The Secret...

The Secret...
first kiss


__ADS_3

The Secret


Hal 9


Begitu melihat dewa berada di depannya ,Lyla segera melepas tangannya Dani,


sementara dewa, menatap tajam pada sosok itu ,tatapannya penuh dgn kebencian seolah2 dgn tatapannya ia bisa meluluhlantakkan seluruh kota beserta isinya, amarahnya memuncak,tangannya mengepal,siap utk memukul yg ia yakin sesosok akan tumbang dgn sekali pukul,


Lyla terlihat sdikit bingung dg pelan2 ia mendekati dewa,


"kakak..aku..aku.." kalimatnya terpotong krn tiba2


"BUUKK..!!" suara pukulan keras mendarat di wajah dani hinngga membuat cwok itu langsung tersungkur di tanah,


Lyla histeris ia segera menghampiri Dani


"kmu baik2 saja ?" suaranya terdengar cemas,


ia lalu menoleh kebelakang dan melihat tatapan dewa yg masih penuh dg amarah ,


ia lalu bergegas menenangkan dewa ,dg berdiri tepat di dpn dewa dan menghalangi dewa yg hendak memukul lagi .


tangan dewa tertahan didpn wajahnya Lyla, ia menggeram menahan amarahnya ,


tanpa bicara banyak dewa lalu menarik tangannya lyla ,menjauh dari sana .


"LYLA, APA MAKSUD SEMUA INI ?" suara itu menggelegar membelah keheningan malam ( ya malam karna saat sampai dirumah memang waktu menunjukan pukul setengah 7 malam),


sebelumnya Lyla membuka pintu depan rumah, Lyla tdk segera menjawab,ia masih membelakangi dewa dan masuk kedalam rumah, ia menarik nafas panjang utk membuatnya tenang,ia lalu berbalik,


"apa yg aku lakukan ,aku hanya pergi dengan teman ku," jwb Lyla pelan,


"apakah itu tdk boleh?" ia blik tanya,


matanya memerah menahan tangis,


dewa tdk menjawab,


"kak ,aku sdh besar, aku punya kehidupan sendiri," Lyla mulai berbicara


"aku tahu,jika kakak memang hanya ingin menjaga dan melindungiku,tp bkn spt ini caranya. sikap kskak yg terlalu overprotective ,sama aku ,justru membuatku merasa tdk bebas brgerak,"


air matanya yg mulai menetes segera ia hapus dg punggung tangan.


dewa masih diam saja, ia lalu menatap Lyla,


"kakak hanya berusaha menjalankan perintah ayah untuk menjaga mu dg baik," jwbnya tegas,


Lyla menarik sudut di bibirnya,hingga membentuk sebuah senyum,senyum sbuah keraguan," apa benar karena ayah ? tdk ada hal yg lainnya ?" ia curiga,


"aku merasa perlakuan kakak selama ini sudah melewati batas ,antara kakak dengan adiknya,


kakak tdk berhak mengatur hidupku,mengatur dg siapa aku boleh berteman ," ia menatap nanar kearah dewa,


"kak aku sdh dewasa,aku bkn gadis kecil lagi,jadi kakak tdk perlu berbuat seperti itu,?" Lyla mulai kehilangan kendali.


"aku hanya berusaha menepati janjiku dg ayah ," jwb dewatdk mau tahu ,


"CUKUP,,!!!


jgn bawa2 ayah dalam hal ini ,aku sdh tdk tahan dg semua ini, kakak terlalu mengaturku,!!' teriaknya sedikit keras,


"lagi pula kakak bukan siapa2 ku, kakak hanya kakak angkat, bukan kakak kandungku ," lanjut Lyla akhirnya ,ia mengelurkan kata2 itu,kata2 yg dulu sering ia tahan krn tdk mau menyakiti dewa ,tp malam ini ,kata2 itu lolos dari mulutnya ,


dewa diam, tertegun mendengar hal itu ,ia tidak bicara sama sekali untuk membantahnya ,krn semuanya memang benar,tp ia merasa hatinya sangat sakit ,


saat Lyla berbicara seperti itu padanya.masih dalam diam ,dewa pergi meninggalkan rmh itu ,ia berjalan keluar ,tdk tahu akan kemana .ia hanya menuruti kemana langkah yg akan membawanya.


Lyla terdiam ,ia menjatuhkan dirinya dilantai,entah mengapa tiba2 hatinya terasa sakit,ia kira hatinya akan lega jika mengatakannya ,tpi justru sakit yg ia rasa,ia melihat meja makan ,nampak makanan sdh tersedia disana , dewa yg sdh menyiapkan utknya,air matanya menetes,


"kakak akan selalu bersama lyla ,"


"jangan menangis lagi"


"jangan takut ada kakak disini ,"


perkataan2 dewa kembali terngiang di telinganya ,membuat air matanya kembali menetes, ia lalu bangkit ,saat ia hendak melangkah tiba2 kakinya tersandung sesuatu ,sebuah harmonika ,tergeletak di bawah kursi,ia teringat bagaimana ia bertemu pertama kali dg dewa,


peristiwa ular itu, saat ia di gendong oleh dewa, ia tersentak kaget ,


"kakak......"pangggilnya pelan ,tp sepi tdk ada sahutan ,ia menoleh kebelakang,sunyi,seketika perasaan takut menyergapnya ,ia segera berlari keluar,


"kakakk..!!" teriaknya keras,ia berlari di jalan sambil mencari2 ,


"kakak...!! kak dewaaa ..!!" teriaknya berkali2,ia mulai menangis lagi,


"kakak , kak kmu dimana ?" gumamnya sambil menangis,


"kak maafin aku , kakak jangan pergi,aku mohon ." ujarnya di sela2 tangisnya,

__ADS_1


tanpa ia sadari dewa sedari tdi memperhatikannya dari balik pohon di jalan,air matanya ikut mengalir,saat melihat Lyla menangis mencarinya sambil meneriakkan namanya ,


"Lyla " panggil dewa, Lyla terkejut mendengar nya,ia menoleh mencari asal suara itu,dan matnya berhenti pada sosok yang di hadapannya, Lyla berlari ke arah dewa dan langsung memeluknya,


"maaf kak , maaf kan aku." ujarnya berkali2 dipelukannya dewa, ,yg membalas pelukannya,


"maaf kak...maaf, aku mohon jangan tinggalin aku...,," ucap lyla di sela tangisnya


"kakak gak akan pernah ninggalin kamu, gak akan lyla" bisiknya di telinga Lyla ,


gadis itu menumpahkan tangisnya dipelukannya dewa.


keesokkan harinya dewa dan lyla memulai hari itu dg suasana baru, semalam ia sdh menjelaskan pd dewa tentang pekerjaan nya di toko roti ibunya dani,dan setelah bicara baik2 , dewa menyerahkan keputusan nya kepada Lyla ,gadis itu tersenyum mendengarnya.


"kalo itu membuat kakak tdk nyaman dan khawatir, lyla nggak akan kerja di dsana lgi," ujar lyla yg mrmbuat dewa lega.


minggu ini adl hari valentine,hari kasih sayang, tradisi di hari valentine adlah hari bgi para cewek2 untuk memberikan cokelat pada si cowok,dan Lyla, sejak pagi ia masuk,ia sdh mendapat bnyak titipan cokelat utk kakaknya,


"Lyla ..tolong kasih ini untuk kakak mu ya ?" pinta mira dari arah samping,mata Lyla membulat ,


"mira ? kamu juga ikut2 an ?"


mira nyengir,"hehehhe...iya" jwbnya sambil malu2," abisnya kmu dr kmarin2 ngggak cerita kalo cwok yg cakep nya bukan main itu adlah kakak mu ," lanjutnya ,


Lyla yg membereskan cokelat2 itu bertambah bingung,


"emangnya kalo kmu tahu,jika cwok itu kakak ku, kmu mau ngapain?"


mira garuk2 kepala yg tdk gatal,' well.. karna aku sayang sama kamu jadi aku memutuskan untuk jadi kakak ipar mu"... canda Mira, ia tertawa senang,


Lyla hanya sdikit tersenyum ,sebenarnya ia agak bingung dg dirinya,karena hatinya tdk terlalu senang ,saat melihat cokelat2 yg ditujukan pada kakak nya,


hari itu seusai jam pelajaran sekolah lyla berniat memberikan cokelat2 itu pada dewa ,


ia pun memasuki ruang kelasnya dewa tp langkahnya terhrnti karena ia melihat dg mata kepalanya sendiri,saat seorg gadis sdg menyatakan perasaannnya pada dewa, lyla tdk menyukai hal itu,


"jangan terima,jangan terima.." batinnya berulang2 ,dan ia langsung tersenyum saat dewa dgn tegas menolak perasaan gadis itu,ia sudah mau memanggil dewa ,tatkala ia melihat murid perempuan itu tiba2 memeluk dewa


hati lyla tiba2 terasa sakit,ia bener2 benci dg hal itu,tp untungnya dewa segera melepas pelukan cewek itu,membuat lyla merasa lega,setelah gadis itu pergi ,lyla segera menghampiri dewa ,dan memberikan cokelat2 itu ,


"nih ,dr fans2 kakak ," Lyla meletakkan cokelat2 itu di meja dewa ,laki2 itu hanya melirik sekilas,


"kakak nggak butuh," jwbnya sambil bangkit,beranjak dr sana


"kakak nggak mau ,?''


dewa diam tdk ada jawaban ,


"buang saja kalo tdk mau," jwb dewa cuek, Lyla melihat cokelat2 yg terlihat lezat,


"sayang kalo dibuang ," batinnya sambil membuka sebungkus cokelat dan memakannya .


" kakak tunggu ..!!" triaknya dr belakang ,saat melihat laki2 itu sdh jauh.


hari2 mereka berjalan seperti biasannya,karena ini sdh memasuki ujian ,jadi mrk sibuk dg berbagai hal yg berkaitan dg sekolah,hari itu Lyla pulang agak telat ia mampir ke toko stationer utk membeli peralatan sekolah ,


saat tiba di sebuah jalanan sepi ,ia mersa ada yg mengikuti,ia segera bergegas ,tp tiba2 dr arah samping seseorg membekap mulutnya,dan menariknya kesebuah tempat ,


Lyla ketakutan


"mau apa kalian?" tanyanya ketakutan,saat melihat 4 sosok mendekatinya .


"kita hanya bermain2 sebentar,kmu tdk keberatan kan sayang ?" sosok itu mulai berani ingin menjamahnya,


'aku tdk mau ..!!'' ucapnya keras ,


tp keempat sosok itu hanya tertawa melihat calon korbannya ketakutan ,saat satu diantara hendak menyentuhnya ,tiba2...


'HENTIKAANN..!" teriaknya keras menghentikan kegiatan mereka , Lyla merasa lega sat melihat org itu


" kak dewa..," gumamnya ,


dewa yg ditangannya sdh memegang tongkat bisbol ,yg entah dr mana dapatnya,langsung menghajar keempat org itu tanpa ampun,pertarungan diantara mrk memang tdk seimbang ,satu ,dua ,bahkan lebih pukulan yg berhasil menimpa wajah atau tubuh dewa,


tp untung ia bisa menguasai keadaan,hingga keempat org itu lumpuh,,


Lyla yg melihat keadaan dewa penuh dg lebam,segera menghampirinya ,


"kak, kakak, kmu baik2 saja kan ?" suaranya terdengar sgt cemas, dewa yg kondisinya sudah lemah tdk kuasa utk menjawab,


Lyla langsung menarik tangan dewa meletakan di pundaknya dan memapahnya berjalan meninggalkan tempat itu.


meski dgn susah payah ,akhirnya dewa beserta Lyla ,sdh sampai rumah,


setiba nya disana , dewa langsung di baringkan di kmrnya ,


Lyla segera mengambil air hangat dan handuk utk membersihkan luka2 di tubuhnya ,dg perlahan ia membuka bajunya dewa ,ia menutup mulutnya berusaha menahan tangis yg hendak keluar saat melihat ,tubuh itu, tubuh yg sering memberinya ketenangan,yg sering melindunginya kini pebuh dg bercak2 kebiruan,memar dan lebam akibat pukulan,


dg hati2 lyla mulai mengusap luka itu,kali ini ia benar2 seperti bisa merasakan sakit yg dirasakan oleh dewa.

__ADS_1


keesokkan harinya , Lyla yg sengaja tidur disamping dewa ,terbangun utk memeriksa keadaan laki2 itu,ia meletakkan tangannya di dahi dewa ,utk mengecek suhu tubuhnya,


"ah..syukurlah,,demamnya sdh turun, "ucapnya lega ,sebab td mlm ,ia hrs bangun beberapa kali,krn dewa yg tiba2 menggigil dg suhu tubuh yg sgt panas .


meski blm siuman ia sdh sedikit lega setidaknya kekhawatirannya berkurang,


Lyla lalu menuju dapur,utk memasssak bubur ,buat dewa ,setelah itu ia menelpon pihak sekolah utk meminta izin,bahwa dia dan dewa tdk bisa masuk sekolah.


sore harinya , lyla di kejutkan suara bel rumah yg di tekan oleh seseorg,ia segera kedepn utk membukakan pintu,"siapa yg datang ?" pikirnya ,senyumnya langsung mengembang bgitu mengetahui siapa tamunya,


"Miraa ..!!" serunya senang saat melihat gadis manis berkacamata bertamu kermhnya dg membawa sekeranjang buah2an,


"aku dengar kmu tdk masuk krn sakit ,kok aku lihat kmu baik2 saja ," mira keheranan, Lyla tersenyum simpul,


"kak dewa yg sakit,bkn nya aku," jelasnya seraya mengambil minuman didapur


"APA..? dewa yg sakit?" teriak mira keras krn kaget,


"ssstt,...!! jgn keras2 , kak dewa lagi istirahat," Lyla mengingatkannya,


"emangnya dia sakit apa ?"


Lyla terdiam ,lalu menceritakan kejadian kemarin pada mira, kmudian mira diantar kekmrnya dewa utk melihatnya.


mira terkejut ,saat melihat luka di wajah dan disekujur tubuhnya setelah membetulkan selimutnya dewa, Lyla mengajak mira keluar,


"kenapa sampai spt itu ?"


"kmu sdh membawanya kermh sakit ?"


Lyla menggeleng,"belum."


"knapa ?"


Lyla diam sejenak," aku tdk tahu hrs bagaimana ? aku tdk punya uang utk membawanya ke rumah sakit ," jelas Lyla pelan, Mira menepuk2 pundak lyla, mencoba utk menguatkannya


"aku turut simpati dg keadaan kalian," ucapnya lirih ,mrk lalu berpelukan


"terima kasih mira," ucap lyla


setelah agak lama berada disana,mira pun undur diri utk pulang.,


"seperti nya aku hrs pulang sekrg sdh mulai malam," ucapnya seraya mengambil tas nya yg sedari td ia letakkan di kursi. Lyla mengangguk,


"oh ya ,Lyla , kakak mu blm punya cewek kan?" tanya miraa tiba2 saat di depan pintu,membuat Lyla sdikit heran,


"beluum,memangnya kmu mau apa ?'' mata Lyla melirik kerahnya mira,membuat gadis berkacamata itu nyengir,


"hehehe,,mau ikut daftar jdi ceweknya,"


"huuuu..kamu...Lyla tersenyum,


"bye2,,hati2 di jln ," Lyla melambaikan tangan,


setelah mengantarkan miraa ,ia segera pergi kekmrnya dewa utk memeriksa laki2 itu,tpi saat ia membuka pintu nya ,ia terkejut,krn tempat tidurnya telah kosong,ia segera mencari di tempat lain, kamar mandi, dapur ,tpi nihil , kakaknya tdk ada dlm rumah,saat ia berjln melewati jendela kaca di ruang mkn ia melihat seseorg sdg berjln2 diluar,ia langsung lega bgitu mengetahui bahwa sosok itu adalah dewa.


"kak,knapa ada diluar ?


kakak kan baru sembuh,?"tanya Lyla saat dirinya berada di dekat sosok itu,


dewa hanya menolehnya sekilas,ia tdk menjawab pertanyaan Lyla ,


ia memandang langit yg lumayan cerah malam itu,ia lalu mengeluarkan harmonika ,dan mulai meniup nya ,memainkan sebuah lagu,dan Lyla langsung mengenali lagu itu,


lgu yg pertama kali ia dengar saat mrk masih anak2,ia diam saja menikmati melody yg keluar dr harmonika ,setelah selesai dewa menoleh Lyla


"kau suka ?"


Lyla mengangguk," suka sekali,"


ia lalu menatap dewa


"kak ayo kita kembali masuk rmh,diluar dingin,nanti kakak tidak sembuh2 lgi," ajak Lyla ,seraya melangkah membelakangi dewa,


tpi saat baru selangkah,tiba2 tangannya dipegang oleh dewa dan ditariknya dalam pelukannya, Lyla bingung ia tdk tahu hrs berbuat apa ,


dewa menatapnya sangat dalam ,dan perlahan2 wajahnya itu mendekat,dan ,,


"chup..." sebuah ciuman mendarat di bibirnya Lyla ,membuat gadis itu kaget dan bingung,ketika bibir tebal itu menyentuh bibirnya yg tipis ,kmudian menciumnya dan ********** dg lembut,ia masih blm merespon ,baru setelah bibir bawahnya di gigit kecil,ia mulai membalas ciuman itu dg lembut pula,ia tdk tahu bgaimana perasaan nya saat ini ,yg jelas ketika dewa menciumnya ,ia pun menikmatinya.


tubuh mempunyai keinginan yang tidak kita ketahui.


mereka dipisahkan karena alasan duniawi dan dipisahkan di ujung bumi


namun jiwa tetap ada ditangan cinta


terus hidup sampai kematian datang...


by Kahlil Gibran

__ADS_1


to be continue..


__ADS_2