The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 41 - Tora


__ADS_3

Setiap orang yang belum memiliki perlengkapan yang memadai, sore itu bergegas melangkahkan kaki menuju toko senjata yang di rekomendasikan Fahr.


diperjalanan ke 6 anggota tersebut tampak senang dengan arahan Fahr untuk membeli perlengkapan baru meskipun itu hanya peminjaman uang.


mereka akhirnya sampai di toko senjata yang tidak terlalu jauh dari gedung serikat petualang yang berada di dekat alun-alun kota B.


gedung serikat berlantai 50 itu terlihat jelas dari depan pintu toko senjata green sword.


"permisi, kami ingin membeli senjata.." Bima


"selamat datang pelanggan, apakah kalian temannya Tuan Fahr ?" ujar penjaga toko


"iya betul, kami temannya Ketua Fahr.." Ratu


"sudah kuduga, baiklah silahkan pilih-pilih , tentang harganya , itu sudah di tanggung oleh Tuan Fahr " Penjaga toko yang sebelum nya telah mendapatkan pesan dari Fahr dan mentransfer sejumlah uang DP sebagai jaminan kepercayaan dari Fahr.


senjata-senjata mereka pilah dan pilih sesuai karakter dan kecocokan mereka, tidak sedikit yang membuat mereka terkesima dan jatuh hati ke perlangkapan nya.


"apakah benar kita bisa memiliki barang mahal ini.." Ratu yang khawatir dengan keuangan Fahr


"ya tentu saja, karena ketua yang sudah bilang, aku percaya padanya." Bima dengan senyum senangnya


"baiklah jika seperti itu.." Ratu


"uwwaahh tongkat itu bagus sekali Rika.." Ratu terkesima


"menurutku juga seperti itu.." Rika


"apakah ada yang sama dengan yang dipilih Rika, aku ingin kembaran dengan Rika .." Ratu yang bersemangat


"tentu saja ada nona, silahkan lewat sini .."penjaga toko menyela obrolan Ratu dan Rika untuk menunjukan tongkat sihir


mereka melihat-lihat barang ditoko yang bagus-bagus dan mendapat penjelasan yang cukup rinci dari penjaga toko terkait perlengkapannya..


keramahan penjaga toko selalu ditunjukkan, sehingga mereka berfikir, tidak heran ketua merekomendasikan toko senjata ini kepada mereka.


Bima melihat perisai yang terlihat cocok untuk dirinya, perisai berbentuk persegi panjang dengan tambahan bentuk segitiga dibawah perisainya.


perisainya cukup tebal dan elegan,, warnanya abu-abu dengan sedikit tambahan warna merah di design garis-garisnya.


Bima memilih perisai tersebut dan tampak senang, sementara Raffa dan Raffi yang masih memilih, nampak agak bingung untuk memilih yang mana.


mereka berfikir untuk mengambil semuanya, tapi itu tidak mungkin. namun akhirnya Raffi memilih perisai yang hampir mirip dengan Bima dan mengambil pedang pendek untuk cadangan senjatanya.

__ADS_1


sedangkan Raffa mengambil kapak yang dominan berwarna merah dengan garis abu-abu. kapak besar dengan batang yang cukup panjang 1,5 meter memanjang kebawah.


diameter kepala batangnya cukup panjang, kira-kira 30-50 cm an. senjata yang menurut Raffa cocok itu dia ambil.


hampir kesemua orang tersebut memilih armor, senjata dan perlengkapan lain yang ada berwarna silvernya.


tak terkecuali tongkat sihir ketiga orang itu juga dominan berwarna abu-abu.. mereka berfikir ini demi party yang bernamakan silver tiger.


setelah cukup lama memilih senjata yang cocok untuk mereka, mereka segera bergegas ke kasir untuk mentotalkan harganya.


total harga perlengkapan yang mereka ambil baik itu senjata maupun armor berkisar plus minus 100 juta rupiah karena kualitas perlengkapannya tergolong kelas menengah.


"apa.. ini hampir mencapai 100 juta , saldo Fahr ada berapa banyak sebenarnya.."Ujar Ratu yang terkejut dengan total nya


"baik tuan dan nona pelanggan, terima kasih atas pembeliannya, semoga toko kami memuaskan anda semua."


"iya sama-sama , terima kasih juga atas pelayanannya.." Rika


"sama-sama, selamat jalan, kami tunggu kedatangan nya kembali ke toko kami"


anggota silver tiger mengakhiri perjalanan mereka di toko senjata tersebut. wajah mereka menunjukan rasa puas dan ada juga yang tanpa ekspresi.


"apakah ini tidak apa-apa Ketua?" gumam Bima yang masih mengkhawatirkan keuangan Fahr


mereka ber 6 akhirnya kembali ke kantor silver tiger dengan perasaan bangga dan senyum ceria terpancar dari masing-masing mereka terkecuali Tora yang tidak menampakan ekspresinya.


perasaannya selalu dipendam layaknya orang yang tidak memiliki ekspresi namun dibalik semua itu dihatinya begitu senang dengan hal tersebut.


baru pertama kalinya dia merasakan hal-hal seperti ini, mendapatkan teman, sahabat ,bahkan sudah seperti keluarga baru.


kisah hidupnya tidak jauh berbeda dengan teman-teman silver tiger, namun ada satu hal yang teman-temannya tidak ketahui dari Tora!.


awalnya Tora menjadi teman Junar saat pertama kali dia bertemu menjadi tim pengangkut. penampilan awalnya sungguh ironis.


jaket lusuh yang sudah tampak tua, rambut belakang panjang menjulur hingga bahu, rambut depannya menutupi mata nya.


karena hal tersebut membuat Junar bersimpati terhadap Tora, sehingga Junar berusaha untuk berteman dengan Tora.


pernah sekali setelah selesai raid, Junar menanyakan sesuatu.."rumahmu di daerah mana Tor ?" ..


"disana.." ujar Tora yang hanya menunjukan jarinya telunjuknya ke arah depan yang membuat bingung Junar.


Junar tidak melanjutkan menanyakan dimana rumahnya karena itu takut menyinggungnya karena baru dikenalnya.

__ADS_1


dan hampir sering Junar dan Tora bertemu dalam satu raid sebagai tim pengangkut.


sebenarnya Tora masih belum terlalu lama sebagai petualang, bisa dikatakan dia sebagai pemula bersamaan dengan yang lainnya.


karena tidak ada hal yang spesial dari Tora sehingga membuat anggota silver tiger tidak terlalu canggung terhadapnya.


bahkan bisa dibilang Tora adalah orang yang sangat biasa, tapi pertemuan Tora dan Fahr yang dikenalkan oleh Junar adalah hal yang spesial yang Tora rasakan.


saat pertemuan pertama di cafe xxx seakan sesuatu yang hilang didalam Tora muncul seperti nostalgia indah bagi dirinya.


dan seiring berjalannya waktu hingga saat ini, perasaan yang hilang dan nostalgia indah itu semakin menguat.


Tora yang sebenarnya pada saat menunjuk jari arah rumahnya kepada Junar hidup dibawah jembatan dan berbekal smartphonenya untuk kebutuhan sebagai petualang.


sehingga saat Fahr menyewa kantor untuk party nya dilubuk hati Tora sangat bahagia, seakan dia menemukan kembali arti dari rumah.


anggota yang sering menginap dan tinggal di kantor adalah Tora walaupun tidak ada yang memperhatikan Tora sering menginap karena sifat pendiamnya tersebut.


tapi Fahr sebenarnya mengetahui hal tersebut dan membiarkan hal itu, karena Fahr senang juga ada anggotanya yang bisa tinggal di kantornya.


♢-----♢


saat di kantor, mereka mulai menampilkan perlengkapan barunya kepada semua orang, dengan perasaan senang yang mereka rasakan saat itu.


malam menjelang sebagian orang sudah pulang ke rumahnya masing-masing. tapi saat Tora hendak akan pergi Fahr menghampiri.


mereka berdua berbincang berdua tidak ada yang mengganggu.


"gunakanlah kunci ini, anggaplah rumah sendiri, saya mempercayakan kantor ini kepadamu.." Fahr memberikan kunci cadangan kantornya kepada Tora agar dia bisa pindah dan menginap di kantor.


"baiklah saya pamit dulu.." Fahr pamit pulang kepada Tora dengan tenangnya.


saat Fahr cukup jauh melangkah, tetes air mata Tora dibalik rambut depan panjangnya menetes.


_________________________________


Nama : Tora S


umur : 17


Job : Penyihir Air


Level : 39

__ADS_1


<☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆☆>


__ADS_2