
Fahr kini sudah mencapai level bicom kedua 90 dan level bicom pertamanya masih di level 25 dari pertempurannya yang terakhir tidak memberikan daya untuk menambah levelnya naik lebih banyak.
Fahr sebenarnya tidak terlalu paham bagaimana cara kerja kenaikan level pertama dan kedua itu terjadi, dan pengkonversian keduanya juga.
namun satu hal yang pasti level kedua naik saat bisa menyerap cahaya-cahaya putih yang masuk ke tubuhnya secara otomatis.
karena ketidak pahamannya tersebut Fahr membiarkannya berjalan begitu saja dan hanya fokus melakukan raid di kabut.
sesekali Fahr mengikuti pembasmian monster di hutan, ataupun di daerah-daerah terpencil di sekitaran Kota B dan Provinsi JB.
Tujuan dan maksud Fahr mengikuti pembasmian adalah untuk mencari pengalaman bertempur yang lebih banyak saja.
Hasil yang diterima dari pembasmian sebenarnya lebih kecil daripada di kabut dan cahaya putih yang masuk ke tubuh pun sedikit. karena hewan buas yang berevolusi jadi monster tidak banyak seperti yang ada di kabut.
dan biasanya pembasmian di luar kabut melibatkan tentara. sehingga Fahr bisa menganalisis bagaimana sebuah tim seperti tentara bergerak secara profesional.
karena Fahr sadar tentara adalah elit dari peradaban manusia yang memiliki struktur kepemimpinan yang kompleks dan bergerak seusai apa yang diarahkan, sedikit sekali celah untuk membelot.
dari pengalaman pembasmian hewan buas di luar kabut bersama tentara ini merupakan sebuah pembelajaran yang luar biasa baginya.
dia mencatatnya di kepalanya lalu menulisnya di sebuah buku memo kecil, agar bisa lebih dikembangkan lagi.
awalnya Fahr tidak tertarik untuk membentuk sebuah tim, tapi melihat kejadian-kejadian seperti yang dialaminya saat mendapat perlakuan tidak mengenakan, bahkan pembullyan hingga didalam kabut. menumbuhkan ambisi untuk membentuk timnya sendiri.
ambisinya sekarang hanya untuk membentuk party saja, belum terpikirkan hingga sampai membentuk sebuah Guild. mungkin Fahr berfikir itu terlalu ribet dan juga bakal membutuhkan dana yang lumayan tinggi juga.
Setelah mendapatkan dana yang cukup, Fahr kembali ke toko senjata yang dimana akan menebus pembuatan senjatanya.
---
__ADS_1
saya pun melangkah masuk ke toko dengan tidak sabar ingin melihat hasil pekerjaan toko senjata tersebut.
"permisi, saya mau mengambil pesanan.." saya berbicara lantang untuk memanggil penjaga toko.
suara langkah kaki mulai terdengar dan suara pintu yang terbuka.
"oh selamat datang kembali Fahr, mau mengambil pesanan yah.." ujar penjaga toko
"iya kang, saya mau mengambil pesanan."
"oke sebentar saya memanggil asisten saya dulu untuk mengambilkannya.."
sambil menunggu asisten penjaga toko mengambilkan senjatanya saya dan penjaga toko melakukan perbincangan sebentar.
"oh iya kang, ini biaya pelunasannya ." saya mengeluarkan sejumlah uang pelunasannya dari tas kecil yang saya bawa
senjata-senjata yang dibeli dari toko-toko senjata harus ada surat-suratnya juga, hampir sama seperti kepemiliki senjata api. namun prosedurnya tidak terlalu ribet seberti kepemilikan senjata api.
selang beberapa menit senjata pun akhirnya tiba, dan wow busurnya terlihat elegan dan luar biasa.
busur design seperti bentuk bulan sabit, dengan warna putih.
saya cukup puas akan hasil kerja dari toko senjata ini. dan sebenarnya harga nya cukup murah pembuatan senjata disini.
karena ada senjata-senjata yang harga nya puluhan juga bahkan ada yang hingga ratusan juta.
"baik ini surat-suratnya dan bonus 10 anak panah juga, semoga pelanggan Fahr terpuaskan.."ujar penjaga toko
"iya terima kasih banyak kang, saya puas dengan hasil kerjanya..sekalian saya ingin membeli anak panah lagi 50 buah"
__ADS_1
"baik pelanggan,, akan segera saya siapkan anak panah nya...,oh iya ini ada pesan dari blacksmith kita, katanya dia baru pertama kali melakukan pekerjaan dengan bahan berkualitas tinggi seperti itu, jadi kalau ada bahan yang berkualitas tinggi lagi seperti itu, kalau bisa serahkan saja kepada kami lagi untuk pembuatan senjatanya, dan kami akan menberikan diskon kepada pelanggan" ujar pengaja toko sambil menyampaikan pesan dari black smith
"wah haha terima kasih kalau begitu, saya dengan senang hati akan berkunjung kembali.."
saya sungguh terkejut tulang harimau itu adalah bahan kualitas tinggi, kalau tau seperti ini saya akan mengambil semua tulang-tulang itu.
kira-kira apakah tulang itu masih ada disana tidak yah..
sesaat anak panah pembelian tambahan sudah diterima, saya segera melangkah pergi dan segera pulang menuju rumah.
tapi sebelum saya pulang kerumah, saya mampir ke toko kue dulu membeli oleh-oleh untuk kedua adik saya Rasyha dan Adinda.
saat tiba dirumah, saya segera memberikan kue-kue tersebut kepada mereka.
"ini ada oleh-oleh..."
"wah kakak bawa apa ? ..." ujar rasyha dengan kegirangan
"kakak tidak usah repot-repot dengan bawa oleh-oleh,," ujar adinda yang sedikit khawatir dengan keuangan kakaknya
"tidak apa-apa, kakak dapat hasil yang lumayan banyak akhir-akhir ini " jawab saya kepada adinda dengan senyum manis.
"ya syukur lah kalau begitu kak, adinda akan makan sekarang oleh-olehnya.." adinda yang tersenyum yang sudah sedikit hilang kekhawatirannya
"ayo kita makan sama-sama kuenya ..." ujar rasyha..
"baiklah kalau begitu, ayo kita makan bersama.."jawab saya
kami pun makan kue-kue tersebut, saya kembali mendapatkan kebahagiaan yang luar biasa lagi saat berkumpul seperti ini.
__ADS_1