
The Secret
Hal 40
Disalah satu sudut ruangan di umah mewah itu ,terlihat seorg laki2 yg sdg gelisah ,ia berjalan mondar mandir,wajahnya sedikit pucat dan keringat dingin bercucuran,seperti baru saja melihat hal yg menakutkan,ia berusaha utk tenang dgn duduk di sebuah kursi,
"aku hrs memberitahu seseorg ttg rencana jahat sekretaris farid ," batinnya ,ia menutup mata mengingat apa yg baru saja ketahui,
flashback on
saat itu ia tengah mrelintasi sebuah ruangan ketika sekretaris farid berbicara di telp ,
"habisi arya dan gadis itu kerjakan serapi mungkin agar tdk dicurigai pihak polisi,"ujar sekretaris farid saat itu ,
flashback off
laki-laki itu yg tidak lain adalah haris , orang kepercayaan Arya ,setelah berpikir cukup lama akhirnya ia menelpon seseorg,
******
suasana tegang menyelimuti salah satu ruangan panti siang itu, Dani dan mira pun segera paham ,jika mereka harus undur diri, tapi situasi kurang memungkinkan untuk berpamitan,
maka mereka berdua memutuskan diam saja.
"lama tidak bertemu , Ningsih ,bagaimana kabarmu?'' sapa Guntur dg dinginnya ,
wanita tua pengasuh panti itu ,membalas dgn senyuman yg tak kalah dinginnya,
"sperti yg kau lihat Guntur ,aku baik-baik saja," ,
wanita tua itu lantas menoleh kearah Dani dan Mira,
"kalian berdua istirahat saja dulu disini ,saya ada urusan penting ," ucapnya ,
kedua orang itu mengangguk
"baik ,Bu ningsih," ucap mira
Bu Ningsih lantas melihat tuan Guntur ,
"kita bicara ditempat lain saja Guntur prakasa ,"
kedua orang yg sdh berusia lanjut itu masuk kesebuah ruangan yg agak terpisah,
"langsung saja apa mau ?" tanya Bu Ningsih tanpa basa basi,
"aku ingin cucuku Arya kembali padaku," laki2 tua itu duduk didepan wanita tua itu ,
"Arya sudah tdk ada disini ," jwb Bu Ningsih,
"kau jgn mengelabuiku seperti dulu Ningsih ,aku tdk akan percaya padamu ," sindir Guntur ,
membuat Bu Ningsih sedih , karena laki-laki ini msih teramart membencinya
"dari dulu aku tdk pernsh mengelabuimu guntur ,"
__ADS_1
"omong kosong,!!' seka tuan Guntur
"terserah apa kata mu ,tapi yg jelas semuanya tdk seperti yg kau pikirkan," suara itu terdengar sedih,
tapi laki-laki tua itu tdk perduli ,
"sekali pembohong tetap pembohong." tuduhnya dengan kejam,ia bangun dr kursi hendak pergi...
"malam itu ada orang yg hendak memperkosaku," ujar Bu ningsih pelan ,menghentikan langkah Guntur , laki-laki tua itu berbalik,
"apa kau bilang ?"ia menatap Bu Ningsih tidak percaya,
wanita tua itu beranjak, menghembuskan nafas panjang ,seblm mulai bercerita..
"'ya malam itu saat aku sedang menunggu mu lama sekali di halte bus ,ada org yg membekap mulutku dari belakang ,menarik ku paksa kedalam mobil tapi sebelum org itu menjamahku ,sahabatmu danu menolongku, ia berkelahi dengan dua orang yang akan memperkosaku hingga mereka kabur dari sana dengan mobil mereka, lalu danu memeluk ku mencoba menenangkan ku yang masih histeris menangis, pada saat itulah kau datang dan langsung memukul Danu , tanpa mau mendengarkan penjelasan kami ,kau pergi begitu saja,"
"aku berusaha mencari kerumah mu untuk menjelaskan tapi kau tidak ada, kau sudah pergi ke luar negeri, kau pergi meninggalkan aku sendiri, "
"bahkan kau membuat perusahaan keluarga ku dan keluarga danu bangkrut,
hingga aku harus merasakan pahitnya kehidupan, sampai aku berada di sini sekarang"
"tidak, itu tidak benar, kau pasti mengarang cerita," ia masih tidak percaya
Bu Ningsih mulai tidak bisa menahan air mata nya ,
"knapa hatimu sekeras batu Guntur ? knapa kmu masih saja menyangkal kebenaran yg aku ceritakn pada mu ?sebesar itukah rasa benci mu padaku ,hingga kmu melupakan semua kenangan diantara kita dulu ?'' Bu Ningsih lantas menatap laki2 itu,
"jika bukan karena Danu aku pasti sudah bunuh diri gara2 peristiwa yg hampir menimpaku itu !!!, dengar Guntur ,dr dulu sampai sekarang aku masih mencintaimu ,meski kau telah membuat ku menjadi seperti ini karena rasa cemburu butamu itu!!!"
"kau tidak tau betapa aku mencintaimu, bahkan aku memutuskan untuk tdk menikah dg laki-laki manapun karna aku tidak bisa melupakan mu!!! ," suara tua itu bergetar terdengar begitu memilukan,
ia sdh puluhan kali mecoba menjelaskan kpd laki-laki yg ada di dekatnya itu ,tp selalu saja ia tdk di beri kesempatan ,
dan hari ini ,akhirnya ia bisa membela dirinya dgn menceritakan yg sebenarnya.
melihat kejujuran di mata Bu Ningsih, tuan Guntur terdiam ,ia bingun tentang perasaannya ,karena jujur di dlm lubuk hatinya wanita ini lah cinta sejatinya,
" bgitukah kejadian yg sebenarnya ?" tanya Guntur pelan ,
Bu Ningsih tak bergeming, ia hanya menangis
"maafkan aku Ningsih," ujarnya lirih,
membuat salah satu sudut bibir Bu Ningsih terangkat, senyum nya terlihat getir.
"maaf ? apa kata itu cukup untuk menyembuhkan hati ku yang terluka ?"
ucap Bu nigsih meremehkannya ,,
dan lagi-lagi membuat tuan Guntur terdiam ,ia tahu ia telah melakukan kesalahan besar.
"maaf kan aku, aku tahu aku salah , dengan menuduhmu ,yg bukan-bukan ,tp tdk bisakh kita melupakan segalanya dan mulai kembali dr awal ," ucap tuan Guntur ,laki2 itu telah memikirkan hal ini semalaman seblm datang ke panti , benda yg dikembalikan Bu Ningsih kmarin telah membangkitkan semua kenangannya dg wanita yg menjadi cinta sejatinya.
Bu Ningsih hanya tertawa ,ia benar2 sudah terluka,ia lalu diam sebentar,
__ADS_1
"baik aku akan memaafkan mu jika kau membawa cucu keponakan ku yaitu Lyla dan jg cucumu Arya dlm keadaan selamat," ucap Bu ninhsih, mengajukan syarat,
"lyla sdh menceritakan pada ku, bahwa kau menentang hubungan mereka,
"Guntur ,aku tdk mengira kau terlampau jauh telah berubah, kau menghalalkan segala cara utk membalas rasa sakitmu pada ku ,dgn berusaha menghancurkan hubungan mrk hanya karna Lyla mirip dengan ku , kau bahkan memalsukan tes DNA,
dan jg org2 mu td telah berbuat kekacauan disini," terang Bu Ningsih yg membuat tuan Guntur kaget,
"apa org2 ku berbuat kekacauan disini ?" tanya nya terkejut,
Bu Ningsih lantas bercerita sdikit ttg hal kemarin.
******
Mira yg masih berada di panti mendadak mendapat telp yg ternyata dari haris ,
Haris menceritakan semuanya yg ia ketahui ttg sekretaris farid ,termasuk rencana pembunuhan terhadap Arya dan Lyla,
"haris kau tdk bercanda kan ?" tanya mira ,
"tidak nona Mira ,aku mendengar sendiri ,"
wajah gadis berkaca mata itu pun pucat pias ,
Dani yg ada di dktnya melihat hal itu ,
"kau knapa mira ?"
"Lyla.." jwb mira
"Lyla ? kenapa ? " Dani blm mengerti ,mira lantas menarik lengan Dani sambil berjalan tergesa-gesa,
"Lyla dan Arya ,mrk dalam bahaya ," jelas mira dg gugup,
"maksud kmu ?
mira pun menceritakan ttg pembicaraannya di telp dg haris td membuat dani mulai berpikir ,ini tidak main-main.
"apa yg hrs kita lakukan ? " gadis berkacamata itu mulai takut dan khawatir
"bgaimana kalo kita memberitahukan ini pada kakeknya Arya ," ujar dani,
mereka langsung bergegas mendatangi tempat tuan Guntur dan Bu Ningsih berada,
Mira menceritakan semuanya ,
dan tentu saja membuat tuan Guntur sgt marah,
tapi Dani meminta tuan Guntur utk pura-pura tdk tahu terhadap rencananya sekretaris farid,
"jangan sampai kita salah langkah, jika kita menangkap sekretaris farid sekarang, aku takut kita tidak bisa menyelamatkan Arya dan lyla," saran Dani yg disetujui oleh tuan Guntur .
laki-laki tua itu lantas memerintahkan seseorang yg dipercayainya ,utk mengawasi sekretaris farid dan mencari tahu informasi di mana keberadaan Arya dan Lyla ,di ruangan itu tuan guntur tertunduk sedih menyesali atas semua yg ia lakukan,
"Arya ,Lyla maafkan kakek ," batinnya menyesal
__ADS_1
to be continue...