The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 30 - Samsak Hidup


__ADS_3

"Selamat kepada kalian berdua telah naik kelantai 18,. kalian harus terus naik, agar bisa cepat membeli armor baru, dan membelikan ku pedang baru juga *becanda hehe" Ujar Reni yang ceria yang telah pulih dari cideranya dan mentalnya yang lambat laun pulih


"iya kamu harus cepat-cepat menyusul kami Ren, agar kita bersama-sama menaiki lantai lagi" ujar Junar yang ceria dan menyemangati Reni


"hummuu" seperti biasa ekspresi dari Hopi


setelah kekalahan Reni di lantai 15, Junar dan Hopi terus melangkah maju hingga lantai 18 dengan susah payah.


hari ini hari ke 22 bagi mereka bertiga di lantai pertarungan. sesekali mereka turut berbelanja yang masih berada di gedung PT.xxx Corporation untuk kebutuhan di kantor party silver tiger.


gedung PT.xxx Corporation bukan hanya ada lantai pertarungan tapi disediakan pula lantai khusus untuk berbelanja (Mall), dan tempat hiburan lain seperti karaoke, tempat olah raga atau gym, FoodCourt . lantai-lantai tersebut berada di lantai 6, 11, 16, 21, 26, 31(lantai-lantai ini sebenarnya diganti oleh nama, karena agar tidak membingungkan orang untuk dilantai pertarungan).


karena jumlah lantai PT.xxx Corporation ada 40, 30 lantai dipakai sebagai lantai pertarungan 6 lantai untuk hiburan,. 3 lantai sebagai lantai pengawasan, wasit , dan kebutuhan lain nya dari PT.. dan ada 1 lantai pertarungan spesial khusus pertarungan para elit Petualang. dan yang bisa memasuki lantai spesial ini hanya penonton dari kalangan berduit, pejabat, elit serikat, elit guild-guild besar, dan peserta yang sudah melewati lantai 28.


________


Sementara itu di dojo beladiri karena hampir setiap hari Bima, Raffa dan Rafi menjadi samsak hidup walaupun yang kalah bukan mereka, orang-orang dojo mengapresiasi mereka bertiga.


"ini sudah hari ke 22 Bim, kira-kira apakah ada orang peseni beladiri yang akan membuat kita bertambah kuat lagi tidak ya ?" ujar Rafi


"iya semoga saja masih banyak, tapi kita jangan sampai lengah. jangan sampai membuat kita akhirnya cedera parah, kita sudah sejauh ini berlatih menjadi samsak tinju di hampir setiap dojo beladiri di kota B" Ujar Bima


"tapi terima kasih atas saranmu untuk berlatih manjadi samsak tinju, itu cukup efektif untuk menambah pengalaman untuk otot-oto kita" ujar raffa yang terlihat memperlihatkan otot-ototnya yang cukup besar dan ideal.


"haha tapi aku tidak ingin terlihat terlalu besar seperti binaragawan, itu tidak masuk kriteria ku .."Ujar Rafi yang membayangkan dengan air liur nya keluar jika dia ideal dengan otot-ototnya itu akan mengundang para wanita cantik mendekatinya.. (jangan dicontoh s Rafi ini terkait khayalannya yang liar :V)


"mari kita memasuki dojo yyy sekarang" ujar Bima yang mulai terbiasa mengobrol


"ya mari.." ujar rafi dan raffa


melihat pemandangan didalam dojo terlihat orang-orang ini tampak lebih kuat daripada dojo-dojo yang sebelumnya mereka datangi.


"permisi kang saya Rafi meminta izin untukk..."Ujar Rafi yang omongonnya di potong oleh orang dari dojo


"oh ya kami sudah tau , kalian cukup terkenal di kalangan dojo beladiri, kalian adalah monster samsak tinju bukan .." seorang pria dewasa dengan otot-otot idealnya yang kuat, dan sepertinya dia adalah seorang petualang juga.


"wahh terima kasih atasa pujiannya, tapi kami bukan monster kang, hehe " ujar Rafi yang bercanda


"Baiklah kalau begitu, silahkan kalian siap-siap dulu," ujar pria dewasa dengan otot-otonya yang bernama kang Riwa


setelah Bima, Rafi dan Raffa telah bersiap, dengan baju ketatnya yang memperlihatnya otot-otot yang cukup ideal namun tidak sebesar binaragawan memasuki ruangan seperti gor tapi lebih kecil.


ketiganya berdiri berjajar horizontal menghadap para peseni bela diri .. kang Riwa memberi tahu bahwa ada 10 orang dari kami yang merupakan seorang petualang berlevel rata-rata antara level 40-50.


tapi karena ketiganya sudah membulatkan tekad apapun yang terjadi mereka akan tetap maju. tidak takut apapun, kecuali Tuhan.

__ADS_1


ada sekitar 25 orang di dojo tersebut dan mereka semua ikut menjadi peserta tinju ke samsak hidup. 15 orang pertama yang bukan petualang bergiliran meninju mereka, namun mereka masih bertahan dan tidak bergeming.


setelah 15 orang tersebut sudah mulai lelah dan tidak sanggup melanjutkan, akhirnya giliran ke 10 orang yang merupakan petualang meninju mereka.


pukulan pertama melayang kepada dada Bima, dan itu cukup terasa perbedaannya daripada orang yang levelnya dibawanya.


"bukk ..bak ..bukk. dummm"


mereka bertiga mulai merasakan sakit dari pukulan petualang, namun mereka mencoba terus bertahan.


"wah,..wah kalian cukup tangguh juga sudah putaran ke 20 tapi masih bisa berdiri...,aku mengapresisasi kalian." ujar Arul salah satu petualang yang di dojo yang menjadi peserta tinju samsak hidup.


"terima kasih atas pujiannya, , hehe" ujar rafi yang terlihat cukup kelelahan.


"baiklah kali ini aku akan melayangkan pukulan yang cukup mematikan kamu terima ini.." Arul berteriak sambil melayangkan pukulan ke wajah Rafi


Rafi yang tersungkur dekat akibat pukulan ke wajah itu membuat Bima dan Raffa ingin menghentikan sesi hari ini.


"Raafiii.." ujar Bima, dan Raffa


"hei..hei Arul apakah itu akan baik-baik saja" Ujar kang Riwa


"hei bos, bukannya mereka sendiri yang meminta dipukuli, bukan kah jika hanya segitu mereka jangan menjadi sombong untuk terus menjadi samsak tinju, dan mereka tidak akan menjadi kuat, jika pukulan segitu bisa membuat dia roboh" ujar Arul.


Bima dan Raffa yang mendengarkan tidak bisa membalas perkataan Arul karena apa yang dia katakan itu benar...


"Baiklah coba kepadaku, tinju mu itu" ujar Raffa dengan ekspresi senyum sedikit yang tampak kesal juga


tapi sesaat Raffa akan mulai di pukul, Rafi bangun perlahan-lahan.


"hehe, ahaha . yang kamu katakan memang benar, jika segini saja aku tidak kalah, aku tidak akan menjadi kuat" ujar Rafi membalas perkataan Arul sambil berdiri memposisikan kembali sebagai samsak hidup.


dia berjalan perlahan keposisi awalnya dan menantang Arul lagi untuk meninjunya. Arul mulai bersemangat juga dan mulai bersiap meninju Rafi kembali.


"apakah kamu baik-baik saja Raf"ujar Raffa ..


"iya kamu tenang saja " ujar Rafi dengan wajahnya yang terluka ringan.


"Baiklah persiapkan dirimu" ujar Arul


semua orang menjadi penonton melihat Rafi sebagai samsak tinju dan Arul sebagai peninjunya.


satu pukulan besar sudah melayang kembali ke wajah Rafi, tapi kali ini Rafi tidak tersungkur dan tetap berdiri. kepalanya yang miring ke kanan akibat tumbukan dari kepalan tangan arul.


kini Rafi tersenyum lebar mampu menahan pukulan besar dari Arul. dan senyuman itu membuat Arul jengkel dan seperti dihina.

__ADS_1


"hyaa... hyaaa... hyaa.." Pukulan mendadak melayang ke wajah , dada dan perut Rafi secara bertubi-tubi, lebih dari 50 pukulan bertubi-tubi sudah melayang tubuh Rafi.


Rafi masih bertahan dengan pukulan yang bertubi-tubi dan mematikan tersebut... "ini masih belum ada apa-apanya" ujar Rafi di dalam hatinya.


semua penonton tercengang melihat Rafi di pukuli oleh petualang yang notabenenya berlevel lebih tinggi daripada mereka.


Bima dan Raffa yang sedari tadi diam sekarang membuat darah mereka naik karena semangat, dengan senyum lebar di kedua wajah nya, mereka memposisikan kembali menjadi samsak tinju.


"Mari kita lanjutkan.." ucap Bima dan Rafii dengan penuh semangat.


"mereka benar-benar monster samsak tinju" ujar salah satu orang di dojo dengan pelan yang hanya terdengar oleh orang didekatnya saja.


kang Riwa yang melihat mereka kembali bersemangat mulai menginstruksikan teman-temannya untuk memberi mereka hadiah sebagai rasa hormat kepada mereka karena membuat darah dari orang-orang di dojo ikut bersemangat juga.


"ayo kita beri mereka hadiah terindah kawan-kawan, .. mulai di posisi kembali " ujar kang Riwa


pukulan demi pukulan telah dilayangkan kepada mereka, Rafi pun masih tetap bertahan. sedangkan Arul yang sudah melayangkan pukulan lebih dari 200 sudah kelelahan dan tersungkur ke lantai tidak bisa melanjutkan kembali.


"mereka benar-benar monster samsak tinju, sungguh gila" ujar Arul yang sudah mulai mengakui kekuatan mereka bertiga


"hiyaa,..hiyaa..." suara semangat memukul dari orang - orang dojo.


"aaaahhhh" suara pertahanan dari ketiga anggota silver tiger


pukulan demi pukulan sudah dilayangkan hingga total mencapai 5000 dari ke 10 orang petualang tersebut., tampak akhir bagi orang-orang dojo sudah kelelahan.


posisi rukuk pun diperlihatkan oleh sebagian orang-orang dojo. sebagian lagi sudah terlentang dilantai menatap langit.


Bima, Rafi, dan Raffa yang masih berada di posisi sebagai samsak hidup sudah tampak kosong pikirannya, dan hanya mampu berdiri di posisinya.


melihat hal tersebut kang Riwa menginstruksikan untuk berhenti untuk meninju mereka bertiga kepada orang dojo dan memang karena dia sendiri dan orang-orang dojo sudah kelelahan dan tidak sanggup melanjutkan.


"Kami sudah selesai, sudah tidak sanggup meninju kalian.." Ujar kang Riwa.


mendengar kalimat kang Riwa dari alam bawah sadarnya, ketiganya tidak membalas kalimat kang Riwa dengan ucapan, melainkan jempol mereka diangkat serentak dan tubuh mereka tersentak kelantai namun dengan masih mengangkat jempol dan itu menunjukan rasa terima kasih yang sangat dalam dari mereka bertiga.


________________________________________


Fahr (Arc,59)


Junar(pj,45) Reni(pp,41) Bima(tk,39)


Ratu(ph,37) Rika(hl,36) Hopi(pp,41)


Raffa(wr,38) Rafi(tk,38) Tora(ph,39)

__ADS_1



__ADS_2