The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 29 - Reni


__ADS_3

bagi petualang sangatlah tidak normal untuk bisa naik level dalam jangka waktu 3 bulan lebih dari 10 level.


tapi berkah yang diberikan Tuhan kepada Fahr, membuat dia mampu membagikan peningkatan level yang signifikan kepada teman-temannya.


Fahr baru mengetahui bahwa cahaya putih yang masuk kedalam dirinya bisa dibagikan kepada orang lain.


jadi saat awal dia raid bersama silver tiger di kabut level E dia mencoba itu. dan sungguh diluar dugaan dia, ternyata itu berhasil dilakukan.


dengan pengontrolan energi sihir yang sangat hebat, dia mengeluarkan cahaya putih yang masuk kedalam dirinya dan memasukannya kepada teman-temannya.


tentu saja teman-temannya tidak bisa melihat cahaya putij tersebut hanya Fahr yang mampu melihat cahaya putih tersebut.


sehingga selama 3 bulan full raid di kabut level E, dia mampu meningkatkan level teman-temannya hingga tembus kira-kira 15 level.


untuk anggota silver tiger sebenarnya tidak menyadari akan hal tersebut, meraka hanya senang saja saat mengetahui mereka naik level ,lagi dan lagi.


sehingga rasa sombong mulai keluar dari mereka kala itu, namun Fahr mengingatkan jangan sampai besar kepala akan hal tersebut itu bisa mengakibatkan bumerang bagi kalian semua.


sejak saat diingatkan oleh Fahr kepala mereka mulai dingin kembali dan banyak instropeksi diri, sehingga latihan pun mereka perbanyak agar tidak menjadi besar kepala dan sombong lagi.


karena Fahr mengerti pendiskriminasian yang terjadi karena hal-hal sepele. karena levelnya yang cukup tinggi para petualang sudah merasa hebat dan sombong sehingga melihat petualang yang levelnya berada di bawah mereka jadi ditindas, didiskriminasi, dihina atau dibully.


Fahr ingin merubah itu semua, dan jangan sampai orang-orang terdekatnya pula menjadi makanan akan kesombongan yang seperti itu.


_______________________


disebuah gedung di dekat pusat kota B yaitu gedung perusahaan PT.xxx corporation yang berlantai 40.


"akhirnya setelah 20 hari menaiki lantai , kita sudah sampai di lantai 15 " ujar Junar


"iya pencapaian kita luar biasa, bahkan ada guild-guild kecil dan menengah yang ingin merekrut kita, hehe" ujar Reni


"hmhhmm" ujar Hopi


"sebisa mungkin kita tolak dengan cara halus dulu saja mereka, kita tidak ingin membuat musuh.." ujar junar


"iya untung saja aku mendengar nasihat kamu terlebih dahulu, kalau tidak aku sudah terlibat dengan pertengkaran yang akan menggunakan pedang cantikku ini" ujar Reni sambil memegang pedang pendeknya yang indah dan cukup tipis

__ADS_1


"tapi sebenarnya aku menolak tawaran mereka karena ingin bergabung dengan guild nya ketua, jika ketua sudah membuat guild tentu saja.." ujar Junar


"iya aku juga ingin terus bersama ketua " ujar Hopi yang berbicara yang membuat Junar dan Reni terkejut karena Hopi mulai bersuara bahkan dengan bijak.


setelah Junar dan Reni bengong karena terkejut mendengarkan Hopi. mereka langsung tertawa terbahak-bahak.


"Hhahaaaa, ..." Tawa Junar dan Reni.


"iya ... iya mari kita selalu mengikuti Ketua dan membantunya .." ujar Junar menyemangati kedua kawannya yang duduk mengapit dirinya


"ayo kita segera pergi menuju pertandingan, semoga kalian berhasil dengan baik juga kali ini" Ujar Reni yang berdiri dan menyemangati keduanya


"iya kamu juga Ren, semoga berhasil " jawab Junar yang berdiri juga


"hummhm" ujar hopi yang berdiri dan menggangguk .


setelah itu mereka pergi ke lobi masing-masing...


pertandingan Reni dimulai, dibabak 16 besar . semakin naik lantai lawan semakin hebat dan kuat. berbagai macam skill yanh di keluarkan dari petualang semakin beragam.


mengawali pertarungan Reni sudah terpojok dan sedikit kesusahan, lawan nya kali ini berbadan besar dengan item sarung tangan bajanya.


waktu semakin bertambah lama, Reni yang sudah tampak kelelahan dan bahkan tidak mampu menggores lawan menjadi celah bagi musuh untuk segera menyerang Reni dengan ganas.


"kekuatan yang sungguh dahsyat, ini tidak mampu dihentikan oleh ku" ujar reni yang kelelahan dan tampak sudah tidak kuat menahan pukulan lawan.


hantaman pukulan dari kepalan tangannya yang dibungkus oleh sarung tangan baja menghampiri perut Reni yang ditahan oleh pedang nya, tapi karena kuatnya pukulan tersebut membuat pedang Reni patah dan kepalan tangannya tersarang di perutnya yang menggunakan armor tipis itu.


Reni terpental hingga keluar arena, pertandingan pun berakhir, dan Reni segera di bawa ke tempat penyembuhan.


di tempat penyembuhan, sesaat Reni sudah bangun dan sedikit pulih. dia hanya menunduk dan menangis.


"aku masih lemah, aku ... aku belum bisa sekuat Junar dan Fahr. aku masih harus banyak berlatih.. aku tidak ingin mengecewakan Ketua yang telah membawa ku hingga detik ini" Ujar reni yang sedih dan merasa lemah dan belum cukup berguna bagi Fahr.


sebelumnya Reni yang masih seorang petualang pemula dan memiliki teman sedikit. tapi teman yang benar-benar dia miliki saat itu adalah Junar.


Junar selalu memberikan saran kepada Reni, saat Reni membutuhkan. bahkan Reni yang hanya seorang petualang hanya mampu menjadi pengangkut untuk membiayayi kehidupannya.

__ADS_1


bahkan Reni pernah akan menjadi korban pem*rk*sa*n oleh petualang lain. namun tepat saat akan di p**ko*a suara sirine polisi menghampiri gang tersebut. dan para petualang bejat itu lalu lari terbirit-birit.


ternyata suara sirine polisi itu dibuat oleh Junar dari suara di ringtone smartphonenya. Reni yang ketakutan mendekap Junar sambil menangis, mengapa hal tersebut terjadi kepadanya.


dia selalu berfikir, "ini karena aku lemah, lemah, dan lemah" tangis menjadi suasana yang tergambar di kala itu.


Junar lalu membawa Reni dan mengobati luka-luka nya di klinik terdekat. selain mengobati luka-lukanya Junar pun mengobati mentalnya.


Junar membuat Reni terhibur dengan candaannya, dan saat itu hati Reni tersentuh oleh Junar, dan membuat Reni membuka hati untuk Junar.


hari demi hari berlalu, rasa di hati Reni kepada Junar semakin bertambah. dan saat dia menerima telepon dari Junar untuk ikut berparty bersama dengan nya dia langsung ikut tanpa penolakan, karena Reni selalu ingin bisa bersama dengan Junar selalu.


kala itu Reni tidak percaya diri saat duduk bersama ke 10 orang didekatnya dan mendengarkan apa yang Fahr bicara kan.


tapi setelah bergabung dengan Silver Tiger dan mengikuti Fahr, rasa percaya diri Reni semakin tinggi dan melangkah lebih jauh, bahkan dalam 3 bulan dia sudah berada di peringkat petualang level D.


Reni memutuskan didalam hatinya suatu saat dia selalu akan membantu Fahr dan Junar kala suka maupun duka, tidak akan pernah menghianati Fahr dan Junar orang yang selama ini selalu membantunya menjadi kuat.


hari ini Reni sedang terpuruk, tapi karena kebulatan hatinya, dia segera menguatkan mentalnya kembali. "aku akan menjadi kuat..aku harus kuat.." air mata yang tadinya bergelinang di mata Reni perlahan berhenti mengalir.


suara langkah pelan keluar dari pintu kamar Reni yang tidak terkunci saat hordeng penutup ruang kasur Reni yang masih tertutup.


Hordeng (penutup yang biasa ada dirumah sakit di setiap kasurnya loh, yang kurang tahu, coba main ke rumah sakit yah hihi :V)


"aku yakin kamu pasti bisa Ren, aku pun akan bertambah kuat dan akan membatu Ketua melangkah lebih jauh " ujar Junar di pikirannya, yang baru saja keluar dari ruangan Reni tanpa sepengetahuan Reni setelah menguping.


________________________________________


Nama : Reni Sulastri


Umur : 18 Tahun


Level : 41


Job : Pedang Pendek


Skill : Slash Rush, Tripel Con

__ADS_1



__ADS_2