
hari berganti, lambat laun tapi pasti, saya mendaftar keparty yang akan melakukan raid di kabut level C karena kebetulan saya menyimpang ke bar yang ada didekat serikat petualang,
tapi karena level utama saya kecil saya ditugaskan menjadi pengangkut.
oh iya agar tidak terlalu dikenali sejak bisa mengkontrol anak panah energi sihir ini saya selalu menggunakan masker berwarna hitam.
hanya dengan alasan untuk menjaga kesehatan orang-orang pun cukup percaya . haha.
sungguh menarik, banyak petualang di bar tersebut. walaupun disebut bar, itu hanya istilah saja. sebenarnya itu hanya restoran yang bergaya lama, bukan restoran modern.
saya pun sedikit mendengar obrolan-obrolan anggota party ini, dan ternyata pembullyan bukan terjadi kepada saya saja.
didepan saya anggota party yang baru direkrut yang bernama Gita pun seperti dikucilkan, karena ada yang menyebutnya angkuh, sombong dan lain-lain..
tapi dibenak saya mungkin saja dia bukan orang yang mudah bersosialisasi
hari raid kabut level C pun di mulai dengan saya bertugas sebagai pengangkut.
disebelah saya adalah salah satu pengangut juga. tapi dia lebih tertutup dibandingkan saya. dia menggunakan jaket yang ada hoodienya sehingg kepala nya tertutupi. dan hampir tidak bisa melihat wajahnya.
tapi melihat cara dia mengangkut barang seperti yang terlalu berat, bahu nya terlihat gemetar..
padahal dia ada di level yang lebih tinggi daripada saya. tapi yah karena saya sebenernya memiliki 2 bicom dan level yang satunya lagi ada di level 75 hihihi. saya tertawa di pikiran :D .
yap seperti yang diharapkan, dari party yang sudah tersusun rencana dengan matang.
area satu melawan monster monkey rop. bukan hal yang sulit bagi mereka.
terlebih lagi saat melihat Gita, sungguh permainan 2 pedang yang indah. hanya sekali serang sudah langsung mambuat monkey rop mati.
saya pun bergegas mengumpulkan batu kristal. dan ini pertama kalinya bagi saya melihat batu kristal yang terkumpul begitu banyak.
dan akhirnya saya memasuki area bersama anggota party dan tentu saja hasilnya sama seperti di area 1.
lanjut memasuki pintu bos area kedua, kami disambut oleh asap putih saat masuk. dan dari pintu masuk terlihat ada 2 patung ksatria namun dengan wajah monster, yang satu memegang pedang. dan satu memegang kapak.
mungkin monster pun ada yang memiliki peradaban atau mungkin ada manusia sesat yang menyembah patung-patung.
menyembah patung dan bahkan ada yang menyembah iblis itu adalah hal tabu di dunia saat ini. karena dianggap tabu jadinya mereka menjadi sekte-sekte tersembunyi.
namun ada pula negara yang memperbolehkan atau melegalkan hal tersebut. saya berfikir sungguh ironi pemahaman, pengetahuan, dan keyakinan manusia yang seperti itu.
setelah asap menghilang terlihat di antara patung dan di bawahnya ada segerombolan monster.
dan anggota party ada yang menyebutkan, ada 3 King Monster di satu area dan itu hal yang baru.
sebenarnya saya ingin mencoba melawan mereka tapi karena sekarang saya hanya sebagai tukang angkut mau bagaimana lagi. dan terlebih saya tidak ingin kekuatan saya terekspos.
saya pun akhirnya hanya bisa menonton dari kejauhan, namun tampak nya king monster sedang melakukan adegan seperti gladiator.
melakukan duel 1 lawan 1, antara tim monster dan tim petualang. pertarung pertama di menangkan oleh anggota petualang walaupun bayaranya anggota petualang seperti kehabisan stamina jadi butuh perawatan yang cukup lama.
pertarungan kedua cukup lama seperti pertarungan kesatu. tapi akhirnya kemenangan kedua dimenangkan oleh petualang lagi.
selanjutnya pertarungan ketiga, yang maju adalah Gita si pedang dua.. begitulah saya menyebutnya.
__ADS_1
pertarungan Gita hanya sebentar, hanya sekali serang pengawal king monster monkey kop yang berarmor cukup lengkap mati seketika.
setelah Gita membunuh pengawal King Monster Kop dia mengacungkan pedang nya kepada king monster kop.
dibenaku kenapa wanita ini memprovokasi mereka. apakah dia itu gila.
sebelum 3 pertarungan berakhir ketua party menyuruh 1 penyerang dengan tipe kecepatan mengecek pintu masuk.
dan setelah mengecek pintu masuk, saya mendengarkan bahwa pintu masuk tertutup dan lebih baik jangan dibuka dulu.
alasannya yang seperti itu karena di luar pintu seperti ada banyak gerombolan monster meraung - raung dan itu sepertinya banyak sekali.
mendengar percakapan tersebut, saya dengan sembunyi-sembunyi melangkah kebelakang untuk mengurusi monster yang ada di balik pintu masuk.
dengan persepsi kontrol sihir saya saya mendeteksi ada sekitar 150 lebih monster yang berjaga.
saya mencoba mengkontrol panah sihir saya diluar pintu masuk dan sepertinya itu berhasil. layaknya hujan panah saya melancarkan panah sihir saya berkali-kali hingga banyak membuat meledak monster-monster diluar.
dan yah lumayan cahaya putih banyak yang mengalir kepada saya.. dan saya naik level lagi.
saya cukup memakan banyak waktu untuk menghabisi monster yang ada di luar pintu masuk.
setelah selesai membereskan monster diluar pintu masuk, saya secepatnya kembali ke posisi awal.
tapi saya melihat anggota party sedang kesusahan, dan ada salah satu king monster. yaitu king monkey rop yang mendekati archer yang berada di posisi belakang.
tapi dengan sembunyi-sembunyi saya melancarkan panah sihir saya ke king monkey rop dan tetap berdiri di samping pengangkut yang satu lagi.
-
dan akhirnya 'slleeeb' panah sihir saya menembus leher king monkey rop dan mati tergeletak seketika.
di tempat pertarungan lain pun sama kritisnya, akhirnya saya dengan secara serentak melancarkan panah sirih untuk mengurusi monster yang tersisa bahkan king Monkey Kop dan King CoL tidak luput dari serangan panah sihir saya.
tampak nya anggota party cukup kebingungan dengan serangan panah sirih yang mendadak tersebut.
tapi tanpa banyak pertanyaan darimana datangannya serangan itu, anggota party beristirahat karena pertarungan sudah selesai.
ketua party menyuruh anggota yang lain segera istirahat dan memulihkan diri, dan menyuruh pengangkut mengumpulkan item dan mengumpulkan jasad anggota party yang terbunuh.
saya pun tidak terlalu terkejut ada anggota party yang terbunuh, karena memang sudah sewajarnya sebagai seorang petualang sudah siap mempertaruhkan nyawanya.
tapi saya cukup menyesalkan saya kurang cepat untuk menyelamatkan mereka.
tapi sebelum ketua party menyuruh pengangkut memungut. pengangkut yang di sebelah kiri saya menatap saya dengan terkejut.
dia berbicara pelan kepada saya, "apa kamu yang melakukan ini?"
saya sungguh terkejut, apakah dia menyadari itu perbuatan saya?. saya sedikit gelisah jikalau dia mengetahui itu perbuatan saya.
sesaat saya akan berbicara, saya tertolong oleh instruksi ketua party untuk memungkut.
tapi pengangkut itu terus saja mendekati saya, seperti ingin terus berbincang dengan saya.
dan sesaat kami berdekatan, dia pun berbisik.."tenang saja saya tidak akan membocorkan ini".
__ADS_1
sungguh saya terkejut dengan kalimatnya.. saya hanya bisa diam tidak menanggapai lebih jauh. seperti berpura-pura saya tidak tahu apa yang kamu bicarakan. mungkin seperti itu artinya saya terdiam.
dia mulai banyak bicara seperti menanyakan siapa nama saya. yah saya menjawab saja. namaku Fahr.
lalu dia pun memberitahu namanya, yaitu rini..
saya berfikir sejenak di pikiran, "Rini?". "Rini?".. saya terkejut. selama ini dia adalah seorang wanita.
"kamu seorang wanita ?"...saya mencoba bertanya
"iya ..." dia sedikit tersenyum dibalik tertutupnya kepalanya oleh hoodie hitamnya.
saya bergumam dipikiran. saya benar-benar kurang mengerti wanita terhadap hal-hal seperti ini. tapi yah masa bodo.
padahal sebelumnya saat kita dalam keadaan dikelilingi oleh kekuatan monster yang begitu dahsyat dia bertanya dengan nada takut.. hmmm
"baik kita sudah cukup istirahat nya, sebaiknya kita segera keluar dari kabut.." ketua party menginstruksikan semua anggota party untuk segera berangkat setelah 2 jam berisitahat dan tugas memungut item pun sudah beres juga.
"tapi bagaimana cara kita menghalau monster yang telah mengepung kita dari luar kapten ?" Aga bertanya kepada ketua party
kegembiraan dari kemenangan yang sesaat itu tidak berlangsung lama, karena mereka memikirkan bahaya sedang mengintai kembali.
sebenarnya faktor yang membuat mereka khawatir bukan masalah jumlah monster saat ini, jumlah monster biasa walaupun jumlahnya ada 100 mereka masih bisa sanggup melawan, tapi saat ini kondisi tidak memungkinkan untuk melawan monster bahkan 50 pun mungkin tidak sanggup.
kekhawatiran mereka terletak di bagian stamina dan mental . mental sebagian anggota party sudah ada yang terluka.
"kita akan bersembunyi di pinggiran sekitar pintu, kita akan gunakan mayat King Monster sebagai pengalihan" ketua party membuat sebuah rencana
"Kita hanya berharap pada keberuntungan kali ini ..." Luna bergumam sendiri
Mayat King monster dan sebagian monster yang masih terlihat utuh di buat berdiri di tengah aula sehingga membuat semua monster tergiring mendekatiny, seperti itu rencananya.
tapi sebelum membuka kembali pintu masuk, salah satu anggota party mengecek kembali keadaan diluar pintu masuk, dengan cara mendengarkan suara.
"ketua, saya tidak mendengar suara monster diluar pintu masuk" anggota party melapor
"apa ?.. apa mungkin ini jebakan, tapi apakah mungkin monster-monster ini memiliki akal yang cerdik begitu ?" ketua party berfikir dan cemas juga
"ketua kita jalankan dulu saja rencana nya, benar atau tidak kita hanya bisa bertaruh" Aga memberi saran kepada ketua
"ya ketua lebih baik seperti yang aga sebutkan saja dulu" sebagian anggota party mendukung saran aga
"ya baiklah..kita bergerak sesuai rencana dulu saja" sambil mengangguk ketua party menyetujui saran tersebut
Gita , Ketua party dan Tanker yang level 70 berada di bagian depan untuk membuka jalan, jikalau masih ada monster yang tertinggal.
rencana ketua party dijalankan, lalu dua anggota party bertugas untuk membuka pintu, dan segera kembali ke formasi.
semua anggota party bersembunyi dibalik pintu masuk, karena pintu masuk terbuka kedalam, sehingga ada tempat untuk bersembunyi.
seluruh anggota party memberikan ekspresi tegang , cemas dan takut. kecuali saya karena saya tau dibalik pintu itu.
selang beberapa menit mereka heran kenapa tidak ada satupun langkah kaki ataupun suara monster.
"Ketua saya akan mengecek kondisi ...." Aga memberanikan diri untuk mengecek kondisi di luar.
__ADS_1
"baiklah, tapi tetap hati-hati.." ketua memberikan izin kepada aga.