The Secret...

The Secret...
Tersadar....


__ADS_3

The Secret


Hal 42


hari ini tepat 3 hari Arya dan Lyla tidak sadarkan diri,selama itu pula ,


baik mira dan Dani bergantian menjaga mereka, begitu pula Bu Ningsih dan tuan Guntur


Dani yang memeriksa keadaan mereka ,tdk bisa berbuat banyak, karena untk sembuh atau tdk semua tergantung pada keinginan kuat dari diri mereka sendiri,


"bagaimana perkembangan nya ?" tanya mira untuk yg kesekian kalinya,


dan hanya dibalas gelengan kepala lemah dr Dani ,


"keadaan mereka masih sama ,jika bgini terus aku khawatir atas keadaan bayi mereka " jawab dani yg membuat mira sedih,


"luka tembak Arya memang lebih parah dari pada Lyla ,tapi operasi keduanya berjalan sukses, jadi seharusnya tidak ada sesuatu yg serius dlm diri Arya ,sdgkan kondisi Lyla meski luka tembak sdh membaik ,tpi luka di kepalanya hrs sesegera mungkin di operasi ,tp kmi saat ini tidak berani mengambil tindakan dengan mengoperasinya dlm keadaanya yg seperti ini ,"jelas Dani bingung.


dokter muda itu duduk di samping arya yg msih belum siuman itu ,selang infus tertancap ditubuhnya utk memasukkan nutrisi kdalam tubuhnya ,alat pendeteksi jantung ,berdetak dgn normal , Dani lalu sdikit membungkuk utk membisikkan sesuatu ,


"aryaaa..bangunlah ,kamu tidak kasihan dgn Lyla ,dia sangat membutuhkanmu ,ingat Lyla sedag mengandung anakmu, kamu akan jadi ayah , jadi aku mohon demi mereka semua ,bangunlah ..!!"bisik Dani ,ia bener2 tidak tau harus melakukan apa


mira yang melihatnya menangis dalam diam , hanya tangannya yang bergerak menghapus air matanya .


"Arya ,,aku mohon , Lyla hanya bisa sadar jika ia mendengar suaramu ,jadi aku mohon demi dia sadarlah ,"ucap mira disela-sela tangisnya.




disebuah tempat lapang , Arya sedang berada di taman dgn kedua org tuanya dan adik perempuannya , wajahnya tersenyum dgn bahagia seolah olah ia telah menemukan kebahagian yg direbut darinya sejak ia kecil ,ya Arya kecil telah mengalami banyak siksaan , ia sring dipukul oleh orang tua angkatnya ,hingga ia nekat kabur dr rumah dan hidup di jlanan.


seorang wanita cantik paruh baya yg tak lain ibunya menyentuh pipinya ,


",sudah saatnya kamu kembali ,tempat kmu bukan disini ," ujarnya lembut,


"arya bahagia disini ,kumpul bersama dgn ayah ,ibu dan adik, Arya mau tinggal dini saja ,' ia menolak ,


ayahnya tesrnyum


"tpi disana ada seseorg yg sedang menunggu kamu ,kembalilah suatu saat kita akan bertemu ,"ucap ayahnhya bijak,


tiba-tiba semuanya hilang berganti dg wajah seorang gadis yg amat ia kenal ,gadis itu menatapnya dg tatapan sendu


"Lyla ,"ujarnya menyebut nama gadis itu ,tpi tidak ada sahutannya ,gadis itu justru menjauh darinya ,


"LYLA....LYLA..!!" teriaknya keras, tapi gadis itu tetap pergi , Arya terus menerus memangil nama itu.




Dani yang sedang menemani Arya, terkejut mendengar Arya mengigau memanggil nama Lyla, dilihatnya Arya mengerjapan matanya sambil menyebut nama Lyla,


"Arya, Arya kau sudah siuman ?' tanya Dani ,


Arya membuka matanya perlahan, melihat sekeliling lalu matanya menangkap sesosok yang ia kenal, "dani"


"dimana aku ?" tanya nya bingung


belum sempat Dani menjawab , Arya sudah buka suara lagi


Lyla , dimana lyla ?" tanyanya tidak sabar ,


"Lyla ada di smaping mu ," jwb dani,


Arya lantas menoleh kearah sampingnya ,nampak gadis itu masih blm sadar,


tanpa memperdulikan infus yg ada di punggung tangannya ,ia turun untuk menghampiri Lyla ,

__ADS_1


"Arya hati-hati,''ujar Dani . sambil memegang Arya lalu mendorong tiang selang infus, membantu Arya mendekati Lyla.


Arya berdiri di dekat Lyla,


gadis itu berwajah sgt pucat kondisinya melemah,


"sejak kapan ia sperti ini ?"tanya Arya pelan tanpa mengalihkan pandangannya dari Lyla,


"sama dgn mu , sudah tiga hari ini ,'jwb Dani


"lalu bagaimana dgn kondisi kandungannya ,?''


"bayi nya sampai saat ini masih baik-baik saja ,tp jika ia tetap seperti ini aku khwatir dg bayi kalian," jwb Dani


Arya hanya terdiam sambil terus menatap sedih Lyla


******


sementara itu tuan Guntur, yang sudah diberithu tentang keadaan Arya segera menuju rumah sakit,ia kesana dgn Bu Ningsih yang kebetulan mau menjenguk lyla,


Arya sedang menemani lyla, ia duduk di samping tempat tidur Lyla , keadaan Arya sdh jauh lebih baik ,ia sdh bersikap secra normal, karena memang luka tembak di tubuhnya tidak terlalu serius.


mira yg berdiri disisi lain ranjang nya lyla ,menatap prihatin kondisi sahabatnya itu,


ia lalu menoleh kearah Arya


"Arya ..sadarkanlah dia ,kami berdua sudah berusaha sebisa mungkin untuk membuat nya sadar tp hasilnya tetap sama ia tdk mau bangun ," pinta mira lirih.


"kmarin saat kmu meninggalkan nya di rumahku ,ia sedikit tertekan dgn status hubungan sedarah dgn mu ,meski ia bilang tidak apa-apa ,tp ia terlihat tertekan ,bilang padanya bahwa kalian bukanlah kakak adik kandung," jelas mira panjang lebar


Arya kaget mendengar hal itu,


"apa maksudnya ? kmu bilang tadi aku dan Lyla bukan kakak adik,?' tanya Arya yg kurang yakin,


mira dan Dani saling tatap ,mereka lupa bahwa Arya blm mengetahui hal itu ,


amarah besar terkumpul di dalam tubuhnya , nafasnya menggebu-gebu,


Dani yg menyadari perubahan itu ,pelan-pelan menyentuhnya ,


"Arya , kamu baik-baik saja kan ?"


laki-laki itu diam saja ,hingga pintu terbuka ,dan masuklah seseorg ,yg ternyata adalah tuan guntur, kakek kandungnya,


"Arya , kamu sudah sadar nak ,?" tanya nya dgn raut wajah sayang ,


tapi tidak dgn Arya ,ia membalas dengan tatapan seolah-olah ingin menghancurkan semuanya , dgn menahan amarah ia menghampiri kakeknya ,


dengan satu gerakan saja ia mencengkeram kerah baju kakeknya dan tangannya siap utk memukul orang tua itu, sebelum itu terjadi Dani dan Bu Ningsih menghentikannya ,


"hentikan Arya ,dia itu kakek kandungmu .!!" Dani mengingatkan ,


kepalan Arya berhenti tepat di wajah kakeknya yg mendadak pucat,


ingin rasanya Arya memukul orang itu tapi dengan kasar ia melepas cengkeraman nya membuat org tua itu ,terhuyung jatuh, Arya langsung pergi dari ruangan itu , dengan langkah yang tergesa menjauh dari ruangan itu, rasanya ingin sekali ia berteriak meluapkan kekesalannya,


Dani segera berlari mengejar Arya , sedangkan tuan Guntur di tolong mira dan Bu Ningsih.


Dani melihat Arya terduduk lesu di kursi rmh sakit , Dani pun menghampiri nya dan duduk disampingnya ,ia menepuk pundaknya Arya


"sudah lah Arya ,yg lalu biarlah berlalu ,bagaimanapun dia itu kakekmu ,kau tdk boleh berbuat sperti itu," ujar dani menasehatinya ,


sudut bibir Arya tertarik kebelakang membentuk senyuman ,senyum ketidak percayaan,


"kamu tidak tahu apa yg aku dan Lyla rasakan karena perbuatan nya itu,' ucapnya lirih,


Dani menghembuskan nafas,


"ceriatakan semua nya pada ku ,itu akan membuat dirimu lebih baik,"

__ADS_1


Arya tidak langsung berbicara, tapi Dani tetap menunggu Arya bercerita ,


dan akhirnya Arya mulai angkat suara,


"kau tahu Dani ,dulu saat pertama kali aku tahu hal itu ,aku pernah terpikir untuk mengakhiri hidup ku," ucap Arya pelan yang cukup membuat dani terkejut,


"bunuh diri maksudmu ,?" tanya Dani memastikan


dan disambut anggukan pelan oleh Arya "aku teramat sangat mencintai Lyla, sangat dan sangat ,


aku rela melakukan apapun untuk Lyla "ucap arya


"tapi saat itu ,ketika aku tahu bahwa ternyata Lyla adlah adik kandungku ,dunia di hadapanku seolah runtuh ,langit seperti jatuh menimpaku.aku hancur, aku kalah,aku jatuh kedalam jurang yg paling dalam ,hingga aku berusaha untuk menjauhi nya ,dan menghancurkan diriku sendiri,"


Dani dengan seksama mendengarkannya,


Arya lalu menyandarkan punggung nya di kursi rumah sakit itu,


"hingga Lyla datang kepadaku dgn memohon ,untuk tidak mengakhiri semuanya, ia bertekad untuk melanjutkan hubungan ini,meski ia tahu ,bahwa kami adalah kakak adik kandung saat itu,


aku tau jauh di lubuk hatinya ia sgt tertekan dgn keadaan ini, kami hidup bersama tapi kami tertekan dengan hubungan sedarah kami," Arya mengakhiri ceritanya , Dani hanya bisa terdiam dg semua itu ..


******


dgn diantar Dani , Arya kembali keruangannya ,saat ia sampai di dpn pintu kmrnya ,nampak kakeknya yg menghampirinya dgn tatapan menyesal ,


"jangan sentuh aku dan jangan mendekatiku ,'ucap Arya dingin saat kakeknya itu hendak menyentuhnya ,


''maafkan kakek Arya," pintanya menyesal,


Arya menatapnya tanpa ekspresi,


"berdoalah agar Lyla selamat,karena kalau tidak ,anda juga tdyk akan pernah melihat cucu anda lgi ,"balasnya dingin,sambil masuk keruangannya Lyla ,


mira lalu keluar saat melihat Arya datang ,semua orang yg ada diruangan itu keluar,dan meninggalkan Arya dan Lyla berdua di ruangan itu ,


Arya menatap tubuh yang belum bergerak sama sekali sejak 4 hari yang lalu , ia lalu menyibakkan anak rambut yg menutupi wajah lyla .dan memegang tangan gadis itu, dan mencium tangannya ,lalu secara perlahan-lahan Arya mendekat untuk berbisik,


"Lyla ,ini kakak ,sadarlah sayang ,kamu tahu ,ternyata kita bukan kakak adik Lyla ," bisik Arya yg mulai terisak,"


bayi kita dan diriku membutuhkan mu ,kmu harus bangun sayang , aku mohon,'lanjutnya ,


ia lalu mencium kening gadis itu,


merasa tetap tidak ada tanggapan Arya semakin terisak, ia terus menangis sambil mencium tangan Lyla, ia tidak memperdulikan waktu yang terus berjalan,


hingga pagi datang....


sepasang mata itu secara perlahan-lahan terbuka ,ia melihat disekitarnya nampak warna putih yg mendominasi ruangan,


pandangannya lalu beralih ,kpd seorg laki-laki yg sdg tertidur dengan posisi duduk sambil memegang tangannya , membuat kedua sudut bibirnya tertarik hingga membentuk sebuah senyuman ,ia lalu membelai lembut kepala laki-laki itu ,membuatnya menggeliat, membuka mata dan terkejut,


"Lyla, kamu sdh sadar ? tanya Arya senang,yg hanya di balas anggukan pelan oleh gadis itu,maka Arya pun segera memberitahu para dokter,


mira , Dani , Bu Ningsih bahagia mendengar kabar itu,akhirnya lyla siuman.


selang beberapa wkt kebahagiaan yang melingkupi mereka tdk bertahan lama ,


semuanya sudah di beritahu tentang penyakitnya Lyla , Arya masih bingung utk mengambil keputusan , masalahnya


operasi di kepala Lyla akan menimbulkan efek samping.


"kita tdk bisa menundanya terlalu lama Arya ,Lyla dan bayi kalian bisa bahaya jika keadaan Lyla semakin melemah ,kita hrs segera mengoperasinya apapun resikonya ," ucap dani ,


Arya pun tdk punya pilihan lain selain menyetujui opersi itu,


"apa ingatannya benar-benar tdk bisa seperti semula lgi ?" akankah Lyla kehilangan semua ingatannya?"


to be continue....

__ADS_1


__ADS_2