The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 11 - Bicom ke 2


__ADS_3

Sudah satu bulan lamanya sejak kejadian di gunung puntang yang hampir merenggut nyawa saya dan benar-benar akan meninggalkan kedua adikku.


pada saat itu saya terbangun dan kepala sedikit pusing , perlahan saya membuka mata melihat langit sudah gelap dengan bintang-bintang dan bulan yang menyinari malam itu, dengan derasnya suara aliran sungai yang begitu jelas terdengar, sungguh indah.


masih dalam keadaan terbaring, saya mencoba menggerakan perlahan kepala ke kiri dan kekanan untuk melihat kondisi sekitar.


saat melihat ke kanan sontak saya terbangun dan sedikit berteriak 'aahhh' disebalah saya ada sang harimau misterius.


saya mencoba memfokuskan pandangan, ternyata harimau misterius tersebut tergeletak di bebatuan pinggir sungai.


saya mencoba bangkit dan mencek apa yang terjadi pada harimau misterius tersebut, saya mengambil ranting panjang yang ada di pinggir sungai.


ranting saya colok - colok ketubuh harimau memastikan apakah dia benar-benar sudah mati. jika masih hidup saya nekat akan melompat ke sungai yang arusnya cukup deras yang akan menghanyutkan apapun.


sudah beberapa colokan tidak ada reaksi, saya memutari tubuh harimau . dan saat melihat kepalanya, dengan keadaan mata dan rahang terbuka . dan bercak darah kering sekitar kepalanya. cukup meyakinkan saya bahwa harimau telah mati.


dibenak saya terus berfikir, betapa beruntung nya saya masih hidup saat melawan harimau misterius itu.


rasa syukur kepada tuhan pun terus terpancar di hati saya, mungkin ini kesempatan kedua yang diberikan tuhan kepada saya untuk tetap terus melangkah maju dan menafkahi kedua adik saya.


sesaat memastikan harimau sudah mati, saya segera menyiapkan untuk membuat api, karena gelapnya malam dan ada bangkai hewan akan dengan mudah mengundang hewan buas untuk menghampiri.


didepan api unggun saya hanya bisa duduk termenung, dengan keadaan perut kosong pula. saya mencoba untuk memakan harimau namun niat tersebut saya urungkan, mungkin karena saya merasa jijik pula harus memakan bangkai.


untuk mengisi kosongnya perut saya mencoba berkeliling sedikit tidak jauh dari api unggun. siapa tau ada sesuatu yang bisa saya makan.


beruntungnya saya dapat menemukan umbi-umbian dan tanaman lain yang dapat saya makan.


dengan terisinya perut dan tenaga mulai pulih. saya teringat jika disetiap monster ada batu kristal yang dapat dijual.


saya sedikit tahu lokasi tempat batu kristal yang ada di tubuh monster. setelah beberapa lama mencari. pencarian batu kristal tidak membuahkan hasil, harimau misterius tersebut seperti tidak memiliki batu kristal seperti monster-monster pada umumnya.


saya teringat bukan kah harimau itu memiliki kristal di kepalanya yang berbentuk bulan sabit, saat saya cek ternyata kristal itu pun tidak ada.


sungguh mengherankan, kenapa bisa hilang kristal yang ada di keningnya tersebut.


yah saya tidak terlalu peduli juga saat ini. yang penting saya masih hidup. itulah kenyataan saat ini.


untuk menghindari hewan buas muncul, saya mulai menyiapkan kayu bakar yang tersedia banyak di pinggiran sungai, mungkin karena pohon - pohon tumbang yang ada di hulu terbawa arus hingga menepi di pinggiran sungai.


kayu bakar yang saya siapkan kali ini untuk membakar jasad sang harimau, tumpukan kayu bakar sudah tertumpuk banyak, dan semoga nanti pagi bisa menghanguskan tubuh nya. karena saya tidak mungkin juga menghanyutkannya ke sungai.


karena saya berhati-hati jikalau jasad harimau hanyut dan ditemukan manusia lain, mungkin mereka akan menyelidikinya. sehingga saya memutuskan untuk membakarnya.


membakar mayat harimau sedang berlangsung, sekarang saya mencoba untuk tidur kembali, karena tubuh masih merasakan lelah, walaupun tidak begitu terasa , saya pun cukup heran. tapi yah bodo amat , sekarang saya akan memaksa tidur.

__ADS_1


----


pagi pun menjelang, namun masih agak gelap . prediksi saya mungkin ini sudah subuh sekitar jam 04.30 an. karena saya terbiasa bangun subuh saat di pagi hari.


saya mencek pembakaran harimau, dan yah lumayan sudah gosong tubuh harimau itu. salah satu tujuan saya membakar harimau itu yaitu untuk mengambil taring dan tulang rusuk harimau.


taring bisa saya pergunakan untuk membuat belati yang lebih kuat dan tulang rusuk akan saya buat busur.


sinar matahari pagi pun sudah mulai menyinari bumi yang ada disekeliling saya, pemandangan pagi yang sungguh indah.


tulang dan taring sudah saya dapatkan dengan mudah, saya ikat kedua item tersebut dengan menggunakan rotan yang ada di pinggiran sungai.


setelah beres mengurusi masalah jasad harimau, saya mencoba untuk pergi dari gunung puntang ini.


pilihan pulang saya adalah dengan menyusuri sungai, atau memanjat tebing dan kembali ke titik awal.


setelah berfikir cukup lama untuk mempertimbangkan naik tebing atau menyusuri sungai. setelah pertimbangan yang agak matang saya mencoba menaiki tebing karena cukup mudah menaiki tebing dikarenakan disekitar dinding tebing banyak akar-akar tanaman.


-


menyusuri sungai akan beresiko lebih tinggi, pertama tempat berkeliaranya lebih banyak hewan buas, kedua saya tidak terlalu mengenal lokasi, dan mungkin arah sungai akan lebih menjauhkan saya kearah tempat pulang.


sesaat saya menaiki tebing, saya merasa tubuh ini lebih ringan dibanding sebelumnya, dan kekuatan yang di tubuh saya seakan-akan meluap-luap dengan besarnya. tapi siapa peduli dengan kedua hal itu. yang penting saya bisa selamat dulu dari sini.


-------


setelah beres memanaskan motor saya langsung pulang ke rumah.


sesaat tiba di rumah saya masuk rumah dengan hati-hati di takutkan ada adik saya dan pastinya menceramahi saya karena khawatir.


dan tentu saja kedua adik saya pasti akan berkomentar apalagi dengan keadaan saya sekarang, terlihat jelas pakaian yang saya kenakan sekarang cukup combang-camping setelah keluar dari hutan.


dan yah beruntung nya, kedua adik saya masih ada di sekolah. melihat jam masih menandakan jam 13.00


segera saya melucuti pakaian , dan melihat flannel dan kaos yang saya kenakan bolong akibat cakaran tajam sang harimau.


setelah beres mandi saya menghadap ke cermin dan melihat punggung saya, betapa terkejutnya luka cakaran yang diakibatkan cakar harimau hanya berbekas bentuk garis saja yang jumlahnya ada 3 dan tidak terlalu mencolok.


saya heran kebingungan, saya tertunduk dan melihat kebawah, dan saat saya hendak melihat level, saya terkejut level saya naik ke level 18


tapi bukan hanya itu saja, disekitar pergelangan tangan saya ada tanda level juga yang menunjukan itu level 20. sungguh lebih mengagetkan saya.


saya mengusap mata saya mungkin saja itu salah lihat, saya perlahan membuka mata seakan-akan tidak percaya. saat mata terbuka ternyata itu memang tanda level 20.


saya masih penasaran lagi. saya mencoba menggosok dengan keras tanda level dan tidak hilang juga. saya segera kedapur untuk mengambil pisau.

__ADS_1


tanda bicom itu tidak akan hilang, bahkan saat terluka pun bagian tersebut akan meregenerasi kembali. jadi saya memberanikan diri untuk menyayat tanda level di pergelengan tangan dan...


setelah beberapa detik dan darah mengalir , tanda-tanda pemulihan pun terlihat, dan memunculkan kembali tanda level tersebut.


apa yang sebenarnya terjadi, saya tidak habis pikir. apa mungkin ini karena saya telah mengalahkan harimau misterius tersebut ?.


ya ya mungkin saja... apakah karena sebab itu saat saya menaiki tebing tubuh saya serasa ringan dan seperti ada meluap-luap kekuatan yang ada.


tapi ini baru pertama kalinya saya mendengar ada yang memiliki 2 tanda bicom...


walaupun Fahr terkejut, tapi ekspresi diwajahnya masih cukup datar, mungkin karena karakter dasarnya seperti itu.


suara langkah kaki terdengar dari arah pintu, dan segera mendekat...oh ternyata itu adik kedua saya..


"oh kakak sudah pulang,," ujar rasyha


"iya baru saja.." saya menjawab dengan senyum kecil, dan bahagia masih bisa melihat adik yang paling kecilnya tersebut.


"kak.. kalau mau masak pakai dulu pakaian..." rasyha menyarankan saya karena masih memegang pisah dapur dan masih menggunakan handuk


"ohhh..benar juga,, kakak cukup lapar, jadi tidak terpikir untuk ganti baju dulu .." saya menjawab untuk mengeles.


"yasudah kak biar rasyha saja yang memasak, kakak pakai baju dulu saja"


"oke.. aku serahkan ke kamu .." sambil menyimpan kembali pisau dapur saya segera pergi ke kamar


setelah berganti pakaian dengan menggunakan kemaja flannel yang lain agar tertutupi juga tanda bicom yang ada di pergelangan tangan, saya segera pergi ke meja makan.


beberapa menit kemudian, makanan pun sudah tiba di meja makan yang telah disiapkan oleh rasyha.


terlihat tumis kangkung, ikan sarden , nasi hangat dan kerupuk menghiasai meja makan.. walaupun cukup sederhana namun makanan seperti ini sangat nikmat.


"kak makan saja duluan, rasyha mau ganti pakaian dulu. baru makan.." ujar rasyha


"oke.." jawaban singkat yang saya berikan kepada rasyha


saya terus berfikir tentang tanda bicom kedua ini, dan sesekali melihat pergelangan tangan, kekuatan apa yang tersimpan saat saya mendapat tanda bicom kedua ini ?... Namun saya tidak memahaminya sama sekali. walaupun daya analisis saya cukup baik tapi tetap saja nihil mencari jawaban untuk saat ini.


kemungkinan penambahan kekuatan fisik sudah jelas terasa karena sudah pernah dicoba dengan tidak sengaja saat menaiki tebing.


akhirnya rasyha turun kebawah dan bersama saya duduk di meja makan, kami saling berbincang karena kami sekeluarga sangat dekat.


-


sesekali membayangkan kembali benar-benar apa yang akan terjadi kepada kedua adik saya jika saya kemarin mati.

__ADS_1


sambil melihat senyum yang keluar dari wajah rasyha saya pun merasakan kebahagiaan yang luar biasa ini.


__ADS_2