The Secret...

The Secret...
Tolong jaga dia, Tuhan...


__ADS_3

jika cinta tdk mengijinkan kita


saling memiliki di dlm kehidupan ini


pastilah ia akan menginjinkan kita


saling memiliki di dlm kehidupan yg akan datang ....


The Secret


hal 38


Malam itu suasana sdikit mendung,awan hitam menghalangi bintang utk memberi cahayanya kepada gelapnya malam, samar-samar terdengar suara hewan malam yg memecah kesunyian,


''Hauufft...!" suara hela nafas terdengar di sebuah kamar,


''kita tidak bisa tinggal disini ,Lyla ,'' Arya menoleh kearah gadis yg sdg duduk di tepi ranjang.


"aku juga Berpikir bgitu kak, kita tidak mungkin merepotkan nenek, '' sambung gadis itu.


Ia berdiri menghampiri arya,


''kita hrs segera pergi dr sini,'' ucap nya memegang pundaknya arya.


Laki-laki itu meraih tangannya,


''kamu tidak keberatan jika hirs berpindah-pindah ?"


gadis itu menggeleng dan tersenyum,,


''asal tetap bersama dengan kakak ,dimana pun itu aku akan sangat bahagia,' lyla menggelayut manja di lengan Arya


*****


Maka malam itu setelah memutuskan untuk pergi, mereks mulai mengemasi barang-barang mereka , keesokkan hari nya saat mereka hendak berpamitan ternyata ibu panti sedang pergi utk mengurus sesuatu ,


merekark berdua lalu berpamitan dengan salah satu staff panti,


''tolong nanti bilang pada nenek ,bahwa kmi harus pergi. Kami berdua mengucapkan banyak terima kasih ,'' ucap Lyla yang diiyakan arya, setelah itu mereka pergi dengan Mobil ,meninggalkan Panti tsb.


"sekarang kita akan kemana , kak?" tanya lyla di dalam Mobil,


''aku belum tahu Lyla '' jawab arya ,


''aku harus membawa Lyla jauh dari semua nya, orang-orangnya kakek pasti akan terus mengejar kami. Sebelum aku memiliki uang yang cukup untuk operasi lyla, tinggal di desa seperti nya bukan pilihan yg buruk.'' pikir Arya.


Ia mengemudikan Mobil nya menjauh dari pusat kota hingga memasuki kawasan pedesaan. Saat sedang mengisi bensin ia mendapat info tentang rumah yg disewakan, maka setelah membayar uang muka pd pemilik rumah, Arya dan Lyla menempati rumah sederhana yg terletak di kawasan pantai.


"mulai saat ini kita mulai hidup kita di rumah ini, kau setuju kan nyonya Arya ,''


arya mengulurkan tangannya,


Lyla tersenyum ,ia menggapai tangan itu,


''suatu kehormatan bagiku, dan aku sgt menyetujuinya tuan arya ,'' sahut Lyla membalas perkataan Arya


dan laki-laki itu pun menggengam tangannya, dengan bergandengan tangan mereka memasuki rumah mungil ,yang mereka harap ,akan menjadi rumah impian bagi mereka.


*******


siang hari nya Bu Ningsih baru kembali ke panti ,dan ia sangat terkejut dengan laporan salah satu staffnya tentang kepergian Lyla dan Arya


''kenapa kalian tidak menunggu nenek dulu,'' batin Bu Ningsih sedih .


"kapan mereka perginya ?"


"tadi pagi sesaat setelah bu Ningsih pergi ," jawab staffnya


Bu ningsih lantas menghempaskan dirinya di kursi ,ia teringat pertama kali bertemu arya saat anak itu baru berumur 12 th,


tatapan mata arya saat itu mengingatkan ia pada seseorg ,hal itulah yg membuatnya langsung bisa menyayangi Arya, dan ternyata arya adlah cucu dari guntur Prakasa ,laki- laki yang hingga kini masih menjadi cinta sejatinya ,membuat ia tidak ingin menikah dengan lelaki manapun .


saat-saat seperti itu tiba-tiba ia dikejutkan dengan suara mobil,tampak dari pintu gerbang mobil itu masuk.


Dua buah Mobil sedan hitam memasuki kawasan panti, dari dalam keluar beberapa orang yang membawa senjata, dan tanpa basa basi langsung masuk ke panti itu,


''mau apa kalian kesini ?" tanya Bu Ningsih tegas .sambil berdiri berusaha menghalangi mereka.

__ADS_1


" Serahkan Arya dan Lyla pada kami, '' perintah salah satu pengawal kasar,


''siapa yang menyuruh kalian ?" Bu Ningsih tidak takut


"Tuan Guntur , dan jangan banyak omong ,cepat serahkan mereka berdua ,!'' hardik seorang pengawal bertubuh paling besar,petugas keamanan panti langsung berusaha menenangkan suasana ,


"maaf , kedua orang itu tadi pagi sudah pergi dari panti ini ,mereka berdua sudah tidak ada disini ," jelas security.


salah seorang pengawal bertubuh agak kecil,tersenyum sinis kearah security dan "bukk.." pukulan agak keras melayang di wajah security itu,


membuat staff panti lainnya histeris,


"kmi tdk ingin ada kekerasan disini ,tapi siapapun yg akan menghalangi kami, maka kami akan melumpuhkannya," ucap seseorg pengawal yg berambut sedikit ikal,lalu dgn isyarat mata ia menyuruh orang-orang nya untuk menggeledah panti itu,


beberapa saat kmudian...


"mereka tidak ada disini ," lapor seorag pengawal,


orang berambut ikal itu keluar sebentar menelpon seseorg,


"tuan Farid , mereka sudah tidak ada dipanti," ucapnya ditelp.


"cari terus mereka ,dan segera habisi,ingat buat seperti kecelakaan aku tdk ingin ada yg mencurigai rencana kita ." sahut seseorg yg dipanggil tuan Farid dari seberang.


"baik tuan,"


orang itu lantas masuk kedlm dan memerintahkan semua anak buahnya ,untuk pergi dari sana,meninggalkan panti itu dlm keadaan kacau karena ulah mereka.


'kau sudah berubah terlampau jauh Guntur" batin Bu Ningsih


******


siang itu cuaca cukup panas di kota , dani sdg mengajak mira untuk berdiskusi masalahnya Arya dan Lyla,


mereka duduk di sebuah cafe dekat rumah sakit,


"aku rasa ada yang aneh dg hasil test DNA mrk berdua.'' dani membuka pembicaraan dgn mira,


gadis berkaca Mata itu ,menghentikan kegiatannya yg tengah mengaduk es batu,


"maksud nya,?"


"'jika mereka memang kakak adik sekandung, sehrsnya kecocokan ginjalnya arya terhadap Lyla adlah 90-100% ,tp dulu cuma 60% , walaupun memang mereka sama-sama bergolongan darah O , ''jelas Dani,


Mira diam berpikir,


''itu berarti ada yg salah dg test DNA mereka " gadis berkaca mata menarik kesimpulan,


''lalu apa yg hrs kita lakukan ?"lanjut Mira


dani tidak segera menjawab,ia membetulkan duduknya,


''aku ingin melakukan test DNA ulang ,dan aku butuh bantuan mu,'' ujar Dani serius .


tentu saja mira mengangguk pasti.


Malam hari nya min ra mencari dan mengambil rambut Lyla yang tertinggal di sisir nya , kmarin saat Lyla dirmhnya , dan dgn bantuan haris ia mendapat sikat gigi yang selalu digunakan Arya dari rumah besar.


siang harinya ia bertemu dgn dani di cafe hari itu,


"ini aku bawakan ,apa yg kmu mau ," mira menyerahkan benda-benda itu,


"kau serius dgn hasil test DNA itu ? yg kamu pikir adlah salah ?' ia masih belum yakin,


dgn mantap dani mengangguk,"banyak hal yg janggal jika mereka memang kakak adik,


"kita lihat besok hasilnya," ia melirik kearah mita ,


'oh iya dani ,hasilnya kapan keluar ?' tanya mira,


"mungkin besok siang ,kita sdh bisa tahu," jwbnya singkat.


******


hari itu disebuah rumah mungil yg terletak dikawasan pantai,nampak sdikit kesibukkan disana,sebuah keluarga kecil yg beranggotakan sepasang suami istri muda ,yg sdg berjalan-jalan disekitar pantai dekat rumah mereka,


"hari ini kakak tidak ada rencana pergi ?" Lyla berhenti sebentar utk membersihkan pasir di bajunya,

__ADS_1


arya membantunya ,


"tidak ,hari ini kakak ingin menemanimu "


sahut Arya,


gadis itu lalu menggandeng tangannya Arya ,dan berjalan menuju air laut ,untuk bermain-main ,


diam-diam Arya sering mencuri pandang kearahnya ,ia sangat takut kehilangan gadis ini ,kmarin siang tiba2 kakinya Lyla tidak bisa digerakkan,


gadis itu diam saja di lantai ruang tamu ,ia tidak bisa menggerakkan kakinya sama sekali,untung Arya yg saat itu pergi sebentar segera pulang dan menolongnya ,ia membopong Lyla ketempat tidur.


"kakak ada apa dengan diriku?''tanya la saat itu,


Arya tidak segera menjawab,ia lalu memegang tangan Lyla,


"ehm..ini sepertinya biasa terjadi pada org hamil ,tiba-tiba kaki mereka kram,dan tidak bisa digerakkan", jwb Arya beralasan.


gadis itu percaya saja.untung saja saat lyla bangun tidur ,ia sudah bisa berjalan lagi seperti biasanya,dan hari ini ia memutuskan untuk tidak pergi kemana-mana ,ia ingin menjaga Lyla .


ia menggandeng tangan gadis itu berjalan menyusuri pantai ,dan ia berhenti saat lyla tiba-tiba berhenti,


'kamu knapa ?'


'kak lihat mataharinya sudah mau tenggelam berarti hari sdh sore," ia menunjuk kearah barat,


Arya memeluknya dari belakang ,


'kakak ,boleh aku minta sesuatu .?" tanya Lyla pelan tanpa menghadap arya,


"boleh ,mau minta apa ,"? Arya menjatuhkan dagunya dipundak gadis itu


"jika seandainya aku mati , kakak jgn pernah lupa sama Lyla ya ,"ujar lyla ,


membuat Arya tersentak ,ia segera membalikkan tubuh gadis itu ,


"ingat ,kakak tidak suka Lyla bicara seperti itu,dan jika Lyla pergi , kakak juga akan ikut lyla pergi."ucapnya tegas membuat lyla terharu ,


"aku akan ikut kemanapun kamu pergi, dan aku akan selalu ,selalu dan selalu mencintaimu lyla," ucap Arya lembut ditelinga gadis itu.


setelah puas bermain, mereka pulang kermh,


Arya di bantu dgn Lyla menyiapkan makan malam ,sebuah menu sederhana terhidang di meja makan ,


"sekarang kita mulai makan.' ucap arya sambil memegang sendok,


Lyla tersenyum, tapi mendadak senyum nya hilang saat ia tdk bisa menggerakkan tangannya,


ia sdh berusaha utk mengangkat tangannya itu,tp tdk berhasil,


'kamu kenapa Lyla ?" tanya Arya curiga


gadis itu tidak tahu harus bilang apa ,


ia menatap Arya ,"tangan Lyla tidak bisa digerakkan,' jwb gadis itu,


membuat Arya terkejut,tp ia segera mengontrol ekspresi wajahnya


"kalo bgitu,biar kakak suapi Lyla " Arya lantas duduk di dkt gadis itu,


"kakak jujurlah sama Lyla, sebenarnya apa yg terjadi pada Lyla ," tanya gadis itu pelan,


Arya meletakkn kembali mknan yg akan disuapkan kpd gadis itu,


"lyla tatap mata kakak ," suruh arya ,


Lyla menurut ia menatap kedua mata itu,


arya lantas berbicara


"lyla sehat2 saja,tdk ada hal yg buruk terjadi pada Lyla, semuanya baik2 saja," ucap Arya sambil membelai rambut gadis itu,


Lyla pun mengangguk," kakak benar ,


Lyla pasti baik2 saja," gadis itu tersenyum,


Arya lantas memeluknya dg erat,

__ADS_1


"tolong jaga dia tuhan," batinnya mengucap sebuah doa.


to be continue...


__ADS_2