The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 34 - Negosiasi


__ADS_3

"Ada apa dengan kekuatan bocah ini, sial.."keluh Kris yang pedangnya masih tertahan oleh kedua tangan Andi yang bersilangan menahan di depan dadanya


"lawan, lawan ...teruskan.."sorak sorak penonton


Kris melepaskan serangannya dan mundur kebelakang cukup jauh


Andi yang masih diam berdiri setelah mendapatkan serangan yang kuat dari Kris, menatap Kris.


tatapan Andi seolah-seolah meremehkan Kris, Kris semakin jengkel dan terprovokasi , segera Kris melancarkan serangan berikutnya.


berpuluh-puluh serangan mendarat kepada Andi oleh pedangnya Kris, namun Andi masih tidak bergeming merasa akan kalah.


"Dumbb, dummbb, dumbb"


"sial, ..sial..."keluh Kris yang masih terus melancarkan serangan bertubi-tubinya kepada Andi.


skill-skill menengah Kris sudah dikeluarkan namun masih tetap tidak bisa menembus pertahan Andi.


Kris sudah mulai putus asa dengan pertarungan ini, dia mulai depresi, dan berfikir yang aneh-aneh..


lantas Kris segera mengeluarkan aura membunuh yang sangat kuat.. para petualang merasakan kengerian aura membunuh Kris yang sudah depresi karena tidak memiliki cara lain untuk menembus pertahan Andi.


elit-elit guild petualang menyadari ini cukup berlebihan, namun tidak ada yang berusaha menghentikannya, begitupun penyelenggara.


penyelenggara sudah diberitahu oleh direktur utama untuk tidak menghentikan pertarungan mereka, dia ingin mengetahui batas dari Andi.


skill terkuat Kris pun di keluarkan, dengan cepat dia berlari menghunuskan pedang sihirnya yang bertambah kuat juga.


"hiyyaaa..."


dengan cepatnya Kris sudah berada tepat di belakang punggung Andi, sesaat Kris hendak mengayunkan pedang sihir nya , namun tiba-tiba terlihat kepalan tangan Andi yang samar-samar terlihat oleh Kris memancarkan cahaya putih.


dan dengan seketika kepalan tangan Andi sudah melayang ke perut Kris, pukulan tersebut bahkan tidak biss dilihat oleh kecepatan mata Kris.


Kris tertancap di dinding tembok penonton,, dengan keadaan pingsan dengan mata terbuka yang tampak terlihat bola mata putihnya.


semua penonton terdiam, bahkan Junar, Reni, Hopi pun hanya bisa terdiam melihat kekuatan level rendah bisa mengalahkan 40 level diatasnya.


wasit juga terdiam karena menyaksikan adegan langka yang baru pertama kalinya dia lihat selama bertahun-tahun dia menjadi wasit lantai pertarungan.


tapi reaksi wasit cukup cepat dan memberitahu Andi pemenang perempat final tersebut.. setelah pemberitahuan oleh wasit, suara riak penonton mulai berguncang kembali.


"oh siall. uangku habis semua," penonton yang kalah taruhan


"siall kenapa kris harus kalahh.." penonton

__ADS_1


"hahaha jika tau Andi yang menang aku akan memasang semua uang ku untuknya.." penonton yang menang taruhan


elit guild besar semakin menjadi-jadi ingin mendapatkan Andi sebagai anggotanya.


"hei Bu, bagaimana anggota elitmu di kalahkan dengan mudah...haha" ejekan Ron (ketua guild pedang hitam) kepada ketua guild singa bertaring.


"diam kau sialan..."ujar ketua guild singa bertaring yang sedikit kesal Kris bisa dikalahkan dengan seperti itu.


Andi kembali ke bangku tunggu peserta, sedangkan Kris terlihat sedang dibawa oleh tandu medis untuk segera di obati.


hanya ada satu kata yang bisa menggambarkan pertandingan tersebut yang dilihat oleh semua mata kepala penonton..yaitu 'Luar Biasa'.


pertandingan selanjutnya setelah Andi tidak seramai Andi dan Kris,


pertarungan pun dilanjutkan hingga semi final, lawan yang berada dibawah level Kris saat melawan Andi sudah langsung menyerah tanpa bertarung.


penonton menghujat peserta yang menyerah sebelum bertarung..


"aku hanya tidak ingin terluka parah brengsek.. aku masih ada jadwal raid.." ujar peserta yang mengaku kalah sebelum bertanding melawan Andi.


babak final pun digelar,.. level peserta yang melawan Andi di final kali ini satu level dengan Kris.


tapi tidak membutuhkan waktu yang lama hanya sekitar kurang dari 5 menit lawan Andi langsung ditumbangkannya, dengan posisi yang sama yaitu tubuhnya bersarang dinding tembok penonton.


penyelenggara semakin sibuk karena harus memperbaiki terus-menerus dinding tembok yang hancur...


setelah beres pertandingan Andi langsung mendapat undangan dari direktur utama PT.xxx corporation, direktur gerak cepat sebelum guild besar.


Andi pun menerima undangan tersebut dan memasuki ruangan yang tampak cukup megah di lantai 39 gedung.


didalam ruangan sudah disediakan hidangan ringan di meja makan, dan pelayanan minuman oleh salah satu staff bawahan direktur utama langsung.


"selamat atas kemenangannya , tuan Fahr Andi.." ujar ketua direktur PT.xxx coporation.


Andi hanya terdiam menatap di balik topeng tipisnya dan tidak membalas.


"oh, maafkan saya yang tidak sopan, nama saya adalah Pasro Kostar, Direktur utama PT.xxx, saya mengundang tuan kesini ingin berbincang sedikit, apakah tuan bersedia ?" ujar tuan Pasro


Fahr berfikir sejenak,"apakah ini diperlukan untuk menaiki lantai pertarungan, apakah ini semacam interview ?, yah coba dulu saja"


"iya boleh.."jawaban singkat Fahr


setelah mereka berdua duduk dan minuman telah dituangan ke gelas .. mereka mulai berbincang.


"apakah tuan, memang selalu menggunakan topeng nya kemana saja ?"tanya tuan Pasro dengan senyum di wajahnya yang penasaran

__ADS_1


"iya seperti yang anda bilang, saya sering menggunakan topeng" ujar Fahr


"mungkin tuan ingin menyembunyikan identitasnya, apakah saya benar tuan ?" tuan Pasro menebak..


"mungkin bisa dibilang seperti itu, .lantas apa yang anda inginkan dari saya pak.."tanya Fahr yang seakan-akan dimata tuan Pasro dia marah


melihat reaksi cepat Fahr tuan Pasro lanjut berbicara.


"sebelumnya, saya sudah memerintahkan kepada semua staff untuk melindungi informasi pribadi anda, bahkan identitas anda pun tidak dikenali oleh serikat" ujar tuan Pasro


"sebenarnya ada yang saya inginkan tuan, ini menyangkut tentang pertarungan juga..tapi apakah tuan bersedia mendengarkannya ?" tuan Pasro meminta izin kepada Fahr.


"ya silahkan, saya akan mendengarkan dulu."Fahr


"jadi sebenarnya gedung lantai pertarungan ini ada banyak di semua benua, namun hanya ada 1 gedung lantai pertarungan yang memiliki popularitas diatas semua lantai pertarungan"


"gedung tersebut berada di dubai, yang dimana setiap tahun nya menyelenggarakan turnamen khusus dari perwakilan - perwakilan dari setiap gedung lantai pertarungan dan setiap gedung lantai pertarungan hanya bisa mengirimkan 1 perwakilannya untuk ikut bertarung .." ujar tuan Pasro


"lali anda bermaksud untuk mengirim saya ?" ujar Fahr.


"sebenarnya ada beberapa kandidat, namun setelah saya melihat tuan Fahr yang dapat mengalahkan peserta yang 40 level diatas tuan Fahr, saya yakin tuan Fahr akan sanggup bisa bertambah kuat lagi, dikarenakan pertandingan di dubai akan diselenggarakan 6 bulan mendatang"..


Fahr yang mendengar penjelasan tuan Pasro berfikir sejenak...


"oh maafkan saya tuan, saya lupa memberitahukan ini, jadi bagi pemenang untuk lantai pertarungan di dubai akan mendapatkan spesial item yang dapat dipilih, sejumlah uang miliyaran, dan tentu saja tuan akan diberikan akses untuk dapat memasuki lantai pertarungan dubai kapan saja" ujar Pasro


"lalu itu semua keuntungan bagi peserta, lantas keuntungan bagi anda apa ? , apakah seorang pembisnis memberikan gratisan kepada kostumernya ?" ujar Fahr dengan pemikiran cerdasnya


"hehe, seperti yang diharapkan dari orang kuat dan cerdas, tentu saja saya memiliki keuntungannya tersendiri tuan, seperti investor yang akan banyak berinvestasi di perusahaan saya, gedung lantai saya mendapatkan pengakuan dari dunia, dan juga tentu saja bisnis yang saya lakukan akan semakin maju dan bisa menembus pasar dunia lebih luas lagi" ujar Pasro yang jujur menjelaskan keuntungan kepada Fahr


Fahr masih berfikir untuk langkah selanjutnya, karena dia tidak terlalu menyukai hal-hal seperti pertarungan dengan sesama manusia, ini seperti orang-orang yang memainkan peran gladiator terdahulu.


Fahr mengikuti turnamen ini karena sedang membutuhkan sejumlah uang, bukan untuk ingin manjadi terkenal maupun disanjung orang banyak.


"saya akan mempertimbangkannya,..tidak bisa menjawab sekarang..saya akan segera menyelesaikan dulu lantai pertarungan"


"tentu tuan silahkan, saya akan menunggu jawabannya sebelum 1 minggu menjelang turnamen dimulai, " ujar pasro


"oh iya tuan ,tuan Fahr sudah bisa langsung menaiki lantai 31, yaitu lantai istimewa pertarungan, dan sebagai kompensasinya , hadiah dari lantai 28 hingga 30 akan segera dikirim ke rekening tuan.." ujar pasro.


"ohh apakah ini hadiah untuk saja atas perkenalan negosiasi anda pak ?" ujar Fahr


"hehe ternyata ketahuan, tapi saya harap tuan menerima kebaikan bapak tua ini tuan, meskipun itu bukan untuk negosiasi awal, itu murni hadiah dari lantai pertarungan, karena saya yakin tuan akan mudah melewati lantai hingga 30, soalnya kebanyakan yang mencapai level 30 tidak lebih dari level 100"


"tapi saya mengaharapkan tuan hadir untuk memasuki lantai 31 lantai istimewa bersama saya." permohonan tulus dari tuan pasro yang tidak memiliki hal-hal untuk keuntungannya.

__ADS_1


"baiklah jika itu hanya sekedar hadiah, saya akan menerima nya, tapi satu hal yang pasti saya bukan orang yang dengan mudah diperalat oleh orang yang baru di kenal" jawaban tegas Fahr yang seakan-akan memperingati tuan Pasro


"tentu saja tuan, saya dengan senang hati akan berusaha menjalin pertemanan dengan tuan agar dapat dipercaya oleh tuan, silahkan tuan kita melangkah" ujar tuan Pasro yang senang dengan kejujuran Fahr.


__ADS_2