
The Secret
Hal 1
Cuaca pagi itu lumayan cerah. Sinar matahari menerobos masuk disela-sela ranting pohon, membuat suasana pagi hari ini lebih nyaman.
Hari Minggu ini, hari yg menyenangkan bagi Lyla, gadis kecil berumur 9 tahun pemilik nama lengkap Kalyla Nindita Admaja, karena ia akan pergi mengunjungi panti asuhan bersama ayah dan bundanya dan menginap selama seminggu disana.
sedari tadi ia sudah sibuk menyiapkan barang-barang yang akan disumbangkan ke panti tersebut.
"Lyla kalau sudah siap semuanya, kita berangkat sekarang.!" teriakan bundanya dari arah depan, membuat gadis kecil itu cepat bergegas.
''Iya , bund..!"
rambut panjang cokelat gadis itu bergerak-gerak ditiup angin, tatkala ia berlari menuju mobil di mana ayah dan bundanya sudah menunggu.
''Sudah siap ?" tanya taun Admaja sambil tersenyum kearah putri kecilnya, sesaat setelah Lyla masuk ke dalam mobil.
''Siap ayah,!" sahut nya seraya tersenyum, membuat dimple nya sebelah kiri terlihat, nyonya Admaja tertawa gemas melihat anaknya.
Mobil sedan hitam itu segera membelah jalanan kota jakarta yg masih sepi di pagi hari ,meski suasana nya agak berkabut, tapi tidak mengurangi sdikit pun antusias Lyla,
Gadis kecil itu menikmati perjalanan dengan bersenandung kecil. Setelah menempuh 3 jam perjalanan mobil itu memasuki kawasan perkebunan, gedung-gedung pencakar langit berganti dengan daun-daun teh yg terlihat tersusun rapi.
Udara segar khas perkebunan langsung tercium di hidung mancungnya Lyla ketika ayah nya menurunkan kaca mobil.
membuat gadis kecil itu menjadi tidak sabar untuk segera sampai.
Panti asuhan ''Harapan ,'' adalah salah satu panti asuhan yang terletak di perkebunan di bandung,
Bangunan utama berupa aula besar yang terdiri dari beberapa ruang administrasi,ruang koperasi, dan lain-lain.Sedangkan asrama buat anak-anak panti terletak di belakang.
Mobil sedan keluarga Lyla akhirnya sampai di sana ,dan disambut hangat oleh ibu panti yaitu Bu Ningsih. Gurat-gurat diwajahnya menandakan ia sudah tidak muda lagi, usianya hampir 55 tahun. Meski sudah memasuki usia senja ,semangatnya untuk merawat anak-anak panti tidak pernah padam.
"Wah ,ibu senang sekali kalian berkunjung lagi kesini,'' sapanya hangat seraya memeluk nyonya Admaja,
''Si Lyla ,jauh-jauh hari sudah merengek minta kesini ,katanya ia kangen sama teman-teman nya disini,''ucap nyonya Admaja. Wajah manis itu tersenyum mendengar ia yang sedang di perbincangkan.
__ADS_1
''Nenek, Lyla kangen sama nenek,''
Bu Ningsih mengusap lembut rambut Lyla.
"Nenek juga kangen sama Lyla ."
Setelah beramah tamah sebentar ,keluarga Admaja segera menuju bangunan yang biasa digunakan untuk menginap. Sebuah bangunan kecil yang terletak di pojok panti, sedangkan Lyla ,gadis kecil itu langsung berlari menuju taman yang ada di Panti tersebut. Ia sudah akrab dengan sebagian anak-anak panti. Sifat nya yang suka menolong ,membuat teman-teman di panti menyukainya . Ia sdg bermain petak umpet dengan yang lainnya ,ketika ia tidak sengaja melihat anak laki-laki itu.
Sosok kecil itu duduk menyendiri di sebuah bongkahan batu besar yang berada di dekat sungai kecil yg mengalir di perbatasan panti dengan hutan kecil. Ditangan nya memegang sebuah alat musik harmonika, ia menimang-nimang benda kecil berbentuk persegi panjang ,sesaat sebelum ia meniup nya dan memainkan sebuah lagu .
Lyla hanya diam berdiri ,memperhatikannya dari balik pohon .suara harmonika mengalun dg indah nya , membuat lyla tanpa sadar perlahan-lahan mendekatinya.
''Kriekk...'' suara ranting kering yg tdk sengaja di injak lyla mengusik anak laki-laki itu,
Seketika permainan harmonika nya berhenti ,
''Siapa kau ?" suaranya terdengar tidak bersahabat.
Lyla sdikit takut, ''aku ..aku ..!" ia ragu-ragu menjawab.
Lyla segera berlari ke belakang batu besar itu dan bersembunyi disana ,membuat anak laki-laki itu mengangkat kedua alisnya ,ia tidak senang ,
''Aku mohon jangan bilang pada mereka aku ada disini,'' pinta Lyla, tapi anak laki-laki itu diam saja .
Tidak berapa lama kmudian anak-anak panti lainnya sampai disana untuk mencari Lyla.
"Hei...! kau lihat seorang gadis kesini tidak ?" seorang anak laki-laki bertubuh gempal menanyainya.
Anak laki-laki yg duduk dibatu tidak menjawab,
"Hei..!! apa kau tidak punya mulut ,hah ?" tanyanya lgi kesal karna merasa di acuhkan .
"Anak ini harus di kasih pelajaran ," tangan anak laki-laki bertubuh gempal tersebut mengepal hendak memukul,
"Asep jangan ..!!" cegah seorang anak yang bertubuh agak kecil,
"Dia baru seminggu di sini ,dan dia memang agak aneh," ucapnya,"
__ADS_1
"Kalo kita memukulnya kita bisa kena masalah dengan ibu panti," lanjut anak laki-laki yang bertubuh agak kecil tadi.
Asep menoleh ,"iya ya ," ujar nya mengiyakan.
Lalu dari belakang muncul seorang anak perempuan ,
"Dewa..,kau tadi lihat tidak ? gadis kecil berambut panjang ,kita sedang bermain petak umpet tpui waktunya makan siang telah tiba ,dan kami semua harus berkumpul ." tanya anak gadis itu ,
Dewa diam sejenak ia lalu melihat kearah Lyla bersembunyi ,tapi ia tidak melihat Lyla, justru ke arah lain ,air mukanya mengeras, seperti melihat adanya bahaya.
"Dia ada disini ," ucap Dewa sambil menunjuk kearah Lyla ,
Seketika gadis kecil itu langsung berdiri ,dan melangkah kedepan ,ia kesal terhadap anak laki-laki yang masih duduk diatas batu.
"Kenapa kau memberi tahu mereka .? aku kan sudah memintamu untuk berbohong ," protes Lyla.
Tapi anak laki-laki yang di panggil Dewa tidak menjawab.
"Awas ada ular ..!" Jerit seorang anak perempuan yg tiba-tiba melihat seekor ular kecil yg keluar dari tempat Lyla bersembunyi tadi.
Lyla kaget , tapi dengan sigap Dewa anak laki-laki yang berumur 12 tahun itu ,mengarahkan sebuah dahan kering yang cukup kokoh yang ada di dekatnya dan memukul tepat di kepala ular itu ,hingga ular itu mati seketika.
Semua anak-anak panti terdiam menyaksikan hal itu , tidak terkecuali Lyla , karena secara tidak langsung , Dewa telah menyelamatkan nyawanya.
Ia memandangi terus anak laki-laki yang bernama dewa itu ,saat tangan kecilnya tanpa jijik memeganng dan membuang bangkai ular ,jauh di seberang sungai.
Setelah selesai ,ia lalu berjalan melintasi Lyla dan teman-temannya ,tanpa berkata sepatah kata pun.
Ketika dewa berjalan tepat di depan Lyla, tangan gadis itu memegang lengan Dewa, membuatnya berhenti dan mennoleh kearah Lyla.
"Terima kasih," ucap Lyla tulus, Dewa tidak menjawab, tapi matanya menatap Lyla ,mata kecil itu menatap Lyla tanpa ekspresi.
Lyla terdiam saat Dewa menatapnya, ia agak kaget saat Dewa memagang tangannya dan melepaskannya secara kasar ,dan segera berlalu dr sana.
Lyla menatapnya dari belakang ,bibirnya manyun seraya berkata ,"sombong sekali...!!"
To be continue...
__ADS_1