
keesokan hari nya Fahr memutuskan untuk mencari anggota party untuk bisa menemaninya melakukan raid.
Fahr mencoba mengontak Junar, dan bertanya apakah dia bersedia ikut dengan party nya untuk melakukan raid.
dan tentu saja Junar tidak menolak ajakan Fahr dan langsung menyetujuinya.
Junar pun meminta izin untuk mengikut sertakan adiknya dan ketiga temannya untuk ikut party nya Fahr.
Junar merasa cemas tidak mendapatkan izin Fahr karena level adik dan ketiga temannya dibawah level 20.
Fahr berfikir sejenak, tapi mungkin ini cara yang lebih efektif daripada harus susah-susah lagi mencari anggota. dan segera Fahr pun menyetujui keinginan Junar.
Junar tampak senang akan izin yang diberikan oleh Fahr. dan segera menentukan waktu untuk bertemu.
Fahr masih kekurangan orang setidaknya 3-4 orang lagi untuk minimal bisa melakukan raid di kabut level F atau E.
Saya mulai jalan-jalan di sekitar serikat siapa tau ada yang bisa diajak bergabung lagi.
tampak di sebuah gang kecil tidak jauh dari sekitaran wilayah gedung serikat ada seorang pria muda yang sedang terisak menangis dan merenung.
melihat hal tersebut Fahr mencoba mendekatinya dan bertanya...
"apa yang terjadi.. ?" tanya saya kepada pria muda tersebut yang kira-kira seumuran
"tidak ... tidak ada apa-apa.." ujar pria tersebut, dengan wajah yang memar.
"baiklah jika tidak terjadi apa-apa" karena pria tersebut tidak menjawab alasan sebenarnya saya melangkah pergi jalan-jalan lagi.
tapi beberapa langkah setelah saya beranjak pergi. 3 orang pria yang lebih tua sedikit dari saya menghampiri pria muda tersebut.
"hei-hei ternyata kamu beneran masih disini , haha sungguh bodoh.." ujar salah satu pria dewasa tersebut.
"cepat beritahukan dimana rumahmu jadi ini akan segera selesai..." salah pri dewasa ikut bicara
"ti ..tidak biiisaa, ma... maaf.." ujar pria muda
"iya cepat lah, agar kami bisa bersenang-senang dengan adik kecilmu yanh sangat cantik..:hahaha." pria ke 3 mulai bicara juga
dari percakapan tersebut saya sudah bisa menyimpulkan apa yang terjadi.
segera saya menghampiri ke gang kecil tersebut..dan membelakangi ketia pria dewasa.
"uhmmm, maaf akang-akang, saya mau membawa teman saya pergi.." ujar saya.
suasana tampak tegang dan ketiga pria tersebut mulai tampak marah.
"apa petualang pecundang ini memiliki teman, yang benar saja,, "pria dewasa pertama
"haha ,.. haha.." kedua pria dewasa tertawa
saya hanya terdiam lagi dan tapa ekspresi, dan lebih jauh lagi wajah ditutupi oleh masker warna hitam.
salah satu pria dewasa meraih tangan kiri saya dan mengecek tanda level bicom saya dan setelah melihatnya mereka tertawa.
__ADS_1
"haha ... pecundang pasti temannya adalah pecundang lagi... lihat bro level dia hanya level 29"
'haha ....haha' suara tertawa menghiasi suasa di sudut gang tersebut.
"hei bocah jangan berani-beraninya kau sok pahlawan.." ujar pria dewasa kedua
"hajar dia juga dulu" ujar pria dewasa pertama
"oke bro.." pria dewasa ketiga
tangan kanan mulai diangkat oleh pria dewasa ketiga dan akan melayangkan pukulan hook ke wajah kiri saya.
tapi dengan cepat saya menghajar pria dewasa tersebut yang sama-sama seorsng petualang , tapi mereka kira-kira berada di level 35 keatas, dan kemungkinan seorang warior.
kedua pria dewasa tersebut terkejut dan segera membalas saya dengan pukulan dan tendangan.
tapi itu semua sia-sia , dengan menggunakan kecepatan dan penguata tubuh, saya membuat ketiga petualang pria dewasa itu tersungkut dan tampak kesakitan.
dan saya menghampiri pria dewasa yang sedang tersungkur dan kesakitan, dengan intimidasi dan aura membunuh yang kuat yang saya keluarkan dan berbicara.
"jika kalian melakukan hal ini lagi akan saya cari kalian dan saya bunuh ditempat.."ujar saya dengan aura membunuh
ketiga pria tersebut mulai terintimidasi, tidak bisa melakukan perlawanan, seakan-akan harimau buas akan memakan mereka jika melawan.
lalu saya mengangkat berdiri pria muda tersebut dan segera meninggalkan lokasi, saya mengajaknya kesebuah rumah makan.
kami memulai memakan dan setelah itu pria muda itu mulai berbicara.
"mereka adalah sekelompok petualang berengsek yang sering membully dan menganiaya petualang level rendah, dan bahkan mereka ingin adik perempuan saya, saya tidak punya kemampuan apa-apa dan tidak bisa melindunginya... sehingga lebih baik saya diam dan menerima pukulan dari mereka.. dan terima kasih Fahr telah menyelamatkan saya" ujar pemuda tersebut yang bernama Bima
"apakah kamu memiliki adik perempuan juga ?" tanya Bima dengan sedikit malu.
"yah aku punya adik perempuan juga sama seperti mu.."jawab saya dengan sedikit senyum.
"sekali lagi terima kasih Fahr " Bima mengucapkan terima kasih dengan sangat dalam
"yah baiklah sepertinya kita sudah selesai makan, aku akan lanjut jalan-jalan lagi" ujar saya.
"kamu mau kemana Fahr ?" Bima bertanya dengan penasaran
"saya lagi jalan-jalan mencari member untuk party " saya menjawab Bima
setelah mendengar jawaban saya, Bima sedikit agak ragu untuk mulai berbicara lagi,,
"ehmm, boleh kah saya bergabung Fahr ?" ujar Bima yang sedikit malu karena levelnya yang rendah
"yah boleh, " jawab singkat saya
"Benarkah ?, terima kasih banyak Fahr " Bima dengan kegirangan mendengar jawaban Fahr
"ini kontak saya, segera kirimkan pesan agar saya bisa mengkontak balik " saya sambil mengirimkan kontak kepada Bima
"Boleh sekalian saya ikut dengan bersama mu hari ini untuk mencari anggota lain ?" ujar bima meminta izin
__ADS_1
"kalau begitu ayo kita bersama-sama pergi" saya dan bima pergi untuk mencari anggota party
selama perjalanan kami berbincang-bincang dan setelah mengetahui latarbelakang Bima, kehidupan Bima tidak jauh berbeda dengan saya dulu, yah walaupun saya sekarang belum kaya tapi setidaknya taraf hidup saya sekarang lebih baik daripada dulu. dan sekarang saya bisa lebih mempercayai bima.
sekarang sudah terkumpul 7 amggota , kurang 3 lagi. dan lalu handphone saya berbunyi di dalam saku celana, "kring-kring"..
" iya ada apa junar ?" junar menelepon saya
"Fahr, ada teman saya lagi yang mau ikut party " ujar Junar dengan ceria
"ohoo berapa orang ?"
"hanya 3 orang ,,, berarti kita kurang 1 lagi ?" ujar Bima
"iya cukup Junar tidak usah menambah lagi anggota, 3 orang sudah cukup, saya sudah dapat 1 orang lagi" saya menjawab Junar
diperjalanan bersama Bima, ..
"Sepertinya kita sudah tidak perlu mencari anggota untuk party lagi Bima, tadi teman saya baru saja mendapat tambahan anggota baru ?" ujar saya meyakinkan Bima
"oh baguslah Fahr, "ujar bima dengan ceria
diperjalanan saya tidak sengaja menyengol bahu seorang wanita sehingga wanita tersebut terjatuh.
"maafkan saya nona,, saya tidak sengaja, apa nona baik-baik saja" ujar saya meminta maaf
wanita yang terjatuh terlihat familiar, dengan senjata dipungungnya yang dibungkus oleh kain berwarna putih.
"hati-hati kalau berjalan " ujar wanita tersebut sambil melirik-lirik seperti yang mengenal saya.
wanita itu berbisik dipikirannya, "sepertinya saya pernah bertemu,,, dan ohh iya saya ingat dia pengangkut yang waktu itu ikut bersama party melawan 3 king monster"
segera wanita itu berdiri dan meraih tangan kiri Fahr dan melihat levelnya, dan sontak terkejut saat melihat level Fahr yang 29.
"bagaimana mungkin level 29 bisa menjatuhkan saya yang sekarang berada di level 73" gumam wanita tersebut dipikirannya
saya yang bingung saat tangan kiri saya masih dipegang oleh wanita tersebut.
"maaf nona, tangan saya , ?" sambil tersenyum saya mengingatkan wanita yang sebenarnya terlihat cantik
"oh iya maaf, lain kali hati-hati saat berjalan" ujar wanita tersebut yang bernama Gita
" iya terima kasih atas peringatannya nona, " jawab saya
wanita tersebut melangkah pergi menjauh dari Fahr dan Bima .
"Apa yang salah dengan kekuatan pemuda itu, level 29 bisa menjatuhkan saya yang level 73, yang benar saja" gumam Gita sangat penasaran.
"apakah mungkin kekuatan misterius tiba-tiba di aula 3 king monster itu dia ?,, tidak,..tidak... ayo berfikir rasional dulu.." sambil bergumam Gita berbalik kebelakang untuk melihat pemuda yang memakai masker tersebut, namun sudah tidak terlihat.
---------------------
Nama : Fahr Andi
__ADS_1
Level Bicom I : 29
Level Bicom II : 91