The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 27 - Lantai Pertarungan


__ADS_3

Tiga bulan lamanya telah berlalu sejak silver tiger terus melakukan raid kabut di level E . level dan kemampuan mereka meningkat pesat.


peningkatan mereka di uji coba dengan cara mengikuti turnamen petualang yang diadakan oleh sebuah perusahaan besar PT.xxx Corporation.


namun hanya tiga dari mereka yang mengikutinya yaitu Junar, Reni dan Hopi. sisanya melakukan pelatihan terus menerus di tempat mereka masing-masing.


Turnamen yang di selenggarakan oleh PT.xxx Corporation bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sesama petualang dengan cara petarungan langsung, walaupun itu hanya kedok semata, sebenarnya PT.xxx meraup untung besar dari laba sebagai bandar taruhan di pertarungan tersebut. meskipun terlihat kotor namun PT.xxx bukan perusahaan yang terbilang sangat kotor. mereka masih menerapkan aturan yang berlaku sesuai protokol kerja yang ada.


sistem turnamen ini tergolong sederhana, lantai turanamen ada sebanyak 30 lantai, setiap petualang akan melakukan duel satu lawan satu. sebenarnya turnamen oleh PT.xxx dikhususkan bagi pengguna senjata jarak dekat. sehingga sebagaian besar petualang di negeri ini menggunakan senjata jarak dekat, pedang , kapak, palu, gada, belati, keling, atau bahkan ada yang benar-benar dengan tangan kosong.


agar pertandingan adil karena adanya perbedaan level, sehingga arena perlantai di bagi menjadi lima .


arena pertama untuk level 1 - 30, arena kedua untuk level 31 - 50, arena ketiga 50-80, arena keempat untuk level 80 keatas, arena kelima adalah arena bebas bahwa setiap level bisa mengikuti.


khusus untuk petualang yang di arena lima, biasanya mereka bukan orang-orang biasa yang mengikutinya. walaupun tidak sebanyak arena 1-4 tapi masih ada juga yang mendaftar.


"mari kita daftar di jalur pendaftaran untuk arena 2" ujar Junar


"banyaknya yang mendaftar, dan mereka tidak terlihat lemah"ujar reni


"kamu pasti orang baru yah cantik, mereka yang mendaftar disini memang bukan petualang-petualang biasa, petualang dari guild besar banyak juga yang mengikuti turnamen ini, katanya untuk sesi latihan bebas mereka," ujar salah satu pendaftar di baris yang sama dengan Junar


"oh begitu, pantas saja mereka terlihat serius dan kuat, tapi kita tidak akan kalah dengan mereka, haha" (junar) dengan tawa kecilnya.


"semoga beruntung di pertandingan, kita akan bertemu di arena yang sama haha" ujar pemuda tersebut yang tidak mengenalkan diri.


ketiga anggota silver tiger lalu mendaftarkan dirinya ke resepsionis yang berbeda dan mengisi informasi diri dan kontrak kecelakan pertarungan.


mereka mendaftar di beda jalur, agar tidak saling bertemu. per lantai ada tiga pembatas sehingga total arena ada 21, arena bebas perlantai hanya disediakan 1 karena sedikitnya pendaftar.


suara pertarungan begitu ricuh dan ramai oleh penonton, ada yang hanya sekedar menonton , ada yang untuk bertaruh, ada juga yang sedang mencari rekturan untuk guildnya.


tujuan para petualang mengikuti turnamen adalah hanya untuk mencari uang, karena besarnya hadiah yang ditawarkan oleh penyelenggara.


begitu pula dengan ketiga anggota silver tiger, alih-alih ingin membuktikan kekuatan sebenarnya masing-masing mereka ingin memperoleh uang agar dapat cepat membeli armor baru.


sistem turnamen diselenggarakan persesi. dan perharinya ada banyak sesi sesuai pendaftar. walaupun sifatnya eleminasi tapi bagi yang tereleminasi bisa mengikuti turnamen kembali setelah jenjang waktu 3 hari kemudian.


"wow disini begitu ramai, orang-orang disini melebihi mall, haha."ujar junar yang sedang berada di tempat tunggu karena sebentar lagi dia akan bertanding.


per sesi turnamen ada 16 petualang yang bertanding dan yang berhak naik lantai hanya dua orang yaitu 2 besar dari pemenang.


"Pertandingan sesi 5 arena 2, Probi (lvl 46) melawan Hica (43), silahat segera memasuki arena" ujar wasit di arena 2

__ADS_1


langkah kaki kedua peserta manaiki tangga arena yang cukup rendah. kedua nya sudah bersiap untuk bertarung.


"hah ini sudah terprediksi probi pasti menang, levelnya saja berbeda tiga level" ujar penonton


Probi dengan pedang panjangnya tebal dan Hica dengan Pedang Panjang Tipis. serangan bertubi-tubi Hica lansung di lancarkan diawal pertanding, "trang, trang.." tapi selalu berhasil diltahan Probi.


dan sesuai prediksi penonton, Probi dengan mudah mengalahkan Hica. penonton pun bersorak dengan energik.


pertandingan selanjutnya adalah giliran Junar di sesi 5 ini. Junar kali ini melawan Turi dengan level yang sama. Turi menggunakan senjata gada besar berduri.


saat memasuki arena Junar sedikit gugup karena ini pertama kalinya bagi Junar mengikuti turnamen seperti ini.


kedua nya besalaman untuk sprotifitas. mereka bersiap untuk memulai pertandingan. Junar inisiatif menyerang pertama, tapi masih selalu bisa di tahan oleh Turi dengan gada besar berdurinya.


Turi balik menyerang Junar, dengan kekuatan dan senjata besarnya Junar terpojok. Junar berusaha mencari celah untuk melawan nya. dan Junar dengan cukup susah payah dapat menjatuhkan Turi dan gada besarnya terlempar.


pedang panjang Junar di arahkan dekat keleher Turi dan Turi mengaku kalah. pertandingan pertama Junar diakhiri dengan kemenangan yang cukup melelahkannya.


"ternyata melawan antara monster dan manusia yang memiliki akal itu berbeda walaupun beda di level yanh sama" ujar junar yang kegirangan dalam hatinya.


ada satu aturan saat bertempur di turnamen ini yaitu tidak boleh saling membunuh. kemenangan bisa ditentukan saat lawan menyerah, lawan keluar arena dan sesuai keputusan wasit.


wasit sudah pasti jujur dan adil dalam mengambil keputusan, karena wasit telah di uji sedemikian rupa oleh penyelenggara dan tim pengawas dari serikat sehingga keputusan wasit mutlak. tidak ada wasit yang berani menerima sogokan karena kode etik yang dijunjung tingginya, dan jika melanggar bisa mengakibatkan keluarganga di pidana juga sehingga hal tersebut yang membuat wasit menjadi bijak.


Junar cukup belajar dari memperhatikan pertandingan demi pertandingan, dia juga akhirnya sadar, lebih efektif mengeluarkan peserta dari arena agar tenaga bisa di hemat.


sekarang ada di perdelapan final, Junar kali ini melawan peserta yang dibawah levelnya. pertaruang Junar tidak begitu lama, karena Junar cepat belajar dan dengan mengelabui lawannya, Junar dapat mengeluarkan lawan dari arena.


terlihat 2 peserta yang akan dihadapi junar berikutnya. yang satu menggunakan kapak besar yaitu Komar dan satu menggunakan pedang pendek Nina.


tanpa disangka Nina dapat mengalahkan Komar yang bertubuh cukup besar dengan kapak besarnya juga, sedangkan Nina yang bertubuh kecil namun dengan kecepatanya dapat melumpuhkan lawan begitu cepat.


Junar sedikit khawatir untuk di perempat Finalnya. tapi dia juga sangat bersemangat...


Sementara di dua arena lainnya Hopi dan Reni sudah memenangkan pertarungan. Reni juara 1 dan Hopi Juara 2.


akhirnya pertarungan Junar melawan Nina, dengan ekspresi datar Nina sudah bersiap melawan Junar.


Junar dari awal pertandingan sudah mencari - cari kelemahan Nina, dan saat pertarungan Nina mengambil inisiatif dengan kecepatannya.


diawal pertarungan Junar langsung terpojok. "sial, dia begitu cepat, bagaimana cara mengatasi ini". Nina dapat melukai Junar di sebagian tubuh nya.


sementara Junar belum mampu melayangkan satu pun luka kepada Nina. suara pedang yang bertumbukan antara Nina dan Junar terdengar indah untuk sebagian penonton.

__ADS_1


walaupun Junar dan Nina ada di level yang sama, namun terlihat perbedaan kemampuan diantara keduanya.


tapi Junar yang cepat belajar, dia menipu pergerakan Nina yang cepat dengan serangan terakhirnya...


Junar yang berada di pinggir arena, segera mengeluarkan semua kecepatannya dan kini berbalik, Nina berada di pinggir arena. dan dengan serangan terakhirnya itu, dengan kekuatan fisik yang besar dan dilayangkannya pedang panjang nya yang tidak di sanggup di tahan Nina.


"Kamu lumayan juga untuk ukuran mu,.." ujar Nina


"terima kasih" ujar Junar dengan senyum kecil nya.


"baiklah serang saatnya serius" Ujar Nina.


Junar menyarungkan pedang nya dan wasit sudah menghentikan pertandingan dan kemenangan untuk Junar. Nina terkejut mengapa seperti itu.


"Maaf nona, kamu harus sedikit memperhatikan dimana kamu berpijak " Ujar Junar


ternyata Nina tidak sadar dia sudah keluar arena, itu diakibatkan oleh serangan besar terakhir Junar.


Nina menghela nafas dan mengakui kekalahannya, pedang Nina di masukan ke sarungnya. dan dia berbalik kebelakang untuk pergi.


dibalik dia pergi, Nina tersenyum kecil, tidak menyangka orang seperti Junar dapat mengalahkan nya.


Nina sebenarnya adalah anggota Guild besar peringkat ke 3. dan dia cukup hebat diantara petualang di sekitaran levelnya di Guild besarnya itu.


"bagaimana cara melaporknya kepada wakil ketua, aku kalah di lantai pertama, sungguh memalukan" ujar Nina yang takut dimarahi oleh wakil ketua Guild Forest Night


pertandingan dilanjutkan, dengan susah payah Junar akhirnya dapat menang di peringkat pertama.


dengan riang gembira Junar berkumpul bersama ketiga temannya dan melangkah ke lantai 2, untuk melihat-lihat sekitarnya dulu.


jika sudah naik lantai , setiap petualang berhak untuk memulai turnamen di lantai tersebut. dan jika akan ikut serta harus mendaftar ulang dilantai tersebut untuk keperluan penempatan arena pertandingan.


________________________________________


Fahr (Arc,59)


Junar(pj,45) Reni(pp,41) Bima(tk,39)


Ratu(ph,37) Rika(hl,36) Hopi(pp,41)


Raffa(wr,38) Rafi(tk,38) Tora(ph,39)


__ADS_1


__ADS_2