
Orang terkuat bukan mereka yang selalu menang..
melainkan mereka yang tetap tegar ketika
mereka jatuh
The Secret
Hal 37
Semburat senja yg terlukis dilangit, menandakan hari sudah mulai sore ,isyarat untuk orang-orang yang bekerja agar cepat pulang utk istirahat ,
di sebuah rumah yg terletak di salah satu pusat kota ,nampak seorang gadis yg tengah berdiri di dekat jendela ,wajahnya terrlihat khawatir , seperti sedang menunggu seseorang ,
"lylaa.." panggilan dari sahabatnya Lyla, menyadarkan gadis itu,
"oh mira ,ada apa ?"
gadis yg dipanggil mira membawa makanan untuk nya , "makan dulu ,"
Lyla menggeleng,"aku tdk lapar ,'
"kmu mungkin tidak lapar ,tapi bayi kamu ?" bujuk mira ,
Lyla masih terdiam,
"Lyla ,,ingat kamu sedang menganndung ,bayi kamu perlu makan," bujuk mira sekali lagi ,
dan sepertinya berhasil, gadis itu akhirnya mau memakan makannya ,
"kenapa kakak lama sekali ya ,ra ?" tanya Lyla sedih, sambil berusaha menelan makanannya ,
sahabatnya bingung untuk menjawab
"emm..mungkin sedang di jalan , lagi kena macet ,ini kan jam pulang kerja ," jawab mira berusaha menenangkannya ,
"apa kakak sedang dalam kesulitan ,' ? knapa tiba-tiba perasaanku tidak enak ?" batin lyla cemas.
******
di dalam sebuah rumah mewah ,di ruang tengah yang cukup luas ,terdapat beberapa orang yang sedang mengepung satu orang ditengah,
seorang pemuda yang tidak ada rasa takut dimatanya, justru sebuah keberanian dan tantangan terpacar dari dirinya.
"kakek tdk ingin melukaimu arya ,menyerahlah !!" perintah seorang laki-laki tua yg berdiri di lantai atas.
seringaian meremehkan tergambar di wajah Arya ,tanda ia tidak perduli dengan omongan orang itu yg ternyata kakeknya sendiri,
"Dengar tuan Guntur aku tidak mengenal dengan kata menyerah ,aku akan melawan semua orang yang menghalangi ku pergi ," ancam nya tajam,
Arya lalu berbalik ,kebelakang hendak pergi,
tapi kakeknya dengan isyarat memerintahkan utk menangkapnya ,
Arya yang sedang mempersiapkan dirinya ,tidak menemui kendala yg berarti , ia tau betul tidak mungkin orang-orang kakeknya berani melukainya, ia menghajar semua orang yang menghalangi lagkahnya ,hingga akhirnya menyerah dan terkapar di lantai ,ia segera masuk mobil nya melajukannya dengan kencang dan pergi dari rumah itu, meninggalkan kakeknya dengan hati yang terluka karena amarah,
"ikuti mobilnya!!!" perintah tuan guntur ,
merasa di ikuti, Arya memacu mobilnya lebih kencang, saat di perempatan jalan, Arya menyalip truk di depannya dan menerabas lampu merah lalu membelokan mobilnya ke arah kiri jalan, langsung menancapkan gas mobilnya kembali , orang-orang suruhan kakeknya terhenti karena truk yg berhenti di depan mereka saat lampu merah, hingga akhirnya mereka kehilangan mobil arya ,
Arya yang merasa sudah aman , melajukan mobilnya ke rumah Mira,
hari belum terlalu gelap ketika Arya sampai dirmhnya mira , Lyla yang seblmnya sudah di beritahu lewat telp oleh Arya ,segera menuju kepintu depan ,
"maksih ,ra ,atas semuanya ," pamit lyla ,
"kalian mau kmana lagi ?" tanya mira yang khawatir,
Lyla lalu membisikkan sesuatu ,
membuat mira sedikit lega ,
ia mengantar kan Lyla sampai di pagar ,
Lyla segera masuk mobilnya Arya ,dan mobil itu pun melaju ,menuju perbatasan kota .
dijalan saat lampu merah, wajah Arya terlihat begitu tegang , ia terus memantau kaca spion memastikan tidak ada yang mengikuti,
Lyla melihat kekhawatiran di wajah Arya , merasa sedikit sedih, lama dipandangi wajah Arya hingga akhirnya ia mendekatkan wajahnya ke Arya, dan..
~chupp
Lyla mencium pipinya arya
" kak, i love you" ujarnya tersenyum simpul kearah laki2 yg ada di sampingnya ,
Arya mematung mendapat kecupan tiba-tiba dari Lyla , ia melihat ke arah Lyla lalu mendekat ingin mencium bibirnya lyla ,
tapi jarinya telunjuk nya Lyla menghentikannya ,
"ada apa ?" protes Arya ,
"lampunya sudah hijau kak,' Lyla menunjuk kearah traffic light,
membuat Arya terkesiap lalu melajukan mobilnya ,nampak rasa kesal di wajahnya , karena kejadian tadi,
melihat tingkah Arya Lyla tersenyum lalu ia membisikkannya sesuatu, dan seketika membuat wajah Arya ceria ,
"memang boleh melakukannya ?" tanya Arya
"kata dokter ,asal pelan2 ,dan tdk terlalu kuat ,boleh2 saja ,toh kandunganku ini sdh berumur 3 bln jd dia sdh kuat,''jelas Lyla sambil tersenyum,
membuat Arya senang.
*******
sudah sangat larut malam ketika mereka berdua sampai di panti asuhan itu ,
Bu nigsih terbangun dan membuka pintu saat mendengar ketukan pintu dari rumahnya,
"nenek ..!!' seru lyla senang saat melihat sosok itu ,
Bu ningsih bingung,ia membetulkan kaca matanya dan terus memperhatikan lyla,
"ini Lyla nek ," gadis itu menyebut namanya utk membantu Bu ningsih agar mengingatnya ,
"Lyla ?" pikirnya ia teringat beberapa waktu lampau saat seorang gadis kecil memeluknya ,setiap ia datang ke panti ini ,mata yg telah di penuhi keriput itu berkaca kaca saat mengingat hal itu ,ia tdk percaya jika gadis kecil itu sekarang menjadi gadis dewasa yg cantik ,
"lylaaaa, kamu kemana saja sayangg, kenapa kamu tidak pernah mengunjungi nenek" ucap Bu nigsih sambil memeluk Lyla,
"selamat malam nenek ," sapa Arya sopan ,
Bu Ningsih lagi lagi membetulkan kacamatanya ,mencoba melihat lbh jelas ,
Lyla lalu tersenyum,ia menggandeng lengannya Arya ,
"dia suami Lyla nek, anak panti ini juga namanya .." Lyla menoleh kearah Arya ,ia mendekatkan wajahnya ke telinga Arya ,
"kak, nama Arya atau dewa ?" tanya Lyla
pelan ,
"pakai dewa saja , agar nenek bisa mengingatku,"
"ini namanya dewa ,nenek ingat tidak ?" tanya Lyla ,
__ADS_1
tapi Bu ningsih terdiam ,saat ia melihat Arya
"wajah ini terasa tdk asing bgiku,ia mengingatkanku pada seseorang ," pikir Bu ningsih,
"nenek ," panggil Lyla yg membuyarkan lamunanya ,
"oh iya, dewa... ayo kalian masuk dulu, ini kan sudah malam ,kalian istirahatlah di kamar ayah dan ibu mu yang dulu ya Lyla ," ujar Bu Ningsih,
karena hari memang sudah sangat malam Bu Ningsih membiarkan mereka istirahat dulu kasian pasti lelah menempuh perjalanan jauh pikir Bu nigsih,
dengan diantar salah satu staff panti Lyla dan Arya menuju sebuah bangunan yg terpisah dan memang ditujukan pada tamu-tamu untuk panti ini ,
sebuah ruangan kamar cukup lengkap dengan kamar mandi di dalamnya setelah masuk kesana , lyla dan Arya segera membereskan barang-batang mereka,
"kakak, apa yang akan kita ceritakan ada nenek?" tanya Lyla sambil merapikan tempat tidur mereka,
Arya diam sebentar,
"kita ceritakan saja apa adanya, mungkin saja nenek punya jalan keluar "
"tapi bagaimana dengan status kakak adik kita?" tanya Lyla lagi..
"kita rahasiakan yang itu dulu, aku takut nenek tidak bisa menerima hal itu" jawab Arya
disetujui dengan anggukan Lyla,
''hoammmpph..." Lyla menguap ,"aku ngantuk kita tidur saja ya kak ," ujarnya sambil berbaring dan menarik selimutnya sampai menutupi kepala ,membuat Arya sdikit kecewa,ia lalu menepuk-nepuk pundaknya Lyla
"lylaaa..jagan tidur dulu ,itu janji kamu yang di mobil td gimna ?" Arya mengingatkanya,
Lyla yg pura-pura tidur tertawa kecil dibalik selimutnya ,
"yaah,,," suara kepasarahan dan menyerah terdengar dari Arya saat Lyla tetap tdk mau bangun,
Arya pun berbaring disamping Lyla , dgn menahan rasa kecewa,
saat Arya sudah tdk ada suaranya,
Lyla membuka selimutnya ia lalu berbalik menatap Arya ,
Arya yg sebenarnya blm tertidur ,membuka matanya ,ia menatap Lyla ,dan mata mereka pun saling beradu pandang dlm kesunyian,hingga secara pelan2 Arya mendekat dan mencium bibir mungil itu dgn sangat lembut,
Lyla pun membalas ciuman itu ,ciuman mereka sangat lembut dan manis lalu terjadilah apa yang sudah seharusnya terjadi.....
#skipppp
*******
di sebuah rmh sakit , nampak seseorg belum meninggalkan ruangan utk menyimpan berkas-berkas tentang pasien,
"hauufftt,...dimana itu arsip kesehatannya Arya dan Lyla " gerutu seseorg yg tdk lain adl dani ,
ia sedang bergumul dg file yg berserakan di sana sini ,
'sepertinya aku hrs bersabar ,utk mencari nya ," ujarnya mencoba memberi semangat dirinya,
tiba-tiba hp nya berbunyi ia segera mengangkatnya ,yg ternyata dr dokter yg menangani Lyla ,ia di minta segera datang,tanpa membuang waktu ,
malam itu juga Dani pergi keruangan dokter itu.setelah mengetuk pintu ia langsung masuk ,
"bgaimana hasil test nona Lyla dok?'
dokter itu menghela nafs sebentar raut mukanya terlihat tegang,
"gadis itu mempunyai luka yg cukup parah di kepalanya seperti sebuah benturan,dilihat dari lukanya ,seperti luka itu sudah lama sekali tanpa ada tindak lanjut dari pihak medis ,hingga menjadi cukup parah, ia harus segera di operasi ,kalau tidak nyawanya yg terancam," jelas dokter yg biasa di panggil dokter Ray
dani yg shock berat ,hanya bisa terdiam ,ia tdk menyangka jika gadis yg dulu adalah tmnnya sekaligus gadis yg dulu pernah dicintainya ,ternyata mempunyai luka yg cukup parah di kepalanya ,
luka Lyla berada di bagian paling penting di otak yg merupakan pusat titik cara kerja syaraf,seperti indera penglihatan dan pendengaran
******
pagi harinya di panti itu ,
cuaca cukup bagus,sinar mentari pagi ,yg menerobos disela-sela ranting pohon, menandakan pagi itu dimulai,
disalah satu tmpt yg ada disana , Arya dan Lyla masih tertidur,hingga bunyi hp milik Arya berbunyi,dgn agak malas Arya mengangkatnya yg ternyata dari Dani ,
ia diminta utk segera datang dirumah sakit.
Arya pun menyetujuinya ,
"tunggu sebentar,aku akan segera kesana ," ujarnya sblm menutup telp.
Arya menoleh kesamping ,terlihat Lyla masih tertidur,ia lalu bangun secara pelan-pelan ,ia tdk ingin membangunkan gadis itu,ia segera ke kamar mandi utk bersiap-siap setelah selesai dr kmr mandi ,ternyata Lyla sdh bangun,
"kakak mau kmana ?" tanya nya saat melihat Ary sdh rapi,
"aku akan pergi ke kota ada sesuatu yg ingin aku urus,"ia menghampiri Lyla
"knapa tidak membangunkan aku,? aku kan bisa menyiapkan sarapan utk kakak ,"
Arya menggeleng ,"tdk usah ,aku bisa makan nanti di jalan ,lgi pula aku ingin kmu istirahat yg cukup,mengingat semalam kamu trlihat lelah,
lyla tersenyum," kalo bgitu ,pulangnya jgn malam-malam ,"gadis itu bangun dari tempat tidur.
"aku berangkat sekarang sayang"pamit arya sambil mencium kening istrinya, setelah itu ia mencium perutnya Lyla "ayah pergi dulu sayang,"ujarnya pelan, Lyla membelai lembut kepala arya,
"hati-hati dijalan ," ujar Lyla saat melihat arya naik mobil,dan melambaikan tangan padanya.
******
mobil nya Arya sampai di kota setelah pukul 10 ,dan langsung menuju rmh sakit tempat Dani bekerja ,
setelah sampai diruangannya Dani ,
Arya pun langsung masuk,
nampak disana ada seorg dokter lgi yaitu dokter Ray ,org yg menangani kondisi kepala lyla ,
"bgaimana dg hasilnya ?' tanya arya langsung ,
kedua dokter saling pandang,mengisyaratkn sesuatu yang cukup pelik terjadi pd lyla ,
"istrimu itu harus segera dioperasi , kalau tidak ,penyakit yg ada di kepalanya ,bisa mengancam nyawa nya ,dan mempengaruhi bayinya ," dokter Ray buka suara,
"Arya ,apa lyla pernah mengalami luka di kepala ?" tanya Dani,
Arya tdk segera menjawab,ia teringat peristiwa bebrapa tahun yg lalu, saat ia dan Lyla msih remaja ,gadis itu pernah terjatuh dari sepeda dan masuk jurang,
Arya mengangguk,"iya dia pernah mengalami gegar otak yg cukup parah ,hingga hrs dioperasi,"jwbnya pelan,
dokter Ray menganggukkan kepala ia segera paham.
"luka itu kemarin terdeteksi dan semakin parah ,hingga menganggu beberapa syaraf otak yg mengatur panca indera ,jadi jika ia banyak pikiran ,hal itu memberi tekanan pada lukanya yg mengakibatkan beberapa panca inderanya terganggu ,spt indera pendengar,dan penglihat ,
posisi lukany jg berdekatan dg syaraf utk mengatur pergerakan dalam tubuh,hingga mengakibatkan ,kaki atau tangannya ,kaku dan mati rasa ,yg berlangsung hanya sekejab,tp jika tdk segera ditangani ,luka itu cukup berbahaya,jd aku sarankan ,dia hrs sesegera mungkin menjalani operasi," jelas dokter Ray panjang lebar.
Arya mendengarkan semuanya dg seksama,"jika menjalani opersi apa ada efek sampingnya ?''
dokter Ray mengangguk,"ada,mungkin ia akan kehilangan sebagian atau semua ingatannya,tergantung dgn kondisinya dan tekat yg kuat dlm diri pasien nantinya ," dokter yg sdh berumur itu bangkit daripada kursi,
"aku masih ada keperluan lainnya ,jd aku pergi dulu,
"terima kasih banyak dok,"ucap Arya ,
__ADS_1
Dani lantas pergi sebentar dg dokter Ray ,meninggalkan Ary sendirian di ruangan itu ,
arya teringat saat Lyla terjatuh dlm jurang,hingga mengalami gegar otak dan hrs di operasi,dan semua itu terjadi karena dia kurang hati-hati dlm menjaga lyla,
"semua ini salah ku ,maafkan kakak Lyla" batinnya menyesal.
*****
laki2 tua itu ,duduk di kursi ruang kerjanya ,ia merasa sangat marah ,krn cucunya Arya berani menentangnya,
saat ia tengah memikirkan sesuatu ,pintunya diketuk lalu sesorg maasuk,
" Bram ,ada apa ?" tanya nya saat melihat org itu yg tdk lain adalah salah satu org kepercayaannya ,
"kmi mendapat info,bahwa nona Lyla dan tuan muda Arya ada di sebuah panti di daerah pinggiran kota ,'lapor paman Bram ,membuat wajah laki-laki tua itu berbinar
"perintahkan orang-orang mu utk menjemput mereka berdua "' perintah tuan guntur
paman Bram mengangguk
"baik tuan ,"
****
beberapa mobil melaju beriringan ,dgn kecepatan sedang dan menuju kesebuah daerah, yaitu panti asuhan .
Arya yg kbetulan sdg dlm perjalanan pulang melihat hal itu,ada 3 buah mobil yg jaraknya berdekatan ,sejalur dg dirinya ,ia segera menyadari adanya bahaya,
ia pun srgera menancap gas ,agar bisa sampai di panti lbh dulu ,
setelah ia mengendarai mobilnya cukup kencang ,akhirnya ia bisa sdikit lega ,krn mobil2 itu tertinggal jauh,ia telah lbh dulu sampai di panti ,dan mobilnya itu pun berhenti tepat di dpn panti asuhan ,ia segera keluar dan turun,
"Lyla ,,!' panggilnya ,gadis itu terlihat sdg berbincang dg Bu Ningsih.
ia segera menghampirinya ,
"kakak sdh kembali ? ada apa ?" tanya nya bingung saat melihat kecemasan di wajahnya
"dewa?". Bu ningsih yg ada di dekat mereka , terkejut ,saat menatap Arya dengan jelas ,ia perlahan2 mendekati Arya ,
"siapa nama kamu yg sebenarnya ?"tanyanya pelan,membuat Arya kebingungan,
"Arya Prakasa," jwbnya menyebut nama aslinya,
Bu Ningsih masih terus memandangi nya dg tatapan mata yg aneh,
"apakah nama kakekmu Guntur Prakasa?" tanya nya lgi,
Arya mengernyitkan dahi ,"dr mana nenek Ningsih tahu ?"pikirnya.
"kakak tadi Lyla sdh bercerita semuanya tentang kita dan juga tentang sikap kakek pada kita ," jelas Lyla yg menjawab pertanyan di kepalanya ,
''iya ,nek , Guntur Prakasa adlah nama kakekku," jwb Arya ,yg membuat cairan bening dimata Bu Ningsih tumpah mengalir di wajah keriputnya ,
Arya dan Lyla semakin tdk mengerti,
di tengah situasi spt itu ,beberapa mobil memasuki panti dan menyadarkan mrk semua , Arya segera tahu siapa org itu,
ia lalu mendekat ke Lyla ,
"siapa mrk kak ?"
"org2 nya kakek," jwbnya ia merangkul pundak gadis itu,
Bu Ningsih segera mennghapus air matanya ,
"kalian berdua tdk usah takut ,biar nenek yg menghadapi mereka, kalian masuklah ke kamar," ucap Bu Ningsih tegas,
Bu ningsih pun segera menuju keruang depan
"ada apa kalian kesini ?' tanya Bu ninhsih tegas tanpa basa basi,
'kmi di perintahkan oleh tuan kmi utk menjemput tuan muda Arya dan nona Lyla ,''
"aku tdk mengijinkannya ," Bu Ningsih menghalangi
"tapi kami.." ucapan nya langsung di potong oleh Bu ningsih
" apakah Guntur Prakasa tuan kalian? "
beberapa pengawal itu saling pandanng mrk bingung, kenapa ibu panti ini berani menyebut nama tuan mereka ,
"telpon dia , aku akan bicara padanya", perintah Bu Ningsih,
"tidak bisa nyonya, kami hanya di perintahkan tuan kami untuk membawa tuan muda Arya dan nona Lyla kembali" jawab salah satu pengawal.
"kalian semua tunggu disini sebentar,"
Bu Ningsih masuk kedlm dan keluar membawa sesuatu,
"berikan ini pada tuan kalian, dan pergi dari sini " ia menyerahkan sebuah kotak,
"jika kalian tidak pergi , aku akan menelpon bpihal berwajib untuk menangkap kalian , karena telah mengganggu ketenangan panti!" ucap Bu Ningsih keras,
meski terlihat kebingungan ,salah satu pengawal itu menerima kotak tadi,setelah itu mereka semua berlalu dari sana ,
Bu Ningsih mengawasi kepergian mobil2 itu,
ia berdiri di pintu depan,
"kau pasti akan mengingatku lgi Guntur, urusan kita blm selesai,'' batinnya sedih.
*****
Hari telah beranjak sore saat mobil-mobil , orang suruhannya tuan Guntur memasuki rumah mewah itu,dan berhenti di dpn ,beberapa pengawal pun keluar dr sana dan disambut paman bram ,
"mana mrk berdua ?" tanyanya saat anak buahnya pulang dg tangan kosong,
salah satu diantaranya maju dan menceritakan kejadian di panti tdi,sambil menyerahkan kotak itu,
paman Bram menerimanya ,ia lantas pergi ke ruangnya tuan Guntur ,setelah ketuk pintu ia pun masuk,
"apakah Arya dan Lyla sdh datang ?" tanyanya tdk sabar.
"maaf tuan besar ,org2 ku tdk berhasil membawa mereka pulang ," jwb paman Bram yg membuat tuan Guntur emosi ,
"APA...? BGAIMANA KERJA KALIAN SEMUA..!!' teriaknya keras
"maaf tuan ,kmi memang salah, tapi dipanti itu mrk dilindungi oleh seseorang," jelas paman Bram
"siapa orang itu ? siapa yg berani melawanku,?" tanyanya tajam,
"dia memberikan ini pada tuan ,"
paman Bram menyerahkan kotak tadi,
tanpa rasa curiga sdikit pun tuan guntur menerima dan membukanya ,
ia sgt terkejut saat mengetahui isinya,
wajahnya langsung pucat ,
saat melihat benda itu ,yaitu sebuah cincin,dan ia sgt mengenali benda itu, benda yg dulu ia berikan pada seorg gadis ,yg sangat ia cintai,gadis yg sempat mewarnai hidupnya ,seblm akhirnya warna itu memudar bergannti dg warna hitam kelam yg selama ini menyelimuti kehidupannya,
"ningsih ? " bibir tua itu bergetar mengucap sebuah nama ,nama yg sdh lama ia ingin lupakan,tp kini nama itu terucap lgi olehnya......
__ADS_1
to be continue...