
Bumi 2024 M . . .
Saat ini Bumi mengalami perubahan yang luar biasa akibat dari bencana alam, wabah penyakit, kerusakan alam akibat penambangan dan penggundulan hutan, tapi yang sangat berbahaya dari bencana tersebut yaitu munculnya kabut yang menyelimuti seluruh Bumi.
Kabut tebal berwarna abu pekat menghiasi seluruh daratan di Bumi. Tidak ada satupun daratan yang terlewat oleh kabut tersebut.
Manusia mulai berhamburan keluar dari rumahnya, kantor, gedung pemerintah, sekolah dan dari tempat hiburan hanya untuk bisa menyelamatkan diri mereka masing-masing. tapi tidak ada daratan yang tidak di selimuti oleh kabut. manusia hanya bisa terdiam di tempatnya berdiri.
para pelaut atau nelayan yang sedang berada di laut hanya bisa terdiam dengan mulut terbuka lebar melihat pemandangan daratan yang terselimuti oleh kabut.
"Aaahhh .... ahhh" jeritan disertai tangis "hiks..hikss..." dari manusia di Bumi saat awal bencana kabut ini muncul.
Tanaman merambat yang besar-besar mulai tumbuh dari dalam tanah ke permukaan bumi, hingga sebagian gedung-gedung menjadi media tempat berdirinya tanaman merambat tersebut.
Aspal jalan, gedung maupun bangun-bangun mengalami kerusakan yang cukup parah akibat tanaman besar yang merambat tersebut.
manusia yang pada dasarnya lemah tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi pada Bumi saat munculnya Kabut.
"Apakah ini kiamat ?"... banyak manusia yang bergumam akan hal tersebut karena panik.
_____________________________________________
__ADS_1
15 tahun telah berlalu sejak bencana alam kabut terjadi ... Era baru bagi Bumi dimulai sejak saat itu.
"haaah ... lelah sekali Raid Kabut kali ini" Gumam pemuda yang baru saja keluar dari dalam kabut.
bencana kabut yang menyelimuti bumi 15 tahun lalu hanya berlangsung 3 hari 3 malam, dan setelah tidak menyelimuti bumi, kabut tersebut membentuk kabut-kabut kecil yang berdiameter lingkaran sekitar 5-10 meter secara vertikal.
kabut kecil tersebut layaknya sebuah gerbang menuju dunia monster yang penuh sumber daya untuk kemajuan umat manusia.
"Kamu hanya membunuh 3 monster katak kecil dan 1 monster anjing kecil sudah lelah ? .." dibalasnya omongan pemuda tersebut oleh salah satu petualang yang mengikuti raid tersebut dari belakang.
"Maaf saja kalau saya hanya bisa segitu, membunuh mereka membutuhkan usaha lebih..." sambil menunduk malu pemuda tersebut membalas perkataan petualang tersebut.
menghindari rasa malu tersebut sang pemuda pergi untuk istirahat dan menghiraukan omongan dari anggota party lain yang menghinanya.
"Yoo Fahr,.. nanti pembagian hasil buruan raid akan saya kirim ke rekening mu melalui serikat.." ketua party menghampiri saya dan memberikan info pembagian hasil atau pemberian upah dari melakukan raid.
serikat adalah sebuah organisasi besar yang dibentuk oleh para petualang awal yang mengelola munculnya kabut dan petualang. sehingga tidak terjadinya kerusuhan diantara masyarakat biasa maupun petualang dan pemerintah.
"Iya Pak terima kasih.." dengan nada cuek saya membalas ketua party yang membelakangi saya dan langsung pergi.
Setelah cukup beristirahat saya pergi untuk memesan kopi hangat dan mencari tempat untuk merefreshan pikiran.
__ADS_1
sedikit demi sedikit asap rokok yang saya hisap naik ke udara dan naik ke langit yang tampak biru dengan awan putih nya.
saya terus berfikir apakah saya akan terus melanjutkan pekerjaan saya sebagai petualang. melihat dari efektifitas dan kekuatan saya hanya ada di level F.
sudah 1,5 tahun lama nya saya terkurung di peringkat F yaitu peringkat petualang terendah dan kemampuan pun tidak ada kemajuan.
sambil melihat tanda angka 10 yang menujukan level yang berada di antara jempol & pergelangan tangan yang menunjukan level seorang petualang.
tanda angka tersebut muncul kepada setiap manusia yang diberkahi, dan itulah para petualang yaitu mereka yang memiliki tanda angka level.
berkah yang didapat telah diberi istilah oleh manusia dengan sebutan 'BICOM'. banyak teori yang menyebutkan berkah tersebut diberikan oleh Tuhan dan seakan-akan mengisyaratkan kepada manusia agar tidak menyerah dan berusaha untuk melawan monster.
banyak petualang tingkat F dan dengan angka Bicom rendah yang jika lebih dari 1 tahun tidak naik memutuskan untuk beralih profesi atau pun pensiun.
bukan karena saya bodoh tidak ingin pensiun atau beralih profesi sebagai petualang, tapi penghasilan sebagai petualang walaupun tingkat rendah itu masih lebih banyak daripada karyawan biasa.
saya masih ada 2 tanggungan nyawa yang menjadi tanggung jawab saya dirumah. dan dengan biaya hidup yang tidak sedikit walaupun pekerjaan itu harus mempertaruhkam nyawa tetap akan saya kejar.
[Sambil membayangkan kedua adiknya yang ada di rumah yang masing-masing masih di sekolah menengah pertama (Smp) dan sekolah menengah atas(Sma)]
saat langit yang mulai menunjukan senja.
__ADS_1
saya angkat kaki menuju rumah.