap Jerome dan menggandeng tangan Devi membuat gadis itu bersorak bahagia didalam hati.


Diperjalanan pasangan Billy dan Iren melihat Jerome dan Devi yang berada tak jauh dari mereka.


"Pasti Bunda seneng banget tuh digandeng sama Bang Jerome" ucap Iren dan membuat Billy yang mendengarnya menatap Iren.


"Masa?" Tanya Billy dan membuat Iren mendongak menatap Billy kemudian menganggukkan kepalanya.


"Bunda aku eh Devi maksudnya dia itu ngefans banget sama Bang Jerome sama Kak Billy juga" ucap Iren dan Billy hanya mengangguk. Tanpa sadar tangannya semakin menggengam erat tangan Iren.


"Kamu ngefans saya gak?" Tanya Billy membuat Iren menatap Billy kaget dan Billy hanya melirik gadis itu. Billy gak mau juga sih kalau Iren ngefans sama dia.


"Emm... maaf ya Kak, tapi Iren gak ngefans Kak Billy, aku ngefans sama boygroup korea" ucap Iren dan Billy mengangguk. Untung gak ngefans coba kalau dia ngefans saya huih ribet urusannya, jangan-jangan nanti kaya Gisell.


"Gak papa" ucap Billy dan semakin mengencangkan gandengan tangannya kepada Iren. Entah kenapa nyaman aja gandeng dia lama-lama macam mau nyebrang jalan raya nih kita.


"Kak Billy gak marah kan?" Tanya Iren dan Billy terkekeh. Ngapain juga gue marah bansuy, ya kali cuma dia gak ngefans gue terus gue marah sama dia ngapain? kaya kurang kerjaan aja gue.


"Buat apa saya marah?kamu kan bukan siapa-siapa saya, lagi pula kita baru kenal. Itu hak kamu mau ngefans atau nggak sama saya" ucap Billy dan Iren hanya mengangguk, ada perasaan yang tidak enak kepada Billy.


Iren sempat lupa jika Billy bukanlah siapa-siapanya dan benar apa yang Billy bilang mereka baru saling kenal.

__ADS_1


Ahh malu deh rasanya Iren.


To Be Continue


__ADS_2