
Mata yang saling menatap antara saya dan monster harimau membuat bulu kuduk naik dan keringat dingin bercucuran lebih banyak lagi...
"Rrraaaagghhh...." sambil meraung - raung harimau misterus tersebut perlahan mendekat dengan sangat gagah nya.
cahaya matahari menyilaukan mata saya melalui pantulan kristal yang ada di kening sang harimau...
kristal mulus berwarna putih berbentuk bulan sabit, sungguh indah . ..
seketika saya mulai tersadar harus segera melarikan diri dengan segera....
dan akibat pantulan cahaya matahari itu pun membuat saya reflek menghunuskan anak panah saya ke harimau misterius itu..
"swiingg" entah apa yang terjadi tangan ini melesatkan dengan spontan anak panah tersebut kepada sang harimau...
"slleeebbbb..." anak panah saya berhasil menancap di mata sang harimau, betapa beruntung nya dapat menusuk mata sang harimau...
"arrggggghhhhh.... wraaaauuuuwww" raungan kesakitan dan amarah sang harimau memuncak... hawa membunuh yang sangat tinggi semakin terpancar merasuk hingga ke tulang..
mendengar raungan kesakitan sang harimau, saya segera lari dengan sekuat tenaga.. air mata dan keringat bercucuran saking panik nya ...
saya terus berlari tanpa arah dan tanpa melihat kebelakang,..
hingga beberapa saat berlari akhirnya stamina terkuras habis, dan seketika saya berhenti berlari..
"haaah ... haah" sambil membungkuk dengan nafas terengah-engah ..
pikiran pun mulai kosong .. tidak tahu harus bagaimana..
tiba-tiba harimau misterius tersebut datang dari arah belakang "Wraaaaawww..." dan langsung mencakar punggung saya bagaikan arit yang memotong rumput namun tidak terlalu dalam hingga terpotong....
__ADS_1
"aaaarrrrgghhh ..." teriakan kesakitan saya, dengan tubuh terlempar cukup jauh setelah menerima serangan dari harimau..
darah mulai bercucuran dari bekas cakar, layaknya jus strawberi yang merah pekat membanjiri tanah dan berserakan kededaunan dan pohon sekitar.
harimau mulai mendekat lagi dengan aura membunuh yang luar biasa dan tatapan tajam seakan saya adalah mangsa yang tidak boleh di lepas dan harus di siksa hingga amarah nya reda....
tampak anak panah saya masih menancap di matanya..
"ah .. ah ..." sambil merintis kesakitan saya melihat sekitar apa yang bisa saya perbuat untuk bisa keluar dari situasi ini.
saya mencoba bergerak mundur dengan menggusur pantat ketanah dengan kedua tangan ke belakang dan sambil menatap harimau yang juga perlahan-lahan mendekat.
hingga akhirnya saya menemukan titik buntu, dibelakang saya ternyata sebuah jurang. mungkin dengan kedalam 100 meter . . dan dibawah nya mengalir sungai dengan deras air yang cukup tinggi, tampak dihiasi oleh bebatuan sungai yang besar di kedua sisi air yang mengalir
saya mencoba untuk berdiri menghabiskan sisa seluruh tenaga yang tersisa, dengan ketakutan saya mengeluarkan belati dan mengarahkan dengan kedua tangan saya kehadapan sang harimau...
saya mulai berfikir mungkin ini akhir dari perjalanan hidup saya, di umur yang masih muda yaitu 18 tahun...
dengan title petualang rank F yang sudah 1,5 tahun tidak naik peringkat...
sedih pun mulai terpikirkan karena harus meninggalkan adik yang masih bersekolah tanpa ada yang mengurus...
"apakah mereka akan baik-baik saja setelah kepergian kakaknya ini ?" pikiran putus asa pun mulai menghampiri
saat tragedi kabut umur saya masih 3 tahun, dengan kondisi kedua orang tua saya yang bersusah payah untuk membesarkan saya,,
saat ibu saya melahirkan anak ke tiga nya, ibu meninggal... menyisakan ayah yang terus bersusah payah banting tulang untuk bekerja...
karena terus bekerja tanpa henti, ayah mulai kelelahan dan terjatuh dari tangga tempat dia bekerja.. yang mengakibatkan pendaharan di kepala nya..
__ADS_1
hingga akhirnya karena pendarahan yang luar biasa memasuki otaknya ayah pun meninggal...
dan setelah itu saya memutuskan untuk berhenti sekolah dan mulai mencari nafkah untuk saya dan kedua adik saya..
hari demi hari saya banting tulang bekerja yang hasilnya tidak sebanding dengan jerih payah saya. hingga akhirnya saya memutuskan untuk menjadi petualan, karena saya salah satu yang mendapatkan Bicom.
saat awal-awal menjadi petualang sangat menggiurkan mendapatkan hasil yang lumayan besar, tapi setelah berbulan-bulan ternyata hasil yang besar itu bayarannya adalah nyawa sebagai taruhannya, bagaikan kematian lebih dekat daripada urat nadi.
"saat terakhir ini sebisa mungkin saya akan menyeretmu juga kedalam kematian yang mengenaskan wahai harimau"...saya melontarkan kalimat kehadapan sang harimau
harimau mulai berlari dengan cepat ke arah saya dan mulai akan menerkam... saya perlahan-lahan mundur kebelakang hingga sampai di ujung tebing dan melompat.
harimau mulai menerkam mengenai saya tepat saat saya melompat ke jurang sambil menghadap ke harimau, belati pun saya hunuskan ke tubuh harimau dengan cepat dan banyak.
"sleeb, sleeb, 5x"
"rraaawww.. " harimau meraung-raung di udara
kami terjun bebas kedasar jurang... dengan luka-luka disekujur tubuh kami..
padangan saya mulai kabur, dan membayangkan bagaimana dengan kedua adik saya kedepan nya jika saya mati.
suara angin besar yang menghantam tebing - tebing jurang menghiasi terjun bebas kami..."wuuuzzzz... swwinnng"
sesaat sampai ke dasar jurang, saya mencoba memposisikan tubuh diatas tubuh harimau walaupun tidak mudah karena harimau melakukan penyerangan dengan kuku tajam nya.
dan akhirnya "buuukkkk...." kami sampai di dasar jurang...
sesaat hendak menutup mata, terasa ada cahaya putih yang masuk kedalam tubuh saya.
__ADS_1