The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 25 - Beruang Abnormal


__ADS_3

saat tiba di kedalaman hutan, Fahr lalu mengeluarkan energi sihirnya yang digunakan sebagai persepsi untuk mengetahui kondisi lingkungan sekitar.


mata dipejamkan, indara yang lain mulai ditajamkan. hewan dan tanaman mulai terdetaksi bahkan hingga makhluk yang kecil terdeteksi. Fahr mulai meluaskan jangkauan persepsinya lebih jauh lagi, 100 meter - 150 meter - 200 meter dan tepat di 350 meter dia merasakan hewan tampak seperti beruang dan mengeluarkan aura yang kuat.


mata terbuka dan Fahr segera berlari menuju arah hewan itu terdeteksi, penguatan tubuh dan penambah kecepatan dipakainya.


Fahr tidak langsung berhadapan dengan monster tersebut. namun dia mencoba mengamati dulu, kerena dia ingin menganalisa kelemahannya.


diatas pohon disebuah ranting besar Fahr jongkok dan melihat monster tersebut. "apa ini, itu hanya beruang normal biasa, " ujar Fahr


"tapi jika dia beruang normal mengapa mengeluarkan aura energi yang kuat ?, apa mungkin ini salah satu evolusi hewan itu" Fahr berfikir


"mungkin saja itu terjadi, tapi ayo kita coba cek dulu kekuatannya"


Fahr menyiapkan busur dan anak panahnya tanpa dialiri energi sihir , lalu melesatkan kearah punggungnya. "swiing"..


tapi sesaat anak panah akan sampai di punggung beruang, beruang tersebut berbalik kebelakang dan menghancurkan dengan reflek cakarnya tersebut.


Fahr sedikit terkejut, dengan anak panah yang ditembakan di titik butanya dia mematahkan anak panah tersebut.


"rrraaaawwww" beruang itu meraung, mencari pelaku yang menyerangnya. melirik kanan kiri kepala sang beruang.


Fahr masih tetap bersembunyi diatas pohon. Fahr mencoba melepaskan anak panah namun kali ini diisi oleh energi sihir yang sedikit.


"swiiing" kecepatan anak panah ini lebih cepat dari yang sebelumnya. dan beruang masih mampu menahannya, dan menghancurkan nya kembali anak panah tersebut..


Fahr tidak terkejut tapi berfikir, "hewan ini sebenarnya sudah berada di level rank D jika dia seekor monster,..


karena Fahr memiliki tujuan untuk mengambil tulang-tulang harimau . jadi Fahr dengan cepat melesatkan anak panah dengan energi sihir yang cukup kuat.


"swiiiiingg" anak panah melesat ke arah depan tubuh beruang, dan itu langsung menancap kejantung beruang tidak sempat dihalau oleh beruang tersebut.


Fahr menghampiri beruang tersebut dan dan melakukan persepsi ke tubuh beruang yang sudah mati untuk mengecek apakah ada batu kristal ditubuhnya .


tapi sungguh tidak ada batu kristal di tubuhnya yang menandakan ini benar-benar seekor beruang normal yang memiliki kekuatan selevel dengan monster rank D.


Fahr mengangkat beruang tersebut ke atas bahunya, dan menyimpan didekat jalan menuju perkampungan warga, yang nanti dibawa kembali menuju perkampungan, karena sekarang Fahr akan mengambil sisa tulang harimau dulu.


Fahr tiba di ujung tebing jurang dan beruntung nya Fahr, sisa tulang harimau masih ada dan tidak terseret oleh arus air.

__ADS_1


segera Fahr turun mengambil tulang-tulang tersebut lalu segera membungkusnya dan pergi menuju perkampungan. dan tidak lupa pula membawa mayat beruang.


"hei apa itu , monster beruang datang, evakuasi, evakuasi.. " seorang ibu berteriak ketakutan saat melihat sesosok beruang yang sebenarnya itu adalah Fahr yang sedang mengangkat beruang di atas bahunya.


"Tunggu jangan panik, coba lihat, itu petualang yang tadi, dan dia membawa beruang itu.. beruang telah dibunuh nya...yeahh" sorak seorang pemuda.


"yeahh..." "horee"..


Fahr yang tidak terbiasa di sorak-sorak dia hanya terdiam tenang tanpa berekspresi.


"pemuda terima kasih kamu telah mengatasi monster ini" ucup pak tua


"ohh iya, sama-sama" ucap Fahr dengan bingung.


"mari kita makan-makan dulu, sebelum anda pergi" ujar pemuka desa


karena Fahr merasa canggung dengan keramaian tersebut, dan memang sedang terburu-buru juga ingin segera menyerahkan tulang harimau ke blacksmith.


"Maaf pak, saya sedang terburu-turburu ada keperluan lain, tapi dengan senang hati lain kali saya akan mampir untuk berkunjung ke perkampungan ini lagi, jika bapak berkenan" ujar Fahr meminta maaf agar tidak menyinggung warga


"iya-iya tidak apa-apa anak muda, justru kami yang meminta maaf karena tidak mengetahui anak muda ini sedang terburu - buru ada keperluan dan tentu saja kami akan berkenan menyambut penyelamat kami" ujar pemuka desa.


"Terima kasih pemuda, " pemuka desa


"namanya Fahr pak" ujar bapak tua kepada pemuka desa dengan tertawa kecil


"oh baiklah, terima kasih Fahr" ujar pemuka desa dan sebagian warga


lalu Fahr melangkah pergi dari perkampungan tersebut dengan sepada motornya dengan membawa tulang harimau yang telah dibungkus rapih.


dia tidak tahu bahwa sekarang dia telah menjadi buah bibir di masyarakat diperkampungan tersebut karena menyelamatkan kampung tersebut.


______


keesokan harinya Fahr segera menyerahkan tulang-tulang tersebut ke blacksmit melalui toko senjata yang biasa dia datangi.


kali ini dia ingin membuat armor pelindung tangan warna hitam (half hand armor), dia mendesign khusus agar bagian armor dapat menutupi tanda bicom keduanya.


dan sisa bahan nya dia gunakan untuk membuat belati dan busur lagi untuk cadangannya, namun meminta kepada blacksmith agar bahan tambahan yang digunakan bisa lebih tinggi dari busur sebelumnya.

__ADS_1


tujuan dia membuat armor half hand karena saat ini untuk menutupi tanda bicom kedua nya selalu menggunakan kain berwarna hitam dan itu tampak tidak terlalu nyaman bagi dirinya.


dengan adanya diskon Fahr dapat membuat 4 jenis barang yang diinginkannya. half hand armor, belati, busur dan masker. semuanya diminta agar berwarna gelap atau hitam.


setelah beres dari toko senjata Fahr bergegas pulang ke kantornya. dan menyiapkan untuk rencana setelah 2 minggu waktu istirahat bagi anggota partynya.


tentu saja dia tidak lupa untuk terus melatih kontrol energi sihirnya terus menerus, bahkan sekarang dia sudah mampu membuat energi sihir pertahanan yang cukup kuat dan besar.


bentuk pertama adalah energi sihir menyelimuti dirinya dan itu cukup tebal. bentuk kedua dari sihir pertahanannya adalah perisai normal seperti kepunyaan ksatria. ketiga adalah bola sihir , disebut bola sihir karena energi sihir mengelilingi sekitaran dirinya dengan bentuk seperti bola


setelah beres latihan di ruangan pribadinya yang cukup besar kini dia memutuskan untuk jalan-jalan malam, waktu tidak terasa setelah dari toko senjata, lalu melakukan perencanaan dan selanjutnya berlatih.


langit malam di tengah kota dengan bintang yang tidak terlalu banyak karena cahaya lampu-lampu di bumi menyala, pejalan kaki lalu lalang dengan ceria, beberapa pasangan jalan-jalan bergandengan tangan dan mobil patroli polisi lewat menghiasi malam yang Fahr akan habiskan.


sebatang rokok keluar dari sakunya bersamaan dengan korek api lalu dia bakar dan hisap, malam itu terasa panjang bagi Fahr.


sekarang keluarganya bertambah banyak dengan kehadiran anggota partynya. namun kebahagiaan terpancar di wajahnya tanpa rasa menyesal sekalipun.


setelah lama menginginkan kehidupan seperti ini Fahr teringat akan masa lalunya yang kira-kira kurang dari 2 tahun kebelakang.


masa-masa menyedihkan menjadi seorang petualang dengan level rendah, hinaan dan cacian tidak terlepas dari kehidupannya, bahkan nyawa sempat menjadi taruhannya kala itu.


kini dia mulai berfikir "apakah ini bisa berlangsung selamanya ?" tentu saja dia tidak mengetahuinya, namun yang jelas marabahaya akan selalu mengintai, dengan kekuatan dirinya yang sekarang Fahr tidak akan bisa selalu melindungi keluarga barunya, sehingga dia memutuskan untuk terus bertambah kuat lagi dan lagi tanpa batas.


melihat kejadian seekor beruang normal namun dengan kekuatan berada di level D , Fahr merasa cemas dengan anggota partynya.


"saya harus menambah perencanaan terkait pelatihan tambahan untuk mereka" Fahr yang berfikir dengan perencanaan dikepala nya.


________________________________________


Fahr (Arc,35)


Junar(pj,29) Reni(pp,25) Bima(tk,23)


Ratu(ph,21) Rika(hl,21) Hopi(pp,25)


Raffa(wr,22) Rafi(tk,22) Tora(ph,23)


__ADS_1


__ADS_2