The(My) Universe

The(My) Universe
The Eighth Day


__ADS_3

"Aku sedang berdiri di fase, mulai terbiasa."


🍁🍁


Tidak seperti sebelumnya, hari ini Senja sudah mulai biasa saja menjalani hari-harinya dengan Lucas. Jika biasanya risih, sekarang sudah tidak. Semuanya berubah seiring berjalannya waktu. Rutinitas Senja seperti berangkat sekolah, di kelas, di kantin dan pulang sekolah sudah terlalu terbiasa bersama Lucas.


Seperti kali ini, di jam istirahat mereka berkumpul bersama di kantin dalam satu meja. Lucas, Senja, Vania, Chiko dan juga tambahan Fahmi serta Zidan.


"Kebetulan besok libur, kita hangout yuk!!" ajak Vania.


"Libur dalam rangka apaan? Bukannya hari minggu masih beberapa hari lagi?" tanya Chiko.


"Gue juga lupa libur apaan," Vania terkekeh bodoh. "Yang terpenting tanggal merahnya.


Senja tertawa renyah, sahabatnya itu selalu saja memalukan. Tapi disitu lucunya. Tanpa Senja sadari, ada sepasang bola mata yang tidak pernah beralih dalam menatapnya.


"Emang mau hangout kemana?" tanya Senja.


"Kemana aja. Tapi kayaknya lebih asik ke wahana-wahana gitu deh, lebih seru." jelas Vania.


"Yaudah, ayo!!" Chiko bersemangat.


"Gue nggak bisa ikut." ucap Zidan.


"Kenapa?"


"Gue latihan futsal, Nia."


"Emang nggak bisa di undur?"


"Nggak bisa."


"Yaudah, nggak apa-apa. Next time mungkin lo bisa ikutan."


"Gue juga nggak bisa." sahut Fahmi.


"Oh iya, kalian kan satu team futsal." Vania sudah mengetahui.


"Lo ikutan nggak, Cas?" Chiko beralih pada Lucas.


"Ikutlah. Kan ada ayang beb juga." Vania mendahului Lucas.


"Siapa? Lo, Nia?"


Vania menggeleng, "Tuh, Senja."


"Emang iya, Nja?"


"Iya, Chik. Lo nggak percaya banget sama gue." kali ini Vania mendahului Senja.


"Emang kalian jadian?" entah apa yang membuat Fahmi dan Zidan bisa sekompak itu.


"Iya." serobot Vania.


Lucas tertawa dengan tingkah Vania. Sedangkan Senja menggelengkan kepala.


"Pj bisa kali!!" minta Zidan.


"Pj apaan! Minta tuh sama Vania." balas Senja.

__ADS_1


"Lha, kok jadi Vania?" Fahmi jadi bingung sendiri.


"Iya, kan Vania yang jadian." enteng Senja.


"Sama Lucas, Nja?"


"Iya, Chik."


"Nggak." jawab Lucas mengklarifikasi.


Senja terkekeh geli. "Tadi pas dibilang pacaran sama gue diem aja, kenapa pas dibilang pacaran sama Vania, langsung klarifikasi?" ucapan itu lebih terdengar menyindir.


"Jadi yang bener yang mana?" Chiko, Fahmi dan Zidan yang dibuat bingung pun menjadi kompak.


Lucas merangkul Senja yang memang duduk disampingnya, "Gue pacaran sama Senja."


"Tuh, kalian liat kan? Mereka udah jadian!" Vania mempertegas lagi.


Senja menggeleng, "Nggak. Kalian nggak usah percaya sama mereka berdua."


"Gimana nggak percaya kalau liat lo diem aja dirangkul Lucas, gini?" cibir Chiko. Sebenarnya ia merasa sedikit cemburu.


Senja langsung menepis tangan Lucas yang berada dipundaknya, "Karena semakin gue ngerasa kesal, semakin ini orang seneng buat jahilin gue."


Semuanya tertawa ringan mendengar penuturan Senja. Hal itu memang bisa mereka liat sendiri. Jika semakin Senja menolak maka akan semakin gencar Lucas untuk mengejar.


Triiing!!!


Bel masuk berbunyi. Mereka kembali ke kelas.


🍁🍁


Setelah bel masuk tadi, Lucas tidak langsung masuk. Dia ke toilet sebentar untuk buang air.


Tak sengaja Lucas bertabrakan dengan seseorang yang hendak masuk.


"Sorry." singkat Lucas.


"Lo punya mata nggak sih!" bentak orang tersebut.


"Gue udah bilang sorry, emang nggak cukup? Nggak usah kayak cewek!" ketus Lucas seraya berlalu.


Entah bagaimana, orang yang menabrak Lucas tadi saat ini sedang membalikkan tubuh Lucas dengan kuat.


"Oh, jadi lo yang namanya Lucas?! Murid baru yang menyita banyak perhatian. Gue kira lo seganteng apa, ternyata gini doang." nada meremehkan itu sangat terdengar jelas.


"Waktu gue terlalu berharga untuk dengerin ocehan lo!" tegas Lucas.


"Lo belum tau siapa gue? Gue Yugo, murid duabelas-satu. Di sekolah ini pada tau seberapa ngerinya gue d–"


Lucas mendekatkan jarak mereka. "Gue nggak punya waktu dengerin omong kosong lo!"


Lucas sudah berbalik badan, tapi tidak. Yugo tidak membiarkan Lucas pergi. Lagi-lagi Yugo membalikkan tubuh Lucas dan langsung menonjoknya tepat di wajah Lucas. Karena posisi Lucas tidak siap, maka hampir saja dia terjatuh ke lantai–tubuhnya terhuyung ke belakang. Tak terima dengan perlakuan ini, Lucas membalas pukulan itu. Hingga terjadi baku hantam antara keduanya.


"Lucas!! Yugo!!" teriak Chiko yang baru saja datang. Kebetulan tadinya Chiko ingin cuci muka.


"Udah woy!!" Chiko mencoba menengahi tapi belum berhasil.


Chiko berinisiatif akan memanggil Pak Ahmad, tapi niatnya terhenti. Dia mengambil tindakkan cepat dengan memanggil security yang kebetulan sedang berkeliling.

__ADS_1


"Pak, ada yang berantem!!"


"Dimana?"


"Toilet!"


"Ayo kita kesana."


Chiko dan security itupun datang dan memisahkan Lucas dan Yugo. Chiko menarik Lucas untuk menjauh sedangkan Yugo dibawa oleh security.


"Lo nggak capek berantem mulu?"


"Dia duluan yang mukul gue."


"Udah, mending lo ke UKS. Obatin luka lo."


Lucas pergi tapi tidak ke UKS, memilih kembali ke kelas.


Dikelas kebetulan sedang tidak ada guru. Tapi mereka sudah diberikan tugas melalui Aidil.


"Bonyok lagi, Cas?" lagi-lagi Aidil yang menyadari duluan.


"Dihajar siapa, Cas?"


"Aduh kasian banget idolakyu."


"Kenapa, Cas?"


"Sini gue obatin."


"Aduh, parah banget yang mukul."


Begitulah gemuruh beberapa murid. Padahal tadi suasananya sangat tentram dan damai, semuanya sudah seperti murid teladan yang rajin mengerjakan tugas. Tapi semuanya berbanding terbalik dengan hadirnya kembali Lucas.


"Berantem sama siapa, Cas?" tanya Vania ketika Lucas sudah duduk di bangkunya.


"Nggak tau, katanya namanya Yugo."


"Yugo emang suka cari masalah, Cas." sahut Fahmi.


Lucas mengusap darah yang mengalir di bibir kirinya. "Songong, tuh orang."


"Udahlah, nggak usah ditanggepin." Zidan mengingatkan.


Aidil mendekati meja Senja sambil menyerahkan kotak P3K.


"Apaan?" bingung Senja.


"Obatin pacar lo."


Senja memutar malas bola matanya. Bisa-bisanya semua orang menganggap ini serius dan benar-benar terjadi.


"Bukan pacar gue."


"Kekasih lo." kemudian Aidil kembali ke tempatnya sambil tertawa.


Jangan tanya bagaimana situasi kelas, kini sudah gaduh. Mereka hanya penasaran tentang Lucas. Mungkin saja akan ada adegan so sweet yang disuguhkan Lucas dan Senja, lagi.


Senja sedikit berbalik, "Nih, obatin sendiri."

__ADS_1


"Nja, jangan malu-malu gitu dong." goda Aidil. Vania tertawa mendengar itu, merasa memiliki banyak teman untuk menggoda Senja.


"Gue maunya diobatin sama lo." ucap Lucas.


__ADS_2