The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 24 - Pulau Komodo


__ADS_3

setelah beres pesta di kantor barunya, Fahr memberikan jeda 2 minggu kepada semua anggota party untuk istirahat dan mendaftarkan untuk naik rank ke serikat.


Semua anggota party Fahr sudah naik level cukup banyak sehingga Fahr mengarahkan mereka segera untuk naik peringkat ke petualang rank E. dan sementara Fahr ke petualang Rank D.


selama 2 minggu anggota party Fahr ada yang benar-benar waktunya dipakai untuk istirahat total dan ada pula yang berlatih fisik sesuai arahan dari Fahr.


tidak lupa juga Fahr mengarahkan Ratu , Tora dan Rika bagaimana caranya mengontrol energi sihir mereka, semua anggota party Fahr sudah mengetahui bahwa Fahr bisa menggunakan energi sihir.


ibarat bunga melati yang diselimuti oleh rumput-rumput liar tapi harumnya akan tetap tercium juga .( ini pribahasa loh :v)


di kantor barunya, Fahr akhirnya membentuk sebuah struktur organisasi untuk party nya, agar lebih terorganisir cara gerak mereka.


tentu saja Fahr ditunjuk sebagai ketua oleh semua anggota party, yang padahal tadinya Fahr berfikir untuk jabatan ketua akan diserahkan kepada Junar, karena Fahr merasa tidak seperti Junar yang bisa berpidato bagus dan dapat mencairkan suasana.


akhirnya Junar di plot sebagai wakil ketua pertama dan Bima sebagai wakil ketua kedua. urusan bendahara masih di pegang oleh ketua dan wakil ketua kedua (Bima). sementara Junar lebih bertugas seperti Humas (tukang memberi info atau berkoar-koar di group).


dan nama party mereka adalah 'Silver Tiger' (Harimau Abu).


_______


disebuah pulau kecil di negeri kepulauan ini yang hampir 90% dipenuhi oleh hewan komodo, di pulau komodo muncul kabut yang tidak seperti biasanya karena luasnya melebihi kabut normal yang biasa keluar.


dari kabut itu keluar asap berwarna merah dan menyelimuti seluruh pulau itu..


Hewan - hewan di pulau komodo berevolusi dengan sangat cepat menjadi monster buas, bahkan manusia pun berubah menjadi sesosok monster mengerikan.


"Apa yang terjadi di pulau ini?" salah satu manusia yang sedang menyaksikan perubahan di pulau komodo tersbut


"evakuasi, ..cepat evakuasi.."penjaga pulau komodo panik berteriak kesana kemari memperingati manusia yang lain untuk evakuasi.


jalur komunikasi hampir seluruhnya padam di pulau tersebut. hanya ada satu tempat yang bisa mengirim transmisi SOS ke pulau terdekat.


"jalur komunikasi padam, cepat ke gedung transmisi di dekat pelabuhan, untuk meminta bantuan"


"tolong ada iblis ,... iblis akan memakan saya..." sesorang berteriak iblis ketika dia diserang oleh manusia yang berevolusi menjadi monster akibat asap merah tersebut.


"cepat - cepat lari ke gedung transmisi" beberapa orang sedang berlari ke pusat gedung transmisi


orang yang lari di depan tiba-tiba berhenti berlari dan tubuh nya mulai merasakan kesakitan dan seketika tubuhnya berubah menjadi merah gelap . muncul 2 tanduk di kepalanya, kuku-kuku di tangan dan kakinya berubah menjadi cakar besar yang tajam


lalu dia berbalik kebelakang dan menyerang manusia yang tersisa dibelakang nya, "ahh tolong"... seketika sudah tidak ada lagi manusia yang hidup di pulau komodo tersebut.

__ADS_1


bahkan burung-burung yang melintasi pulau pun ikut terkena imbasnya, burung terjatuh dari langit dan sebagian menjadi monster burung seukuran manusia dewasa.


pulau berubah menjadi lautan darah dari hewan dan manusia yang berubah menjadi monster dan iblis yang menyerang manusia dan hewan yang belum berubah.


pohon dan tumbuhan-tumbuhan berubah menjadi kering, seperti daya hidupnya sudah hilang diserap oleh asap merah tersebut.


geografis pulau berubah menjadi tanah tandus yang tidak layak dihuni oleh makhluk hidup normal.


"Tolooongg.. toloo...ng... tooloo.....oooo"


gelombang ombak menyapu bebatuan karang pesisir tebing, langit mendung berwarna hitam pekat, rumah-rumah terbakar, bangunan-bangunan beton rubuh. itu adalah gambaran nyata dari pulau komodo sekarang.


karena orang-orang yang meminta bantuan gagal melakukan misi untuk mengirimkan tranmisi sos sehingga berita tentang pulau komodo sekarang belum diketahui oleh negeri kepulauan ini dan seluruh dunia.


________


Sementara libur 2 minggu, Fahr meluangkan waktunya untuk kembali ke gunung puntang, untuk mencek sisa tulang harimau dan tentu saja untuk berlatih.


Fahr yang pergi dari rumah berpamitan kepada kedua adiknya agar tidak menghawatirkannya.


"ngoangg, tiit , toot, ngoangg" suara kendaraan bermotor dijalanan menemani Fahr selama perjalanan


"Permisi, apa yang terjadi ?" ujar Fahr kepada salah satu orang yang tampak sudah tua di kerumunan tersebut.


"oh apakah kamu bukan orang sini ?" tanya pak tua tersebut


"iya pak saya bukan orang sini, saya dari tengah (merujuk daerah di tengah kota B)" ujar Fahr


"pantas saja kamu tidak mengetahui, ..sebenarnya 3 hari kemarin, saat warga hendak berburu hewan-hewan kecil untuk konsumsi kami, saat itu tiba-tiba ada beruang yang menyerang mereka, dari 4 orang yang pergi hanya 1 orang yang selamat namun dia mengalami luka-luka yang serius, sekarang keaadanya lagi kritis" penjelasan orang tua tersebut


Fahr berfikir "apa mungkin itu seperti kejadian pada saat saya bertemu harimau misterius sekitar 2-3 bulan lalu.?"


"lalu apa bapak sudah meminta bantuan, tentara atau petualang ?" (Fahr)


"kami sudah meminta bantuan, tapi yang dikirim hanya 2 orang petualang" pak tua sambil menunjuk kepada kedua petualang, yang sedikit ketakutan


"boleh saya berbincang kepada kedua orang petualang itu pak ?" Fahr meminta izin kepada pak tua


"iya silahkan, apa anak muda ini seorang petualang juga ?, " jawab pak tua dengan mata yang berharap


"saya juga petualang pak, tapi saya hanya petualang lewat " Fahr menjawab sambil menyipitkan matanya tanda tersenyum di balik masker hitam nya

__ADS_1


Lalu Fahr berjalan bersama pak tua menghampiri kedua petualang di sebuah teras rumah gubuk yang sepertinya sedang ketakutan.


"Permisi... saya ingin bertanya, apakah kalian berkenan ?" ujar saya


"hah...siapa kamu ? " petualang itu menjawab sambil ketakutan, bahkan saat ditanya oleh Fahr


"maafkan saya telat mengenalkan diri, saya Fahr seorang petualang" (Fahr)


mendengar Fahr adalah seorang petualang, kedua petualang itu tiba-tiba menjadi cukup tenang.


"saya Neon, dan ini teman saya Gery. kami petualang yang dikirim oleh si*lan tua b*ngka itu (merujuk kepada oknum serikat sebagai pengawas yang diutus dari petinggi kota) untuk mencari mati disini," Ujar Neon dengan nada marah


"saat kami memburu beruang ...tidak-tidak itu tidak terlihat seperti beruang, itu monster yang tidak bisa kami lawan dengan level kami sekarang yang hanya level 38..." ujar Neon melanjutkan pembicaraan nya


Fahr berfikir sepertinya ini adalah benar monster, sampai-sampai bisa mengalahkan 2 orang petualang level 38 sekaligus.


"dasar tua b*ngk* sialan, kami sudah mengirimkan laporannya tapi masih belum ada balasan dan sekarang membuat kami menderita dengan luka-luka ini, bahkan nyawa kami hampir melayang jika kami tidak mengecoh monster tersebut" ujar gery dengan marah


"jadi begitu. baiklah sekarang saya sedikit paham situasinya, walaupun saya hanya petualang lewat, saya akan membantu untuk membasmi monster beruang tersebut" ujar Fahr


mendengar hal tersebut pak tua merasa senang dan mengeluarkan air mata. dan kedua petualang pun merasa senang juga karena jika misi ini cepat terselesaikan mereka dapat keluar dari masalah ini.


Fahr pun lalu bersiap untuk pergi mencari monster beruang.


bapak tua lalu memberitakan kepada warga yang berkumpul, bahwa pemuda tersebut akan membantu kita. yang diyakini oleh bapak tua itu dia mampu untuk mengatasi masalah kali ini.


"oh iya aku lupa bertanya, dia ada di level berapa ?" tanya Neon kepada Gery


"iya aku juga lupa tentang itu, tapi jika dia seyakin itu pasti dia berada diatas level kita, tapi aku tidak pernah mendengar nama nya?" ujar gery


"Semoga saja dia berhasil.." ujar neon.


________________________________________


Fahr (Arc,35)


Junar(pj,29) Reni(pp,25) Bima(tk,23) Ratu(ph,21) Rika(hl,21) Hopi(pp,25)


Raffa(wr,22) Rafi(tk,22) Tora(ph,23)


__ADS_1


__ADS_2