
2 hari pun berlalu , dan hari ini adalah hari raid dari party nya Rini.
Fahr yang sudah bergegas membawa persiapan dan tidak lupa juga membawa anak panah cadangan.
setelan armor yang masih sederhana yang di pakai Fahr, walaupun tampak masih sederhana namun sebenenarnya itu armor yang cukup kuat.
topi coklatnya dipakai oleh Fahr layaknya sesosok tentara, kali ini dia tidak memakai masker hitam nya, dan tampak wajah yang cukup tampan dengan ekspresi datarnya. namun cukup dapat memikat sebagian wanita yang cantik.
Sesaat sampai di lokasi tampak dari kejauhan Rini terkejut bahwa itu adalah Fahr yang biasanya memakai masker hitam nya.
Pipi lembutnya Rini mulai merona memerah, jantung bedetak "deg deg" cukup kencang. belum memberanikan diri untuk mendekat kepada Fahr.
Saat Fahr menghampiri party tersebut lalu menanyakan party ini yang ditunjuk oleh Rini yang akan raid di kabut Level D.
Namun saat Fahr ditanya oleh salah anggota party dan dia memberitahu levelnya, keadaan yang tadinya sempat mengagumi Fahr berubah menjadi suasana yang melecehkan Fahr.
"Wah akan ada beban kali ini, kenapa si cantik Rini bisa kenal dengan beban ini"..ucap salah satu anggota party rini
"yah mungkin dia memelet Rini kali, atau mungkin lelaki ini memohon dan berlutut untuk bisa diajak party bersama Rini" salah seorang anggota party yang lain mulai angkat bicara
"hei kalian jangan begitu, "anggota party wanita mulai angkat bicara juga.
"hah memangnya kenapa? kamu juga tidak ingin kan satu party dengan beban" dengan teriakan keras kepada anggota wanita party
"itu..tapi bukan begitu maksudnya".. wanita yang sedikit membela Fahr tertunduk karena mendapat intimidasi disekilingnya
Fahr hanya terdiam mengacuhkan sekelilingnya karena sedang menunggu Rini. dengan sikap tegapnya dan tanpa menunduk sama sekali.
anggota party yang lain tidak ada yang ikut campur karena hal tersebut sudah biasa dikalangan petualang.
dan secara realistis pun, anggota party jangan sampai mendapatkan cedera yang serius saat melakukan raid dikarenakan ada anggota-anggota yang tidak kompeten.
beberapa menit kemudian, Rini mulai menghampiri dan mulai angkat bicara.
"hei kalian, apa apaan kalian, aku yang mengundang dia, mengapa di perlakukan seperti ini" Rini memarahi 2 orang anggota party yang menyinggung Fahr
"Yo Yo bubar, kita tidak ingin tuan putri lebih menceramahi kita bukan , haha" anggota party yang menghina Fahr masih saja berlagak sombong
"kamu tidak apa-apa Fahr ?" tanya rini takut Fahr marah
"iya tidak apa-apa, tidak terluka juga" jawab Fahr dengan nada datarnya
"jangan terlalu diambil pusing yah, mereka berdua memang seperti itu, tidak tahu malu" ujar Rini menenangkan Fahr
"wajar saja, karena saya masih level rendah.. hal ini sudah biasa, oleh sebab itu saya sering ikut raid menjadi pengangkut" jawab Fahr yang masih datar
"baiklah kalau begitu kita ke tempat kumpul strategi dulu saja" ujar rini mengalihkan pembicaraan
setelah beberapa menit membicarakan strategi formasi serang dan bertahan. mereka langsung bersiap-siap untuk memasuki kabut.
seperti biasa Fahr berada di baris belakang karena archer dan level rendahnya. tapi masih berada satu garis dengan Rini.
Rini adalah petualang penyihir dengan tipe air, meskipun level nya rata-rata dikalangan party kelas D namun karena jenis sihir airnya membuat rini cukup menjadi andalan di party rank D.
mereka pun mulai memasuki kabut dengan gagahnya dan ada sebagian dengan kesombongnya.
sepanjang perjalanan Rini menggoda Fahr untuk mengungkapkan kekuatanya, tapi seperti biasa Fahr mengalihkan pembicaraan dan seakan-akan tidak mengetahui hal yang Rini katakan.
__ADS_1
Monster di area satu sudah mulai keluar jumalnya sekitar 25, anggota party hanya ada 15 dan tambah pengangkut level rendak.
tapi 25 monster FoxHip kecil (Monster bentuk rubah ekor 1 dengan daya serang kecepatan dan serangan ekor yang dengan efek melumpuhkan sementara dengan warna bulu merah)
kesombongan kedua anggota party itu tampak cukup sebanding dengan kekuatan yang mereka miliki.
dengan mudahnya FoxHip di basmi, seperti biasa Fahr menyerang dengan sangat hati-hati dan tidak ada yang menyadari dia menyerang, bahkan mata pengangkut pun dikecoh oleh Fahr.
Rini dengan skill bertahan dari sihir tipe air dengan mudah menahan FoxHip dan lalu menyerang dengan serangan air seperti jarum dan menembakan ke tubuh FoxHip.
setelah beres penyerangan seperti biasa Fahr mengambil anak panah yang bersarang di tubuh FoxHip.
bahkan Rini pun tidak dapat melihat Fahr kapan menyarangkan anak panahnya ke tubuh FoxHip, dan dengan hal tersebut Rini semakin curiga dengan kekuatan yang Fahr miliki.
Perjalanan dilanjutkan dan sesekali beristirahat untuk mengumpulkan stamina kembali.
tak luput saat istirahat pun Fahr dijahili oleh kedua orang anggota party tersebut. tapi Fahr hanya membiarkan mereka tanpa membalas dan itu semakin membuat kedua orang itu jengkel dan terus menerus menjahili Fahr.
setelah perjalanan dilanjutkan dan akhirnya memasuki Bos area 1, Bos FoxHip Besar dengan beberapa pengawalnya yang cukup banyak.
ketua party mengarahkan Fahr, dan beberapa penyirih tipe serangan jarak jauh untuk membasmi FoxHip kecil sebanyak mungkin
"Siap-siap serangan jarak jauh menyerang pertama, tanker dan penyerang jarak dekat bersiap untuk menyerang FoxHip yang lolos dari serangan jarak jauh" ketua party berteriak mengarahkan.
"Baik.."semua anggota berteriak.
Serangan jarak jauh mulai dilancarkan, 'swiing' 'huuuzzzhh' suara anak panah dan beberapa tipe serangan sihir mulai melesat ke FoxHip kecil.
Tanpa disadari Fahr membunuh lebih banyak FoxHip secara akurat berbeda dengan Rini dan beberapa penyihir lain yang banyak meleset karena kecepatan yang dimiliki FoxHip..
karena tidak ada yang menyadari serangan anak panah Fahr, jadi tidak ada yang memuji bagaimana kinerja Fahr.
"oi archer yang benar Bang*at nembaknya, lihat nih ada FoxHip yang lolos" 2 anggota party yang sering membully Fahr menyalahkan Fahr karena ada FoxHip yang lolos.
tapi dengan tenang Fahr tidak terlalu menanggapi karena memang itu bukan kesalahannya.
"sudah , fokus kedepan untuk siap-siap menyerang Bos FoxHip" ujar ketua party berusaha menangkan anggotanya.
"cih.." ujar kedua banjingan yang membuli
akhirnya sekarang menyerang Bos FoxHip, seperti biasa arahan untuk penyerangan jarak jauh dulu di utamakan, beberapa penyihir melakukan serangan namun banyak yang dihalau seranganya.
tapi ketika Fahr yang melakukan penyerangan hanya dengan satu anak panahnya dapat menyarangkannya ke salah satu bola mata FoxHip.
serangan berlanjut, beberapa menit kemudian FoxHip dapat diatasi. pertarungan pun berakhir.
beberapa anggota party mulai menyukai kinerja Fahr yang cukup luar biasa, padahal hanya level rendah.
dan anggota party yang membully perlahan tidak sering membully Fahr,..
anggota party beristirahat setelah mengalahkan bos FoxHip. dan pengangkut mulai melakukan pekerjaannya.
tapi belum juga limat berlalu untuk istirahat, terdengar pintu masuk yang besar untuk membuka area 2 terbuka dari luar.
dan segerombolan monster lebah bahkan ratu lebahnya muncul dari balik pintu tersebut.
kepanikan mulai terjadi di party tersebut. salah satu pengangkut yang dekat dengan pintu masuk area 2 mendapat serangan dari monster lebah dan mengakibatkan kematian bagi pengangkut tersebut,karena serangan yang tiba-tiba itu Fahr tidak bisa menyelamatkan pengangkut tersebut.
__ADS_1
Pengangkut yang satu lagi pun tidak luput menjadi sasaran kejar oleh monster lebah, namun kali ini Fahr dengan sigap melancarkan anak panahnya yang telah diisi sedikit energi sihir agar dapat melesat dengan cepat.
dan beruntungnya pengangkut yang satu lagi dapat selamat dan anggota party yang lain mulai bersiap melakukan formasi serangan.
tapi anggota party telah di kepung oleh puluhan monster lebah yang berterbangan.
anak panah ku tersisa sekitar 15 di punggung dan 50 ada di tas pengangkut.
semoga saja cukup untuk melakukan serangan dengan anak panah kepada monster lebah yang berterbangan.
terlihat kelelahan dari para petualang karena belum sempat mengisi kembali stamina setelah mengalahkan bos area pertama.
tapi yang sungguh mengejutkan lagi adalah bos area 2 dan beserta gerombolan anak buahnya datang ke area 1, ini merupakan hal langka lagi yang baru ditemui oleh para petualang.
"Fahr apakah ini akan sama seperti di kabut dengan 3 king monster lagi ?" Rini bertanya kepada Fahr
"saya tidak tahu rin, ".. dengan datar saya menjawab rini. yang sebenenarnya akan cukup mudah bagi saya untuk membasmi lebah-lebah ini, tapi yang dikhawatirkan adalah akan tereksposnya kemampuan saya.
selang beberapa detik ketua memberikan sebuah ide,
"baiklah sekarang kita akan keluar dari sini, kita akan menerobos monster lebah yang mengepung kita, kita berlari ke arah pintu masuk area bos 1, dan setelah itu pintu akan di tutup" pernyataan ketua
"tapi ketua siapa yang akan menutup pintunya ?" dijawab oleh Kator salah satu petualang yang membully Fahr
"saya yang akan melakukanya.."ketua menjawab dengan tegas
"tapi ketua ..." jawab beberapa petualang
"ini keputusan bulat, jangan berlama-lama lagi, saat kita bisa berhasil menutup pintu. akan ada waktu bagi kita untuk beristirahat menyerang kembali lebah" ujar ketua dengan strategi matangnya.
"saya akan ikut membantu ketua menutup pintu nya".. Lingga turut menyumbangkan suaranya.
"Lingga,..." ketua sambil menatap kearah lingga
kami pun segera berlari menerobos pasukan monster lebah menuju pintu masuk dan saya berfikir mungkin ini kesempatan untuk saya mengeluatkan kekuatan panah sihir.
sambil berlari , menyerang dan bertahan dari lebah, kami hampir tiba di pintu masuk area bos 1.
memanfaatkan keramaian petualang yang berlali, segera saya mulai menyiapkan panah sihir atas.
celah pada saat petualang panik dan berlari menuju pintu saya manfaatkan agar tidak mengekspos kemampuan saya.
sesaat kami keluar dari pintu masuk, ketua dan salah satu petualang yang mendampinginya segera menutup pintu bos area satu dari dalam.
dengan serangan jarak jauh yang membantu ketua dan Lingga agar tidak di serang lebah saat menutup pintu.
saat pintu sudah tertutup. ketua dan Lingga hanya bisa pasrah bertahan sebagai korban dari monster lebah demi menyelamatkan petualang yang lain.
"Haha kita sungguh konyol, bukan kah begitu edwin ? " ujar lingga dengan mata yang memancarkan aura bahwa ini adalah terakhir kalinya dia bisa menghirup udara
"ya kau benar, haha tapi kita harus membawa beberapa monster lebah bersama kita ke akhirat, untuk bisa kita kendarai menuju surga ." ujar ketua sambil bercanda
dengan posisi kuda-kuda ketua dan Lingga yang sambil memagang pedang nya yang sudah pasrah akan nasibnya ini.
monster-monster lebah pun yang masih berjumlah puluhan siap siaga untuk melancarkan serangannya kepada ketua dan Lingga.
tapi tepat sesaat monster lebah akan menyerang, tiba -tiba lesatan puluhan anak panah berwarna putih menghantam puluhan lebah . bahkan sang ratu lebah pun tidak luput dari serangan panah sirih tersebut.
__ADS_1
serangam yang bagaikan hujan yang turun dari langit, membuat terkejut Ketua dan Lingga. mereka masih memasang kuda-kuda nya tanpa berbuat apa-apa.