The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 33 - SiPedang Maut


__ADS_3

Bima, Rafi dan Raffa mulai terbangun dari tidurnya dan mereka masih berada di dojo kang Riwa.


pertama kali bangun adalah Bima, dia melihat sekujur tubuh dirinya kedua temannya di balut oleh perban.


Bima yang sudah cukup pulih berjalan menuju suara berisik diluar ruangannya.


dia melihat orang-orang dojo sedang berlatih, dan Bima berfikir mereka kali ini kalah dari latihan ketahanan fisik.


kang Riwa menghampiri Bima, "oh kamu sudah bangun, sungguh cepat nya " ujar kang Riwa.


"memang saya tertidur berapa lama kang,?" bima bertanya dengan malu


"kamu tertidur selama 3 jam, tapi tenang saja luka-luka kalian sudah di obati" kang Riwa


"iya , terima kasih kang, kami sungguh merepotkan. kami yang menantang tapi kami yang merepotkan kalian".. ujar Bima meminta maaf dan sungguh malu


"Tidak..tidak. justru aku yang berterima kasih kepada kalian, dengan adanya kalian mampir ke dojo kami, kami semua menjadi lebih bersemangat kembali dan membuka pandangan kami terhadap level-level yang berada dibawah level kami, tidak selamanya level bicom rendah itu selalu lemah...dan membuka pandangan kami bahkan jangan meremehkan orang lain hanya dari level bicom rendahnya..." penjelasan panjang kang Riwa.


Bima hanya terdiam dan kagum akan keterbukaannya kang Riwa dan bijaksana dirinya.


"baiklah sepertinya kalian masih lelah dan butuh tenaga lebih, setelah sesi ini kami akan mengadakan makan malam, apakah kalian ingin ikut makan bersama kami ?" tanya kang Riwa kepada Bima


Bima berfikir sejenak, mungkin akan lebih merepotkan kang Riwa dan orang-orang dojo jika mereka bertiga ikut makan bersama.


"Maaf kang, sepertinya saya harus menolaknya, dirumah ada adik perempuan yang menunggu dirumah.." ujar Bima dengan penolakan halusnya


"oh baiklah , kalau begitu, tapi jika kedua teman mu ingin ikut makan bersama kami , langsung saja temui kami" ujar ajakan kang Riwa


"baik kang terima kasih" ujar Bima


"sungguh orang kuat yang rendah hati dan penyayang keluarga, haha " gumam kang Riwa dengan kagum terhadap Bima.


"baiklah sepertinya aku harus membangunkan kedua orang itu" ujar Bima yang menuju ke tempat tidurnya perawatanya.


"kamu tidak usah membangunkan kami, kami sudah bangun, penyayang adik ..hfftmmm." Ujar Rafi menggoda Bima


"iya kami sudah bangun, kakak penyayang adik perempuannya.. pffftt .." ujar Raffa yang menggoda Bima.


Bima yang tidak membalas perkataan Raffa hanya terdiam, dan segera bergegas berkemas pergi. ..


"ayo kita pergi dari sini . kalian berdua, kakak beradik yang bagaikan lem dan tikus .." ujar Bima setelah beres berkemas dan berbalik membelakangi mereka sambil tertawa kecil ..

__ADS_1


"Hah.." ucap Raffa yang terkejut Bima yang bisa membalas ejekanya.


"hahaha..aku lem dan kau tikusnya" ujar Rafi yang membalik menggoda Raffa


"siapa yang kau panggil tikus ?? dasar kau lem... " balas Raffa yang tidak sadar menyudutkan dirinya bahwa dia tikus


"hahahah.." Bima, Rafi dan Raffa pun tertawa sambil bergegas pulang, dan segera pamitan kepada dojo kang Riwa.


"datang lagi, aku belum puas memukulmu," ujar Arul dengan mengagummi Rafi


"ya tentu saja..." balas Rafi


"selamat tinggal.." ujar mereka bertiga


"hati-hati dijalan.." ujar orang dojo


dimalam penuh bintang itu mereka bertiga pulang dengan kebanggaan yang tergambar di wajah mereka masing-masing , dengan wajah lebam, penuh memar di sekujur tubuh mereka. dengan perban yang membalut tubuh mereka.


________


Kembali ke lantai pertarungan 27 arena 5. sekarang memasuki babak perempat final yang sudah ditunggu-tunggu karena penantang dari Kris si Pedang Maut adalah pendatang baru dengan level bicom 59 dan telah mencuri perhatian penonton kepadanya dari Kris (bisa-bisanya si Kris doang ini mah.. :V).


mereka yang bertaruh bingung untuk memasang kepada siapa.. namun masih banyak yang meragukan kekuatan Andi. dengan dalih dia bertarung karena beruntung, dan belum ada track record yang begitu jelas. sehingga banyak yang masih memilih Kris dalam bertaruh. tapi tentu saja tidak sedikit juga yang memilih Andi.


Kris yang sudah berlevel 100, dengan banyak pengalaman hidup dan mati melawan kabut, dan hingga akhirnya diakui oleh serikat dia masuk ke peringkat petualang S.


dengan banyaknya prestasi yang raih sehingga memikat guild nomor satu di negeri ini, yaitu Singa Bertaring.


di dalam guildnya pun dia diakui sebagai salah satu orang kepercayaan ketua, meskipun sifatnya yang kekanak-kanakan dan memandang rendah orang lain, namun ketua singa bertaring tidak memperdulikan hal tersebut, karena yang penting dia berguna untuk guild itu sudah cukup.


Kris dengan tatapan sombong dan marahnya menatap Andi yang sama-sama sudah berada diatas arena 5.


"Hei kau pencuri perhatian, kali ini keberuntungan mu sudah habis,.." ujar kekanak-kanakannya Kris.


seperti biasa Andi hanya terdiam tanpa kata dan gerak tubuh..


"teng-teng-teng" suara bel berbunyi tanda pertempuran dimulai.


Andi mengambil inisiatif menyerang, dengan hantaman kepalan tanganya, berhasil ditahan oleh pedang panjang Kris. Kris terbilang cukup kompeten, karena dia pengguna pedang sihir.


energi sihir yang bisa Kris gunakan hanya mampu untuk menyelimuti pedang nya saja.

__ADS_1


Andi cukup terkejut, dipedang nya Kris ada energi sihir yang mengalir.


"Huh apakah kamu terkejut dengan energi sihir dipedang ku ini?, jangan bilang bahwa kamu akan cepat menyerah?" Kris


"tapi kamu sendiri mampu menggunakan energi sihir, tapi itu tidak cukup untuk menghentikan pengguna pedang sihir sepertiku ini...terima ini" ujar Kris dengan inisiatif membalas serangan Andi


Andi yang masih mundur kebelakang setelah menyerang Kris beberapa saat lalu dan tidak menyangka akan begitu cepat dibalas oleh serangan balik dari Kris.


dimata penonton dan Kris, saat ini Andi cukup terpojok dan sekarang Kris melakukan serang balik..


Kris berhasil melayangkan satu serangan baliknya kepad Andi, tapi penonton melihat dengan seksama bahwa Andi berhasil menahan serangan pedang sihirnya Kris.


"ayo Kris kalahkan si pendatang baru itu.." penonton


"buat dia bertekuk lutut dihadapanmu.." penonton


"Kris jika kamu kalah semua uang ku akan lenyap " penonton yang bertaruh kepada Kris


mendengar suara-suara dukungan yang keluar dari penonton untuk dirinya, Kris tambah semangat dan kekuatannya ditingkatkan.


kedua tangan Andi yang masih menahan pedang sihirnya Kris, mencoba untuk bisa lepas dari ganasnya pedang sihir Kris.


Andi terpojok dan semakin terpojok , masih belum mampu lepas dari pedangnya Kris.


"cepatlah menyerah , jikau tidak ingin terluka, jangan sampai penonton menertaiwaiku karena Kris seorang berlevel 100 melawan level rendah." ujar Kris


Kris yang kali ini meyakini bahwa kemenangan Andi hanyalah keberuntungan semata dan karena armor kuatnya, semakin percaya diri.


namun dibalik percaya dirinya Kris , dia baru menyadari bahwa baru pertama kali ada yang mampu bertahan dari pedang panjang nya selama ini.


Kris yang tadi sudah percaya diri, kini mulai merasa ragu-ragu dengan kemampuannya...


________________________________________


Fahr (Arc,59)


Junar(pj,45) Reni(pp,41) Bima(tk,39) Ratu(ph,37) Rika(hl,36) Hopi(pp,41)


Raffa(wr,38) Rafi(tk,38) Tora(ph,39)


__ADS_1


__ADS_2