The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 35 - Lantai Pertarungan Istimewa


__ADS_3

diruangan VIP dan VVIP


"maaf Bu, penyelenggara lantai pertarungan menyembunyikan semua data dari peserta tersebut tepat sebelum saya akan mengakses lebih jauh," ujar staff elit guild besar


"apa ,, atas perintah siapa penyelenggara menyembunyikan identitasnya ." ujar ketua Guild Singa Bertaring


"saya mendapatkan informasi bahwa Direktur Utama Tuan Pasro langsung yang memerintahkan menyembunyikan data identitasnya , Bu"


"apa tuan Pasro sendiri, sungguh sial, dia ada dibalik ini semua." ujar ketua guild singa bertaring


semua orang di ruang VIP dan VVIP ricuh akibat tidak dapat mendapat informasi yang berharga dari peserta bertopeng.


ada yang kesal dan ada pula yang berfikir pintar yang lambat laun identitasnya akan terbongkar juga.


banyak rumor bahwa dia orang warga negara asing yang dikirim oleh pasro, tapi ada pula yang memprediksi dia adalah petualang solo yang tidak terkenal di sebuah daerah terpencil dan banyak lainnya rumor yang beredar.


netizen di dunia maya juga tidak kalah ributnya, dan ada yang menghubung-hubungkan dia dengan insiden didalam kabut sebagai petualang misterius yang membantu petualang membasmi monster.


_________


Pasro yang kini sudah mengantar Fahr ke lantai 31 dan sudah menyediakan ruangan VVIP agar dapat melihat isi lantai pertarungan 31 istimewa ini.


Fahr yang pertama kali memasuki lantai 31 sudah merasakan aura energi yang kuat, dan saat melihat kedalam aula lantai 31 tempat pertarungan, dia melihat petualang - petualang yang kuat yang dikatakan oleh Pasro mereka orang-orang dari berbagai guild besar yang ingin menjadi kandidat yang dikirim ke dubai.


level bicom mereka ada diatas level 100 dan di bawah 145 jumlah petualang disana tidak lebih dari 30 orang setelah ketua dan elit guild besar hadir juga dalam perhelatan lantai pertarungan ini.


dari bawah lantai pertarungan mata Fahr dilihat tajam oleh seorang wanita cantik tanpa ekspresi, Fahr segera menyadari hal tersebut dan matanya saling menatap satu sama lain wanita tersebut.


"saya kenal dia, .." ujar Fahr yang reflek dan terdengar Pasro


"oh anda kenal dia, dia adalah Gita si pedang dua gila.., apakah anda teman baiknya.." ujar Pasro


"bukan, dia bukan temanku, hanya orang lewat yang berpasasan dijalan." ujar Fahr yang menjelaskan kepada Pasro


"begitukah, dia salah satu kandidat kuat untuk undangan ke dubai" ujar Pasro yang mengenalkan nya kepada Fahr


Fahr terdiam dan tidak membalas ucapan Pasro dan hanya berfikir "sudah berapa kuat terakhir kali dia melawan King Monkey Kop?"


di arena lantai 31 tampak akan dilakukan pertarungan, . "sekarang pertarungan selanjutnya Madrop si pedang besar level bicom 115 melawan Gita si pedang dua level bicom 110 akan segera dimulai"

__ADS_1


lantai pertarungan 31 berbeda dengan lantai pertarungan yang lain, karena kebanyakan penontonnya elit-elit. mereka hanya fokus dalam pertarungan.


Gita dan Madrop saling berhadapan, dan sudah siap memulai pertempuran... mata saling menatap tajam tanpa kata-kata diantara keduanya.


genggaman kuat ditangan mereka kokoh layaknya memegang tongkat kecil yang tidak mudah dilepaskan.


aura membunuh yang kuat dari keduanya dirasakan oleh semua penonton, tak terkecuali Fahr merasakan nya juga.


pertandingan pun dimulai, Gita mengambil inisiatif menyerang diawal dengan sedikit kekuatannya karena untuk mengetes kekuatan Madrop.


Madrop berhasil menahan serangan lemahnya Gita, dengan wajah tenang Madrop menandakan betapa dewasanya dia dengan level bicom tingginya itu.


sesekali Madrop pun melancarkan serangannya, tapi dengan mudah juga Gita bertahan dari serangannya.


beberapa serangan sudah dilayangkan oleh kedua petualang tersebut, skill-skill luar biasa telah diperlihatkan...


dan hingga akhirnya pedang besar Madrop dapat dilumpuhkan oleh Gita dan Madrop mengaku kalah.


Fahr yang menonton dari atas di kejauhan terus menatap Gita, setelah beres pertarungan pun Gita menatap balik Fahr sambil melangkah keluar arena.


Guild-guild besar tampak mencoba untuk terus merekrut Gita, tapi entah mengapa Gita selalu mengabaikan undangan dari guild- guild tersebut.


"hei kau, aku menantang mu bertanding, " suara pemuda itu menunjuk ke ruangan VVIP tempat Fahr berada.


Pasro menatap Fahr "apakah tuan ingin mencoba melawannya ?" Pasro bertanya tawaran pemuda itu .


"Namanya adalah Pluton si pedang api level Bicom 120, salah satu kandidat ke 10 untuk undangan ke dubai" ujar Pasro mengenalkan Petualang Pluton


Fahr terdiam sebentar, memikirkan apa untungnya jika dia melawannya.


melihat reaksi diam Fahr, pasro seakan-akan mengerti apa yang dipikirkannya.


"oh ya ada juga hadiah untuk peserta yang ditantang, kalah maupun menang, tapi jika menang akan lebih besar hadiahnya" ujar Pasro yang menjelaskan kepada Fahr.


Fahr yang berfikir, "si Pasro ini seakan-akan dapat membaca pikiran ku"


yah sebenarnya cuma ada 1 tipikal orang yang memasuki lantai pertarungan, yaitu mencari uang ? sehingga dengan mudah Pasro menebak pikirannya Fahr.


"baiklah saya akam turun kebawah, tapi dengan satu syarat,.."ujar Fahr meminta syara kepada Pasro

__ADS_1


"oho, apakah itu tuan ?" ujar Pasro yang berfikir Fahr ingin meminta lebih imbalan


"syaratnya, sembunyikan terus indentitas saya dari semua orang" ujar Fahr


Pasro yang cukup terkejut karena salah menebak pemikiran Fahr, yang ternyata hanya meminta menyembunyikan identitasnya.


Fahr pun ditunjukan jalan oleh staff pribadi Pasro ke arena pertarungan.


Pluton si Pedang api masih berkoar - koar penuh energi memanggil Andi dari bawah, penonton akhirnya sadar bahwa ada Andi di tempat VVIP. dan orang-orang elit semakin penasaran dengan sosoknya tersebut. kekuatan apa yang dia miliki dan sehebat apa dia jika melawan yang berada di level bicom 120.


Andi telah memasuki arena, microphone yang dibawa Pluton dia lempar ke arah wasit untuk mengembaliknya..


"wooss" suara lemparan Microphone ke aras wasit.


Pluton yang membawa pedangnya dia simpan ke lantai, seakan-akan dia memberitahukan dia akan melawan Andi dengan tangan kosong pula..


penonton menyaksikan dengan seksama apa yang dilakukan oleh Pluton diatas arena.


waktu berjalan seakan-akan lambat, pencahayaan yang tidak terlalu terang dibagian penonton, membuat suasana cukup tegang.


wasit mulai mengenalkan Andi hanya sebatas nama Andi karena kesepakatan nya dengan Pasro, sementara Pluton diperkenalkannya dengan lengkap.


"hooh kamu benar-benar menyembunyikan identitas mu yah." ujar pluton


"ya.." jawab Andi dengan singkat


penonton yang mender


"aku kira kau warga negara asing, haha. aku akan mencoba kekuatanmu kali ini.."ujar pluton.


Fahr kali ink terdiam dan bersiap-siap dengan fokus.


wasit sesat lagi akan memulai pertandingan,, antara si pedang api dan Andi si misterius.


di bangku penonton, tampak Gita yang seksama terus menatap tajam Andi yang seakan-akan mengenal dia,.. karena merasakan aura energi yang pernah samar-samar dia rasakan.


_____________________________________________


Andi (Arc,59)

__ADS_1



__ADS_2