The Silver Of D

The Silver Of D
Chapter 2 - Harimau Misterius


__ADS_3

Hari ini karena tidak ada jadwal raid, saya akan pergi latihan fisik di gunung puntang, di kota B.


waktu masih menunjukan jam 04.45 pagi hari. saya mulai menyiapkan kebutuhan untuk latihan fisik.


saya menyadari saya sangat lemah dari kebanyakan petualang rank F. oleh sebab itu selama 6 bulan terakhir saya rutin melakukan latihan fisik.


sering sekali tubuh saya di penuhi luka-luka, saat melakukan raid. padahal saya memasuki kabut rank F.


oleh sebab itu banyak yang meremehkan dan menghina saya karena saya sangat lemah. bahkan saya mudah dilukai oleh monster katak (Frog Stip) yang pada dasarnya monster peringkat rendah.


walaupun saya menggunakan senjata busur & belati tetap saja saya sering terluka. ada masa dimana pernah saya pun hampir mati karena serangan dari monster sapi (CoL Mer) rank rendah.


pada saat saya hendak menyerang monster sapi menggunakan busur, anak panah saya tidak mampu menembus pertahan monster sapi karena terlalu lemah nya kekuatan fisik sehingga tenaga yang saya keluarkan tidak terlalu kuat.


oleh karenanya Monster CoL Mer langsung mengarahkan amarahnya kepada saya. walaupun saya termasuk tipe petualang jarak jauh saya selalu menjadi incaran dari monster.


saya memilih latihan fisik di gunung dikarenakan udara segar yang tidak tercampuri oleh polusi udara dari gas emisi kendaraan bermotor dan pabrik-pabrik.


walaupun 6 bulan ini latihan fisik di gunung belum membuahkan hasil yang signifikan, tapi saya memutuskan untuk tidak menyerah.


setelah 15 menit menyiapkan segala keperluan, dan motor sudah di panaskan juga. saya langsung memacu motor saya menuju lokasi.


membutuhkan waktu sekitar 45 menit menuju gunung puntang dari pusat kota B. setelah memarkirkan motor saya langsung berjalan menuju gunung.

__ADS_1


saya sempat mendengar teman-teman petualang dulu yang sempat camping di gunung puntang, dulu tempat ini ramai dan banyak pengunjung nya..


tapi melihat keadaan sekarang sangatlah sepi dan pemandangan nya pun tampak mengerikan.


tanamanan hijau merambat banyak menghiasi gunung-gunung. tidak seperti di perkotaan atau di daerah yang dihuni manusia.


daerah seperti hutan dan pegunungan tidak di lakukan pembersihan. mungkin karena medan nya yang sulit dan hewan - hewan buas mulai bermunculan juga, walaupun tidak sebanyak di dalam kabut.


saya mulai memasuki hutan pegunungan belantara di gunung puntang, dengan membawa busur di punggung dengan 30 anak panah dan belati peninggalan orang tua yang saya selipkan di pinggang.


"kreaaakk ... kreaaakk " terdengar suara-suara burung ... "piwiiit .... piwiiit"..


dan suara-suara angin "ssszzzzz.." ".wuuuszzzz".. serta suara-suara hewan-hewan yang tampak mengerikan.


sekitar 30 menit perjalanan akhirnya saya menemukan buruan pertama saya .


tampak sekelompok kelinci hutan liar bersama beberapa kawanan nya sedang mencari makan.


dengan mengendap - ngendap dan sebisa mungkin menutupi bau dan suara pergerakan agar tidak terdeteksi oleh kelinci . saya mulai menyiapkan anak panah dan mulai membidik kelinci liar tersebut.


dengan jarak sekitar 10 meter antara saya dan kelinci, saya berfikir mungkin ini target mudah .. ("baiklah makanan pertama saya adalah kelinci bakar... huahaa").


sesaat anak panah saya lesatkan, kelinci tiba-tiba berlarian menjauh dari tempatnya berkumpul, pergi karena mendengar suara raungan yang begitu mengerikan. "Rrrraaaaauuuuuwwwwww...."

__ADS_1


suara raungan yang begitu mengerikan sehingga saya pun gemetar dibuatnya...


karena suaranya tampak terdengar dari arah timur atau arah dari tangan kanan saya dan itu terdengar dekat dengan lokasi saya berburu sekarang.


keringat dingin mulai keluar dari sela-sela pori-pori kecil di kulit. kaki yang tiada henti gemetar sulit untuk di gerakan.


tapi jika saya ingin selamat saya harus cepat-cepat menjauh dari lokasi ini sekarang. saya memaksa diri untuk menggerakan kaki..


saya mulai berlari kearah barat pergi menjauh dari hewan buas tersebut, yang entah hewan buas apa yang meraung mengerikan tersebut.


selang beberapa menit saya berlari terdengar suara pepohonan dan dedaunan dari arah kanan saya.


dan hewan buas tersebut menghampiri saya dan melompat kehadapan saya dengan gagah nya sehingga memberikan effek takut berlebih...


dengan reflek saya berhenti dan menatap hewan buas mengerikan tersebut..


melihat sosok mengerikannya tidak seperti hewan-hewan normal biasa..


walaupun menyerupai harimau tapi dengan kedua taring panjang yang timbul, serta dibalut dengan kulit tebalnya dan memiliki bulu-bulu lebat disekitar leher dan kakinya. serta cakar-cakar kaki yang keluar tajam, seperti lebih tajam berkali-kali lipat daripada belati saya.


didahinya ada semacam kristal berbentuk bulan sabit warna putih dan kedua bola matanya berwarna merah tampak seperti sedang marah...


"oh ya tuhan... dengan tubuh kecil dan fisik yang tidak seberapa ini apakah saya akan selamat ? "Gumam saya di pikirin dengan perasaan takut

__ADS_1


__ADS_2