The Secret...

The Secret...
Epilog


__ADS_3

Arya dan Lyla berada di Amrik selama satu minggu, disana selain mengunjungi tempat perawatan penyakit seperti Lyla mereks berdua juga menyempatkan diri berjalan-jalan disekitar sana meski Lyla selalu bertanya ,ia benar-benar tidak mengerti apa yg terjadi pada dirinya, seingatnya dia baru kembali dari rumah sakit, dan ingin memasak makanan kesukaannya Arya.


Setelah semuanya selesai mereka berdua pulang ke Indo dan setibanya disana, Arya lantas mengurus segalanya tentanglg Lyla,


ia mulai mencari handycam yang berkualitas bagus untuk merekam segala kegiatannya lyla.


Menurut dr. Alfred selama Lyla bisa mengingat kejadian- kejadian sebelumnya ia akan baik-baik saja dan hari itu seperti yang sudah-sudah Lyla akan pergi krumah mira mengajak sahabatnya itu jalan-jalan untuk melihat-lihat perlengkapan bayi tentu saja Arya melarangnya karena ia sudah melakukan berkali-kali semenjak ia pulang dari rumah sakit beberapa waktu yang lalu


"Kenapa kakak melarang Lyla bertemu dengan mira ?" keluh Lyla saat itu,ia bingung


Arya kemudian mengajaknya kesuatu tempat Lyla memperhatikannya saat Arya menyalakan tv


"Lihatlah Lyla ," ujar Arya saat menekan tombol play


Lyla pun melihat apa yang ada video itu yaitu rekaman dirinya yang sedang bertemu dengan mira yabg sengaja direkam oleh orang suruhannya Arya ,tentunya setelah ia berbicara dengan Mira.


'oh.. jadi aku sudah bertemu dengnnya ?" Lyla mulai paham, ia menoleh Arya dengan tatapan sdikit bingung,


"Terus knapa aku tidak ingat sama sekali kak .?"


Arya menghembuskan nafas ia lalu bercerita sdikit tentang keadaan diri Lyla,


"Mungkin karena kamu sedang hamil jadi ,ingatan kamu tidak seperti sblmnya ,"jelas Arya meski sdikit membingungkan tapi Lyla memahami hal itu.


Semenjak itu Arya untuk sementara waktu fokus ke Lyla dulu,ia bener-benar membagi waktunya sedemikian rupa hingga ia juga bisa menangani perusahaan dengan baik,jika ada meeting yang tidak terlalu penting ia tidak akan pergi dan lebih memilih menemani Lyla


Istrinya itu sekarang sudah hamil besar ,usia kandungannya sudah mencapai 9 bulan membuat Arya mengurangi semua aktivitasnya seperti yang ia lakukan sore itu,


ia berniat untuk merekam keadaan Lyla, ia pun segera mengambil handycam dan mulai merekam Lyla yang saat itu sedang membaca buku tentang kehamilan dan bayi


menyadari kelakuan Arya yang sedang merekamnya membuat ia risih,


"Ahh..kakak kenapa direkam ?" ia mencoba menghalang-halangi handycam yang mengaarah padanya dengan tangan kirinya,


"kenapa ? aku suka !!" Arya tidak mau tahu membuat Lyla menutup mukanya dengan buku itu,


"Yeah.. Lyla, jangan ditutup ?" pinta Arya,


Lyla menggeleng,"aku akan tetap menutup mukaku,jika Kaka masih merekamnya," ia mencoba mengancam,

__ADS_1


dan akhirnya Arya menutup handycamnya ,"baiklah kakak sudah tidak menyalakan handycamnya ,'ucap Arya sambil meletakkan handycam di meja kecil di dekatnya


Lyla pun membuka wajahnya lagi,tampak olehnya Arya sedang duduk disampingnya,


"kenapa tadi kamu menutup mukamu ?"tanya Arya


Lyla tidak segera menjawab ,ia menunduk, "aku malu,"ucapnya pelan,


Alis Arya bertaut,"malu ?" tanyanya kurang percaya.


Lyla mengangguk ,


"kenapa ,?" Arya terlihat bingung,


Lyla meliriknya "iihh..kakak masak tidak tahu sih , Lyla kan sedang hamil besar, tubuh Lyla juga jadi gemuk, kan jadi tidak enak dilihatnya ,"jelas Lyla yg membuat arya geleng-geleng kepala,"dimana-mana yang namanya wanita penampilan harus no 1," sindirArya


Ia lalu menatap Lyla,"lalu apa kmu sekarng malu dengan keadaanmu yang bertubuh besar seperti ini ?"


Lyla diam sejenak."ehm...bknnya bgitu sih,hanya saja lyla menjadi kurang percaya diri lagi,"ujarnya pelan


Arya menahan senyum,ia memperhatikan Lyla yang keadaannya berbeda jauh saat mereka masih dalam masalah dan tinggal di villa.wajah gadis itu terlihat berseri-seri ,dengan kedua pipinya yang semakin bulat,secara keseluruhan tubuhnya memang agak gemuk ,yang dipengaruhi oleh kehamilannya dan itu membbuat Arya bahagia.


"Kakak kenapa menatapku seperti itu,?"


"Karena kakak sangat menyukai keadaan Lyla yg sekarang,'' jawabnya pelan ,ia membelai pipi gadis itu,"aku tdk ingin kehilangan pipi ini lagi," lanjut Arya


Lyla tersenyum tapi tiba-tiba ia merasa kesakitan di perutnya ,


"argh.." sakitnya tak tertahan ,ia merasakan bayinya sdg menendang perutnya.membuat Arya panik,


"kau knapa Lyla ? apa kau baik-baik saja ?" tanyanya cemas,


Lyla diam sejenak ,ia lalu mengangguk,


"aku baik-baik saja,hanya saja tadi bayinya menendang," Jawab Lyla ,yg membuat Arya lega,


"mungkin ia sdh tdk sabar ingin keluar,'lanjut Lyla sambil mengelus lembut perutnya.


"atau mungkin ia sedang ingin mencari perhatian ,karena ada ayahnya disini ," canda Arya ,membuat Lyka tersenyum,

__ADS_1


Arya lalu mendekatkan wajahnya di perutnya Lyla "ada ayah disini ,kmu baik-baik saja disana, jangan buat ibu sakit ya ," bisiknya ia lalu mengecup perutnya Lyla ,sdgkan gadis itu membelai lembut rambut suaminya .


********


malam itu ,suasananya spt malam-malam seblmnya ,rumah besar dan mewah itu terlihat sepi ,krn sebagian penghuni nya sdg tertidur lelap,hanya beberpa security yg tetap memantau keadaan disana ,di tengah-tengah keadaan spt itu , Lyla mulai merasakan kesakitan pd perutnya ,,awalnya ia menahan utk tdk bersuara ,krn ia pikir sakitnya akan hilang spt yg sdh,tp kali ini sakit yg ia rasakan bener-benar diluar kemampuannya,ia pun menjerit,membuat Arya terbangun,


"Lyla kau knapa ?" kecemasan tersirat di wajahnya ,


"sakit kak ,perut Lyla sakit sekali ,"jwbnya sambil menahan rasa nyeri yg hebat di perutnya.


Arya segera memanggil pelayannya ,


"siapkan mobil ,aku akan ke rmh sakit,"perintah Arya ,dan pelayan itu segera melaksanakan perintahnya,sdgkan Arya mengambil jaketnya Lyla dan memakaikannya pd gadis itu yg skrg sdh agak tenang,


"Lyla kamu masih bisa menahannya ?" tanya Arya khawatir,gadis itu mengangguk lemah ,sambil terus memegangi perutnya ,setelah mobil siap Arya segera membawa Lyla turun ,kebawah dan dg diantar sopir mrk pergi ke rmh sakit,selama perjalanan,rasa sakit itu kembali meneyrang Lyla membuat gadis itu kesakitan.


sesampainya di rmh sakit,dokter yg sblmnya sdh di kasih tahu oleh Arya ,langsung menempatkannya di ruang bersalin,awalnya ia menyarankan operasi cesar pd Lyla mengingat ia punya satu ginjal,tp Lyla menolaknya,ia bersikeras ingin melahirkan secara normal,


akhirnya dokterpun mengijinkannya ,tpi mrk tetap berjaga2,dg jg menyiapkan ruang operasi, Lyla mengetahui ,bahwa bayi yg lahir secara normal ,ikatan batin antara ibu dan anaknya lbh kuat di bandingkan yg keluar dg jalan operasi,ia mengetahui hal itu dr buku yg ia baca beberapa waktu yg lalu,


"aku hrus bisa ,"batinnya berusaha meyakinkan diri sendiri, Arya yg terus ada disampingnya ,telah memberinya kekuatan tersendiri,hingga akhirnya setelah cukup lama berjuang,lahirlah bayi mrk yg berjenis kelamin laki-laki ,oleh suster bayi itu segera dibersihkan,tp seblm lyla sempat melihatnya ,wanita itu pingsan ,membuat Arya di landa kepanikan ,


"kmu tdk usah teralu cemas Arya ,kondisi Lyla baik-baik saja ,ia hanya kelelahan ,"ujar dokter menenangkannya, Arya merasa sdikit lega ,ia pun duduk disamping Lyla dan segera menelpon keluarganya ,yaitu kakek dan nenek nigsih ,beserta sahabat nya lyla yaitu mirs, tdk lupa ia menyuruh Haris utk mngambil handycam dan membawanya keerumah sakit.


beberpa saat kmudian lyla tersadar ,ia melihat keadaannya dan teringat kalo ia td sdh melahirkan, Arya yg menyadari bahwa Lyla sdh siuman,pun segera menghampirinya,


"kmu baik2saja Lyla?"


gadis itu mengangguk,'mana bayiku ?" tanyanya sdikit bingung,


"tunggu sebentar," ucap Arya , laki-laki itu lalu berjalan di samping nya Lyla yg agak ke belakang dimana ada box bayi,tempat bayi mrk ,dg hati-hati Arya menggendong bayi itu,yg nampak kaku membuat Lyla terseyum geli,dg peln2 bayi itu di serahkan pada han bi ,yg langsung di terima gadis itu dan di gendongnya dg benar,


Arya garuk2 kepala,"ternyata ,seorg ibu mempunyai bakat alami utk memperlakukan bayinya," ujar Arya ,dg tatapan penuh sayang Lyla memandang putra kecilnya itu,disaat bersamaan haris datang dg membawa handycam, Arya lantas menyuruh nya utk merekam semuanya ,ia sendiri menghampiri Lyla dan bayinya,


"dia tampan bukan ?" ucap Lyla dg penuh kasih, Arya mengangguk,


"dia tampan seperti kakak ," lanjutnya sambil menyentuh pipinya Arya , laki-laki itu lantas mendekatkan dirinya dan mencium keningnya Lyla,"terima kasih Lyla sekali lgi terima kasih,"ia lalu memnadangi bayi mungil yg sdg di gendong Lyla dan mencium kening putra kecilnya ,membuat bayi itu menggeliat seolah2 ia mengenali siapa yg menciumnya.


Arka Aryand prakasa bayi laki-laki itu di beri nama.

__ADS_1


__ADS_2