
tidak berselang lama kakek dan Bu Ningsih tiba disana dan diikuti dengan Mira bersama Dani membuat suasana sdikit riuh,
"Wah...aku sudah menjadi tante nih!" seru Mira senang sambil menghampiri Lyla
sambil melihat bayi yg ditangan Lyla,
dan bayi itu seolah-olah tahu kalau ia sedang menjadi pusat peerhatian, ia pun menangis kerasnmembuat suasana semakin gaduh
Lyla berusaha menenagkannya dan seluruh orang diruangan itu pun hanya fokus memperhatikannya saja.
"Anak kalian kan sudah lahir, jadi kapan kalian akan mengadakan resepsi pernikahan?" tanya mira sesaat suasana agak tenang,
"Iya Arya, kakek sudah mempersiapkan segalanya ," sahut tuan Guntur
Mendengar pertanyaan itu, Arya pun menoleh istrinya, "bgaimana Lyla?"
Gadis itu mengangguk, "stelah dia berumur 6 bulan kita bisa mengadakan resepsi pernikahan," jawab Lyla sambil mencium bayinya dengan penuh sayang.
dan setelah bayi mereka berumur 6 bulan , Lyla dan Arya pun mengadakan resepsi pernikahan mereka yang sempat tertunda
Atas keputusan bersama Arya dan Lyla menunda bulan madu Mereka, keduanya ingin fokus mengurus si kecil, Arya yang masih khawatir tentang keadaan Lyla , akhirnya memperkerjakan dua pengasuh utk membantu Lyla .
Arka putra mereka tumbuh menjadi anak yang lucu, pintar dan hiperaktif, saat masih belum bisa bicara ,ia mengandalkan tangisannya untuk merebut perhatian orang-orang disekitarnya atau jika ia menginginkan sesuatu Tapi tidak ada orang yang bisa memahaminya, maka tangisan kencangnyalah yg akan keluar, jika lyla sendiri yang mengurus bayi nya ,ia pasti akan kerepotan apalagi dengan kondisinya yang seperti itu.
Tepat satu tahun usia Arka,anak mereka bisa berjalan sebagaimana anak-anak yang lainnya, mungkin juga karena Arya yang dengan telaten mengajarinya berjalan ,setiap sore sepulang dr kantor.serewel-rewel nya Arka jika berhadapan denhan ayah nya ia akan lebih tenang, itulah yg membuat Arya lebih meluangkan banyak waktu dirumah, dari pada di luar .
Ulang tahun pertama Arka di rayakan secara sederhana di rmh mewah mereka, yang menjadi tamunya siapa lagi kalo bukan kakek dan nenek buyutnya ,berserta mira dan Dani. Tidak ketinggalan pula para pengasuh dan pembantu mereka.
Arka anak mereka sdikit demi sdikit telah merubah keadaan disana, rumah mewah itu, sekarang lebih ramai dengan suara tangis atau tawa anak kecil, alka mewarisi kepintaran dan kejeniusan Arya ,hingga saat berumur 3 th ia sudah dimasukkan playgroup dan bisa naik sepeda roda tiga, Lyla yang mengajarinya, ia tahu putra nya ini termasuk anak yg cepat tanggap dengan keadaan, tubuh nya sering bereaksi jika ia dan Arya ada sdikit masalah .
Arya sendiri sejak Arka lahir ,memangkas kunjungan bisnisnya ke Eropa ,yg biasa nya satu tahun 3 kali menjadi satu kali setiap tahunnya itu pun hanya 3 minggu, ia ingin mencurahkan waktu nya hanya untuk Lyla dan putra nya Arka. Karena saat arka berumur hampir 4 tahun, anak nya itu menghilang, tentu saja membuat Lyla dilanda kecemasan yang teramat sangat, mencari sesosok kecil seperti Arka di rumah mewah dan besar nya ,bukan perkara yang mudah,
Arya mengerahkan semua pengawal utk mencari putra nya itu, dr ruang cctv ia memantau semua kamera di seluruh ruangan,yang ada di rmh itu.
"sudah berapa lama Alka menghilang ? "tanya nya dengan nada cemas,
''sdh hampir 1 setengah jam ,tuan,'' jawab staf nya dengan sdikit takut,
Arya lantas memutar rekaman camera itu 1 setengah jam sebelum nya, ia memperhatikan dengan sangat teliti setiap layar disana ,hingga beberapa saat kmudian ia melihat sesuatu benda tergeletak di dekat tiang,
''benda apa itu ,?" tanya Arya oleh staf nya benda itu langsung di Zoom. Dan nampaklah sebuah boneka
''bknkah itu si Hippo boneka kesayangannya Arka ,''batin Arya heran
ia lalu menoleh staf nya itu
''layar ini untuk camera di ruangan apa?" tanya Arya,
Si staff tadi memperhatikan sebentar ,
''ini adalah lorong menuju home teathrer'' jelas staff itu,
tanpa buang waktu lagi Arya segera kesana ,dan bgitu ia mebuka pintu dan masuk, ia langsung menghembuskan nafas lega saat ia melihat sosok kecil itu sedang asyik duduk menonton film kartun Disney.
ya sosok kecil itu tidak lain adalah Arka putranya yg baru berumur 4 tahun an, yang sedari tadi membuat panik seisi rumah ,dan membuat istrinya atau ibunya yaitu Lyla shock berat tapi lihatlan ia sedang asyik menonton tv, ia tidak tahu jika tadi seisi rumah mengkhawatirkannya.
Ruangan ini memang di rancang kedap suara ,dan sejak Arya tinggal dengan Lyla disini ,ia memerintahkan utk mencopot kamera cctv nya.
Dengan pelan Arya menghampiri putra nya ,
''Arka benar-benar anak cerdas pada hal aku baru satu kali tidak sengaja,menunjukkan pada nya cara menghidupkan layar besar ini ,ia langsung sudah bisa,'' Arya tidak habis pikir , ia menatap putranya yang sedang tertawa kecil karena adegan lucu tokoh kartun Goofy,
''Arka,'' panggil Arya , sosok kecil itu menoleh kearahnya
,"ayah ?'' ia sdikit kaget.
"Arka sudah lama disini ?"tanya Arya ,
__ADS_1
sosok kecil itu diam ,ia tidak tahu,
"ehm.....arka tidak tahu ayah,"jwbnya sambil meneruskan menonton acaranya
Arya hanya melihatnya sekilas,ia lalu memutuskan untuk ikut menonton kartun Disney dengan putranya, sesekali terdengat suara tawa dari mereka jika tokoh kartun sedang melakukan sesuatu yg lucu,
Arya yang dari dulu susah tertawa lebar, sekarang ini ia bisa tertawa lebar ,dan itu karena adanya Arka ,buah cintanya dg Lyla,
Arka putranya Arya sdikit demi sdikit telah merubah ayahnya ,dari orang yang berkepribadian dingin menjadi lebih hangat,
Saat mereka berdua tengah asyik menonton tv, Lyla yang di beri tahu oleh staf segera menuju kesana untuk memastikan keberadaan putranya dan saat ia melihat dua orang yang paling dicintainya, sedang asyik nonton tv, tanpa memperdulikannya yang hampir depresi dengan hal tadi ,segera menghampiri keduanya,bgitu ia melihat Arka putranya,ia langsung memeluk sosok kecil,dan menangis,membuat Arka bingung,
"ibu knapa kmu menangis ?" tanyanya bingung,
Lyla melepas pelukannya, ia menatap putranya , Arya yg mengetahui hal itu angkat bicara,
"karena ibu sayang sama Arka ," ujar Arya ,ia lantas memegang tangan istrinya itu,dan menyuruh duduk disampingnya,
"biar nanti aku yg bicara dengan Arka "bisiknya pelan pada Lyla, gadis itu mengangguk.
saat makan malam ,keluarga kecil itu terlihat seperti biasanya,hingga makan malam usai, saat Arka akan beranjak seperti biasanya,
Arya mencegahnya ,ia ingin berbicara dg putra nya itu,
"Arka ikut ayah," ucap Arya ,saat arka hendak berjalan menuju playroom membuat sosok kecil itu menoleh ayahnya,"ikut ayah kemana ?"
Arya menghampiri putranya,
"kita keruangan ayah ," sahut Arya ,sosok kecil itu menurut ,ia berjalan di belakang Arya ,setelah sampai disana arka disuruh duduk dikursi di dpnnya,
"ayah ingin berbicara dengan Arka sebagai seorang laki-laki dewasa, bukankah arka sudah dewasa ?" tanya Arya ,dan langsung dibalas dg anggukan kepala mungil dari sosok kecil di dpnnya,
Arya tersenyum, Arka ini paling suka kalau di panggil laki-laki dewasa ,meski umurnya baru 4 tahunan.
"kenapa tadi arka pergi kesana tanpa memberi tahu para bibi ,hingga membuat ibu khawatir?" tanya Arya langsung kemasalah, sosok kecil itu diam sejenak ia mendongak keatas mencari jawaban,
"jangan turun dulu,ayah belum selesai bicara ,!!" ucap Arya sdikit tegas,
membuat Arka menurutinya ,ia menunduk ,sosok kecil itu tidak berani menatapnya,
Arka adalah anak yg hiperaktif, dan termasuk kritis,ia jg sering melakukan hal-hal yang berbahaya tanpa sepengetahuannya, jika dengan Lyla ia sgt lengket karena dimanja oleh Lyla ,tapi jika dengan ayahnya ,ia tidak berani macam-macam ,karena sejak dulu Arya menegakkan kedisiplinan untuknya.
menghadapi putranya dgn sikap-sikap spt itu ,kadang membuat Arya harus pandai-pandai mengontrol emosinya .melihat putranya tidak berani menatapnya ,
Arya lantas menghampirinya
membopongnya dan mendudukan di pangkuannya,
"tadi Arka tahu tidak ,kalau alka hampir saja mencelakakan ibu," ucap Arya lembut,
sosok kecil itu mendongakkkan kepalanya dan menatap ayahnya,"Arka tidak tahu ,"jawabnya polos,
"tadi saat arka nonton kartun Disney,tanpa seijin ibu ,dan membuatnya khawatir,ibu hampir saja terjatuh dari tangga .kalau tidak di pegangin oleh ayah ,"jelas Arya,
ia menceritakan sdikit kejadian tadi siang saat ia mendadak pulang kerumah , gara-gara hal ini , Lyla histeris ,ia shock berat saat ia tdk menemukan putra kecilnya di semua tempat yang ia cari,hingga kakinya terpeleset saat naik tangga,untung saat itu Arya ada di bawahnya ,dan langsunng memegangi Lyla yang hendak jatuh itu,tapi istrinya itu seprti orang linglung, membuat Arya langsung membawa kekamar mereka dan menenangkannya ,
"kakak, Arka aku harus mencarinya,"ujarnya berulang kali,
"kau disini saja ,tenangkan dirimu,biar kakak yg mencarinya.
sosok kecil itu terlihat sedih dan menyesal mendengar cerita tentang ibunya ,
"jadi tadi ibu hampir saja jatuh ?" tanya Arka Arya mengangguk,
"berarti Arka sudah salah sama ibu ,"gumamnya sedih,
Arya lantas menangkup wajah mungil itu,"kalo begitu Arka tahu kan apa yg harus Arka lakukan ?"
__ADS_1
"iya ayah Arka tahu , Arka harus meminta maaf sama ibu," ucap nya pelan
Dengan diantar Arya, Arka menemui ibunya yang saat itu sedang duduk sambil melihat-lihat foto Arka saat masih bayi ,
Arka menghampirinya,
"ibu ,"panggilnya,
Lyla menutup album foto itu dan menatap putranya "ada apa sayang ?" tanyanya lembut,
"Arka minta maaf,karena tadi sudah membuat ibu khawatir," ucapnya pelan ,
Lyla terharu mendengarnya ,ia lalu memangku putra kecilnya,"lain kali Arka jangan seprti itu lagi ,ibu bisa sangat sedih ," pinta Lyla ,
Arka mengangguk, Lyla lantas memeluk putra kecilnya ,dan mencium lembut kepalanya.
Arya yg berada di pintu dan melihatnya ,tersenyum lega.
kurang lebih bgitulah Ary mendidik anaknya , Karena Arka anak yg cerdas, ia harus berhati-hati dalam melakukan sesuatu di depan putra nya ,karena jika Arka tertarik pada sesuatu ,cukup sekali melihat bgaimana cara nya,ia akan langsung bisa,spt menghidupkan tv besar tadi yg ada di home theatre.itu masih belum seberapa,
tempo hari lebih parah lagi ,ia berhasil menyalakan mobil mercedes bens,yg saat itu tengah di bersihkan oleh pelayan ,jadi ia bisa masuk kedalam ,haris yang berada di sekitar sana dan melihat hal itu ,menjadi sangat panik ,untung saja karena ia masih kecil ,kakinya tidak cukup kuat memijak gas,jd mobil itu tdk berjalan hanya terdengar meraung-raung di garasi,membuat para pengasuhnya panik, karena tidak bisa berjalan ,membuat Arka bosan ia pun mematikannya dan keluar dr sana ,hal itu tidak di ketahui oleh Lyla tapi Arya mengetahuinya ,dari Haris membuat Arya harus ekstra hati-hati .pada umur genap 4 th Arka sudah pandai bermain komputer,
karena sejak 3 thn arya memperkenalkannya dg alat itu,dan karena anaknya mewarisi kejeniusannya ,tidak butuh waktu lama ia bisa menggunakan komputer ,tentunya dalam tahap anak-anak ,karena Arya memprogram komputer anaknya ,supaya aman dipakai oleh anak seusianya.
********
Malam itu Arya duduk sendirian di ruang kerja ,ia melihat-lihat tmpat-tempat yang bisa dijadikannya tempat bulan madu dengan Lyla yang sudah tertunda selama ini ,sejak Arka hadir ditengah-tengah mereka ,ia maupun Lyla semakin sibuk,apalagi dg sifat Arka yang sering membuat masalah ,membuat ia dan Lyla tidak tenang jika berpergian jauh.
tapi ia benar-benar merindukan moment berdua dg Lyla .sampai saat ini ,Lyla masih harus tetap melihat video rekaman setiap ia bangun tidur, agar ia bisa mengingat hal-hal besar yg terjadi dlm hidupnya.
di saat Arya sdg memperhatikan sebuah tempat,terdengar pintunya di ketuk,dan seseorg masuk yang tdk lain adalah Lyla, istrinya itu menghampirinya dan merangkulnya dari belakang ,
"kakak sdg melihat apa .?" tanya Lyla ,
Arya lantas memegang tangan Lyla ,
"kakak sdg melihat-lihat tempat yg akan kita kunjungi nanti ,jika kita pergi honeymoon,"jwbnya
Lyla lantas melepas rangkulannya dan menatapnya dr depan ,"pergi honeymoon?"
Arya mengangguk," Arka sdh besar,dg meminta bantuan mira dan Dani ,serta kakek dan nenek,aku rasa kita bisa meninggalkannya dg tenang, lagi pula kita mungkin tidak akan lama perginya ,"jelas Arya
Lyla berpikir sebentar , karena ia msih ragu-ragu meninggalkan Arka ,
Arya segera paham ,ia lalu memeluk Lyla dari belakang ,
"ayolah Lyla ,kita pergi ,kan sudah beberapa kali kita tunda,masak tahun ini tidak jadi lagi ," bujuk Arya manja sambil menciumi lehernya Lyla, membuat gadis itu menggelinjang krn geli,,
"iya deh ,kita akan pergi ," jawab Lyla yang akhirnya mengiyakan ,membuat Arya senang mendengarnya .
"tapi kita akan kemana ?" tanya Lyla sambil mengalungkan tangannya di lehernya Arya ,sementara suaminnya melingkarkan tangannya di pinggangnya Lyla
"ehm....bgaimana kalo kita kesana ?" ujar Arya sambil menunjuk layar komputer,nampak sebuah kota yg terlihat megah ,
"Brazil ?" ujar Lyla ,
Arya mengangguk.sambil menciumi wajah istrinya ,tp ciumannya berhenti saat jari telunjuk Lyla berada di bibirnya ,
"kenapa ?" tanya Arya ,
Lyla tersenyum , "kakak selalu saja tidak sabaran ,"sahut Lyla ,sambil melepas tangannya dan menghentikan semuanya ,
Tapi saat ia berbalik kebelakang , Arya dengan cepat menariknya dalam pelukannya ,
"kau jangan menghindar dariku,"ucap Arya pelan, ia lantas mencium istrinya ,tepat dibibir gadis itu.membuat Lyla tidak ada cara lain kecuali membalas ciuman itu.
Next in Brazil....
__ADS_1
To be continue...