
The Secret
Hal 35
Sore itu saat Lyla hendak menyiapkan makan malam, tiba-tiba tubuhnya terasa lemas, kepalanya terasa pusing yang amat sangat, ia memegang kepalanya dengan satu tangan sedang tangan yang satunya ia tekankan di atas meja makan untuk membantu nya menopang tubuhnya yang serasa ingin tumbang, tapi pandangan mata Lyla mulai buram akhirnya tubuh Lyla jatuh ke lantai dan ia mulai kehilangan kesadaran.
Arya yg baru saja datang dari kamar terkejut melihat Lyla sudah terbaring dilantai, ia berlari menghampiri tubuh Lyla,
"Lyla..!"panggil nya cemas
tapi tak ada respon,
Arya kemudian mengangkat tubuh Lyla ,membawanya kedalam kamar dan membaringkannya di atas tempat tidur,
Arya berlari kearah belakang villa memanggil paman Toni yang sedang ada di kebun,
"paman..! bisa tolong panggilkan dokter dekat sini, Lyla pingsan," jelasnya cepat ia pun segera berlari kembali ke dalam villa
paman Toni yang mendengar teriakkan Arya, langsung bergegas memanggil dokter di dekat daerah villa.
"Lyla.. bangun sayang..." Arya menepuk halus pipinya Lyla, ia mencoba menyadarkan Lyla, Arya mencari kotak obat di lemari, di ambilnya minyak angin lalu mengoleskan kepada Lyla,, nampak Lyla mengernyitkan dahinya mencoba membuka matanya , "Lyla.." panggil Arya, Lyla hanya menatap heran berfikir apa yg terjadi.
tidak lama dari itu, paman Toni masuk ke vila bersama seorang yang menenteng sebuah tas hitam dengan stetoskop yang menggantung di lehernya,
"nak Arya, ini bu dokternya sudah datang" ucap paman Toni, Arya pun menjauh dari tubuh Lyla, memberi akses kepada dokter agar bisa memeriksa tubuh Lyla,
*****
Arya mengantar paman Toni dan dokter itu sampai depan pintu villanya,
"terimakasih ,dok.." ucap Arya
"iya , jangan lupa nona Lyla tidak boleh terlalu lelah, kalau begitu saya permisi dulu" ucap dokter itu
__ADS_1
"paman juga permisi nak Arya, mau mangantar Bu dokter dulu, timpal paman Toni
Arya mengangguk, ia pun segera masuk menghampiri Lyla yang sedang berbaring di kamar,
dilihatnya Lyla sedang melamun, sambil memegang perutnya yang datar,
"apa yang sedang kamu pikirkan, Lyla?" tanya Arya lembut, ia duduk di samping Lyla sambil mengelus rambutnya Lyla,
''jd aku sedang hamil ? hamil Anak nya kakak ?" ucap nya yg sulit mempercayai hal itu ,
"emmm.... terimakasih lyla" ucap Arya bahagia.
Lyla tertunduk wajahnya murung,
"kak, aku pernah membaca buku, jika kakak dan adik kandung menikah itu namanya Incest,dan anak hasil hunbungan Incest biasa nya akan lahir tidak normal atau cacat" ucap Lyla dengan nada yang sangat sedih, membuat Arya terdiam dan mengerti maksud Lyla.
"seandainya kita punya anak ,dan anak itu tdk normal,apa kakak masih mau menerimanya ?" lanjut Lyla,
Arya langsung memeluk Lyla, dipelukan Arya Lyla menangis, Arya mencoba menenangkannya,
" sedangkan kakak sekarang sangat bahagia, karna kamu sedang mengandung anak kakak, kakak akan menerima bayi ini apapun kondisinya" terang Arya lembut, membuat Lyla lega.
"sekarang kita makan ya, kamu harus menjaga kondisi mu, setelah makan minum vitaminnya, dan jangan terlalu banyak fikiran" ucap Arya
"tapi aku belum masak tadi" jawab Lyla
"kamu tunggu di sini, biar kakak yang memasak" ucap Arya, sambil beranjak dari tempat tidur ,tapi tiba-tiba tangan nya di pegang oleh Lyla
"biar aku saja kak"sanggah lyla sambil hendak beranjak
"shuttt.., diam disini dan jangan bergerak , ingat kata dokter , kamu tidak boleh terlalu lelah" ucap Arya melarang,
Arya bergegas pergi ke dapur menyiapkan makan malam untuk Lyla.
__ADS_1
******
Setelah makan Arya dan Lyla kembali ke kamar, Arya sedang bersandar di headboard sedangkan kepala Lyla bersandar di dadanya Arya yg bidang sambil memainkan kancing piyama nya Arya,
"aku pikir tempat ini sudah tidak terlalu aman bagi kita ,aku takut orang suruhan kakek kembali lagi kesini, kita harus lebih berhati-hati apalagi kamu sedang hamil sekarang ," ucap Arya malam itu,
"lalu kita akan kmana kak?' tanya Lyla ,
Arya diam sebentar ,pandangannya menerawang jauh ke luar jendela
"kita akan ketempat yang jauh, ketempat pertama kali kita bertemu" ucap Arya ,
"panti asuhan nenek Ningsih?" tanya Lyla ,
Arya menoleh Lyla "kau ingat tempat itu ?" tanya Arya
Lyla tersenyum,"tentu saja aku ingat , tempat itu menyimpan banyak kenangan kita."
******
Panti asuhan " Harapan " .
panti itu tidak banyak mengalami perubahan , bentuk bangunannya masih sama seperti dulu ,hanya cat nya saja yang diperbaharui,
hari itu panti terlihat seperti biasanya, di salah satu ruang, yaitu ruang kepala ibu panti ,
nampak perempuan yg wajahnya sudah dipenuhi gurat-gurat keriput ,dan rambutnya yg sudah setengah memutih ,menandakan usianya sudah tidak muda lagi ,
nyonya Ningsih termenung memandang sebuah foto,
"Lyla ,,knapa kamu tidak menghubungi nenek ketika ayah dan ibumu meninggal?" sesalnya sedih,
"kamu pasti sangat menderita ,"lanjutnya sambil meletakkan foto itu berdampingan dengan fotonya saat masih muda yang tengah di rangkul oleh seorang laki- laki tampan.....
__ADS_1
to be continue,...
sampai di sini dulu ya... author nya lagi mumet 😂😂😂🙏