The Secret...

The Secret...
Meninggalkan???


__ADS_3

The secret


Hal 24


Arya sdg duduk di tempat tidur sambil membaca buku,ketika Lyla keluar dr kmr mandi dg memakai piyama yg berbahan dr sutra dan tipis,dan modelnya cukup memperlihatkan lekuk tubuhnya,


"aisshh,,knapa baju tidur yg biasanya tdk ada yg bersih," batinnya jengkel,saat menatap bayang diri di cermin,ia melirik kearah Arya ,yg sdg melihatnya,membuat jantungnya berdebar tdk karuan,


"apa memang sdh saatnya aku melakukan hal itu dengannya ?" pikirnya bingung...


"apa yg sedang kau fikirkan?" ucap Arya yg sudah berada di belakang Lyla dan membuyarkan lamunannya,


"Emmm.. Lyla tidak bisa menjawab, ia gugup karena arya telah memeluknya dari belakang,,


"aku sangat menyukai aroma tubuh mu,"ucap arya sambil mengendus tengkuk Lyla, membuat Lyla semakin gugup,,,


"kak,, bukan kah besok pagi kau harus berangkat ke Eropa?" lebih baik kau segera istirahat,". ucap Lyla sambil melepaskan pelukannya dan bergegas naik ke tempat tidur, dan langsung menutup matanya mencoba untuk tertidur,


Arya tersenyum melihat tingkah kikuk lyla,


" baiklah , aku akan segera tidur," ia lalu naik ke tempat tidur dan berbaring menghadapkan tubuhnya ke arah Lyla,


"lyla....," panggil Arya


"emmm... "


"Lyla..." panggil Arya lagi


Lyla membuka matanya dan menghadapkan tubuhnya ke Arya, "ada apa kak...?" tanya Lyla


"apa kau mencintaiku...?"tanya Arya


Lyla mengernyitkan dahinya, " apa kakak perlu menanyakan hal itu?" Lyla balik bertanya,


membuat Arya menarik sudut bibirnya, ia mengerti,


"lalu kapan kau akan menikah dengan ku?" tanya Arya lagi..


Lyla tidak langsung menjawab,


"waaah, kakakku ternyata tampan sekali jika dilihat dengan jarak sedekat ini.." ujar lyla mengalihkan percakapan,


membuat Arya semakin mendekatkan wajahnya dan berkata,,"lebih tampan lagi jika aku seperti ini"arya lalu mengecup bibir Lyla,


membuat Lyla terpaku , sedetik kemudian senyum mengembang di bibir Lyla..


Arya mengangkat tangannya dan membelai lembut wajah Lyla, menatap mata lyla dgn intens lalu tatapannya beralih ke bibir ranum milik lyla , Arya menatap seolah meminta izin untuk mencium bibir Lyla, Lyla tersenyum membuat Arya melancarkan aksinya, ia mencium lembut bibir Lyla ********** dengan sangat lembut, Lyla pun membalas ciuman Arya dengan membuka sedikit mulutnya, sedetik kemudian ciuman yg lembut dari Arya berubah menjadi sedikit menuntut, Arya ******* bibir Lyla Dengan begitu rakusnya dia bangkit dan menindih tubuh Lyla tanpa melepas ciumannya, perlahan lahan ciuman Arya beralih ke leher jenjang milik Lyla, Lyla hanya terdiam ia tidak menolak saat Arya menyesap lehernya dan membuat tanda kepemilikan di lehernya, ciuman panas Arya semakin turun kebawah,, mbuat jantung Lyla semakin berdetak kencang,ia sangat tegang, saat wajah Arya tepat berada di atas dada Lyla, Arya langsung menjatuhkan kepalanya di atas dada Lyla,


" aku ingin tidur sambil mendengar detak jantung mu" ucap Arya tiba2, Arya menutup matanya dan tidur dengan posisi kepala Arya di atas dada Lyla,


Lyla menghembuskan nafas lega... ia mengangkat tangannya dan mengelus lembut kepala Arya, terus mengelus sampai ia pun tertidur.


keesokan paginya, Arya terbangun dilihatnya Lyla sudah tidak ada di tempat tidurnya.. tidak lama kemudian tercium bau harum masakan dari arah dapur, Arya bangkit dari tempat tidur lalu masuk ke kamar mandi membersihkan dirinya...


Lyla yg sedang asyik memasak, dikejutkan dengan tangan yg tiba2 melingkar di pinggangnya, dan sebuah dagu yg bertengger di atas bahunya


" apa yg kau masak, baunya begitu harum" ucap Arya


Lyla tersenyum , " kakak sudah bangun?"


"eemm.." jawab Arya

__ADS_1


"duduklah di meja makan sebentar lagi makannya siap" ucap Lyla


Arya mencium pipi Lyla yg sedang sibuk memasak, "baiklah.." jawab Arya seraya melepas pelukannya dan berjalan menuju meja makan,


Arya mengambil iPad nya dan fokus memeriksa pekerjaannya dari iPad ,


makanan sudah tersaji di atas meja, Lyla lalu duduk disampingnya Arya, ia memperhatikan arya yg sedang fokus dengan iPad nya berinisiatif mengambil makanan dan menyuapkan ke mulut Arya, " kakak.. aaaa"


ucap Lyla


Arya pun dengan senang hati membuka mulutnya, dan mengunyah makanannya, tanpa mengalihkan pandangannya dari iPad nya, Lyla pun terus memperhatikan Arya sambil menyuapinya,


Arya yg merasa dirinya terus diperhatikan meletakan iPad nya dimeja, dilihatnya piring Lyla yg masih utuh dengan makanan sedangkan makanan dipiringnya sudah hampir habis, Arya pun mengambil makanan Lyla dgn sendok dan menyuapkannya ke mulut Lyla, "kau juga harus makan," ucap arya, Arya pun menyuapi Lyla sampai makannya tandas,


setelah acara sarapan saling suap 2an itu berkahir, Lyla mengantar arya sampai depan apartemen tempat mobil Arya diparkirkan ,


Arya memeluk tubuh Lyla " aku pasti akan sangat merindukan mu," ucap arya sambil memeluk tubuh lyla


Lyla membalas pelukan Arya , melingkarkan tangannya ke pinggang arya , memeluk Arya dengan sangat erat, seperti Enggan melepaskan Arya, "aku juga pasti akan merindukan mu kak" jawab Lyla Dengan air sudah berada di pelupuk mata,


"begitu sampai ,aku akan menghubungi mu" ucap Arya, ia mengecup bibir Lyla, ia lalu masuk kedalam mobilnya


"emmm,, hati-hati, " jawab Lyla...sambil melambaikan tangannya kepada Arya, ia menatap Arya sampai mobil Arya menghilang dari pandangannya,


Arya pun pergi dari apartemen Lyla langsung ke landasan pesawat pribadi nya, Disana sudah ada sekretaris Haris yg sudah mempersiapkan keperluan Arya selama di Eropa,


*****


Lyla sedang berada dimeja kantornya seusai ia mengantar turis asing berjalan2 ketempat wisata yg biasa ia perkenalkan kepada kliennya,


hari sudah sore, rekan2 kerja Lyla sudah bersiap2 akan pulang, tapi tidak dengan Lyla,,, ia masih menjatuhkan kepalanya di atas meja kerjanya memikirkan kejadian tadi pagi,


Lyla bersiap untuk bekerja, saat ia akan berangkat terdengar suara bel dari pintu apartment nya,


"siapa yg datang sepagi ini," batin Lyla sambil membukakan pintu,


"amanda " batin Lyla melihat wanita yg sedang berada di hadapannya usai ia membuka pintunya,


"Lyla , boleh aku masuk? tanya amanda


Lyla mempersilahkan Amanda masuk, dan duduk di ruang tamu nya, tapi Lyla dikejutkan dengan apa yg di lakukan Amanda setelah masuk ke apartemen nya,


amanda berlutut di depan Lyla, "Lyla bisakah kau merelakan Arya untuk ku? , kumohon"


pinta Amanda dengan air mata yang mengalir di pipinya,


"kak Amanda, apa yang kau lakukan , bangun lah kak" pinta Lyla sambil memegang kedua bahu Amanda,


"tidak, aku tidak akan bangun sebelum kau mengabulkan permintaan ku" ucap Amanda disela Isak tangisnya..


"aku mohon pergilah dari kehidupan Arya, aku sangat mencintainya Lyla, aku berjanji akan membahagiakan arya,"lanjut Amanda


ucapan Amanda begitu menusuk di hati Lyla, entah mengapa dadanya begitu terasa sesak,


melepaskan orang yang kita cintai bukan lah perkara yang mudah,


Lyla hanya diam, ia tidak tau harus berbuat apa,


"baik, jika kau tidak mau melepaskan Arya untuk ku, aku lebih baik mati!!!!, ancam Amanda, ia berdiri berjalan dengan tergesa menuju dapur Lyla dan mengambil sebuah pisau,


Lyla terkejut dengan apa yg Amanda lakukan, " kak, apa yg sedang kau lakukan!!?" teriak Lyla, "aku mohon kak jangan lakukan itu,!! lanjut Lyla

__ADS_1


"aku mohon Lyla, keluarga ku dan kakek Arya sudah sepakat melaksanakan pertunangan ku dengan Arya bulan ini, aku mohon, lepaskanlah Arya!!!!"


kata2 amanda seperti petir yg menyambar, Lyla kalut, ia bingung, apa yg harus ia lakukan, "baik kak, Akan aku lakukan, tapi aku mohon lepaskanlah pisau itu dari tangan mu kak,"


"kau berjanji akan meninggalkan Arya?" tanya amanda,


dengan ragu2 Lyla mengatakan " i...ya a..ku janji.,"


Amanda pun menjatuhkan pisau yg ia pegang,


"aku akan memegang janjimu, aku akan bunuh diri dihadapan mu jika kau tidak menepati janji mu" ucap Amanda di sel Isak tangisnya,


flashback off


"apa yang harus lakukan" batin Lyla setelah mengingat kejadian pagi tadi, ia pun bangkit, meninggalkan meja kerjanya dan pulang menuju apartemen nya,


****


sesampai di apartemen nya ,ia bingung kenapa pintu apartment nya terbuka,


"apa kak Arya datang dan tidak jadi ke eropa" pikir lyla


ia pun masuk apartemen, Lyla dikejutkan dengan apa yg ia lihat,


ada tuan Guntur yg sedang duduk di sofa, dan ada dua anak buah nya yg sedang mengemas pakaian Lyla ke dalam koper,


"apa yang kalian lakukan!!!" teriak Lyla kepada anak buah tuan Guntur, tapi tidak digubris oleh keduanya , mereka tetap memasukan semua pakaian Lyla kedalam koper secara asal.


"kau sudah datang," ucap tuan Guntur tenang,


"apa yg anda lakukan ,tuan?" ucap lyla


"aku hanya membantu mu berkemas", ucap tuan Guntur , "tinggal kan apartemen ini , kau tidak pantas tinggal ditempat mewah seperti ini, dan aku tidak akan membiarkan cucu ku hidup dengan wanita sepertimu, lanjut tuan Guntur,


Lyla hanya terdiam, ia sudah lelah hanya untuk sekedar berdebat , begitu banyak hal yg terjadi hari ini membuat lyla merasa sangat lelah,


"tuan kami telah selesai mengemas" ucap salah satu anak buah tuan Guntur,


"berikan padanya " tuan Guntur memerintah anak buahnya


koper itu pun di berikan kepada Lyla


"baiklah, anda tidak perlu melakukan semua ini hanya untuk mengusir ku, aku akan pergi "


ucap Lyla sambil menahan air matanya,


Lyla pergi dari apartemen tanpa sepatah kata pun, ia sudah muak dengan apa yg terjadi hari ini, ia pergi ke rumah sahabatnya, Mira


******


"jadi apa yg akan kamu lakukan la??" tanya mira setelah mendengar cerita Lyla,


Lyla tidak menjawab , ia hanya menangis di pelukan Mira, Mira menepuk punggung Lyla tanda bahwa ia memberi dukungan kepada sahabatnya,


"aku akan pergi ke Bogor Ra, tempat tinggal kita dulu, aku akan mulai hidup dari awal tanpa kak Arya"


"kamu yakin kamu bisa hidup tanpa kak Arya? bagaiman dengan kak Arya? apa kamu pikir kak Arya akan membiarkan semua ini? " rentetan pertanyaan Mira membuat Lyla terdiam,


"entahlah Ra, aku tidak ingin merusak kehidupan nyaman kak Arya yg sekarang ini, ia begitu menikmatinya saat ia sedang berkerja," dan kak Amanda juga sangat mencintai kak Arya, aku rasa ia akan dengan mudah melupakan ku" ucap Lyla Dengan senyum getirnya.


to be continue...

__ADS_1


__ADS_2